Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA

KECAMATAN MDONA HYERA


PUSKESMAS LELANG
Jln. Up Gerloka-Lelang

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS LELANG
Nomor : 800/ / KPTS/ PKM - LELANG /I/2018

TENTANG
KEWAJIBAN TENAGA KLINIS DALAM PENINGKATAN MUTU KLINIS
DAN KESELAMATAN PASIEN

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu layanan klinis dan


keselamatan pasien di Puskesmas Lelang, perlu disusun aturan yang
mewajibkan tenaga klinis dalam proses peningkatan mutu klinis dan
keselamatan pasien;
b. Bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas maka perlu
menetapkan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Lelang tentang
Kewajiban Tenaga Klinis Dalam Peningkatan Mutu Klinis dan
Keselamatan Pasien.

Mengingat : a. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3495);
b. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4431);
c. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara 3637);
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159.b/Menkes/Per/II/1998
tentang Rumah Sakit;
e. Keputusan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor
1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit
MEMUTUSKAN
Kesatu : Keputusan Kepala Puskesmas Lelang tentang Kewajiban Tenaga
Klinis dalam Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien
Puskesmas Lelang
Kedua : Semua tenaga Klinis di Puskesmas Lelang wajib melakukan upaya
peningkatan mutu klinis.
Ketiga : Setiap tenaga klinis harus memperhatikan keselamatan pasien dalam
memberikan pelayanan kesehatan.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan
pembetulan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Lelang
Pada Tanggal : 1 April 2018
KEPALA PUSKESMAS LELANG

JAKOBUS MOSE

NIP. 19680724 199003 1 005


LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS LELANG
NOMOR :
TANGGAL :

PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN MEDIS


PUSKESMAS LELANG

PENDAHULUAN
Pelayanan Prima sebagai visi yang ingin dicapai oleh puskesmas ini pada tahun 2014
mendatang mengharuskan seluruh stakeholder-nya untuk segera memperbaiki pelayanan mereka.
Salah satu aspek penting dalam pelayanan puskesmas adalah pelayanan medis yang dilakukan
oleh dokter dan dokter gigi. Itulah sebabnya, program peningkatan mutu pelayanan medis perlu
mendapat perhatian yang memadai dari pihak puskesmas.

TEMA
Pemenuhan akreditasi pelayanan medik akan meningkatkan mutu pelayanan medis

TUJUAN
1. Terlaksananya kegiatan pemantauan terhadap indikator klinis yang meliputi keefektifan
klinis, fokus pada pasien, keamanan pasien dan orientasi staf
2. Terlaksananya kegiatan audit medis
3. Terlaksananya 7 langkah keselamatan pasien
4. Termanfaatkannya alat kedokteran
5. Terlaksananya kegiatan pendidikan dan pelatihan
6. Terlaksananya kegiatan survey kepuasaan pasien

SASARAN
1. Dokter umum
2. Dokter gigi
3. Bidan
4. Perawat

BENTUK KEGIATAN
Pemantauan Indikator Klinis
1. Kepala puskesmas membentuk Unit Penilai Indikator Pelayanan Puskesmas (yang
diantaranya akan menilai indikator medik)
2. Unit Penilai melakukan pemantauan terhadap indikator-indikator sebagai berikut :
a. Keefektifan klinis yang meliputi :
i. Tingkat pasien yang pernah berobat
ii. Angka komplikasi
iii. Kesesuaian
iv. Kemajuan perbaikan kualitas
v. Proses berbasis bukti
b. Berpusat pada pasien
i. Waktu tunggu
ii. Kesetaraan akses
iii. Hak-hak pasien
iv. Persepsi pasien
c. Keamanan pasien
i. Infeksi nosokomial
ii. Jatuh
d. Orientasi staf
i. Pergantian pegawai
ii. Tingkat ketidakhadiran
3. Hasil pemantauan indikator klinis disusun dalam bentuk laporan
4. Laporan hasil pemantauan indikator klinis disampaikan kepada seluruh stakeholder
puskesmas
5. Membuat notulen dan surat tindak lanjut dari hasil evaluasi

Audit Medis
1. Kepala puskesmas membentuk Tim Audit Medis
2. Tim Audit Medis menyelenggarakan kegiatan audit medis, paling sedikit tiga kali dalam
setahun
3. Hasil kegiatan audit medis dibuat notulen dan yang hadir diabsen
4. Bila ada yang perlu ditindaklanjuti dibuat surat keputusan kepala puskesmas

Keselamatan Pasien
1. Kepala puskesmas membentuk Komite Keselamatan Pasien Puskesmas
2. Komite menerapkan tujuh langkah menuju keselamatan pasien puskesmas
a. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
b. Pimpin dan dukung staf anda
c. Integrasikan aktivitas resiko
d. Kembangkan sistem pelaporan
e. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
f. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keamanan pasien
g. Cegah cedera melalui implementasi sistem keamanan pasien
Pendidikan dan Pelatihan Kelompok Staf Medis Fungsional
1. Masing-masing Kelompok Staf Medis Fungsional mengajukan usulan pelatihan yang akan
dilakukan oelh masing-masing dokter dan asistennya
2. Usulan pelatihan direkapitulasi oleh komite medis
3. Komite medis mengajukan usulan pelatihan kepada kepala puskesmas melalui unit
pendidikan dan pelatihan puskesmas
4. Kegiatan diklat dievaluasi untuk perbaikan usulan diklat tahun berikutnya
Survey Kepuasan Pasien
1. Tim survey di SK-kan oleh kepala puskesmas
2. Tim survey menyusun kuesioner untuk survey
3. Tim survey melakukan uji coba terhadap kuesioner
4. Tim survey melakukan revisi terhadap kuesioner
5. Tim survey melaksanakan survey dalam waktu 30 hari (pengumpulan data dan analisa)
6. Hasil survey dipresentasikan dihadapan stakeholder puskesmas
7. Dibuat rekomendasi untuk tindak lanjut survey
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Evaluasi dilakukan dalam masing-masing tim. Hasil dari evaluasi yang memerlukan tindak
lanjut, diajukan kepada kepala puskesmas.
Penutup
Demikian program ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai program
peningkatan mutu pelayanan medik di Puskesmas Lelang.

Kepala Puskesmas Lelang

JAKOBUS MOSE

NIP. 19680724 199003 1 005