Anda di halaman 1dari 16

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Identifikasi, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu


3.1.1 Identifikasi Isu:
Berdasarkan pengalaman kerja di bagian pengamanan Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang, terdapat beberapa
kendala yang dihadapi diantaranya adalah:
1. Kurangnya ketertiban antrean Warga Binaan Pemasyarakatan saat
melakukan telepon di Wartelsus Lapas Perempuan Klas II A
Malang.
2. Kurang tersedianya peralatan penggeledahan badan dan barang
Warga Binaan Pemasyarakatan yang memadai dalam pos
pengamanan.
3. Kurangnya kesadaran akan kebersihan kamar Warga Binaan
Pemasyarakatan.

Dari tiga isu di atas dilakukan analisi menggunakan metode Urgency


(U), Seriousness (S) dan Growth (G).
Tabel 3. 1 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG
ISU U S G NILAI
(URGENT) (SERIOUSNESS) (GROWTH)
1. Kurangnya 5 4 5 14
ketertiban
antrean Warga
Binaan
Pemasyarakatan
saat melakukan
telepon di
Wartelsus Lapas
Perempuan Klas
II A Malang
2. Kurang 3 4 5 12
tersedianya
peralatan
penggeledahan
badan dan
barang Warga
Binaan

12
Pemasyarakatan
yang memadai
dalam pos
pengamanan
3. Kurang 4 3 4 11
kesadaran akan
kebersihan
kamar Warga
Binaan
Pemasyarakatan

Kriteria penetapan :
Urgency :
1 : tidak penting
2 : kurang penting
3 : cukup penting
4. : penting
5. : sangat penting
Seriousness :
1 : akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. : akibat yang ditimbulkan serius
5. : akibat yang ditimbulkan sangat serius
Growth :
1 : tidak berkembang
2 : kurang berkembang
3 : cukup berkembang
4. : berkembang
5 : sangat berkembang
Berdasarkan pendekatan analisis teknik USG tersebut, maka kesimpulan yang
diperoleh mengarah pada isu : “Kurangnya ketertiban antrean Warga Binaan
Pemasyarakatan saat melakukan telepon di Wartelsus Lapas Perempuan Klas II A
Malang”
3.1.2 Penetapan Isu:
Berdasarkan daftar isu yang diuji dengan menggunakan
pendekatan teknik USG, maka dapat disimpulkan bahwa “Kurangnya
ketertiban antrean Warga Binaan Pemasyarakatan saat melakukan
telepon di Wartelsus Lapas Perempuan Klas II A Malang” merupakan
hal yang urgent, sehingga jika tidak ditangani maka akan berdampak
pada:

13
1. Kesulitan petugas pengamanan dalam hal pengawasan Warga
Binaan Pemasyarakatan yang dikhawatirkan memicu gangguan
ketertiban dan keamanan di Lapas Perempuan Klas II A Malang
2. Tidak kondusifnya fasilitas Wartelsus akibat antrian Warga Binaan
Pemasyarakatan yang tidak teratur.
3.1.3 Gagasan Pemecahan Isu:
Sehubungan dengan itu maka gagasan pemecahan isu yang diusulkan adalah:
Pembatasan Jumlah Pengguna Layanan Wartelsus Melalui Pengadaan
“Permission Id” Dalam Rangka Peningkatan Pengawasan Dan Penjagaan Warga
Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Klas II A Malang. Disadari bahwa
masalah inti (core issue) ini bersifat complicated atau tidak bersifat tunggal,
maka diusulkan beberapa kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan isu
tersebut diantaranya adalah:
1. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan mentor (Ka.KPLP) dan Pejabat
terkait mengenai rancangan aktualisasi
2. Menyusun dan membuat “Permission Id for Wartelsus” serta mengkonsultasikan
hasil produk “Permission Id for Wartelsus” kepada mentor (Ka. KPLP) Pejabat
terkait
3. Melakukan koordinasi dengan regu pengamanan mengenai penggunaan
“Permission Id for Wartelsus”
4. Melakukan sosialisasi penggunaan “Permission Id for Wartelsus” kepada Warga
Binaan Pemasyarakatan.
5. Melaksanakan uji coba (trial and error) pelaksanaan tugas pengamanan dan
pengawasan Warga Binaaan Pemasyarakatan di area Wartelsus dengan adanya
“Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A Malang
6. Melaksanakan evaluasi terhadap uji coba penggunaan “Permission Id for
Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A Malang
7. Menerapkan hasil dari penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas
Perempuan Klas II A Malang
8. Menyusun laporan hasil rancangan rencana penggunaan “Permission Id for
Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas IIa Malang

14
3.1.4 Matriks Rancangan Aktualisasi

UNIT KERJA BIDANG PENGAMANAN


LAPAS PEREMPUAN KLAS II A MALANG

IDENTIFIKASI
ISU  Banyaknya kuantitas wbp yang memiliki kepentingan
untuk menggunakan wartelsus
 Kurangnya ketertiban antrean Warga Binaan
Pemasyarakatan saat melakukan telepon di Wartelsus
Lapas Perempuan Klas II A Malang
 Overcapasitas penghuni lapas sehingga kebersihan kamar
kurang

ISU YANG Kurangnya ketertiban antrean Warga Binaan Pemasyarakatan saat


DIANGKAT melakukan telepon di Wartelsus Lapas Perempuan Klas II A
Malang

GAGASAN Pembatasan Jumlah Pengguna Layanan Wartelsus Melalui


PEMECAHAN
Pengadaan “Permission Id” Dalam Rangka Peningkatan
ISU
Pengawasan Dan Penjagaan Warga Binaan Pemasyarakatan
Lapas Perempuan Klas II A Malang

15
Tabel 3.2 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar

N KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITA KONTRIBUSI PENGUATAN NILAI


O N SUBSTANSI TERHADAP VISI ORGANISASI
MATA DAN MISI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Melaksanakan 1. Menghubungi Ka Paparan hasil diskusi Akuntabilitas Kegiatan ini Sinergis
KPLP dan Pejabat (notulensi) (tanggung jawab, berkontribusi pada (menjalin kerjasama yang
konsultasi dan
terkait untuk profesionalisme) misi UPT yaitu baik lintas bidang)
koordinasi dengan menentukan waktu Whole of Talk
perwujudan sumber
dan tempat konsultasi. Government (menjalin komunikasi
mentor (Ka.KPLP) daya petugas
2. Memaparkan rencana (koordinasi) yang baik antar bidang)
dan Pejabat terkait penyusunan dan Lembaga Serious
pengadaan Pemasyarakatan (serius dalam bekerja
mengenai
“Permission Id for yang berfungsi menyelesaikan
rancangan Wartelsus”. melayani masyarakat permasalahan dan
3. Meminta saran, secara profesional, tantangan)
aktualisasi
masukan, dan Responsive
berdaya guna,
persetujuan dari Ka (peka dan tanggap
KPLP dan Pejabat produktif, terhadap berbagai
yang terkait transparan, bebas permasalahan)
mengenai adanya dari korupsi, kolusi
“Permission Id for dan nepotisme.
Wartelsus”

16
2 Menyusun dan 1. Membuat desain 1. Terjalinnya Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
“Permission Id for kesepakatan (tanggung jawab, berkontribusi pada (menyelesaikan tugas
membuat
Wartelsus” bentuk profesionalisme) misi UPT yaitu dengan terpuji, tuntas
“Permission Id for 2. Mengambil sample Komitmen mutu perwujudan sumber sesuai dengan kompetensi
“Permission
dari ”Permission Id (efektif, efisien, daya petugas dan memiliki integritas
Wartelsus” Id for
for Wartelsu” inovasi, Lembaga untuk mencapai hasil
mengkonsultasikan 3. Menanyakan Wartelsus” Pemasyarakatan prima)
berorientasi mutu)
kelayakan sample 2. Tersusunnya yang berfungsi Inovatif
hasil produk Whole of
“Permission Id for notulensi melayani masyarakat (menciptakan /
“Permission Id for Wartelsus” yang Government secara profesional, mengembangka/melaksa
konsultasi
akan digunakan (koordinasi, berdaya guna, nakan pembaharuan
Wartelsus” kepada
kepada atasan kolaborasi) produktif, dalam penyelenggaraan
mentor (Ka. KPLP) 4. Membuat laporan transparan, bebas tugas dan fungsi)
hasil konsultasi dari korupsi, kolusi Serious
Pejabat terkait
dan nepotisme. (serius dalam bekerja
menyelesaikan
permasalahan dan
tantangan)
Talk
(menjalin komunikasi
yang baik antar bidang)
Responsive
(peka dan tanggap
terhadap berbagai
permasalahan)

17
3 Melakukan 1. Mengoordinasikan Paparan hasil Akuntabilitas Kegiatan ini Sinergis
koordinasi (menjalin kerjasama yang
koordinasi dengan penggunaan (bertanggung berkontribusi pada
baik lintas bidang)
regu pengamanan “Permission Id for jawab, misi UPT yaitu Talk
(menjalin komunikasi
mengenai Wartelsus” agar profesional, Perwujudan Sumber
yang baik antar bidang)
penggunaan diterbitkan nota dinas transparan) Daya Petugas Serious
(serius dalam bekerja
“Permission Id for di buku info Ka.KPLP Whole of Lembaga
menyelesaikan
Wartelsus” oleh Ka. KPLP Government Pemasyarakatan permasalahan dan
tantangan)
2. Mengoordinasikan (koordinasi) yang berfungsi
Responsive
dengan Rupam Jaga
melayani masyarakat (peka dan tanggap
3. Memberikan
terhadap berbagai
sosialisasi mengenai secara professional,
masalah)
teknis penggunaan
berdaya guna,
“Permission Id for
Wartelsus” produktif,
transparan, bebas
dari korupsi, kolusi
dan nepotisme.

4 Melakukan 1. Melakukan koordinasi Jadwal WBP yang Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
sosialisasi dengan Karupam untuk melakukan telepon di (menyelesaikan tugas
(bertanggung berkontribusi pada
penggunaan mengumpulkan WBP untuk Wartelsus. dengan terpuji, tuntas
“Permission Id for sosialisasi. jawab, misi UPT yaitu sesuai dengan kompetensi
Wartelsus” kepada dan memiliki integritas

18
Warga Binaan 2. Memberikan pengarahan profesional, Perwujudan Sumber untuk mencapai hasil
Pemasyarakatan. mengenai penggunaan prima)
transparan) Daya Petugas
“Permission Id for Inovatif
Wartelsus” dan penjelasan Etika publik Lembaga (menciptakan/
tata tertib serta jadwal mengembangka/melaksa
(hormat, jelas, Pemasyarakatan
telepon WBP nakan pembaharuan
3. Melakukan sesi tanya sopan, santun yang berfungsi dalam penyelenggaraan
jawab mengenai kepahaman tugas dan fungsi)
dan melayani masyarakat
WBP Serious
4. Melakukan koordinasi komunikatif) secara professional, (serius dalam bekerja
dengan Karupam dan regu menyelesaikan
berdaya guna,
pengamanan setelah tantangan )
sosialisasi terhadap WBP. produktif,
transparan, bebas
dari korupsi, kolusi
dan nepotisme.

5 Melaksanakan uji 1. Menyiapkan Hasil aktualisasi Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional


(menyelesaikan tugas
coba (trial and “Permission Id for pengawasan (bertanggung berkontribusi pada
dengan terpuji, tuntas
error) pelaksanaan Wartelsus” dengan jawab, misi UPT yaitu sesuai dengan kompetensi
dan memiliki integritas
tugas pengamanan 2. Melaksanakan tugas penggunaan profesional, Perwujudan Sumber
untuk mencapai hasil
dan pengawasan pengawasan dan “Permission Id for transparan) Daya Petugas prima)
Warga Binaaan pengamanan dengan Wartelsus” di Lembaga

19
Pemasyarakatan di adanya “Permission Id Lapas Perempuan Komitmen Pemasyarakatan Inovatif
(menciptakan/
area Wartelsus for Wartelsus” Klas II A Malang mutu yang berfungsi
mengembangka/melaksa
dengan adanya 3. Melaporkan kejadian (inovasi, melayani masyarakat nakan pembaharuan
dalam penyelenggaraan
“Permission Id for ketika pengawasan berorientasi secara professional,
tugas dan fungsi)
Wartelsus” di wartelsus mutu) berdaya guna, Serious
(serius dalam bekerja
Lapas Perempuan 4. Mengevaluasi uji coba produktif,
menyelesaikan
Klas II A Malang transparan, bebas tantangan )
dari korupsi, kolusi
dan nepotisme.

6 Melaksanakan 1. Mengevaluasi Data evaluasi Akuntabilitas Kegiatan ini Serious


efisiensi rancangan (serius dalam bekerja
evaluasi terhadap keberhasilan (bertanggung berkontribusi pada
rencana penggunaan menyelesaikan
uji coba penggunaan “Permission Id for jawab, misi UPT yaitu permasalahan dan
Wartelsus“ tantangan)
penggunaan “Permission Id for profesional, Perwujudan Sumber
di Lapas Perempuan Active
“Permission Id for Wartelsus” di Lapas Klas II A Malang transparan) Daya Petugas (aktif dan bekerja secara
bersungguh-sungguh)
Wartelsus” di Perempuan Klas II A Whole of Lembaga
Responsive
Lapas Perempuan Malang Government Pemasyarakatan (peka dan tanggap
terhadap berbagai
Klas II A Malang 2. Melaporkan hasil (koordinasi) yang berfungsi
permasalahan)
penggunaan
melayani masyarakat
“Permission Id for

20
Wartelsus” di Lapas secara professional, Minded
Perempuan Klas II A (memiliki pemikiran yang
berdaya guna,
Malang luas dalam
produktif, menyelesaikan
permasalahn dan
transparan, bebas
tantangan dalam
dari korupsi, kolusi pekerjaan)
dan nepotisme.

7 Menerapkan hasil 1. Mengobservasi secara Hasil observasi Akuntabilitas Kegiatan ini Sinergis
efisiensi rancangan (menjalin kerjasama yang
dari penggunaan berkala terhadap (bertanggung berkontribusi pada
rencana penggunaan baik lintas bidang)
“Permission Id for keberhasilan “Permission Id for jawab, misi UPT yaitu Talk
Wartelsus” di Lapas (menjalin komunikasi
Wartelsus” di penggunaan profesional, Perwujudan Sumber
Perempuan Klas II A yang baik antar bidang)
Lapas Perempuan “Permission Id for Malang transparan) Daya Petugas Serious
(serius dalam bekerja
Klas II A Malang Wartelsus” di Lapas Komitmen Lembaga
menyelesaikan
Perempuan Klas II A mutu Pemasyarakatan permasalahan dan
tantangan)
Malang (inovasi, yang berfungsi
Responsive
2. Melaporkan hasil berorientasi melayani masyarakat (peka dan tanggap
penerapan rancangan terhadap berbagai
mutu) secara professional,
rencana penggunaan permasalahan)
“Permission Id for berdaya guna, Profesional
Wartelsus” di Lapas (menyelesaikan tugas
produktif,
dengan terpuji, tuntas

21
Perempuan Klas II A transparan, bebas sesuai dengan kompetensi
Malang dan memiliki integritas
dari korupsi, kolusi
untuk mencapai hasil
dan nepotisme. prima)
Active (aktif dan bekerja
secara bersungguh-
sungguh)
Minded
(memiliki pemikiran yang
luas dalam
menyelesaikan
permasalahan pekerjaan)
8 Menyusun laporan 1. Melakukan koordinasi Laporan hasil Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
hasil rancangan penetapan penerapan (menyelesaikan tugas
penerapan rencana (bertanggung berkontribusi pada
rencana “Permission Id for dengan terpuji, tuntas
penggunaan penggunaan jawab, misi UPT yaitu sesuai dengan kompetensi
Wartelsus”
“Permission Id for dan memiliki integritas
2. Menyusun laporan “Permission Id for profesional, Perwujudan Sumber
Wartelsus” di untuk mencapai hasil
Lapas Perempuan rancangan rencana Wartelsus” di Lapas transparan) Daya Petugas prima)
Klas IIa Malang Serious
“Permission Id for Perempuan Klas II Whole of Lembaga
serius dalam bekerja
Wartelsus” di Lapas A Malang Government Pemasyarakatan menyelesaikan
permasalahan dan
Perempuan Klas II A (koordinasi) yang berfungsi
tantangan)
Malang melayani masyarakat Active
(aktif dan bekerja secara
secara professional,
bersungguh-sungguh)
berdaya guna,

22
3. Konsultasi Konfirmasi produktif, Responsive
(peka dan tanggap
ulang hasil perbaikan transparan, bebas
terhadap berbagai
laporan dari korupsi, kolusi permasalahan)
dan nepotisme.

23
3.1.4 Tabel Jadwal Aktualisasi Nilai-nilai Dasar
Kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama off campus dengan jadwal sebagai berikut :
No Kegiatan September Oktober November

Minggu ke -
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
1 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan melaksanakan konsultasi dan
koordinasi dengan mentor (Ka.KPLP) dan Pejabat terkait mengenai rancangan
aktualisasi

2 Aktualisasi nilai dasar Whole of Goverment dari kegiatan melaksanakan konsultasi dan
koordinasi dengan mentor (Ka.KPLP) dan Pejabat terkait mengenai rancangan
aktualisasi
3 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan menyusun dan membuat “Permission
Id for Wartelsus”
4 Aktualisasi nilai dasar Komitmen Mutu dari kegiatan menyusun dan membuat
“Permission Id for Wartelsus”
5 Aktualisasi nilai dasar Whole of Goverment dari kegiatan mengkonsultasikan hasil
produk “Permission Id for Wartelsus” kepada mentor (Ka. KPLP) Pejabat terkait
6 Aktualisasi nilai dasar Whole of Goverment dari kegiatan melakukan koordinasi dengan
regu pengamanan mengenai penggunaan “Permission Id for Wartelsus”

24
7 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan melakukan sosialisasi penggunaan
“Permission Id for Wartelsus” kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

8 Aktualisasi nilai dasar Etika Publik dari kegiatan melakukan sosialisasi penggunaan
“Permission Id for Wartelsus” kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

9 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan melaksanakan uji coba (trial and
error) pelaksanaan tugas pengamanan dan pengawasan Warga Binaaan Pemasyarakatan
di area Wartelsus dengan adanya “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan
Klas II A Malang

10 Aktualisasi nilai dasar Komitmen Mutu dari kegiatan melaksanakan uji coba (trial and
error) pelaksanaan tugas pengamanan dan pengawasan Warga Binaaan Pemasyarakatan
di area Wartelsus dengan adanya “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan
Klas II A Malang

11 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan melaksanakan evaluasi terhadap uji
coba penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A Malang

25
12 Aktualisasi nilai dasar Whole of Goverment dari kegiatan melaksanakan evaluasi
terhadap uji coba penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas
II A Malang
13 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan menerapkan hasil dari penggunaan
“Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A Malang

14 Aktualisasi nilai dasar Komitmen Mutu dari kegiatan menerapkan hasil dari
penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A Malang
15 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan menyusun laporan hasil rancangan
rencana penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas II A
Malang

16 Aktualisasi nilai dasar Whole of Goverment dari kegiatan menyusun laporan hasil
rancangan rencana penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan
Klas IIa Malang
17 Aktualisasi nilai dasar Akuntabilitas dari kegiatan menyusun laporan hasil rancangan
rencana penggunaan “Permission Id for Wartelsus” di Lapas Perempuan Klas IIa
Malang

26
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2018. Buku Pedoman Diklat Prajabatan CPNS Latsar II.
Surabaya : Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur
Anonim. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Nasionalisme.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Akuntabilitas. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Fatimah, Elly dan Irawati, Erna. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Kumorotomo, Wahyudi, dkk. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Etika
Kusumasari, Bevaola, dkk. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Manajemen Aparatur Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
PERMENKUMHAM Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Kode Perilaku
Pegawai Kementerian Hukum dan HAM
PERMENKUMHAM Nomor 6 tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga
Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 33
Tahun 2015 tentang pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan
Rumah Tahanan Negara
Purwanto, Erwan Agus, dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan
Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Suwarno, Yogi dan Sejati Tri Atmojo. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS

Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, 2014
UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
Whole of Government. . Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
Yuniarsih, Tjutju dan Taufiq, Muhammad. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia

27