Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR PERAWATAN PASIEN CACAT

Logo RS
No. Dokumen No Revisi Halaman

Nomor Dokumen 01 1/2

Ditetapkan,
Direktur Rumah Sakit Umum
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dd/mm/yyyy
(SPO)
Nama direktur
NIP/NIK Direktur
Perawatan pasien cacat adalah perawatan yang dilakukan pada
pasien yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental seperti
katagori berikut:
PENGERTIAN
1. Pasien Tuna Rungu
2. Pasien Tuna Netra
3. Pasien Tuna Daksa
4. Pasien Tuna Grahita
Untuk pencegahan (kewaspadaan universal) terhadap terjadinya
TUJUAN hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, gangguan
keamanan dan infeksi yang mungkin diperoleh oleh pasien cacat.
Sesuai Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Nomor
KEBIJAKAN
Tahun 2018 Tentang Pelayanan Resiko Tinggi.
PROSEDUR Tatalaksana perlindungan terhadap pasien cacat
Pasien Rawat Jalan
1. Pendampingan oleh petugas penerimaan pasien dan
mengantarkan sampai tempat periksa yang dituju dengan
memakai alat bantu bila diperlukan.
2. Perawat poli spesialis dan poli gigi wajib mendampingi
pasien untuk dilakukan pemeriksaan sampai selesai.
3. Petugas Rumah Sakit atau perawat mendampingi pasien
cacat dari poli rawat jalan menuju unit terkait lainnnya
seperti Farmasi, Laboratorium, Radiologi, atau Rawat Inap.
Pasien Rawat Inap
1. Petugas penerima pasien melakukan proses penerimaan
penderita cacat dan wajib membantu serta menolong
sesuai dengan kecacatan yang disandang sampai proses
selesai dilakukan.
2. Penempatan pasien dikamar raawat inap sedekat mungkin
PROSEDUR PERAWATAN PASIEN CACAT

Logo RS
No. Dokumen No Revisi Halaman

Nomor Dokumen 01 2/2

dengan nurse station.


3. Perawat memastikan dan memasang pengaman tempat
tidur pasien.
4. Perawat memastikan bel pasien mudah dijangkau oleh
pasien dan dapat digunakan.
5. Bila diperlukan, perawat meminta puhak keluarga untuk
menjaga pasien atau pihak lain yang ditunjuk dan dapat
dipercaya sesuai dengan kecacatan yang disandang.
1. Instalasi Gawat Darurat
2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Rawat Inap Umum
UNIT TERKAIT
4. Unit Rawat Inap Bersalin
5. Unit Rawat Inap Khusus (Isolasi)
6. Unit Rawat Inap Intensif ( Critical Care )