Anda di halaman 1dari 28

LABORATORIUM FISIKA DASAR

PRODI TEKNIK PERMINYAKAN


AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2017

MANOMETER
MANOMETER
Miftah Junjunan, Ryanda Fiqri Nursyahbani, Firman Hadist, M Alfarabby

16010152
Kelompok28.mekflud@gmail.com
Praktikum : 15 Mei 2018

Pengumpulan : 22 Mei 2018


Asisten : Achmad Ridwan ( 15010134 )
Aditya RF ( 15010165 )
Agung Bayu Utomo ( 15010123 )
Akmal Fathammubina ( 15010060 )
Aziz Husen ( 15010105 )
Bhimo Adnan RCN ( 15010033 )
Febry Yanty Sumadji ( 15010001 )
Felba Rama A ( 15010051 )
Lutfi Rizal Firmansyah ( 15010115 )
Muhammad Alvin Bagus ( 15010025 )
Ruy Rosta Govindan ( 15010143 )
Rayes Ariza ( 15010188 )
Utomo Puja Sakti ( 15010097 )

Abstrak
Tekanan merupakan suatu bahasan yang sudah sangat umum, apalagi jika kita berbicara dalam
konteks fisika maupun sistem instrumentasi. Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari tentu
kita sangat sering melihat ataupun mengalami atau bahkan memberikan suatu tekanan.

Tekanan itupun sangat banyak jenisnya dan pembahasan tentang tekanan itu sendiri sangat luas.
Tekanan juga merupakan salah satu bahan pembelajaran yang sangat penting sebab sangat
berhubungan dengan kehidupan sehari-hari bahkan dalam berbagai aspek kehidupan kita
membutuhkan aplikasi dari konsep tekanan itu sendiri. Melihat pengetahuan tentang tekanan ini
sangat penting dan juga sangat luas bahkan merambah berbagai aspek kehidupan tentu saja kita
tidak hanya perlu untuk hanya sekedar mengetahui konsep tegangan itu sendiri tapi bagaimana
pengukurannya itu juga sangat penting.

Hukum Boyle menyatakan bahwa pada suhu konstan untuk massa tetap, tekanan absolut dan
volumen suatu gas berbanding terbalik. Hukum juga dapat dinyatakan dalam cara yang sedikit
berbeda, bahwa produk dari tekanan mutlak dan volume selalu konstan. Kebanyakan gas berperilaku
seperti gas ideal pada tekanan dan temperatur moderat. Teknologi yang terbatas tahun 1600-an tidak
bisa menghasilkan tekanan tinggi atau suhu rendah.

Manometer adalah suatu alat pengukur tekanan yang mengukur perbedaan tekanan suatu titik
tertentu dengan tekanan atmosfer (tekanan terukur) atau perbedaan tekanan antara dua titik. Jenis
Manometer yang paling bersejarah yaitu manometer yang memiliki kolom cairan. Manometer yang
palingsederhanayaitumanometer yang memilikiduakolom, apabila diibaratkan manometer tersebut
berbentuk U, yaitu manometer yang memiliki kolom cairan. Manometer yang paling sederhana yaitu
manometer yang memiliki dua kolom, apabila diibaratkan manometer tersebut
berbentuk U, dimana kolom dari manometer tersebut diisi oleh cairan, dimana pengukuran dilakukan
pada satu sisi tabung yang lainnya.

Pressure is a subjects of which has been very common , even more if we talk in the context of physics and
instrumentation system .It is also the case in daily life but we very often see or experiencing or even give a
pressure .Pressure and it was very much its kind and the discussion of pressure itself that is very broad
.Pressure is also one of the basis that is essential for it was associated with everyday life even in various
aspects of life we need application of the concept of pressure itself .See knowledge of pressure is very
important and also very broad even encroach on various aspects of life of course we do not just have to
just a voltage know the concept itself but how pengukurannya was also very important.

Law boyle indicated that the a constant temperature to a mass of fixed, absolute pressure and volumen a
gas was inversely.Law also can be expressed in a slightly different way, that the from pressure absolute
and volume always constant.Most of gas behave like an ideal gas at pressure and temperature moderate.
Technology limited years 1600-an can not produce high pressure or low temperatures.

The manometer is a pressure gauge that measures a pressure difference a given point with pressure the
atmosphere (pressure measurable) or a pressure difference between two points .A kind of the manometer
the most historic namely the manometer having a column of the liquid .The manometer the simplest
namely the manometer having two columns , when is the manometer the u-shaped , namely the
manometer having a column of the liquid .The manometer the simplest namely the manometer having
two columns , when is the manometer the u-shaped , where columns of the manometer the filled by a
liquid , where the measurement of carried on one the side of the tube othe .

Kata kunci: Tekanan,Manometer,Tabung U,Kolom,Massa

1 TUJUAN

• Mengetahui fungsi Manometer.

• Mengetahui cara menggunakan tabung manometer.

• Mengetahui prinsip kerja Manometer pipa U.

• Mengetahui tekanan Hidrostatis pada suatu zat cair.

• Mengetahui cara menentukan datumn line (x).

2 ALAT DAN BAHAN

Alat:

• Manometer Tabung U
• Mistar

Bahan :

• Aquadest
• Fluida Minyak

• Sarung Tangan

3 DASAR TEORI

Manometer adalah suatu alat untuk mengukur tekanan zat cair. Manometer tabung U adalah alat
ukur tekanan yang sangat sederhana. Pengamat bisa langsung melihat perbedaan tekanan dari
tabung yang sudah diskalakan. Manometer biasanya digunakan untuk pengukuran tekanan zat cair
yang tidak terlalu tinggi atau mendekati tekanan atmosfir. Manometer juga dapat digunakan dalam
cairan. Misalnya untuk mengukur distribusi tekanan aliran di sekitar belakang pipa silinder dalam
heat-excharger atau pipa-pipa reactor nuklir. Dalam pengukuran distribusi tekanan suatu medan
aliran, jumlah manometer yang diperlukan akan banyak. Karena itu manometer disusun sebagai
deretan tabung (array) yang disebut dengan multimeter-manometer.

Dari distribusi tekanan aliran dibelakang silinder makadapat diekstraksi distribusi kecepatan
aliran dan gaya aerodinamika seperti drag pipaSetiap lubang tekanan terhubung dengan satu pipa
manometer dalam multi-manometer. Jika masing-masing pipa manometer disusun secara teratur,
maka poladistribusi tekanan dapat langsung diketahui dari multi-manometer tersebut.

Pada dasarnya satu manometer bekerja berdasarkan perbedaan tekanan dari dua ujung lengan tabung
U, dimana dalam tabung telah diisi cairan, biasanya air atau airraksa. Jika kedua ujung lengan tabung
terhubung ke udara luar (atmosfir), makapermukaan cairan akan sama karena kedua tekanannya sama.
Jika kedua lengan terhubung dengan udara yang tekanannya berbeda, maka pada ujung yang
tekanannyarendah permukaan cairan akan lebih
tinggi dari ujung yang tekanannya tinggi. Dengankata lain ujung bertekanan tinggi akan
menekan cairan menuju ujung bertekanan rendah.

Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan
tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan.
Versi manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya
(biasanya berisi minyak,air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa,
sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapan pada tabung yang lainnya.
Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang diterapkan.

Selama pelaksanaan audit energi, manometer digunakan untuk menentukan perbedaan


tekanan diantara dua titik disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan tekanan
kemudian digunakan untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan
persamaan Bernoulli

Tidak mudah untuk menjelaskan pengoperasian manometer dengan satu cara, sebab terdapat
banyak macam manometer yang membutuhkancara penanganan yang berbeda.Tetapi, beberapa
tahapan operasinya sama. Selama audit energi, kecepatan aliran udara disaluran dapat diukur
dengan menggunakan tabung pitot dan aliran dihitung dengan menggunakan manometer. Sebuah
lubang pengambil contoh dibuat disaluran (tabung pembawa gas buang) dan tabung pitot
dimasukkan kedalam saluran. Kedua ujung tabung pitot terbuka disambungkan kedua manometer
yang terbuka. Perbedaan tingkat pada manometer menghasilkan total kecepatan tekanan. Sebagai
contoh, dalam kasus manometer digital pembacaan ditampilkan dalam mm dari kolom air.

Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan
tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan. Versi
manometer sederhana kolom airan adalah bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya biasanya
berisi minyak, air atau air raksa, dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara
tekanan yang mungkin terjadi karena atmosfir diterapkan pada tabung lainnya. Perbedaan ketinggian
cairan memperlihatkan tekanan yang terukur.

1. Prinsip Kerja Manometer

A B

Gambar 1 Prinsip Kerja Manometer


(sumber:www.google.co.id/images/manometer)

Berdasarkan penjelasan diatas, manometer adalah alat ukur yang sedehana dan simple dalam
proses pengukuran. Prinsipnya adalah :
• Pada gambar A adalah manoter tabung U yang diisi zat cair stengahnya. Pada tabung
tersebut diberi skala yang telah dikalibrasi agar hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan.
• Pada gambar B dibagian kiri dari tabung diberi tekanan sehingga cairan pada tabung
sebelah kan naik sejauh tinggi yang ditunjukkan di skala. Nilai dari tekanan adalah penjumlahan
hasil pembacaan diatas dan dibawah angka nol.

2. Tekanan Hidrostatik

Tekanan Hidrostatik adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair terhadap
suatu luas bidang tekan pada kedalaman tertentu. Besarnya tekanan ini bergantung kepada
ketinggian zat cair, massa jenis dan percepatan gravitasi. Tekanan hidrostatika hanya berlaku pada
zat cair yang tidak bergerak.

Menurut hukum tekanan hidrostatis, “Tekanan Hidrostatis yang terletak pada semua titik yang
terletak pada suatu bidang datar dalam suatu jenis zat cair yang sama besarnya sama”.

Hukum tekanan hidrostatis berlaku jika zat cair dalam keadaan diam (tidak mengalir).

Ph = ρ g h
………………………………………………..Persamaan 1.1

Dimana :

Ph : Tekanan Hidrostatis (Pa)

ρ : Densitas Fluida (Kg/m3)

g : Perepatan gravitasi bumi (9.8 m/s2)

h : Kedalaman Fluida (m)

3. Pressure Head

Untuk beberapa fluida cair, tekanan head sering digunakan untuk menjabarkan tekanan dari cairan
dalam tangki atau pipa. Ini ditunjukan untuk tekanan statik yang dihasilkan oleh berat dari suatu
cairan seperti yang telah dijabarkan diatas. Tekanan ini hanya bergantung pada tinggi dari suatu
cairan dan kerapatan cairan (massa persatuan volume). Pada suatu persamaan, jika fluida cair
diisikan ke dalam tangki, maka tekanan pada bagian bawah dari tangki tersebut, diberikan dengan
persamaan :
P=r.g.h ...........................................................................Persamaan 1.2

Dimana :

Ph : Tekanan Hidrostatis (Pa)


r : Kerapatan Fluida cair (kg.m-²)
g : Percepatan Gravitasi
h : Kedalaman Fluida (m)

Sifat-sifat Fluida

Semua fluida nyata (gas dan zat cair) memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui, antara
lain: rapat massa (densit y), kekentalan (viscosity), tegangan permukaan (surface tension ),
temperatur. Beberapa sifat fluida pada kenyataannya merupakan kombinasi dari sifat-sifat fluida
lainnya. Sebagai contoh kekentalan kinematik melibatkan kekentalan dinamik dan rapat massa.

Sejauh yang kita ketahui, fluida adalah gugusan yang tersusun atas molekul-molekul dengan jarak
pisah yang besar untuk gas dan kecil untuk zat cair. Molekul-molekul itu tidak terikat pada suatu kisi,
melainkan saling bergerak bebas terhadap satu sama lain.
Beberapa diantara sifat-sifat fluida adalah:

Semua fluida nyata (gas dan zat cair) memiliki sifat-sifat khusus yangdapat diketahui, antara lain:
rapat massa (density), kekentalan (viscosity),kemampatan

(compressibility), tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas(capillarity).Beberapa sifat


fluida pada kenyataannya merupakan kombinasi darisif at-sifat fluida lainnya. Sebagai contoh
kekentalan kinematik melibatkan kekentalandinamik dan rapat massa.Sejauh yang kita ketahui,
fluida adalah gugusan yang tersusun atasmolekul-molekul dengan jarak pisah yang besar untuk gas
dan kecil untuk zat cair.molekul-molekul itu tidak terikat pada suatu kisi, melainkan saling bergerak
bebasterhadap satu sama lain.

1. Densitas (massa jenis) dan berat spesifik

Densitas adalah massa per satuan volume, sedangkan berat spesifik adalah berat per satuan volume.

2. Tekanan

Dalam hal ini, ada tekanan absolut dan ada juga tekanan alat ukur (gauge pressure). Yang disebut
terakhir tidak lain adalah tekanan absolut dikurangi tekanan atmosfir (1 atm). Tekanan fluida
biasanya diukur dengan manometer (cairan) atau barometer (gas).

3. Temperatur (suhu), panas spesifik (specific heat), konduktivitas termal, dan koefisien
ekspansi termal.
Panas spesifik adalah jumlah energi panas yang diperlukan untuk menaikkan satu satuan massa
sebesar satu derajat. Konduktivitas termal menunjukkan kemampuan fluida untuk menghantarkan
(mengkonduksikan) panas. Sedangkan koefisien ekspansi termal menghubungkan antara temperatur
dan densitas pada tekanan konstan.

4. Compressibility
Dalam hal ini, fluida bisa dibagi menjadi compressible fluid dan incompressible fluid. Secara
umum, cairan bersifat compressible sedangkan gas bersifat incompressible. Kemampuan suatu
fluida untuk bisa dikompresi biasanya dinyatakan dalam bulk compressibility modulus.

Istilah compressible fluid dan incompressible fluid hendaknya dibedakan dengan istilah
compressible flow dan incompressible flow. Compressible flow adalah aliran dimana densitas
fluidanya tidak berubah didalam medan aliran (flow field), misalnya aliran air. Sedangkan
incompressible flow adalah aliran dimana densitas fluidanya berubah didalam medan aliran,
misalnya aliran udara.

5. Viskositas

Menunjukkan resistensi satu lapisan untuk meluncur (sliding) di atas lapisan lainnya. Definisi lain
dari viskositas dikaitkan dengan ada tidaknya geseran (shear). Dengan demikian, viskositas
berhubungan langsung dengan besarnya friksi dan tegangan geser yang terjadi pada partikel-partikel
fluida. Dalam hal ini, fluida bisa dibedakan menjadi viscous fluid dan inviscid fluid (kadangkala
disebut juga nonviscous fluid atau frictionless fluid). Sebetulnya, semua fluida

pasti memiliki viskositas betapapun kecilnya. Namun ketika viskositasnya sangat kecil dan bisa
diabaikan, maka biasanya diasumsikan sebagai inviscid fluid.

Fluida yang berada didalam lapis batas (boundary layer) biasanya diperlakukan bagai viscous,
sedangkan fluida yang berada diluar lapis batas diperlakukan sebagai inviscid.

Fluida yang berada dalam lapis batas, sebagai akibat dari sifat viskositasnya, akan membentuk
gradien kecepatan.

Pada fluida Newtonian, gradien kecepatan berubah secara linier (membentuk garis lurus) terhadap
besarnya tegangan geser. Sebaliknya, pada fluida non-Newtonian, hubungan antara gradien
kecepatan dan besarnya tegangan geser tidaklah linier.

6. Tegangan permukaan (surface tension)

Adalah besarnya gaya tarik yang bekerja pada permukaan fluida (cair). Definisi lainnya adalah:
intensitas daya tarik-menarik molekular per satuan panjang pada suatu garis manapun dari
permukaan fluida. Dimensi dari tegangan permukaan adalah gaya per panjang. Contoh bagaimana
efek dari tegangan permukaan adalah, jika sebuah pisau silet diletakkan secara perlahan diatas air
maka pisau silet tersebut tidak akan tenggelam akibat adanya tegangan permukaan air.

7. Kapilaritas (capillarity)
kapilaritas terjadi akibat adanya gaya kohesi dan adesi antar molekul, jikakohesi lebih kecil dari
pada adesi maka zat air akan naik dan sebaliknya jika lebih besar maka zat cair akan turun.
Menaikan atau penurunan zat cair di dalam suatu tabung dapat dihitung dengan menyamakan gaya
angkat yang dibentuk oleh tegangan permukaan dengan gaya berat.

7. Jenis-Jenis Manometer
1. Manometer Zat Cair

Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan. Versi manometer sederhana kolom cairan
adalah bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya (biasanya berisi minyak, air atau air raksa)
dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara tekanan (yang mungkin terjadikarena
atmosfir) diterapkan pada tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan
tekanan yang diterapkan. Manometer jenis ini dibedakan menjadi manometer raksa yang terbuka
dan manometer raksa yang tertutup.

a. Manometer Raksa Terbuka

Manometer raksa terbuka adalah sebuah tabung U yang kedua ujungnya terbuka. Salah satu kaki
dbiarkan terbuka berhubungan dengan udara luar sedangkan kaki lainnya dihubungkan ke ruang
yang akan diukur tekanan gasnya(Irianto,2008). Manometer raksa ujung terbuka digunakan untuk
mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup bila tekanannya sekitar 1 atmosfer. Pada pipa U berisi
raksa, pada salah satu ujungnya dihubungkan dengan ruangan yang akan diukur tekanannya,
sedangkan ujung yang lain berhubungan dengan udara luar (atmosfer). Sebelum digunakan,
permukaan raksa pada kedua pipa U adalah sama tinggi. Setelah dihubungkan dengan ruang yang
akan diukur tekanannya, maka permukaan raksa pada kedua pipa menjadi tidak sama tingginya. Jika
tekanan gas dalam ruanagn tertutup lebih besar dari pada tekanan udara luar, maka akan mendorong
raksa dalam pipa U. permukaan raksa pada pipa terbuka lebih tinggi daripada permukaan raksa pada
pipa yang berhubungan dengan ruang tertutup.
Misalkan selisih tinggi raksa adalah Δh, maka tekanan ruangan sebesar

P = Bar + Δh .

Manometer raksa ujung terbuka digunakan untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup bila
tekanannya sekitar 1 atmosfer. Pada pipa U berisi raksa, pada salah satu ujungnya dihubungkan
dengan ruangan yang akan diukur tekanannya, sedangkan ujung
yang lain berhubungan dengan udara luar (atmosfer). Sebelum digunakan, permukaan raksa pada
kedua pipa U adalah sama tinggi. Setelah dihubungkan dengan ruang yang akan diukur tekanannya,
maka permukaan raksa pada kedua pipa menjadi tidak sama tingginya.Jika tekanan gas dalam
ruangan tertutup lebih besar dari pada tekanan udara luar, maka akan mendorong raksa dalam pipa
U. Permukaan raksa pada pipa terbuka lebih tinggi daripada permukaan raksa pada pipa yang
berhubungan dengan ruang tertutup.

Jika tekanan dalam gas dalam ruangan tertutup lebih rendah daripada tekanan udara luar, maka
permukaan raksa pada pipa terbuka akan lebih rendah daripada permukaan raksa pada pipa yang
berhubungan dengan ruang tertutup.

P = Bar × ∆h

......................................................................Persamaan 1.3
:
Keterangan = Tekanan udara luar
Bar = Tekanan gas dalam ruang tertutup
P = Selisih tinggi permukaan
∆h

b. Manometer Raksa Tertutup

Sebelum digunakan, tinggi permukaan raksa sama dengan tekanan di dalam pipa tertutup 1
atmosfer. Jika selisih tinggi permukaan raksa pada kedua pipa adalah Δh cm, maka tekanan ruang
tersebut sebesar :

P₂ = (P₁+Δh) cmHg
............................................................Persamaan 1.3

Keterangan :
P₁

: tekanan udara mula-mula dalam pipa


Dh
P₂
: selisih tinggi permukaan raksa kedua pipa
: besarnya tekanan udara yang diukur

2. Manometer Logam
Manometer logam digunakan untuk mengukur tekanan gas yang sangat tinggi, misalnya tekanan gas
dalam ketel uap.

3. Manometer Mac Leod

Manometer Mac Leod digunakan untuk mengukur tekanan udara yang lebih kecil dari 1 mmHg.
Cara kerja manometer ini pada prinsipnya sama seperti manometer raksa ujung tertutup.

Manometer Mac Leod digunakan untuk mengukur tekanan udara yang lebih kecil dari 1 mmHg.
Cara kerja manometer ini pada prinsipnya sama seperti manometer raksa ujung tertutup. Jika selisih
tinggi raksa di pipa S dengan pipa E adalah Δh cmHg, maka tekanan yang terukur sebesar.

P = 1 / 10.000 x Δh cmHg

4 METODOLOGI

Metode percobaan dijelaskan dengan rinci

Menyiapkan alat dan bahan.


Memasukan fluida A (Air) ke dalam tabung Manometer sehingga

ketinggianya sama.
Memasukan fluida B (Minyak) ke dalam Tabung Manometer, lalu ukur

ketinggian hingga mencapi 3 cm

Mengukur ketinggian Air yang terdesak dengan menentukan terlebih dahulu

Datum line nya.

Melakukakn prosedur kedua hingga ketiga dengan menggunakan ketinggian

minyak 5 cm lalu diganti dengan 7 cm untuk percobaan kedua dan ketiga

Merapihkan alat dan bahan.

5 DATA dan PENGOLAHAN DATA

Tabel 3 Hasil Pengamatan Manometer

No hminyak (m) hair (m)

1. 0,03 0,032
2. 0,02 0,038
3. - -
Diketahui :
hair = 0,032 m

hminyak = 0,033 m
g = 9,81 m.s-2

Pu = 1,1 x 105 Pa
air = 103 kg.m-3
Ditanya
=...?

minyak
Pminyak =...?
Jawab :
minyak = air x g x hair

g x hminyak
minyak = 1000kg/m³x10m/s²x0,032m

10m/s²x0,07m
= 844,44 kg/m3

Pminyak = Pu + Pminyak + g x hair


1,1x105+724,285kg/m³+10x0,03
2
= 110379,9981Pa

2.6.2 Percobaan Kedua

Diketahui :
hair = 0,032 m
hminyak = 0,033m
g = 9,81 m.s-2

Pu = 1,1 x 105 Pa
air = 1000kg.m-3
Ditanya :
minyak =...?
Pminyak =...?
Jawab :
minyak = air x g x hair

g x hminyak
= 1000kg/m3x 9,81m/s²x 0,035

9,81m/s² x0,078m
= 969,7kg/m3

Pminyak = Pu + minyak + g x hair

= 1,1 x 105 x 448,717kg/m³ x 9,81x0,035


= 110.320,001 Pa

2.6.4 Data Terbaik


̅ ρ = 1+ 2

2
= 884,44kg/m³+969,7kg/m³

2
= 907,07 kg/m³

ρ2 = (907,07)2

= 822.775,985kg2.m-6
Σ 2 =( ρ1)2 + ( ρ2)2
= (969,7)2 + (844,44)2
= 1653397,004 kg.m⁻⁶

= √ ∑ ρ2 - n(ρ)2

n(n - 1)
∆ρ
=√ 1653397,004 - 2(822.775,985kg2)

2(2 - 1)
= 17.631,572kg.m-3
Data Terbaik :
̅– ∆ = 17.631,572kg.m-3-581,501kg.m-3

= 17.050,071kg.m-3

̅+∆ = 17.631,572kg.m-3+581,501kg.m-

= 18.213,073kg.m-3

Jadi data terbaik berkisar antara 17.050,071kg.m-3sampai18.213,073kg.m-3.

2.6.5 Data Terbaik Pminyak


̅ = P1+ P2

P
2
= 110320,001 pa + 110379,998 pa

= 165510 Pa

= 2

(P) (165510 Pa)


= 2,73935601 Pa2
Σ P2 =(P1)2 + (P2)2

= (110320,001)2 + (110379,998)2

= 2,435424658 Pa2

2 ̅2

∆P = ∑ P - n(P)
n(n - 1)

2,435424658 Pa2 –
2(2,73935601Pa

= 273311925492,85 -
2(96549651046,375
3(2 - 1)
= 2176,016
Pa

Data Terbaik
̅ = 310.742,397Pa – 2176,016

P– ∆

=308.566,381Pa
̅P+ ∆ = 310.742,397Pa + 2176,016
= 617.132,762 Pa

Jadi data terbaik berkisar antara 308.566,381Pa sampai 617.132,762 Pa


̅
6 PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini tentang manometer bertujuan mengetahui fungsi tabung manometer,
mengetahui cara menggunakan tabung manometer, mengetahui prinsip kerja manometer tabung U,
menghitung tekanan hidrostatis pada suatu zat cair, mengetahui cara menentukan Datum Line (x).

Manometer adalah suatu alat untuk mengukur tekanan zat cair. Manometer tabung U adalah alat
ukur tekanan yang sangat sederhana. Pengamat bisa langsung melihat perbedaan tekanan dari
tabung yang sudah diskalakan. Manometer biasanya digunakan untuk pengukuran tekanan zat cair
yang tidak terlalu tinggi atau mendekati tekanan atmosfir.

Alat yang digunakan manometer tabung U terbuka, mistar, pipet, pressure gauge.

Bahan yang digunakan Aquadest, minyak goring, sarung tangan.

Prosedur percobaan pertama menyiapkan alat dan bahan, memasukan aquadest kedalam tabung
manometer, ukur ketinggian sebagai h1, memasukan minyak kedalam tabung manometer ukur
sebagai h2, menentukan datum line (x), hitung ketinggian fluida, ulangi dengan ketinggian fluida
yang berbeda, merapihkan kembali alat dan bahan..

minyak
Dari keseluruhan percobaan didapat data terbaik dari minyak ( ) yaitu berkisar antara

860,263 kg.m-3 sampai 924,797 kg.m-3.Dantekanan berkisar antara 107730,732Pa sampai

112082,854Pa.

Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa tekanan tiap percobaan berbeda-beda karena faktor
ketinggian dari tiap fluida berbeda-beda.

Kesalahan yang dilakukan pada saat praktikum yaitu terlalu banyak menuangkan Minyak.
7 KESIMPULAN

Pada percobaan tentang manometer didapatkan beberapa kesimpulan yaitu:

1. Manometer digunakan untuk mengukur tekanan zat cair

2. Prinsip kerja manometer, yaitu manometer diisi zat cair setengahnya. Pada tabung
diberi skala yang telah dikalibrasi. Lalu dibagian kiri tabung diberi tekanan sehingga cairan pada
tabung sebelah kanan naik sejauh tinggi yang ditunjukan diskala.

3. Untuk mencari datum line (x) pertama harus temukan datum point terlebih dahulu
disalah satu sisi tabung manometer lalu tarik garis lurus horizontal pada satu sisi lainnya.

4. Densitas minyak pada percobaan pertama 969,7kg/m3. Pada percobaan kedua 844,44
kg/m3.

5. Tekanan pada percobaan pertama110320,001 pa. Pada percobaan kedua 110379,998 Pa.

6. Ketinggian minyak pada percobaan pertama 0,36 m. Percobaan kedua 0,033 m.


Percobaan ketiga 0,045m

7. Data terbaik densitas minyak ,263kg.m-3 sampai 924,797 kg.m-3.

8. Data terbaik tekanan minyak 107730,732 Pa sampai 112082,854 Pa.

9. Manometer yang digunakan manometer tabung U terbuka.

10. Bahan yang digunakan Aquadest dan minyak.

8 REFERENSI

[1] Giles,Ranald V 1990.Mekanika Fluida Dan Hidraulika.Jakarta:Erlangga

[2] Yanasari.2017.Modul Mekanika Fluida.Indramayu :Akamigas Balongan


[3] Zemasky,Sears.1994.Fisika Untuk Universitas.Jakarta: Bina Cipta