Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO PERAN PERAWAT SEBAGAI PENDIDIK

NARATOR : ARDI

KAKEK : HARIS

NENEK : INDAH

PERAWAT 1 : SR ELITA

PERAWAT 2 : MONIKA

Dalam roleplay ini peran perawat sebagai pendidik ditunjukan dalam dialog menerangkan Diabetes
Melitus kepada masyarakat awam.

Dua mahasiswa STIKES PANTI WALUYA MALANG jurusan keperawatan melakukan praktek kerja
lapangan di rumah sakit Panti waluya sawahan dan mereka mengadakan penyuluhan ke rumah
warga lansia disuatu desa

 Tahap prainteraksi
Perawat mempersiapkan alat-alat atau bahan-bahan yang diperlukan oleh perawat serta
mempersiapkan mental perawat itu sendiri
 Tahap orentasi
Perawat 1 : permisi ,selamat siang
Kakek dan nenek : selamat siang ,siapa ya ?
Perawat 2 : selamat siang kek saya perawat Monika dan sr Elita ,maaf mengganggu
waktunya Kek Nek, maksud kedatangan kami disini untuk melakukan penyuhan mengenai
diabetes mellitus ,apakah kami boleh meminta waktunya sebentar ?
Kakek : ohh iya silahkan masuk nak
Perawat 1 : kakek dan nenek Cuma tinggal berdua?
Kakek : tidak nak ,anak saya pergi kerja dan cucu saya sedang sekolah
Perawat 2 : oh ya Kek ,nama kakek siapa ?
Kakek : panggil saja Haris nak
Perawat 1 : kakek nenek kami akan melakukan penyuluhan mengenai penyakit diabetes
mellitus selama kurang lebih 3 menit kek nek ,nanti kalau ada yang tidak dimengerti silahkan
bertanya ya kaek nek ?
Kakek : Oh iya nak lebih dari 3 menit juga tidak apa-apa
Perawat 1 : saya bisa colok leptop disini kek
Kakek : iya silahkan nak
 Tahap kerja
Kegiatan penyuluhan dimulai dengan menggunakan leptop.

 Jadi diabetes mellitus ini adaklah kondisi dimana terdapat tingkat kadar gula yang tinggi
didalam darah .ini juga disebut sebagai kencing manis,
 Tanda-tanda dan gejala diabetes mellitus ini adalah
 Sering merasa haus
 Sering buang air kecil ,terutama dimalam hari
 Sering merasa sangat lapar
 Turunnya berat badan tanpa alasan yang jelas
 Lemas
 Pandangan kabur
 Luka yang sulit sembuh
 Sering mengalami infeksi misalnya pada kulit,gusi
 Mulut kering
 Gatal-gatal
 Mudah tersinggung
 Rasa terbakar,kuku,dan nyeri pada kaki
 Etiologi, adapun penyebab dari Diabetes Melitus itu adalah sebagai berikut :
 Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
 Menderita infeksi virus
 Kelebihan berat badan, bagi mereka yang memiliki berat badan lebih atau obesitas lebih
besar kemungkinan untuk terkena penyakit Diabetes Melitus.
 Usia, semakin tua maka risiko untuk menderita penyakit ini lebih besar karena
berkurangnya fungsi – fungsi organ.
 Hipertensi
 Penatalaksanaan
Untuk Mencegah Diabetes Melitus kita bisa menempuh cara –cara sebagai berikut :
 Olahraga yang teratur untuk memacu pergerakan sehingga penyakit ini bisa dicegah.
 Mengolah emosi supaya tidak stress.
 Menjaga berat badan.
 Pemeriksaan mata.
 Mengatur pola makan dengan menghindari makanan dan minuman yang manis,
perbanyak makan sayur dan buah.
 Mengendalikan tekanan darah.

Bila sudah terkena Diabetes Melitus maka hal yang perlu dilakukan adalah :
 Farmakologi : dengan agens antidiabetic oral, dengan konsumsi obat.
 Non –farmakolog :
 Diet atau mengatur pola makan.
 Olahraga yang teratur.
 Komplikasi akut
 Hipoglikemia (akibat reaksi insulin ), yaitu kondisi dimana terjadinya penurunan kadar
gula darah yang drastis akibat terlalu banyak insulin dalam tubuh, terllau banyak
mengonsumsi obat penurun gula darah atau terlambat makan. Gejalanya meliputi
penglihatan kabur, detak jantung cepat, sakit kepala, gemetar, keringat dingin, dan
pusing.
 Diabetes ketoasidosis adalah kondisi kegawatan medis akibat peningkatan kadar gula
yang terlalu tinggi. Ini adalah komplikasi DM yang terjadi ketika tubuh tidak dapat
menggunakan gula atau glukosa sebagai sumber bahan bakar, sehingga tubuh
mengelola lemak dan menghasilkan zat keton sebagai sumber energi. Kondisi ini dapat
menimbulkan penumpukan zat asam yang berbahaya dalam darah, sehingga
menyebabkan dehidrasi, koma, sesak nafas, bahkan mati jika tidak segera dilakukan
penanganan medis.

Komplikasi jangka panjang

 Komplikasi makrovaskuler : penyakit arteri koroner, serebrovaskuler, dan vaskuler


perifer
 Komplikasi mikrovaskuler : retinopati diabetic( gangguan pada mata) dan nefropati
diabetic (kerusakan ginjal)
 Neuropati diabetic, kondisi yang disebabkan karena saraf mengalami kerusakan baik
secara langsung akibat tingginya gula darah, maupun karena penurunan aliran darah
menuju saraf. Rusaknya saraf akan menyebabkan ganguan sensorik, yang gejalanya
berupa kesemutan, mati rasa atau nyeri.

Perawat 2 : bagaimana kek nek ada yang ingin ditanyakan ?

Kakek : begini nak saya punya luka yang sudah lama sekali ,apakah itu berarti saya sudah
terkena diabetes mellitus ?

Perawat 1 : untuk mengertahui seseorang terkena diabetes mellitus atau tidak sebaiknya kakek
periksa dulu kadar gula darahnya kek dipuskesmas nanti dipuskesmas kakek bisa minta untuk
melakukan pemeriksaan yang lain untuk mengertahui apakah kakek benar mengalami diabetes

Kakek : ohh begitu ya besok saya akan pergi ke puskesmas untuk memeeriksa kesehatan
saya

Perawat 1 : ada lagi kek yang mau ditanyakan ?

Kakek : saya kira itu saja

 Tahap terminasi

Perawat2 : kalau begitu terimakasih kek nek atas waktunya dan perhatian kakek dan nenek

Perawat 1 :semoga kakek dan nenek sehat selalu dana wet muda hehheh mohon maaf jika ada
kesalahan yang kami lakukan kek nek,kami pamit dulu sekalilagi terimakasih banyak

Kakek : iya nak saya juga berterimakasih banyak sudah dating kesini untuk membagi ilmu

Perawat 1dan 2 : iya selamat siang nenek kakek

Kakek dan nenek : selamat siang