Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
SMAN 02 Lumajang merupakan salah satu sekolah rujukan yang ada di Kabupaten
Lumajang. Dengan menyandang sekolah rujukan, maka SMAN 02 Lumajang menuntut
siswanya berfikir kritis. Salah satu cara agar siswa dapat berfikir kritis yaitu menulis
cerpen dengan karangan sendiri.
Menulis cerpen ini sangat penting karena Pertama, dengan menulis kita dapat
menuangkan ide-ide, kearifan, dan inspirasi kedalam bentuk yang dibaca. Kedua, mampu
merubah perasaan pembaca, menghancurkan ego, membentuk iman, membuattertawa,
dan menyebabkan berpikir.
Pentingnya keterampilan menulis ini membuat siswa perlu menguasai keterampilan
menulis. Keterampilan menulis bergantung pada pikiran, pemakaian kata-kata, dan
struktur kalimat. Hal tersebut menjadikan menulis cerita pendek membutuhkan pemikiran
yangcukup luas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas, masalah yang akan dijadikan fokus penelitian ini
dapatdirumuskan sebagai berikut :
a. Bagaimana kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI MIPA 1?
b. Apa faktor – faktor yang memengaruhi kemampuan menulis cerita pendekpada siswa
kelas XI MIPA 1?
c. Bagaimana kadar tingkat kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI
MIPA 1?

1.3Tujuan Penelitian
Untuk memperjelas arah penelitian ini, dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI
MIPA 1?
b. Untuk mengetahui faktor – faktor yang memengaruhi kemampuan menulis
cerita pendek pada siswa kelas XI MIPA 1?
c. Untuk mengetahui kadar tingkat kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas
XI MIPA 1?

1
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan uraian di atas, manfaat dari penelitian ini yaitu :
a. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi
pihak sekolah sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar menulis siswa kelas XI
MIPA 1.
b. Bagi Guru
Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi
guru sehingga dapat memperbaiki proses pembelajaran pada masa mendatang.
c. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kemampuan
menulis cerita pendek siswa, sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian yang
sejenis.

1.5 Penegasan Istilah


Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu.Sedangkan Cerpen
adalah cerita pendek, jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita
tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kemampuan Menulis
Kemampuan menulis adalah kemampuan orang memakai bahasa tulis sebagai wadah,
alat, dan media untuk memaparkan isi jiwa serta pengalaman. Tingkah laku yang
merupakan indikasi kemampuan ini berupa kemampuan memilih ide, kemampuan menata
atau mengorganisasikan ide pilihan secara sistematis, kemampuan menggunakan bahasa
menurut kaidah-kaidah serta kebiasaan-kebiasaan pemakai bahasa yang telah umum
sifatnya, kemampuan memilih dan menggunakan kosa kata, ungkapan, dan istilah yang
tepat dan menarik, dan kemampuan menerapkan kaidah penulisan atau ejaan secara
tepat Harris (dalam Depdiknas, 1984:9).

2.2 Pengertian Cerpen


Menurut Heru Kurniawan dan Sutardi (2012:59) :
“Cerpen adalah rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang
didalamnya terjadi konflik antartokoh atau dalam diri tokoh itu sendiri dalam
latar dan alur. Peristiwa dalam cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat,
dan waktu yang membentuk satu kesatuan sama hakikatnya dengan kehidupan
nyata, sebuah peristiwa terjadi karena kesatuan manusia, tempat, dan waktu.
Dari kesatuan itulah peristiwa terbentuk. Cerpen selalu menampilkan diri yang
demikian. Bedanya, peristiwa dalam kenyataan bersifat persepsional-komunal,
sedangkan peristiwa dalam cerita bersifat imajinasi individual. Dalam cerpen,
peristiwa dideskripsikan dengan kata-kata sebagai perasaan imajinasi
pengarang terhadap suatu peristiwa yang dibayangkannya.”
Jika puisi kekuatan utamanya pada diksi, kalimat, dan tipografi maka pada cerita
terdapat pada deskripsi peristiwa yang baik, yang merupakan perpaduan antara tokoh,
latar, dan alur. Rangkaian peristiwa itulah yang kemudian membentuk genre cerpen
sehingga baik-buruknya suatu cerpen ditentukan pada penggambaran penggambaran
peristiwa yang dilukiskan oleh pengarangnya. Cerpen merupakan genre fiksi yang
bentuknya ada dua, yaitu cerita fiksi yang rangkaian peristiwanya panjang dan
menghadirkan banyak konflik dan persoalan yang disebut dengan novel atau raman,
sedangkan yang rakangkaian peristiwanya pendek dan menghadirkan satu konflik dalam
satu persoalan yang disebut cerita pendek (selanjutnya disebut cerpen).

3
Menurut Ellery Sedgwick (dalam Tarigan 1984: 176), cerpen adalah penyajian suatu
keadaan tersendiri atau suatu kelompok keadaan yang memberikan kesan yang tunggal
pada jiwa pembaca.

2.3Pengertian Kemampuan Menulis Cerita Pendek


Kemampuan menulis cerita pendek adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang
menggunakan ide, pikiran, pengetahuan, ilmu, dan pengalamanpengalaman hidupnya
dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca, dan bisa dipahami orang lain
(Marwoto: 1987: 12). Dalam menulis cerita pendek, penulis dituntut untuk
mengkreasikan karangannya dengan tetap memperhatikan struktur cerita pendek,
kemenarikan, dan keunikan dari sebuah cerita pendek.
Dari kemampuan menulis cerita pendek diharapkan siswa memiliki kompetensi untuk
menyusun karangan dan menulis prosa sederhana. Setelah mengikuti pembelajaran
tersebut siswa diharapkan mampu menyebutkan beberapa pengalaman yang menarik
(menyenangkan, tidak menyenangkan, mengharukan, dan sebagainya), memilih salah
satu, dan merinci segi-segi yang hendak diuraikan tentang satu pengalaman itu,
menyusun kerangka cerita, dan mengembangkan kerangka ceritapengalaman menjadi
cerita yang utuh dan padu. Dengan prosa sederhana inilah yang bisa dikembangkan
menjadi bentuk cerita lainnya, salah satunya cerita pendek.

4
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat
deskriptifkuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah rencana cara penelitian yang
menghasilkan gambarkan variabel penelitian dalam bentuk angka-angka atau statistik.
Angka-angka tersebut nantinya dapat memberikan gambaran tentang mampu tidaknya
menulis cerpen siswa kelas XI MIPA 1 tahun ajaran 2018/2019 SMAN 02 Lumajang.

3.2 Data Penelitian


Untuk memperoleh data lengkap, penelitian ini menggunakan teknik yang relevan
dengan tujuan yang ingin dicapai. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik observasi. Data penelitian ini diperoleh dengan melihat nilai UH, tugas, dan praktik.
Data ditulis berdasarkan jumlah dan nilai siswa kelas XI MIPA 01 tahun ajaran 2018/2019
SMAN 02 Lumajang.

3.3Teknik Pengumpulan Data


3.3.1 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian karya ilmiah ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 yang
berjumlah 34 siswa dan nama-namanya tercantum dalam lampiran 1.
3.3.2 Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrument yang berisikan nilai UH, tugas, dan
praktik siswa kelas XI MIPA 1 dalam menulis cerpen yang tercantum dalam data.
3.3.3 Prosedur Penelitian
Prosedur yang dilaksanakan pada penelitian ini diuraikan sebagai berikut :
a. Observasi nilai UH, tugas, dan praktik menulis cerpen siswa kelas XI MIPA 1
b. Mendata nilai UH, tugas, dan praktik menulis cerpen siswa kelas XI MIPA 1
c. Pengolahan data nilai UH,tugas,dan praktik menulis cerpen siswa kelas
XI MIPA 1
3.3.4 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai dengan 30
Februari 2019

3.4 Analisis DataPenelitian


Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka analisis data sebagai
berikut :
5
3.4.1 Analisis Data Nilai UH, tugas,dan praktik menulis cerpen siswa kelas
XI MIPA 1
Nilai UH, tugas,dan praktik menulis cerpen setiap siswa kelas XI MIPA 1 sebanyak
34 siswa dijumlah dan selanjutynya diambil nilai rata-ratanaya.

6
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Paparan Data Penelitian
Data dari hasil observasi dipaparkan sebagai berikut :
TABEL 01
DATA NILAI UH, TUGAS, PRAKTIK SISWA KELAS XI MIPA 1
NILAI RATA
NO NAMA JUMLAH
UH TUGAS PRAKTIK RATA
1 Labiq 83 87 85 255 85,0
2 Wahib 88 93 83 264 88,0
3 Aisyah 90 91 81 262 87,3
4 Aksha 81 92 87 260 86,7
5 Alifta 82 81 81 244 81,3
6 Alvina 92 93 82 267 89,0
7 Anisa 82 91 81 254 84,6
8 Arifiani 87 83 85 255 85,0
9 Atras 93 88 83 264 88,0
10 Aul 91 90 81 262 87,3
11 Bisma 92 81 87 260 86,7
12 Clarista 81 82 81 244 81,3
13 Dewi 93 92 82 267 89,0
14 Adin 91 82 81 254 84,6
15 Fresha 81 82 81 244 81,3
16 Haviar 92 92 86 270 90,0
17 Icha 82 82 81 245 81,6
18 Jihad 87 86 85 258 86,0
19 Kemas 88 89 87 264 88,0
20 Izah 84 85 86 255 85,0
21 Akbar 87 88 89 264 88,0
22 Habibi 81 82 81 244 81,3
23 Vio 92 86 92 270 90,0
24 Fifi 82 81 82 245 81,6
25 Putri 87 85 86 258 86,0

7
26 Widi 88 87 89 264 88,0
27 Rendy 84 86 85 255 85,0
28 Risma 87 89 88 264 88,0
29 Rizka 80 81 82 243 81,0
30 Visa 90 89 88 267 89,0
31 Viki 87 86 85 258 86,0
32 Yasmin 82 81 80 243 81,0
33. Ryska 88 89 90 267 89,0
34. Rania 85 86 87 258 86,0

JUMLAH 8748

RATA-RATA 85,75

4.2 Analisis Data


Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian inidan berdasarkan data pemaparan
nilai UH, tugas,dan praktik menulis cerpen siswa kelas XI MIPA 1 pada tabel 01, maka
penulis menganalisis bahwa jumlah nilai uh, tugas, dan praktik seluruh siswa kelas XI
MIPA 1 adalah 8748 dan nilai rata-ratanya adalah 85,75.

4.3 Pembahasan Analisis


Berdasarkan hasil analisis data Nilai UH, tugas,dan praktik menulis cerpen siswa kelas
XI MIPA 1 diatas dinyatakan baik karena nilai uh, tugas , dan praktik menulis cerpen
siswa kelas XI MIPA 1 diatas nilai kkm sekolah yakni 79. Hal ini dibuktikan dengan
banyak nilai diatas 79.

8
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Karya Tulis Ilmiah penelitian ini dibuat sedemikian hingga sebagai pemandu /
pedoman dalam pelaksanaan penelitian dengan judul “Kemampuan Menulis Cerita Pendek
Siswa Kelas XI MIPA 01 Tahun Ajaran 2018/2019”
5.2 Saran
Dengan adanya karya tulis ilmiah ini, diharapkan pelaksanaan penelitian dapat
berjalan dengan lancar sesuai rencana.

9
DAFTAR PUSTAKA
Aritonang, Keke Taruli. 2013. Catatan Harian Guru: Menulis itu Mudah.
Yogyakarta: CV Andi Offset.
Kurniawan, Heru. 2012. Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nurgiantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada
Nurhadi. 1995. Tata Bahasa Pendidikan Landasan Penyusunan Buku Pelajaran
Bahasa . Semarang: IKIP Semarang Press.
Pujiono, Setyawan. 2013. Terampil Menulis Cara Mudah dan Praktis Dalam
Menulis. Yogyakarta. Graha Ilmu.

10