Anda di halaman 1dari 5

BAB III TINJAUAN

KEPUSTAKAAN
Alat-alat laboratorium merupakan alat yang kita butuhkan dalm proses penelitian.
Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan
secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Sterilisasi adalah
usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan. Sebelum
mengetahui lebih detail alat-alat laboratorium, alangkah baiknya kita mengenal terlebih
dahulu mengenai laboratorium itu sendiri (Khasani, 1990).

Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan, dosen, dan peneliti
melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tidak akan lepas dari berbagai
kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia, baik yang bersifat sangat
bebahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam
laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tidak jarang berisiko tinggi bagi
praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur
penggunaan alat yang digunakan (Khasani, 1990).

Dalam melaksanakan praktikum, praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran.


Diperlukan adanya ketelitian agar dapat menentukan hasil akhir dengan tepat. Agar dapat
meningkatkan ketelitian, harus memiliki pemahaman mengenai alat-alat yang digunakan
untuk melakukan praktikum. Karena alat-alat tersebut memiliki skala yang berbeda-beda, dan
tentu saja memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut
maka akan semakin besar tingkat ketelitiaannya (Koesmadji, 2008).

Alat-alat laboratorium juga banyak yang berbahaya seperti alat yang harus seteril. Alat
sterilisasi adalah alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari
mikroba yang tidak diinginkan. Maka sebelum menggunakan alat tersebut kita harus
mensterilkan tangan kita. Jika tidak hal itu bisa mengganggu proses suatu penelitian dan
tentunya akan berdampak pada hasil penelitian tersebut. Perhatian terhadap penggunaan alat
laboratorium harus di perhatikan guna keselamatan dan keberhasilan kerja atau penelitian.
Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan
secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut (Ibnu, 1976).
Pengenalan alat sangatlah penting dan utama disampaikan pada awal praktikum, agar dapat
mengetahui nama, fungsi dan prosedur penggunaan alat-alat yang ada dilaboratorium
sehingga nantinya para praktikan mampu menggunakan alat sesuai dengan fungsinya dan
sesuai dengan petunjuk. Dengan begitu, maka akan didapatkan hasil yang baik, efisien dan
cepat. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat dapat mempengaruhi hasil dari praktikum.
Sering kali di dalam laboratorium terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan di karenakan
para praktikan tidak mengetahui cara dan fungsi dari alat-alat laboratorium. Sebagian besar
alat tersebut merupakan alat-alat yang terbuat dari gelas, sehingga memerlukan kehati-hatian
dalam menggunakannya. Apabila terjadi kesalahan dalam menggunakan alat-alat tersebut,
maka akan mengakibatkan hal yang fatal. Selain terganggunya praktikum, harga dari alat-alat
tersebut juga relatif mahal. Oleh karena itu para praktikan dituntut agar serius dalam praktik
agar tidak terjadi kerusakan alat (Achmad, 2008).

Kebersihan dari alat-alat yang digunakan juga merupakan hal yang penting untuk
diperhatikan. Hal ini dikarenakan keberhasilan alat dapat mempengaruhi hasil percobaan.
Apabila pada alat masih tersisa zat kimia yang sudah tidak digunakan, maka zat tersebut akan
bereaksi dengan bahan yang akan dilakukan percobaan. Ini dapat mengakibatkan gagalnya
praktikum. Bahkan, hal ini dapat membahayakan praktikan (Ginting, 2011).

Praktikum Satuan operasi biasanya dilakukan didalam laboratorium kimia dengan


menggunakan peralatan bahan-bahan kimia. Agar pekerjaan didalam laboratorium dapat
berjalan dengan baik kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsi, dan prosedur
penggunaannya. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat dikurangi dengan
melakukan beberapa latihan tentang penggunaan alat-alat tersebut. Pada dasarnya setiap alat
memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung
ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya.
Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti
thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan
informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph
(Brady,1999).

Ilmu kimia adalah ilmu yang berlandaskan eksperimen. Oleh karena itu, laboratorium akan
sangat membantu dalam mempelajari ilmu kimia. Zat kimia yang terdapat di laboratorium
ada yang bersifat racun, ada yang mudah terbakar dan ada yang sangat korosif dan
sebagainya. Oleh karena itu, penanganannya harus hati-hati sesuai petunjuk. Dengan
demikian pemakaian alat-alat kimia dilaboratorium yang sebagian terbuat dari gelas yang
mudah pecah (Middlecamp,1985).

Macam macam alat kimia yang terdapat dilaboratorium :

1. Gelas kimia (beaker), berupa gelas tinggi berdiameter besar dengan skala sepanjang
dindingnya. Gelas kimia bukan merupakan alat ukur meskipun memiliki ukuran tandanya.
Gelas kimia hanya digunakan sebagai wadah atau alat untuk mengambil cairan dengan colum
yang tidak menuntut ketelitian tinggi. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap
panas hingga suhu 200 derajat celcius.Gelas kimia berfungsi untuk mengukur volume yang
tidak memerlukan ketelitian tinggi dan dapat menampung zat kimia serta memanaskan cairan.

2. Labu erlemeyer, berupa gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan
skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL samapai 2 L.Labu erlemeyer
berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan serta menampung filtrate hasil
penyaringan.

3. Gelas ukur, berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca
atau plastic yang tidak tahan panas. Ukuran mulai dari 10 mL sampai 2L.Gelas ukur
berfungsi untuk mengatur dan mengukur volume larutan yang tidak memerlukan ketelitian
tinggi dalam jumlah tertentu.

4. Pengaduk gelas, digunakan untuk mengaduk suatu campuran atau larutan kimia pada
waktu melakukan reaksi kimia. Digunakan juga untuk menolong pada waktu
menuangkan/mendekantir cairan dalam proses penyaringan.

5. Botol pencuci, bahan terbuat dari plastic. Merupakan botol tempat aquades yang
digunakan untuk mencuci atau membantu pada saat pengenceran.

6. Corong, biasanya terbuat dari gelas namun ada juga yang terbuat dari plastik.
Digunakan untuk menolong pada saat memasukan cairan ke dalam suatu wadah
dengan mulut sempit, seperti botol, labu ukur, dll.

7. Labu takar, digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cair pada
proses peparasi larutan. Alat ini tersedia dalam berbagai macam ukuran.

8. Tabung reaksi, terbuat dari gelas. Dapat dipanaskan dan digunakan untuk
mereaksikan zat-zatkimia dalam jumlah sedikit.

9. Kuvet, bentuk serupa dngan tabung reaksi, namun ukurannya lebih kecil. Digunakan
sebagai tempat sampel untuk analisis dengan spektrofotometer. Kuvet tidak boleh
dipanaskan.

10. Rak tabung reaksi, terbuat dari kayu. Digunakan temapat meletakkan tabung reaksi.
11. Penjepit, biasanya terbuat dari kayu. Digunakan untuk perantara mengambil benda
yang panas.

12. Kawat kasa, terbuat dari logam dan digunakan sebagai alas memanaskan alat gelas
dengan alat pemanas.

13. Spatula, terbuat dari bahan logam dan digunakan untuk alat bantu mengambil bahan
padat atau Kristal.

14. Gelas arloji, digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang.

15. Cawan porselen, digunakan untuk wadah suatu zat yang akan diuapkan dengan
pemanasan.

16. Pipet tetes, digunakan untuk mengambil bahan berbentuk larutan dalam jumlah kecil.

17. Sikat, digunakan untuk membersihkan tabung reaksi.

18. Pipet ukur, digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu.

19. Pipet gondok, digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai
dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada tengah
pipet.

20. Buret, digunakan untuk titrasi.

21. Pembakar spiritus, kapasitas 100 mL bertutup untuk mencegah penguapan.


Digunakan untuk membakar suatu zat atau memanaskan.

22. Pengisap pipet, digunakan untuk menghisap larutan yang akan diukur.

23. Kaki tiga, besi yang menyangga dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam
pemanasan.

24. Neraca analisis, digunakan untuk menimbang padatan kimia.

25. Statif, terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong,
corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.

26. Klem universal, digunakan untuk menjepit Erlenmeyer, dll.

27. Corong pisah, digunakan untuk memisahkan larutan yang memiliki kelarutan yang
berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.

Pengajaran metode sains melalui metode praktik laboratorium dapat berperan untuk
memberikan realitas yang lebih nyata dan tiga dimensi daripada sekedar penjelasan tertulis
serta berperan untuk memberikan bayangan realitas yang memang butuh penjelasan untuk
melatih penggunaan alat-alat laboratorium beserta teknik-teknik penggunaannya. Selain itu,
praktik laboratorium juga berperan untuk menguji atau mengkonfirmasi perkiraan-perkiraan
teori-teori ilmiah. Pengajaran sains buku teks memerlukan berbagai pendekatan praktek yang
beragam dan cocok dalam pemakaian metode praktek laboratorium. Karena sebelum
memulai melakukan praktik di laboratorium, praktikan harus mengenal dan memahami cara
penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta
menerapkan dilaboratorium (Khopkar,1990).