Anda di halaman 1dari 3

Definisi

 merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma
(sexual transmitted disease/STD), darah atau cairan tubuh lain. Penyakit ini dapat
menimbulkan penyakit serius dan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat berakhir dengan
kematian atau kanker hati.

Faktor risiko

beberapa faktor juga berperan aktif pada penyakit hepatitis B adalah :

 Adanya beberapa waktu atau episode yang spontan dari penyakit hepatitis B yang
mengalami masalah eksaserbasi dan juga replikasi yang lebih menjurus pada arah
dekompensasi dan juga progresivitas pada penyakit hati penderita yang sebelumnya sudah
pernah mengalami penyakit hati ringan dan juga stabil.
 Bentuk yang ringan dari jenis penyakit hepatitis kronik persisten, dan sewaktu-waktu akan
bisa berubah menjadi progresif kemudian hepatitis kronik yang aktif dan juga bisa berubah
menjadi sirosis hati.
 Pada penyakit hepatitis B yang bisa bertindak sebagai reservoir atau sebagai sumber dari
terjadinya infeksi pada daerah sekitar hati. Kortiosteroid yang tidak mampu melakukan
pengobatan pada penyakit hepatitis B yang kronik, dan disamping itu juga dalam waktu yang
lama akan menyebabkan replika dari penyakit hepatitis B serta mencegah kehilangan HbeAg
yang ada di dalam serum si penderita.

Faktor penyebab

 Virus hepatitis B (VHB)

Tanda/gejala

 Gejala dari penyakit hepatitis B adalah :


- Biasanya adalah akibat banyak orang yang tidak akan menunjukkan suatu gejala apapun
disaat baru mendapatkan infeksi.
- Apabila jika menunjukkan suatu gekala, biasanya termasuk salah satunya adalah penyakit
kuning misalnya adalah kulit dan mata yang menjadi berwarna kuning, air seni yang
berwarna agak pekat, tinja yang berwarna agak pucat, merasa kelelahan, sakit perut,
hilangnya nafsu makan, mual dan juga muntah serta mengalami nyeri sendi.

Epidemiologi

 Penyakit ini sering dijumpai pada 30-50% pada usia > 50 tahun dan 10% pada usia <50 tahun

Cara penularan

 Penyakit hepatitis B akut bisa menular kepada orang lain jika darah serta cairan tubuh
misalnya adalah seperti air liur, air mani dan juga lelehan dari cairan vagina yang
mengandung virus hepatitis B di dalamnya yang masuk ke dalam tubuh seseorang lewat :
- Luka pada kulit
- Selaput lendir atau mukosa
- Lewat aliran darah dengan cara yang bersamaan dengan menggunakan alat suntik, atau
juga lewat jarum suntik setelah seseorang mengalami infeksi, luka jarum atau juga
akibat alat-alat yang mengalami kontaminasi.
- Melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif sudah terinfeksi penyakit
hepatitis B namun tanpa menggunakan kondom.
- Penyakit hepatitis B juga bisa ditularkan pada bayi disaat baru lahir dari ibu yang
mengalami infeksi.

Pencegahan, pengobatan, perawatan

 Perawatan  kebanyakan penderita tidak perlu dirawat di RS, kecuali pada kasus yang berat.
demikian pula, tidak diperlukan tirah baring total yang berkepanjangan (HB Akut)
 Perawatan mendapatkan manfaat dari perawatan antivirus khusus.
 Saat ini, ada 5 (lima) jenis obat yang direkomendasikan untuk terapi Pengobatan Hepatitis B
kronik di Amerika Serikat, yaitu interferon alfa-2b lamivudin, adefovir dipivoxil, entecavir dan
peginterferon alfa-2a . (PENGOBATAN)

Ada tiga macam cara pencegahan infeksi VHB.


1. Melalui perbaikan higiene dan sanitasi
2. Melalui pencegahan penularan parenteral/kontak dnegan penderita HBV
(skrining pada donor darah, sterilisasi alat kedokteran, menghindari seks bebas,
menghindari tato, penggunaan jarum narkoba secara bergantian dll).
3. Melalui pemberian vaksinasi hepatitis B

Cara mencegah penyakit hepatitis B adalah dengan memberikan imunisasi.


Imunisasi ini diberikan untuk :
1. Semua anak yang lahir di usia 2, 4, 6 bulan. Vaksin yang diberikan biasanya
akan diberikan dirumah sakit dimana tempat nbayi tersebut lahir dan juga
diberikan oleh dokter atau kinik setempat. Vaksinasi ini harus dilakukan dengan
rutin dan teratur.
2. Anak-anak yang berusia 12 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi pada
saat masih bayi. Vaksin yang diberikan saat usia sekolah.
3. Orang yang melakukan kontak langsung dirumah atau juga mengalami kontak
seksual dengan mereka yang mengalami infeksi kronis.
4. Pria homoseksual
5. Orang yang mengalami penyakit kelamin
6. Penggunaan jenis narkoba suntik
7. Pasien hemodialisis
8. Orang yang biasanya menerima produk darah untuk kelainan dari
penggumpalan darah.
9. Penderita penyakit hati kronis dan juga infeksi pada hepatitis C
10. Penghuni dari staf fasilitas untuk penyandang cacat intelektual.
11. Tahanan
12. Petugas kesehatan

Dampak

 Sakit ringan
 Hepatitis akut
 Pembawa hepatitis B tanpa gejala
 Kanker hati

Komplikasi

 Komplikasi penyakit hepatitis B yang paling parah adalah kematian.