Anda di halaman 1dari 7

BAB II

GAMBARAN LEMBAGA / INSTITUSI

2.1 Deskripsi Organisasi


Terbentuknya Lembaga Pemasyarakatan tidak terlepas dari perubahan
sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan pada 27 April 1964.
Penggunaan sistem pemasyarakatan di Indonesia bertujuan untuk melakukan
reintegrasi bagi pelanggar hukum yang dilaksanakan berdasarkan Pancasila
dan Undang-undang Dasar 1945 (Harwanto, W, & Veriyadi, 2012). Melalui
perubahan tersebut, terbentuklah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang
menaungi dua direktorat, yaitu direktorat yang menangani pembinaan
narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan, serta penanganan narapidana
di luar Lembaga Pemasyarakatan.

Merujuk dalam Pasal 1 angka 2 dan Pasal 2 UU No. 12 Tahun 1995


Tentang pemasyarakatan, bahwa yang dimaksud dengan sistem
pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara
pembianaan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang
dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat
untuk meningkatkan kualitas warga binaan pemasyarakatan agar menyadari
kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga
dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dapat aktif berperan dalam
pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan
bertanggung jawab.

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang yang


merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan pada awalnya
berada di tengah kota Malang tepatnya di Jalan Merdeka Timur Alun-Alun
Kota Malang, dengan ciri khas bangunan peninggalan pemerintah kolonial
Belanda. Dahulu bernama Lembaga Pemasyarakatan Khusus Wanita Malang
dan berubah nama menjadi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang
berdasarkan surat keputusan Menteri Kehakiman tanggal 26 Pebruari 1986
serta menempati gedung baru yang diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah
5
pada tanggal 16 Maret 1987 yang berlokasi di Jl. Raya Kebonsari Sukun
Malang. Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang kini berubah
nomenklatur menjadi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang
yang kemudian disingkat menjadi LPP Malang. Lembaga Pemasyarakatan ini
berdiri diatas tanah seluas 13.780 M2 dan luas bangunan 4.107 M2 dengan
kapasitas 164 Orang. Penguhuni LPP Malang saat ini mencapai hampir 600
orang terdiri dari narapidana dan tahanan. Saat ini petugas LPP Malang
berjumlah 93 orang termasuk petugas pengamanan 32 orang.
Untuk monitoring dari kepuasan pelanggan, Lembaga Pemasyarakatan
Perempuan Klas IIA Malang melakukan survey kepuasan pelanggan untuk
pengukuran prestasi dari sistem manajemen mutu pelayanan melalui responden
dengan penyediaan kuesioner. Sebagai bentuk apresiasi sistem manajemen
mutu pelayanan, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang telah
mendapatkan sertifikat ISO 9001 sejak tahun 2008.
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang dipimpin oleh
seorang kepala pejabat eselon III dengan membawahi 5 orang kepala seksi
yang terdiri dari :

1. Seksi Tata Usaha


2. Seksi Binadik (Pembinaan Narapidana dan anak didik)
3. Seksi KPLP (Keamanan dan Pengamanan Lapas)
4. Seksi Administrasi Kamtib (Keamanan dan Ketertiban)
5. Seksi Giatja (Kegiatan Kerja)

2.2 Tugas Pokok Fungsi dan Struktur Organisasi Unit Kerja


2.2.1 Tugas Pokok Fungsi Organisasi Unit Kerja
Tugas Pokok Lembaga Pemasyarakatan sesuai Keputusan
Menteri Kehakiman RI NO.M.01.PR.07.03 Tahun 1985 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan. Tugas lembaga
pemasyarakatan (Lapas) menjadi tanggungjawab setiap warga
masyarakat agar lembaga pemasyarakatan (Lapas) bisa dipahami secara
benar sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dan tugas lembaga
pemasyarakatan (Lapas) itu sendiri yaitu melaksanakan Pembinaan

6
Narapidana / anak didik atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan
WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan).
Sedangkan fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) itu sendiri
yang sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Lembaga Pemasyarakatan
yang dituliskan diatas yaitu :

a. Melakukan pembinaan narapidana / anak didik dan perawatan kesehatan


b. Memberikan bimbingan, mempersiapkan sarana dan mengelola hasil
kerja.
c. Melakukan bimbingan sosial / kerohanian narapidana / anak didik.
d. Melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib Lapas.
e. Melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang, sebagai


Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,
memiliki visi dan misi yang diemban dalam melaksanakan operasional
kegiatan yaitu:
a. VISI
Terwujudnya Warga Binaan Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang
yang mandiri, berdaya saing dan maju yang didukung oleh peningkatan
Sumber Daya Manusia Petugas Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas
IIA Malang guna meningkatkan mutu pelayanan pembinaan di dalam
Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang.
b. MISI
1. Perwujudan Warga Binaan Pemasyarakatan yang potensial dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2. Perwujudan Kehidupan Warga Binaan Pemasyarakatan yang
berkepribadian, dinamis, kreatif dan berdaya tahann terhadap
pengaruh globalisasi
3. Perwujudan Sumber Daya Petugas Lembaga Pemasyarakatan yang
berfungsi melayani masyarakat secara professional, berdaya guna,
produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang menganut
7
tata nilai sesuai amanat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia yang dikenal dengan slogan Kami PASTI, yang
merupakan akronim dari :
a. Profesional
Profesional berarti mampu menyelesaikan tugas dengan terpuji, tuntas
sesuai dengan kompetensi atau keahlian dan berintegritas untuk
mencapai hasil prima melalui kerjasama
b. Akuntabel
Akuntabel berarti mampu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan,
perilaku dan lugas, baik dari segi proses maupun hasil
c. Sinergi
Sinergi berarti mampu bekerjasama dan membangun komitmen yang
harmonis dengan pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas
d. Transparan
Berarti mampu menyajikan data dan informasi terkait kebijakan, proses
pembuatan, pelaksanaan dan hasilnya serta menjamin aksesibilitas
publit terhadap data dan informasi tersebut sesuai dengan perundang-
undangan
e. Inovatif
Inovatif berarti mampu menciptakan dan mengembangkan inovasi
melalui inisiatif dan kreatifitas untuk melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsi.
Selain itu, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA
Malang juga menganut tata nilai sesuai amanat Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan yang dikenal dengan slogan Kami SMART, yang
merupakan akronim dari :
a. Serious
Berarti bahwa petugas harus Serius dalam bekerja
b. Minded
Berarti bahwa petugas harus memiliki pemikiran yang luas,

8
c. Active
Berarti bahwa petugas harus bekerja secara sungguh-sungguh
d. Responsif
Berarti bahwa petugas harus peka dalam berbagai permasalahan
e. Talk
Berarti bahwa petugas harus bisa menjalin komunikasi yang baik

9
2.2.2 Stuktur Organisasi Unit Kerja

KEPALA
ANIS JOELIATI,Bc.IP.SH.MH.
NIP. 19600720 198403 2 001

KA.SUB.BAG.TU
DEWI ANDRIANI,SH,MH
NIP.19730129 199103 2 001

KAUR.KEPEG / KU KAUR. UMUM


SULASTIANINGSIH,SH. E.NINIK R,S.Sos.
NIP. 19700428 199103 2 001 NIP.19631218 198703 2 001

KASIE. BINADIK KASIE. GIATJA KASIE. ADM. KAMTIB


KA.K.P.L.P.
WAHYU A,Amd.IP,SH. DARYATI,SH,M.Hum. RATIH SULISTYORINI,SH.
ENDANG P. Bc.IP.SH.
NIP. 19750209 199703 2 001 NIP.19651216 199303 2 001 NIP.19700726 199103 2 001
NIP. 19680905 199003 2001

KASUBSIE BIMKEMASWAT KASUBSIE BIMKER& PENGE


KASUBSIE KEAMANAN
SOFIA ANDRIANI,SH. LOLAAN HASIL KERJA
TUTUK EDY KUSWENI,SE.
PETUGAS NIP. 19720514 199303 2 001 SITI RODIAH,SH.
NIP. 19610425 198703 2 001
NIP.19701027 199303 2 001
PENGAMANAN
KASUBSIE REGISTRASI KASUBSIE SARANA KERJA KASUBSIE PELAP.TATIB
VEVI I S T I A N A,SH. ENDAH WAHYUNI,SH.
ABIDIANAWATI,Amd.IP.SH NIP. 19621203 198503 2 001 NIP.19720325 199103 2 001
NIP. 19840224 200312 2 001

10
2.3 Uraian Tugas Peserta sesuai SKP

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia


Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan pada
Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, Pengamanan Lapas
atau Rutan yang selanjutnya disebut Pengamanan adalah segala bentuk
kegiatan dalam rangka melakukan pencegahan, penindakan dan pemulihan
terhadap setiap gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas atau Rutan.
Sedangkan Penjagaan adalah suatu bentuk kegiatan pengamanan orang dan
fasilitas guna mencegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban.

Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dapat menjelaskan uraian tugas jabatan


yang dilakukan oleh penulis sebagai berikut:

1. Melaksanakan tugas pengamanan, pengawasan terhadap


narapidana/anak didik serta pemeliharaan kebersihan, keamanan dan
ketertiban Lapas
2. Mengadakan penggeledahan badan WBP dan barang bawaan
3. Melaksanakan operasi kamar
4. Melaksanakan mutasi kamar WBP
5. Melaksanakan pengawasan WBP di pos menara
6. Melaksanakan kontrol keliling ke tiap-tiap blok hunian dan lingkungan
kantor
7. Mengisi check list untuk semua kegiatan pengamanan
8. Membuat laporan kejadian untuk pengamanan dan penyelesaian terhadap
kejadian gangguan kamtib di dalam Lapas
9. Membuat laporan kegiatan sebagai bahan pertanggung jawaban
pelaksanaan tugas

11