Anda di halaman 1dari 17

KATA PEGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak
nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua, salah satunya adalah diberinya
kemudahan sehingga dapat menyusun makalah ini dengan naik. Sholawat
dan salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang zaman yang telah membawa
kita dari zaman kegelapan hingga zaman terang benderang.

Makalah ini disusun bertujuan untuk memberikan pengetahuan para


pembaca tentang pentingnya peran pendidikan pancasila dalam rangka
pembentukan karakter bangsa. Selain itu makalah ini juga dibuat dalam
rangka memenuhi tugas Ujian Akhir Semester Ganjil mata kuliah Pendidikan
Pancasila.

Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Budi


Suharto, S.E., S.H., M.Kn selaku dosen Pendidikan Pancasila Politeknik LP3I
Jakarta Kampus Cileungsi yang telah memberikan bimbingannya dalam
rangka menyelesaikan tugas mata kuliah pendidikan pancasila ini.

Tentunya dalam pembuatan makalah inipun, penulis tak luput dari


kesalahan. Untuk itu penulis memohonkan kritik dan saran yang membangun
dalam rangka penyempurnaan penulisan. Dan saya ucapkan terimakasih
kepada segenap pihak yang membantu penulis dalam menyusun makalah
ini.

Cileungsi, 17 November 2014

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Saat ini bangsa Indonesia dapat dikatakan sedang di jajah dari segi
moral dan etika. Seperti kita lihat bagaimana pergaulan anak-anak muda
sekarang ini. Begitu miris telihat, terkikisnya moral bangsa dengan budaya-
budaya yang tidak sesuai dengan karakter bangsa indonesia sendiri. Padahal
kita ketahui anak-anak muda merupakan generasi penerus bangsa ini.
Permasalahan karaktek bangsa indonesia tak lepas dari perannya pendidikan
yang ada saat ini. Seharusnya melalui pendidikan, maka akan terbentuk
karakter – karakter bangsa indonesia yang baik dan unggul. Tetapi pada
kenyataanya, tidak sedikit diantara mereka yang justru kehilangan karakter
sebagai bangsa indonesia. seperti kita ketahui bahwa karakter bangsa
indonesia tertuang dalam pancasila. Karena Pancasila adalah jati diri bangsa
Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu


bangsa Indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila
terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena
perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti
keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan
budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus
dipersatukan. Pancasila juga memiliki peranan sebagai pembentuk karakter
generasi bangsa, salah satunya melalui bidang pendidikan yaitu pendidikan
pancasila. Karakter adalah ‘distinctive trait, distinctive quality, moral strength,
the pattern of behavior found in an individual or group’. Kamus Besar Bahasa
Indonesia belum memasukkan kata karakter, yang ada adalah kata ‘watak’
yang diartikan sebagai: sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap
pikiran dan tingkah laku, budi pekerti, tabiat. Dalam risalah ini, dipakai
pengertian yang pertama, dalam arti bahwa karakter itu berkaitan dengan
kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang berkarakter’
adalah orang punya kualitas moral (tertentu) yang positif. Dengan demikian,
pendidikan membangun karakter, secara implisit mengandung arti
membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan
dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang negatif atau yang
buruk.
2. Rumusan masalah

 Apa itu pendidikan pancasila ?


 Apa karakter bangsa indonesia yang berdasarkan pancasila ?
 Bagaimana pembentukan karakter melalui pendidikan ?
 Seberapa besar kah pengaruh pendidikan pancasila bagi
pembentukan karakter bangsa ?
 Apa manfaat pendidikan pancasila dalam pembentukan karakter
bangsa ?

3. Tujuan & Manfaat

Tujuan penulisan :
 Untuk mengetahui apakah ada hubungannya peran pancasila dengan
pembentukan karakter bangsa
 Untuk mengetahui seberapa pentingnya peran pancasila disekolah
untuk membentuk karakter bangsa
 Untuk memenuhi salah satu tugas Pendidikan Pancasila
Manfaat Penulisan :
 Untuk membuat para pembaca umumnya mengetahui peran penting
pendidikan pancasila dalam pembentukan karakter bangsa.

4. Metode penulisan

 metode penulisan merupakan hasil studi pustaka dari berbagai sumber


& referensi

5. Sistematika Penulisan

I. BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis menguraikan latar belakang masalah, perumusan


masalah, tujuan dan manfaat, metodologi penulisan dan sistematika
penulisan makalah
II. BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis menguraikan pembahasan yang berisi tentang
pengertian pancasila, karakter, dan membahas keterkaitan dan peran
pendidikan pancasila dengan pembentukan karakter bangsa Indonesia.

III. BAB III PENUTUP


Penulis membuat kesimpulan dari hasil pembahasan makalah dan saran
yang membangun.
BAB II PEMBAHASAN

1. Pendidikan Pancasila

Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk


mengembangkan kepribadian dan kemampuan/keahlian dala kesatuan
organis harmonis dinamis, di dalam dan di luar sekolah dan
berlangsung seumur hidup. Mengembangkan kepribadian dan
kemampuan/keahlian, merupakan sifat dwi tunggal pendidikan
nasional1. Pendidikan adalah suatu proses secara sadar dan
terencana untuk membelajarkan peserta didik dan masyarakat dalam
rangka membangun watak dan peradaban manusia yang bermartabat.
Ialah manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bersikap jujur, adil, bertanggung
jawab, demokratis, menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan,
menghargai sesama, santun dan tenggang rasa, toleransi dan
mengembangkan kebersamaan dalam keberagaman, membangun
kedisiplinan dan kemandirian.

Pada hakekatnya pendidikan pancasila adalah upaya sadar diri


suatu masyarakat dan pemerintah suatu Negara untuk menjamin
kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya, selaku
warga masyarakat, bangsa dan Negara secara berguna (berkaitan
dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan
kemampuan kognitif dan psikomotorik) serta mampu mengantisipasi
hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan
konteks dinamika budaya, bangsa, Negara, dan hubungan
internasionalnya. Berdasarkan UU no. 20 tahun 2003, tentang sistem
pendidikan nasional, pasal 2 menyatakan bahwa “pendidikan
Nasional Berdasarkan pancasila dan UUD 1945 ”.

1. Notonagoro (1973)
2. Karakter Bangsa Indonesia Berdasarkan Pancasila

karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi


pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Oleh
karena itu, karakter adalah nilai yang unik baik yang terpatri dalam
diri dan terejawantahkan dalam perilaku (Kemendiknas, 2010). 2

Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap


aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan
komprehensif yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Bangsa yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa

Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang tercermin


antara lain hormat dan bekerja sama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan, saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya
itu; tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang
lain.

2. Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Karakter kemanusiaan seseorang tercermin antara lain dalam


pengakuan atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling
mencintai; tenggang rasa; tidak semena-mena; terhadap orang
lain; gemar melakukan kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008)


3. Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Komitmen dan sikap yang selalu mengutamakan persatuan dan


kesatuan Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan
golongan merupakan karakteristik pribadi bangsa Indonesia.
Karakter kebangsaan seseorang tecermin dalam sikap
menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dankeselamatan
bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan; rela berkorban
untuk kepentingan bangsa dan negara.

4. Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan


Hak Asasi Manusia

Karakter kerakyatan seseorang tecermin dalam perilaku yang


mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara; tidak
memaksakan kehendak kepada orang lain; mengutamakan
musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.

5. Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan

Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin antara lain


dalam perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.

4. Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan

Aspek pendidikan adalah aspek terpenting dalam membentuk


karakter bangsa. Dengan mengukur kualitas pendidikan, maka kita
dapat melihat potret bangsa yang sebenarnya, karena aspek
pendidikanlah yang menentukan masa depan seseorang.
Pendidikan seperti apa yang diberikan agar anak didik memiliki
karakter bangsa dan mampu mengembalikan jati diri bangsa.
Setidaknya ada empat faktor utama yang harus diperhatikan: faktor
kurikulum, dana yang tersedia untuk pendidikan, faktor tenaga
pendidik, dan faktor lingkungan yang mendukung bagi
penyelenggaraan pendidikan.

Pada masalah aspek otoritas pendidikan, anak didik sebetulnya


hanya ditekankan pada sapek kognitif saja. Akibatnya adalah anak
didik yang diberi materi pelajaran hanya sekedar ‘tahu’ dan
‘mengenal’ dengan apa yang didapatkannya, tanpa memahami apa
yang mereka pelajari apalagi menerapkannya pada kehidupan
sehari-hari. Padahal aspek yang lainnya, seperti afektif dan
psikomotorik adalah hal penting yang harus didik. Karena institusi
pendidikan seharusnya dapat membuat anak didik menerapkan
apa yang diajari, karena sesungguhnya itulah kegunaan dari ilmu
pengetahuan.

Kita tidak tahu standar apa yang dipakai dalam otoritas


pendidikan di negara ini, yang akhirnya anak didik yang dihasilkan
dari institusi pendidikan di negara ini tidak banyak yang mampu
untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan
di tempat pendidikannya, apalagi untuk mengajarkannya pada
orang lain. Penanaman karakter anak didik dengan mengabaikan
aspek afektif dan psikomotorik tidak akan berhasil menghasilkan
generasi penerus yang memberikan dampak positif bagi bangsa.
Ketika semua aspek itu dapat dijalankan maka bangsa ini akan
memiliki generasi yang dapat dibanggakan, bagi bangsa maupun
bagi seluruh dunia. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu tanpa
aktualisasi ilmu, akan tetapi pembentukan karakter diri dan bangsa
dengan ilmu yang didapat, hingga akhirnya mereka para generasi
muda dapat mengembalikan jati diri bangsa dengan ilmu yang
mereka punya.

Banyaknya faktor atau media yang mempengaruhi


pembentukan karakter ini menyebabkan pendidikan untuk
pengembangan karakter bukan sebuah usaha yang mudah. Secara
normatif, pembentukan atau pengembangan karakter yang baik
memerlukan kualitas lingkungan yang baik juga.

Pendidikan formal seperti sekolah-sekolah dan perguruan


tinggi, diharapkan berperan besar dalam pembangunan karakter.
Lembaga-lembaga pendidikan formal diharapkan dapat
mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun demikian pengalaman
Indonesia selama empat dekade terakhir ini menunjukkan bahwa
sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dengan cara-cara pendidikan
yang dilakukannya sekarang belum banyak berkontribusi dalam hal
ini. Di atas telah diuraikan, kecenderungan lembaga pendidikan
formal yang merosot hanya menjadi lembaga-lembaga pelatihan
adalah salah satu sumber penyebabnya. Pelatihan memusatkan
perhatian pada pengembangan keterampilan dan pengalihan
pengetahuan. Sedangkan pendidikan mencakup bahkan
mengutamakan pengembangan jati diri atau karakter, tidak terbatas
hanya pada pengalihan pengetahuan atau mengajarkan
keterampilan. Harus diakui bahwa pendidikan formal di sekolah-
sekolah di Indonesia, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi,
secara umum menghabiskan bagian terbesar waktunya untuk
melakukan pelatihan daripada pendidikan.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa secara praktek


pendidikan sama sekali terpisah dari pelatihan. Dalam pendidikan
dikembangkan juga berbagai keterampilan. Namun pengembangan
keterampilan saja tidak dengan sendirinya berarti pendidikan,
walaupun hal itu dilakukan pada lembaga yang secara resmi diberi
nama lembaga pendidikan, seperti universitas, institut teknologi,
dan yang lainnya.

5. Pengaruh Pendidikan Pancasila Dalam Pembentukan


Karakter Bangsa
Pancasila pada saat ini cenderung menjadi lambang dan hanya
menjadi formalitas yang dipaksakan kehadirannya di Indonesia.
Kehadiran Pancasila pada saat ini bukan berasal dari hati nurani
bangsa Indoensia. Bukti dari semua itu adalah tidak aplikatifnya
sila-sila yang terkandung pada Pancasila dalam kehidupan
masyarakat Indonesia. Berdasarkan realita yang ada dalam
masyarakat, aplikasi sila-sila Pancasila jauh dari harapan.

Di Indonesia, sejak diresmikannya Pancasila sampai sekarang,


penerapan Pancasila masih ‘jauh bara dari api’. Yang terjadi pada
saat ini bukan penerapan Pancasila, melainkan pergeseran
Pancasila.Ketuhanan yang menjadi pilar utama moralitas bangsa
telah diganti dengan keuangan. Kemanusiaan yang akan
mewujudkan kondisi masyarakat yang ideal telah digantikan
dengan kebiadaban dengan banyaknya pelanggaran terhadap hak
azasi manusia. Persatuan yang seharusnya ada sekarang telah
berubah menjadi embrio perpecahan dan disintegrasi.
Permusyawarahan sebagai sikap kekeluargaan berubah menjadi
kebrutalan. Sementara itu, keadilan sosial berubah menjadi
keserakahan.

Selain dari pihak masyarakat sendiri, pergeseran makna


Pancasila juga dilakukan oleh pihak penguasa. Pada masa
tertentu, secara sistematis Pancasila telah dijadikan sebagai alat
politik untuk melanggengkan kekuasaan. Tindakan yang dilakukan
terhaap Pancasila ini turut menggoncang eksistensi Pancasila.
Pancasila seakan-akan momok yang menakutkan, sehingga oleh
sebagian masyarakat dijadikan sebuah simbol kekuasaan dan
kelanggengan salah satu pihak.

Dalam era global sekarang, ideologi asing mudah


bermetamorfosa dalam aneka bentuknya dan menjadi pesaing
Pancasila. Hedonisme (aliran yang mengutamakan kenikmatan
hidup) dan berbagai isme penyerta, misalnya, semakin terasa
menjadi pesaing yang membahayakan potensialitas Pancasila
sebagai kepribadian bangsa. Nilai intrinsik Pancasila pun masih
sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor kondisional. Padahal,
gugatan terhadap Pancasila sebagai dasar negara dengan
sendirinya akan menjadi gugatan terhadap esensi dan eksistensi
kita sebagai manusia dan warga bangsa dan negara Indonesia.

Untuk menghadapi kedua ekstrim (memandang nilai-nilai


Pancasila terlalu sulit dilaksanakan oleh segenap bangsa
Indonesia di satu pihak dan di pihak lain memandang nilai-nilai
Pancasila kurang efektif untuk memperjuangkan pencapaian
masyarakat adil dan makmur yang diidamkan seluruh bangsa
Indonesia) diperlukan usaha bersama yang tak kenal lelah guna
menghayati Pancasila sebagai warisan budaya bangsa yang
bernilai luhur, suatu sistem filsafat yang tidak bertentangan dengan
nilai-nilai agama, bersifat normatif dan ideal, sehingga
pengamalannya merupakan tuntutan batin dan nalar setiap
manusia Indonesia.

Pancasila merupakan perpaduan nilai-nilai yang tumbuh dan


berkembang dalam masyarakat Indonesia. Oleh karena itu secara
konsep pancasila merupakan suatu landasan ideal bagi
masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, pendidikan pancasila
sangat penting dalam pembentukan karakter bangsa indonesia.

6. Manfaat Pendidikan Pancasila Dalam Membangun


Karaktek Bangsa

Tujuan Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada


moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan
agama, kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan, perilaku
yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan
bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga
perbedaan pemikiran diarahkan pada perilaku yang mendukung
upaya terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3
3. UU No. 2 Tahun 1989 tentang system Pendidikan Nasional

Pendidikan pancasila memberikan pambelajaran tentang


pancasila yang digunakan untuk mengatur seluruh tatanan dalam
kehidupan bernegara. Artinya, dengan pendidikan ini segala
sesuatu yang berhubungan dengan ketatanegaraan Negara
Kesatuan Republik Indonesia harus berdasarkan pancasila. Hal ini
juga berarti bahwa pendidikan ini juga mengajarkan bahwa semua
peraturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia harus
bersumber pada pancasila.

Pendidikan ini mengajarkan tujuan yang hendak dicapai bangsa


indonesia, yaitu masyarakat yang adil dan makmur, merata secara
material dan spiritual. Dimana pancasila merupakan wadah atau
sarana Negara Republik Indonesia yang merdeka,berdaulat dan
bersatu dalam suasana perikehidupan bangsa yang tenteram,
tertib, damai dan dinamis.

Pendidikan pancasila mengajarkan kebaikan dan kemanfaatan


diri dalam berkarya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keterikatan diri dalam berpendidikan pancasila dapat
mengaplikasikan semangat dan patriotisme kehidupan yang akan
membawa pada pahamnya diri kita akan hidup berpancasila.

Pancasila sebagai azas yang melandasi segala sendi


kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila diharapkan sebagai
jalan hidup yang akan dapat mengatasi masalah yang paling
mendasar dihadapi bangsa Indonesia, di samping Pancasila itu
sendiri digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan
pembangunan, ketertiban dan keamanan. Dengan begitu Pancasila
akan dapat pula tetap menjadi falsafah dan ideologi bagi
masyarakat Indonesia yang moderen. Secara kreatif dan dinamis,
Pancasila mampu memadukan antara aspirasi masa depan,
menyelesaikan masa kini dan memberi harga pada masa lalu.
Perjalanan sejarah membuktikan Pancasila mampu memberikan
dasar yang kokoh bagi kesatuan dan persatuan bangsa.
Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi lambang ideologi
negara semata, tetapi memang di balik itu, nilai-nilai yang
terkandung di dalam pancasila memiliki tujuan dalam
pembangunan bangsa indonesia khususnya untuk pembentukan
karakter bangsa indonesia yang beradab dan tangguh. Melalui
pendidikan pancasila diharapkan, semakin sadarnya masyarakat
akan pentingnya karakter bagi generasi muda indonesia yang
harus bersumber pada pancasila.
1.
BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN

Pendidikan Pancasila sangat bermanfaat dalam membangun


karakter bangsa karena dengan mempelajari pendidikan pancasila
dapat menimbulkan kesadaran dalam diri manusia itu sendiri, karena
sesungguhnya pembangunan Indonesia harus mengarah kepada
kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia,
bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak
pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya. Karena
salah satu fungsi pancasila adalah sebagai kepribadian bangsa yang
berarti pancasila merupakan pencerminan dari jati diri bangsa
Indonesia yang mana hal itu adalah pembanding antara bangsa kita
dengan bangsa lain. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus
menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengamalannya pun harus
dimulai dari setiap warga negara Indonesia sampai penyelenggara
pemerintahan, sehingga semua komponen dalam suatu negara
mampu melestarikan nilai-nilai pancasila, agar bangsa kita tidak
mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang masuk dan tidak
sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan
semua itu dibutuhkan Pendidikan karakter yang tertuang di pendidikan
pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mempunyai
karakter.

SARAN

Dalam membangun karakter bangsa sebaiknya dengan


menerapkan nilai-nilai yang terkandung pada pancasila karena jika
suatu bangsa dapat mengamalkannya maka akan terbentuk suatu
bangsa berkarakter. Perlunya peran pemerintah yang harus
konsentrasi terhadap proses berjalannya pendidikan pancasila yang
ada di pendidikan formal khususnya.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila diakses pada tanggal 15 Desember


2014
http://emodjeh.blogspot.com/2013/10/makalah-ppkn-pancasila-
dalam_21.html diakses pada tanggal 16 Desember 2014
http://dannysetwan.blogspot.com/2013/04/pengaruh-pancasila-terhadap-
kehidupan.html diakses tanggal 16 Desember 2014
http://agun-gunandjarsudarsa.com/?p=135 diakses pada tanggal 20
november 2014
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/membangun-karakter-bangsa-
dengan-filsafat-pancasila/
http://www.anneahira.com/pendidikan-pancasila.htm
Rukiyati,M.Hum dkk. 2008. PENDIDIKAN PANCASILA. Yogyakarta :
Universitas Negeri Yogyakarta.
http://sarmagkadek.blogspot.com/2010/08/peranan-pancasila-dalam-
kehidupan.html diakses pada tanggal 16 November 2014
http://nuhraini.blogspot.com/2012/10/peran-pendidikan-pancasila-
dalam.html diakses pada tanggal 16 November 2014
http://waonenutnut.blogspot.com/2011/05/makalah-pembentukan-karakter-
bangsa.html diakses pada tanggal 16 November 2014
http://alamiami.blogspot.com/2013/03/pendidikan-pancasila.html diakses
pada tanggal 23 Desember 2014