Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

Modul 01
Perkenalan Mata Kuliah
Distinctive Strategic
Management
Materi : Overview, Theoritical
Frame, Basic Concept, Globalization
and Sustainability Challenges,
Comparing Business and Military
Strategy

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

01
Fakultas Pasca Program 35009 Nama Dr. Ir. Hakiman Thamrin,
Sarjana Studi Magister MM
Manajemen

Materi pertemuan tatap muka Dosen menjelaskan silabus kuliah,


pertama diisi dengan perkenalan aturan kuliah e.learning Distinctive
Dosen Pengampu dan penjelasan Strategic Management.
e.learning. Dilanjutkan dengan Dosen memberi kesempatan penuh
Penjelasan Materi Kuliah secara kepada Mahasiswa untuk
Umum, Overview dan Frame Work memberikan tanggapan dan
Distinctive Strategic Management. pertanyaan. Diskusi diharapkan
Pengaruh Globalisasi dan berjalan dua arah.
Lingkungan Global terhadap Bisnis Kemampuan akhir yang diharapkan,
Perusahaan. Juga disampaikan mahasiswa dapat memahami
Perbandingan antara Strategi Bisnis tentang mata kuliah dan tinjauan
dengan Strategi Militer. umum tentang Teori serta
Implementasinya.

Pembahasan
Pengantar Materi Distinctive Strategic Management.

• Pengertian Manajemen Stratejik

Menurut Pearch dan Robinson (1997), Manajemen Stratejik adalah Kumpulan dan Tindakan
yang menghasilkan Perumusan (Formulasi) dan Pelaksanaan (Implementasi) rencana-rencana
yang dirancang untuk mencapai sasaran Organisasi.

Menurut Hitt , Ireland & Hoslisson (1997)


Manajemen stratejik adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa
yang ingin dicapai, dan bagaimana seharusnya untuk mencapai hasil yang bernilai.

Menurut Barney (1997:27)


Manajemen strategis (strategic management) dapat dipahami sebagai proses pemilihan dan
penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola alokasi sumber daya yang
memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan kinerjanya.
• Pengertian Strategi

Menurut Chandler (1962), Strategi adalah penetapan tujuan dasar jangka panjang dan sasaran
perusahaan, dan penerapan serangkaian tindakan, serta alokasi sumberdaya yang penting
untuk melaksanakan sasaran ini.

Porter (1985): strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

Hamel dan Prahalad (1995): strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa
meningkat) yang dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh
pelanggan di masa datang

Menurut Child (1972), Strategi adalah sekumpulan pilihan dasar atau kritis mengenai tujuan dan
cara dari bisnis.
Menurut Faulker and Johnson (1992), Strategi memperhatikan dengan sungguh-sungguh arah
jangka panjang dan cakupan organisasi. Strategi juga secara kritis memperhatikan posisi
organisasi dengan memperhatikan lingkungan dan pesaingnya.

Menurut Jhonson and Scholes (1993), Strategi adalah arah dan cakupan organisasi yang
secara ideal untuk jangka yang lebih panjang, yang menyesuaikan sumberdayanya dengan
lingkungan yang berubah dan secara khusus dengan pasar dan pelanggannya untuk memenuhi
harapan stakeholder.

Menurut Richardson and Thompson (1999), Strategi harus memiliki dua elemen utama yang
lain, yaitu harus ada sasaran strategis (sesuatu yang diharapkan dapat dicapai) dan harus ada
rencana tindakan (cara yang diusulkan untuk memenuhi sasaran).

Pemahaman mengenai konsep strategi sangat menentukan keberhasilan strategi yang


digunakan.

Beberapa konsep strategi:


• Distinctive Competence, tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat
melakukan kegiatan lebih baik dari pesaingnya.

• Competitive Advantage, kegiatan spesifik yang dikembangkan dan dilakukanoleh


perusahaan agar lebih unggul dari pesaingnya

Pengertian umum strategi yaitu suatu proses yang menentukan adanya perencanaan terhadap
para top manajer yang sungguh berarah pada tujuan jangka panjang perusahaan yang disertai
dengan penyusunan akan upaya bagaimana agar mencapai tujuan yang diharapkan.

Pengertian khusus strategi yaitu merupakan suatu tindakan yang bersifat terus-menerus
mengalami peningkatan dan dilakukan sesuai dengan sudut pandang tentang apa yang
diinginkan serta diharapkan oleh para konsumen untuk waktu di masa depan. Dengan strategi
ini maka ada yang hampir dimulai dari apa yang selalu untuk bisa terjadi dan bukan yang
dimulai dari apa yang terjadi. Dengan terjadinya ada suatu kecepatan berinovasi pada pasar
yang baru dan juga perubahan-perubahan pola konsumen yang sangat memerlukan
kemampuan inti maka hendaknya perusahaan perlu untuk mencari dan mengambil kemampuan
inti atau juga kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Manfaat Manajemen Stratejik

Dengan menggunakan manajemen strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk
menyelesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi terutama berkaitan dengan
persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara
strategik.

Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif


yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang
menguntungkan.
Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen
strategik, yaitu:
1. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
2. Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
3. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
4. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin
beresiko.
5. Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah
munculnya masalah di masa datang.
6. Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka
pada tahap pelaksanaannya.
7. Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurangi
8. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.

Manfaat lain dari Manajemen Stratejik adalah :

• Memperjelas Visi Perusahaan atau Organisasi

• Fokus yang lebih tajam tas faktor yang penting secara strategis

• Meningkatkan pemahaman mengenai perubahan lingkungan secara cepat

• Tahapan Manajemen Stratejik

Perkembangan Manajemen Stratejik sangat pesat, terdiri dari :

1. Perencanaan Keuangan Dasar


2. Perencanaan Berbasis Peramalan
3. Perencanaan Strategis (Perencanaan berorientasi keluar)
4. Manajemen Strategik

• Tiga Kunci Pertanyaan Strategis


Dalam lingkunga persaingan, maka setiap organisasi atau perusahaan harus bisa
menjawab tiga pertanyaan kunci :
• Dimana posisi perusahaan sekarang?
• Jika tidak terdapat perubahan, dimana posisi perusahaan dalam satu, dua, lima
atau sepuluh tahun kedepan? Dan apakah jawaban tersebut dapat diterima?
• Jika jawaban tidak dapat diterima, apa tindakan secara spesifik yang harus
diambil oleh manajemen? Apa resiko dan hasil yang terkait?

• Komposisi Manajemen Stratejik


• Scanning (Pemindaian) Lingkungan Eksternal Perusahaan adalah:

• proses sistematis untuk mensurvei dan menafsirkan data yang relevan untuk
mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal.
• metode pengumpulan data terhadap unsur-unsur eksternal organisasi untuk menuntun
keputusan mengenai arah strategis organisasi.

Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar,
yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal
sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya
umum dan lingkungan industri. Kategori lingkungan eksternal perusahaan adalah sebagai
berikut:

• Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal
organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan
faktor-faktor tersebut pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi
perusahaan. Lingkungan ini hanya memiliki sedikit dampak implikasi langsung
bagi pengaturan suatu organisasi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:a.
Ekonomib. Sosialc. Politik dan Hukumd. Teknologie. Demografi Dengan kata
lain, Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat
yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaan-perusahaan
yang ada di dalamnya.

• Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor-ancaman dari pelaku bisnis
baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara
para pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan dan tindakan
dan tanggapan kompetitifnya. Semakin besar kapasitas perusahaan untuk
mempengaruhi lingkungan industri, semakin besar kemungkinan perusahaan
untuk menghasilkan laba di atas rata-rata. Laba di atas rata-rata adalah
kelebihan penghasilan yang diharapkan yang diharapkan seorang investor dari
investor lain dengan jumlah risiko serupa. Risiko adalah ketidakpastian investor
tentang laba atau rugi yang dihasilkan oleh investasi tertentu. Bagaimana
perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan informasi tentang para pesaing
mereka disebut analisis pesaing.

2. Memformulasikan Strategi
Strategi dibutuhkan oleh organisasi untuk dapat dipergunakan sebagai petunjuk atau
guidelines tentang bagaimana organisasi tersebut mencapai misi dan tujuan yang
ditetapkan, oleh karenanya formulasi strategi akan berkaitan dengan bagaimana
seorang manajer itu mengambil keputusan dari berbagai alternatif. Tanpa adanya
strategi yang jelas, maka sulit diharapkan adanya konsisten tindakan yang dilakukan
manajer dan organisasi setiap kali harus “meraba raba” untuk dapat memecahkan
permasalahan secara efektif dan efisien. Dalam kaitan itu, maka pengambilan strategi
sebenarnya bukan hanya tugas seorang senior eksekutif saja. Dalam arti yang hias.
Keputusan tentang pendekatan dan tindakan apa yang akan dilakukan bagi organisasi
akan mengikutsertakan senior eksekutif, pimpinan unit bisnis atau pimpinan divisi
manajer fungsional dalam unit bisnis, dan bahkan manger area atau pabrik.

Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna


mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis,
analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan
menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.

3. Mengimplementasikan Strategi

Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk
dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana
beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program,
anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah
strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari manajemen
strategic. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi mata uang.

4. Evaluasi dan Pengendalian

Tiga Aktivitas Pokok Evaluasi dan Pengendalian Strategi :

• Mengkaji ulang atas landasan Evaluasi Strategi

• Mengukur kinerja organisasi dengan membandingan hasil yang diharapkan


dengan hasil yang sebenarnya

• Pengambilan tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai dengan


rencana
Strategi Bisnis vs Strategi Militer

Antara Strategi Bisnis dan Strategi Militer ada persamaan dan perbedaan. Beberapa hal
yang sama antara strategi bisnis dan militer adalah sebagai berikut:

• Menggunakan istilah yang sama seperti sasaran, misi, kekuatan dan kelemahan.

• Sasaran utama adalah memperoleh keunggulan kompetitif.

• Berusaha menggunakan kekuatan-kekuatan sendiri dalam menggempur kelemahan


lawan.

• Keberhasilan yang dicapai bukanlah kisah sukses yang berasal dari strategi kebetulan.

• Keberhasilan adalah produk dari perhatian terus menerus terhadap keadaan-keadaan


eksternal dan internal yang selalu berubah, dan perumusan serta pelaksanaan upaya
adaptasi terhadap keadaan-keadaan tersebut.

• Unsur tak terduga (element of surprise) memberikan keunggulan kompetitif yang besar.

• Sistem informasi yang memberikan data mengenai strategi-strategi dan sumber daya
lawan atau pesaing adalah sangat penting.

• Perumusan dan pelaksanaan strategi yang unggul dapat mengalahkan keunggulan


lawan dalam hal jumlah dan sumber dayanya.

• Pihak yang masih menggunakan strategi dan taktik lama akan dapat dikalahkan oleh
pihak yang menggunakan strategi dan taktik yang baru.

• Harus selalu beradaptasi terhadap perubahan-perubahan dan harus selalu


meningkatkan diri sendiri supaya berhasil.

Perbedaan antara Strategi Bisnis dan Strategi Militer

Meskipun mempunyai beberapa kesamaan, akan tetapi antara strategi bisnis dan militer
mempunyai perbedaan mendasar di antara keduanya. Seperti, perumusan, pelaksanaan dan
evaluasi strategi bisnis dilakukan dengan situasi dan kondisi persaingan, sedangkan strategi
militer didasarkan atas situasi dan kondisi konflik. Para perencana strategi bisnis bisa
mendapatkan pengalaman dan wawasan berharga yang telah dikembangkan oleh para pemikir
militer dari waktu ke waktu, dan bukan sebaliknya.

Dalam banyak hal, memang strategi bisnis mirip dengan strategi militer, dan para perencana
strategi militer telah belajar banyak selama berabad-abad. Hal ini menguntungkan para
perencana strategi bisnis saat ini. Meskipun mempunyai beberapa kesamaan, akan tetapi
antara strategi bisnis dan militer mempunyai perbedaan mendasar di antara keduanya. Seperti,
perumusan, pelaksanaan dan evaluasi strategi bisnis dilakukan dengan situasi dan kondisi
persaingan, sedangkan strategi militer didasarkan atas situasi dan kondisi konflik. Para
perencana strategi bisnis bisa mendapatkan pengalaman dan wawasan berharga yang telah
dikembangkan oleh para pemikir militer dari waktu ke waktu, dan bukan sebaliknya.

Daftar Pustaka

• Ansori, Muhammad (2009). Strategi Bisnis apa sama dengan Strategi Militer?.
https/strategiusaha.wordpress.com/2009/05/04 (diakses 7 Maret 2015)

• Fred , David R.(2010), Strategic Management Consepts and Cases, Thirteen Edition

• Gaspersz, Vincent (2012). All in One Strategic Management. 20 Concepts, Models and
Key Analyses in Strategic Management. Penerbit Vinchristo Publication. Bogor

• Hitt, Ireland and Hoskisson (2013), Strategic Management Consepts and Cases, Prentice
Hall

• Kadir, Abdul Wahab Abdoel (2007). Manajemen Strategik. Pramita Press, Banten.
• Triton, PB (2007) . Manajemen Strategis. Terapan Perusahaan dan Bisnis. Penerbit Tugu.
Jogjakarta.

• Umar, Husein (2005). Strategic Management in Action. PT. Gramedia Pustaka Utama

• Wheelen, Thomas L. and Hunger, J. David (2010), Strategy Management and Business
Policy, Twelfth Edition