Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perencanaan adalah suatu usaha menyusun serangkaian kegiatan untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,
secara efektif dan efisien. Dengan adanya perencanaan, sumber daya yang ada
dapat dimanfaatkan secara optimal demi mencapai tujuan.
Dalam tata kelola Puskesmas, perencanaan ini dikenal dengan istilah
Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang mengesankan bentuk perencanaan
tradisional karena fokus pada perencanaan hilir yaitu kegiatan – kegiatan.
Dalam perkembangan RUK semakin sarat dengan pola perencanaan
strategis. Ditambah kondisi lingkungan makro yang mensyaratkan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) dan pencapaian MDG’s yang harus dicapai
Puskesmas, sehingga penyusunan perencanaan haruslah mampu mengarahkan
agar hasil kinerja puskesmas nantinya dapat memenuhi SPM dan capaian MDG’s
tersebut.
Salah satu langkah dalam pencapaian target MDG’s (Goal ke-4) adalah
menurunkan kematian anak menjadi 2/3 bagian dari tahun 1990 sampai pada
2015. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas
dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih
menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Penyebab utama
kematian akibat diare adalah tata laksana yang tidak tepat baik di rumah maupun
di sarana kesehatan.Penanganan pertama penderita diare adalah dengan
pemberian oralit. Pemberian oralit sebagai penanganan pertama diare bertujuan
untuk mengatasi kekurangan cairan dan elektrolit didialam tubuh. Jika
kekurangan cairan tersebut tidak segera ditangani maka kehilangan cairan tubuh
yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita
diare. Kondisi dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan
irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien yang dapat menimbulkan
kematian anak. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tatalaksana yang
cepat dan tepat (Kemenkes RI, 2009).
Kecamatan giri merupakan kecamatan yang terbagi menjad 4 Kelurahan dan
2 Desa terdiri dari Kelurahan Mojopanggung, Kelurahan giri, Kelurahan
Penataban, Kelurahan Boyolangu, Desa Jambesari dan Desa Grogol.
Berdasarkan survey pendahuluan dari data Puskesmas Mojopanggung dari 4
Kelurahan dan 2 Desa tersebut di tahun 2014 kejadian diare tercatat 930 kasus
pada semua umur.
Salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional untuk mewujudkan
Indonesia sehat adalah menerapkan pembangunan nasional berwawasan
kesehatan, yang berarti setiap upaya program pembangunan harus
mempunyai kontribusi positif terbentuknya lingkungan yang sehat dan perilaku
sehat. Sebagai acuan pembangunan kesehatan adalah konsep “Paradigma
Sehat”, yaitu pembangunan kesehatan yang memberikan prioritas utama pada
upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit
(preventif) dibandingkan upaya pelayanan penyembuhan/pengobatan (kuratif)
dan pemulihan (rehabilitatif) secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan.
Untuk memberikan arah, pedoman dan pencapaian target program, dalam
melaksanakan Program pemberantasan penyakit menular Diare maka diperlukan
perencanaan yang dituangkan dalam Rencana Usulan kegiatan Pemberantasan
Penyakit menular Diare Puskesmas Mojopanggung.
1.2 Tujuan
A. Tujuan Umum
Untuk menurunkan angka kesakitan penyakit Diare serta meningkatkan
pencapaian kinerja program Diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Mojopanggung
B. Tujuan Khusus
a. Kepala Puskesmas dan penanggung jawab program Diare dapat
melaksanakan pemantauan dan penilaian kegiatan secara benar dan
terarah.
b. Tercapainya penurunan angka kesakitan
c. Terlaksananya tatalaksana diare sesuai standart (Lima Langkah Tuntaskan
Diare)
d. Diketahuinya situasi epidemiologi dan besarnya masalah penyakit diare di
masyrakat , sehingga dapat dibuat perencanaan dalam pencegahan,
penanggulangan maupun pemberantasannya di semua jejaring layanan.
e. Mewujudkan masyarakat yang mengerti , menghayati dan melaksanakan
hidup sehat melalui promosi kesehatan kegiatan pencegahan sehingga
kesakitan dan kematian karena diare dapat di cegah.
f. Tersusunnya rencana kegiatan pengendalian penyakit diare di suatu
wilayah kerja yang meliputi target, kebutuhan logistik dan pengelolaannya.
1.3 Ruang Lingkup

Puskesmas Mojopanggung terdiri dari 4 kelurahan dan 2 desa yang terdapat 1


Puskesmas Induk, 2 Pustu, 2 poskesdes dan 2 Polindes serta 50 posyandu.
Puskesmas Mojopanggung melaksanakan sebagian besar program pokok
Puskesmas, namun dalam RUK ini hanya membahas program Diare yang
mempunyai nilai penting dan berpengaruh terhadap derajat kesehatan, dan
ditambah program – program tertentu yang dianggap perlu dikembangkan di
wilayah kerja.

BAB II
ANALISIS SITUASI

2.1. KONDISI GEOGRAFIS


A. Data Situasi Puskesmas :
 Nama Puskesmas : Mojopanggung
 Alamat Puskesmas Mojopanggung :
Jl. KH. Agus Salim No. 106 Kel. Mojopanggung Kec. Giri Telp. 0333
427240
Email : mojopanggungpuskesmas@yahoo.com
 Luas wilayah kerja Puskesmas Mojopanggung 20,39 KM2
 Batas Wilayah Puskesmas Mojopanggung
 Sebelah Utara : Puskesmas Singoturunan
 Sebelah Timur : Puskesmas Sobo
 Sebelah Selatan : Puskesmas Sobo
 Sebelah Barat : Puskesmas Paspan
 Gambar peta wilayah kerja Puskesmas Mojopanggung
2.2. KONDISI DEMOGRAFIS

A. DATA DESA
Puskesmas Mojopanggung terdiri dari 2 desa dan 4 kelurahan, 29
dusun/.lingkungan, 54 RW dan 159 RT
NO Desa / Kelurahan Luas Nama RW RT
(KM2) Lingkungan/Dusu
n
1. Desa Jambesari 1.28 1. delik 1 11 38
2. delik 2
3. Jambean
4. Mangli
5. Langring
2. Desa Grogol 6,94 1. Dukuh Rupi 12 33
2. Kedawung
3. Krajan
4. Lebak
5. Laos
6. Guwo
7. Plinggihan
8. Kopen Dukuh
3. Kel. Boyolangu 2.83 1. Krajan 8 20
2. Krajan 2
3. Krajan 3
4. Concrong
5. Porong
6. Langring
4. Kel. 2.49 1. Cungking 10 26
Mojopanggung 2. Mojoroto
5. Kel. Penataban 4.87 1. Krajan 1 6 19
2. Krajan 2

6. Kel.Giri 1.98 1. Krajan 7 23


2. Gentengan
3. Karangente
4. Kopenbayah
5. Kluncing
6. Payaman
JUMLAH 29 54 159

B. DATA KEPENDUDUKAN
Berdasarkan Jenis Kelamin
NO Kelurahan/Desa Laki-laki Perempuan Jumlah ∑

KK

1 Desa Jambesari 1.639 1.939 3.578 1.127

2 Desa Grogol 2.446 2706 5.152 1163

3 Kel. Boyolangu 2.332 2.675 5.207 1.640

4 Kel. Mojopanggung 2.750 2.885 5.635 1.775

5 Kel. Penataban 3.229 2.389 5.627 1.772

6 Kel.Giri 2.213 2.353 4.566 1.436

Jumlah 14.809 14.956 29.765 9.375

Berdasarkan data kependudukan tahun 2017 penduduk Puskesmas


Mojopanggung berjumlah 29.765 orang yang terdiri dari 14.809 orang laki-laki dan
14.956 perempuan. Data kependudukan ini dapat menjadi dasar dalam perhitungan
cakupan rawat jalan. Berdasarkan data piramida penduduk dijabarkan bahwa
Puskesmas Mojopanggung menaungi 9.375 KK.
2.3. DATA KHUSUS
A. Data Ketenagaan
Puskesmas Mojopanggung merupakan salah satu Puskesmas rawat
jalan Tingkat Pertama, yang ketenagaan terdiri dari :
NO JENIS SDM STATUS KEPEGAWAIAN TOT
AL
PNS PTT THL Magan
g
1 Dokter Umum 1 1
2 Dokter Gigi 1 1
3 Sarjana Kesehatan 1 1
Masyarakat
4 Perawat 5 4 2 8
5 Perawat gigi 1 1
6 Teknik Gigi 1 1
7 Bidan 6 4 2 12
8 Analis kesehatan 1 1
9 Sanitarian 1 1
10 Nutrisionis 1 1
11 Farmasi 1 1
12 Administrasi 4 6 1 10
13 Sopir 1 1
14 Kebersihan 1 1 1 3
JUMLAH 23 1 14 4 46

B. Data Sasaran
1. Data target sasaran program semua umur
Jumlah balita wilayah Perkiraan/Target
No. desa puskesmas Perkiraan Penderita Target Penderita
L P L+P L P L+P L P L+P
1 6 14.886 15.040 29.926 4019 4061 8080 402 406 808

Tabel 2.9 Data sasaran kasus Diare Semua Umur 2017

a. Data target sasaran program balita


Jumlah balita wilayah Perkiraan/Target
No. desa puskesmas Perkiraan Penderita Target Penderita
L P L+P L P L+P L P L+P
1 6 1080 1035 2115 910 873 1793 182 175 357
Tabel 2.10 Data sasaran kasus Diare Balita 2017

b. Berdasarkan Sasaran Target Pogram di tahun 2017


KEGIATAN SASARAN SASARAN
NO TARGET s/d TH INI
WILAYAH JUMLAH

1 Pelayanan 6 wilayah 357 105 % > dari target


Diare Balita kasus 100%
Penggunaan
2 oralit pada 6 wilayah 357 74 % dari target
balita diare kasus 100%
Penggunaan
3 Zinc pada balita 6 wilayah 357 73 % dari target
diare kasus 100%
Pelaksanaan
4 kegiatan
Layanan
Rehidrasi Oral
Aktif (LROA)
BAB III

ANALISA MASALAH

Berdasarkan dari hasil kegiatan diatas termasuk hasil capaian kinerja Program Diare
(Penilaian Kinerja Puskesmas) Tahun 2017 sebagai berikut :

I. IDENTFIKASI MASALAH
A. Capaian Kinerja ISPA Tahun 2016

Kegiatan Target Satuan Total Target Pencapaian Riil Sub Rata2


Tahun sasaran (S) Sasaran Sasaran (P) Variabel Variab
2017 (T) (ToS) (Tx S) (terhadap el
dalam % target
sasaran )

Penemuan
penderita Target
Diare yang diare balita
100% 808 808 767 767 94.9%
diobati di
puskesmas
dan Kader

Target
Cakupan diare balita
pelayanan 100% 808 808 767 767 94.9%
Diare balita

Total
penderita
Angka 100% diare balita 808 808 674 674 87,9%
penggunaan
Oralit

Total
penderita
Angka balita 100% diare balita 320 320 326 326 100,5%
Diare yang di
beri Zinc

238:
3=79
,43

Tabel. 3.1. Capaian Kinerja Diare tahun 2016

Hasil pencapaian kinerja program penemuan kasus Diare puskesmas Mojopanggung tahun
2017 untuk cakupan atau angka kontak belum memenuhi target 94,9%, Sedangkan untuk
angka penggunaan oralit 87,9 % dari semua umur.
B. Hasil Survey Kebutuhan Masyarakat tentang Program Diare

A. Hasil Survey Kebutuhan Masyarakat tentang Program Diare


Sudah Kurang Belum
NO INDIKATOR SURVEY
sesuai sesuai sesuai

Apakah saudara pernah diberikan penyuluhan


1
mengenai penanganan diare?
10 6 4

Tabel 3.2. Hasil Survey Kebutuhan Masyarakat tentang Program Diare

Dari jumlah responden sebanyak 20 orang, didapatkan sebanyak 4 orang (20%) masyarakat
masih ada yang belum memahami penanganan Diare. Hasil pertemuan dengan masyarakat
/ lintas sektor dan sasaran program tentang kebutuhan dan harapan terhadap program Diare
tahun 2018 adalah :

1. Penyuluhan tentang Diare pada Masyarakat


2. Meningkatkan Perilaku hidup bersih dan sehat
C. Analisa Masalah
1. Tidak semua penderita diare mendapat oralit terutama dengan kasus penyaki tertentu
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan diare dirumah yang benar.
3. ` Kurangnya penyuluhan dimasyarakat
4. Diare dianggap penyakit yang tidak berbahaya
5. kurangnya angka kontak temuan diare dikarenakan jarak tempuh terlalu jauh atau adanya
layanan kesehatan swasta yang terjangkau oleh masyarakat

II. MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH

(Dengan Metode USG ; Urgensi, Seriousness, Growth)

NO MASALAH POKOK U S G TOTAL

Tidak semua penderita diare


1 4 4 4 12
mendapat oralit terutama dengan
kasus penyaki tertentu
Kurangnya pengetahuan
2 3 3 4 10
masyarakat tentang penanganan
diare dirumah yang benar
3 Kurangnya penyuluhan 2 2 3 7
dimasyarakat
4 Diare dianggap penyakit yang tidak 2 3 3 8
berbahaya
kurangnya angka kontak temuan
diare dikarenakan jarak tempuh
5 terlalu jauh atau adanya layanan 3 4 4 11
kesehatan swasta yang terjangkau
oleh masyarakat

Keterangan :

Berdasarkan skala likert 1-5 ( 5 = sangat besar, 4= Besar, 3= Sedang, 2- Kecil , 1= Sangat kecil )

Prioritas masalah ditemukan yaitu penemuan kasus pneumonia masih rendah.

Dengan menjumlahkan (U+S+G), nilai tertinggi ditetapkan sebagai prioritas masalah kesehatan.
Dengan demikian pioritas masalah yang ada di UPT Puskesmas Mojopanggung adalah Tidak
semua penderita diare mendapat oralit terutama dengan kasus penyaki tertentu”
I. Mencari akar penyebab masalah (menggunakan Fish Bone
a. FISH BONE

DANA MANUSIA

Kompetisi petugas
< Ketepatan dan Diare masih kurang
Kelengkapan
pelaporan petugas
Dana
Sosialisasi Pada kasus
kurang tertentu penderita
PHBS di Masyrakat Tatalaksana
diare tidak dapat
Rendah diare belum
oralit optimal untuk
dilayanan
(Proporsi
Pembinaan Simpus pemberian
Jarak antara error oralit rendah)
rumah terlalu Pembuatan
Kurangnya Media masih
jauh pojok LROA
pertemuan kurang Leaflet
tersendiri
Lintas Program poster dan
lembar balik

LINGK. METODE ALAT

II. MENETAPKAN CARA PEMECAHAN MASALAH

NO PRIORITAS PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN KET


MASALAH PEMECAHAN MASALAH
MASALAH TERPILIH

1 Tatalaksana 1. Tidak semua


diare belum
a. peningkatan a. peningkatan
penderita diare
optimal dalam dalam
mendapat oralit
untuk pemeriksaan pemeriksaan
terutama dengan
dilayanan kasus penyaki sebelum sebelum
(Proporsi penegakan penegakan
tertentu ginjal
pemberian diagnose dan diagnose
oralit 2. Kurangnya
pengetahuan pemberian dan
rendah)
masyarakat obat oleh pemberian
tentang petugas obat oleh
penanganan diare b. Melakukan petugas
dirumah yang Penyuluhan di b. Melakukan
benar. masyarakat Penyuluhan
3. kurangnya angka c. Koordinasi di
kontak temuan dengan masyarakat
diare dikarenakan jejaring c. Koordinasi
jarak tempuh terlalu dengan
jauh atau adanya jejaring
layanan kesehatan
swasta yang
terjangkau oleh
masyarakat
MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH

(Dengan Metode USG ; Urgensi, Seriousness, Growth)

NO MASALAH POKOK U S G TOTAL

Peningkatan dalam pemeriksaan


1 sebelum penegakan diagnose dan 3 3 3 9
pemberian obat oleh petugas

Melakukan Penyuluhan di masyarakat


2 2 3 3 8

Koordinasi dengan jejaring


3 2 2 3 7

Alternatif pemecahan masalah terpilih untuk Diare adalah Peningkatan dalam pemeriksaan sebelum
penegakan diagnose dan pemberian obat oleh petugas
RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK) PROGRAM DIARE TAHUN 2018

PROGRAM P2 DIARE
NO UPAYA KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET SUMBER DAYA INDIKATOR SUMBER
KESEHATAN KEBERHASIL PEMBIAYAAN
DANA SDM ALAT
AN
A. KEGIATAN PRIORITAS MASALAH
1. DIARE Penyuluhan di Meningkatk Masyarakat 6 desa di Transpot Pelaksan LCD, Masyarakat BOK
masyarakat an dan ibu Wilayah kerja petugas a Laptop, dapat
posyandu pengetahu balita PKM program Leaflet memahami
tentang cara an tentang Mojopanggun diare, dan bisa
pencegahan cara g Nakes menyebutka
dan pencegaha Wilayah, n kembali
penanganan n dan
Promkes, penyuluhan
diare di rumah penangana
n diare di Kesling yang telah
rumah diberikan

B. KEGIATAN MAINTANANCE
I. DIARE Pengadaan Mengoptim Masyarakat Penderita Pembuata Pelaksan Leaflet, Informasi APBD/APBN
Media alkan sakit n Leaflet, a poster, menjadi
Penyuluhan kegiatan maupun poster,Lem Program lembar balik lebih mudah
penyuluha sehat bar balik Diare sampai ke
n yang masyarakat
dilakukan
oleh nakes
maupun
kader
Pelacakan Meningkatk Penderita 3org x 6 Koordinat Buku Ditemukan BOK
kasus an diare semua Ds x or register jumlah
cakupan umur Rp.50.000 program, ATK kasus diare
layanan = Rp. pelaksan yang ada
diare 900.000 a
program
di wilayah
Kunjungan Melakukan Penderita Transpor Pelaksan  Askep Pasien dan
rumah monitoring sakit petugas a  Tensimet keluarga
dan program er mencapai
evaluasi diare, tahap
terhadap Nakes  stetosko kemandirian
kepatuhan Wilayah p ke 4
pasien
Pelaporan dan Mencatat Semua Semua hasil Kertas Koordinat Buku Data khusus
pencatatan dan kegiatan kegiatan HVS 6 or register program
melaporka yang telah yang rim,ATK program Komputer, diare
n hasil tercatat dan diare
dilaksanakan printer
kegiatan dilaporkan

NO UPAYA KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET SUMBER DAYA INDIKATOR SUMBER


KESEHATAN KEBERHASIL PEMBIAYAAN
DANA SDM ALAT
AN
C. ANALISA KEBUTUHAN
1. DIARE Refreshing Meningkatk Nakes dan Puskesmas Transport Dokter LCD, petugas BOK
petugas dan an kader Mojopanggun mentor atau Laptop memahami
kader pengetahu g sehingga
an tentang 1org Koordinat tepat dalam
cara x200.000= or P3M tatalaksana
tatalaksana Rp.200.00 diare pengobatan
diare yang 0 dinkes diare
tepat
NO UPAYA KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET SUMBER DAYA INDIKATOR SUMBER
KESEHATAN KEBERHASIL PEMBIAYAAN
DANA SDM ALAT AN
D. SURVEY KEBUTUHAN MASYARAKAT
1. DIARE Memberikan Meningkatk Masyarakat 6 desa di Transport Pelaksan LCD, Masyarakat
arahan an dan ibu Wilayah kerja petugas a Laptop, dapat
tentang pengetahu balita PKM program Leaflet memahami
pencegahan an tentang Mojopanggun diare, dan bisa
diare dan PHBS g Nakes menyebutka
mendorong Wilayah, n kembali
masyarakat Promkes, penyuluhan
hidup bersih Kesling yang telah
dan sehat diberikan

Pemberian Pengobata Masyarakat 6 desa di Dokter Oralit, zink , Diare tuntas


obat diare n dan ibu Wilayah kerja dan antibiotik
yang lebih menyesuai balita PKM paramedi
bagus akan Mojopanggun s
dengan g
penyebab
diare
BAB V
KESIMPULAN & SARAN
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil kegiatan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa permasalahan
yang muncul antara lain :
 Tidak semua penderita diare mendapat oralit terutama dengan kasus
penyaki tertentu
 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan diare dirumah
yang benar.
 kurangnya angka kontak temuan diare dikarenakan jarak tempuh terlalu
jauh atau adanya layanan kesehatan swasta yang terjangkau oleh
masyarakat
5.2 SARAN
Dalam upaya meningkatkan status pencapaian target SPM dan PKP perlu
dilakukan antara lain:
1. Meningkatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program di Puskesmas
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, petugas pelaksana dan kader
Kesehatan.
3. Meningkatkan kerjasama secara vertical serta peningkatan peran serta
masing-masing.
4. Pemberdayaan masyarakat melalui UKBM dan penyuluhan di masyarakat.
5. Perbaikan system Jempol wangi.
VI
PENUTUP

Demikian rencana usulan kegiatan Diare Puskesmas Mojopanggung tahun 2018 ini
kami buat yang berdasar dari hasil kegiatan program Diare di Puskesmas Mojopanggung
tahun 2016. Laporan tahunan ini berisi hasil kegiatan program Diare yang meliputi
penyuluhan dan yang memberi gambaran tentang pelaksanaan dan pencapaian kegiatan
Diare di Puskesmas Mojopanggung pada tahun 2016.
Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada rekan-rekan kami , teman kami
saudara kami dan keluarga kami yang mampu memberikan motivasi bagi kami untuk bekerja
lebih baik. Dan kami sampaikan terima kasih yang sebesarnya apabila ada kekurangan dan
perbaikan yang bisa kami lakukan ,sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal

Mengetahui Banyuwangi, 2017


UPTD Kepala Puskesmas Kertosari Koordinator Diare

dr. I B. Endrawan Saputra Yanti Sudarsono Putri A.md.Kep


NIP: 19631008 199003 1 009