Anda di halaman 1dari 35

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebutuhan manusia perlu dipertahankan dengan cara memenuhi


kebutuhan hidupnya. Dan untuk memenuhi hal tersebut, manusia harus
bekerja siang dan malam. Bahkan sepertinya tidak mengenal waktu sehingga
mengorbankan satu hal yang sangat berarti, yaitu istirahat dan tidur
(Siregar,2011)

Istirahat dan tidur yang tepat sama pentingnya dengan nutrisi yang baik
dan latihan yang adekuat. Setiap orang memerlukan jumlah istirahat dan tidur
yang berbeda. Dengan tidak tepatnya jumlah tidur dan istirahat seseorang
maka akan mempengaruhi pada kemampuan berkonsentrasi, membuat
keputusan, kelabilan emosi, serta partisipasi dalam kehidupan sehari-hari
yang menurun. (Potter dan Perry,2013)

Tidur adalah bagian dari penyembuhan dan perbaikan (McCance et al.,


2010). Ketika seseorang dalam kondisi tidur, ia akan merasakan relax secara
mental, terbebas dari rasa kegelisahan, dan merasakan ketenangan dalam
fisiknya. Tidur adalah reccurant, perubahan dari kesadaran yang terjadi untuk
periode yang berkelanjutan. Ketika seseorang mendapatkan tidur yang tepat,
mereka merasa bahwa energi mereka telah dipulihkan. Tidur memberikan
waktu untuk perbaikan dan pemulihan sistem tubuh. Kualitas yang memadai
dan kuantitas tidur berkontribusi pada kesehatan yang optimal. (Potter dan
Perry,2011)

Mencapai kualitas tidur yang baik menjadi sangat penting bagi kesehatan
dan sebagai bentuk penyembuhan dari penyakit. Pasien yang sedang sakit
sering kali membutuhkan lebih banyak tidur dan sitirahat daripada pasien
yang sehat. Namun demikian biasanya penyakit mencegah beberapa pasien
untuk mendapatkan tidur dan istirahat yang adekuat. Lingkungan rumah sakit
atau perawatan jangka panjang dan aktivitas pemberian layanan sering kali
membuat pasien sulit tidur. Atau beberapa pasien memang mempunyai

1
gangguan tidur sebelumnya, sedangkan pasien yang lain bertambah masalah
tidurnya akibat dari penyakit dan lingkungan rawat inap (Potter dan
Perry,2013).
.

2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Istirahat dan Tidur


Terdapat beberapa pengertian Tidur Menurut Para Ahli.Tidur didefinisikan
sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat
dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang
lainnya (Guyton & Hall, 1997). Menurut Potter & Perry (2005), Tidur
merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang
lebih lama dari keterjagaan. Tidur merupakan kondisi tiak sadar dimana
induvidu dapat dibangunkan oleh stimulasi atau sensoriyang sesuai (Guyton
dalam Aziz Alimul H) atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak
sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa
kegiatan, tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan
ciri adanya aktifitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi
terhadap perubahan fisiologis dan terjadi penurunan respon terhadap
rangsangan dari luar.

Tidur adalah suatu keadaan relative tanpa sadar yang penuh ketengan
tanpa kegiatan yang erupakan urutan siklus yang berulan-ulang dan masing-
masing menyatakan fase kegiatan otak dan badanlah yang berbeda.(e-
jurnal.com)

Fungsi Tidur
Tujuan tidur masih belum jelas. Tidur berkonstribusi dalam
menjaga kondisi fisiologis dan psikologis. Tidur NREM membantu
perbaikan jaringan tubuh. Selama tidur NREM, fungsi biologis lambat.
Denyut jantung normal orang dewasa sehat sepanjang hari rata-rata 70-80
denyut per menit atau kurang jika individu berada dalam kondisi fisik yang
sangat baik. Namun, selama tidur denyut jantung turun ampai 60 denyut per
menit aau kurang. Ini berarti bahwa selama tidur jantung berdetak 10-20 kali
lebih lambat dalam setiap menit atau 60-120 kali lebih sedikit dalam setiap

3
jam. Oleh karena itu, tidur nyenyak bermanfaat dalam mempertahankan
fungsi jantung. Fungsi biologis lainnya yang menurun selama tidur adalah
pernafasan, tekanan darah, dan otot.

Tubuh membutuhkan tidur secara rutin untuk memulihkan proses


biologis tubuh. Selama tidur, gelombang lambat dan dalam (NREM tahap 4),
tubuh melepaskan hormon pertumbuhan manusia untuk perbaikan dan
pembaruan sel epitel dan sel-sel yang khusus seperti sel-sel otak. sintetis
protein dan pembelahan sel untuk peremajaan jaringan seperti kulit, tulang,
mukosa lambung, atau otak terjadi selama istirahat dan tidur. Tidur NREM
sangat penting bagi anak-anak, yang mengalami tahap 4 tidur yang lebih
lama.

Teori lain tentang tujuan dari tidur adalah bahwa tubuh menghemat
energi selama tidur. Otot-otot rangka semakin rileks, dan tidak adanya
kontraksi otot mempertahankan energi kimia untuk proses seluler. Tidur
akan menurunkan laju metabolisme basal yang selanjutnya dapat menghemat
suplai energi tubuh.

Tidur REM diperlukan untuk menjaga jaringan otak dan


tampaknya menjadi penting bagi pemulihan kognitif. Tidur REM
berhubungan dengan perubahan aliran darah otak, peningkatan aktivitas
korteks, peningkatan konsumsi oksigen, dan pelepasan epinefrin. Gabungan
kegiatan ini membantu penyimpanan memori dan proses belajar. Selama
tidur, otak menyaring informasi yang tersimpan tentang kegiatan hari itu.

Manfaat tidur dalam perilaku sering tidak diketahui sampai


seseorang mendapatkan masalah akibat kurangnya tidur. Hilangnya tidur
REM menyebabkan perasaan bingung dan curiga. Berbagai fungsi tubuh
(misalnya : suasana hati, performa motorik, memori dan keseimbangan)
berubah saat kehilangan tidur lama terjadi. Perubahan dalam fungsi imun
alami dan seluler juga muncul akibat kurangnya tidur tingkat sedang sampai
berat. Penelitian memperkirakan bahwa lalu lintas, rumah, dan kecelakaan
berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh tertidur memakan biaya

4
miliaran dolar dalam setahun di Amerika Serikat berkaitan dengan hilangnya
produkttivitas, biaya perawatan kesehatan, dan kecelakaan.

Mimpi. Meskipun mimpi terjadi di kedua fase tidur NREM dan


REM, tetapi mimpi pada tidur REM lebih hidup dan rumit, beberapa orang
percaya bahwa mimpi-mimpi tersebut secara fungsional penting untuk belajar
pengolahan memori serta adaptasi terhadap stres isi dari mimpi REM
mengalami kemajuan sepanjang malam, dari mimpi tengtang peristiwa terkini
hingga ke mimpi yang bersifat emosional pada masa kanak-kanak atau masa
lalu. Kepribadian mempengaruhi kualitas dari mimpi : misalnya, orang
kreatif memiliki mimpi yang rumit dan kompleks, sementara orang yang
tertekan mengalami mimpi tentang ketidakberdayaan.

Kebanyakan orang bermimpi tentang kekhawatiran yang sedang


berlangsung, seperti pertengkaran dengan pasangan atau kekhawatiran atas
pekerjaan. Kadang-kadang seseorang tidak menyadari ketakutan yang
mereka rasakan yang diwakili dalam mimpi aneh. Psikolog klinis mencoba
menganalisis sifat simbolik dari mimpi sebagai bagian dari psikoterapi klien.
Kemampuan untuk menggambarkan mimpi dan menafsirkan maknanya
kadang-kadang membantu menyelesaikan masalah pribadi atau ketakutan-
ketakutannya.

Teori lain mengatakan bahwa mimpi menghapus fantasi tertentu atau


kenangan tidak masuk akal. Karena kebanyakan orasng melupakan mimpi
mereka, hanya sedikit yang ingat mimpi atau tidak percaya mimpi, seseorang
harus berfikir secara sadar tentang halk tersebut pada saat bangun. Orang-
orang yang dapat mengingat mimpi dengan jelas biasanya terbangun hanya
setelah periode tidur REM.

2.3 Mekanisme Tidur


Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan
kelelahan mental. Dengan tidur semua keluhan hilang arau berkurang dan
akan kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan
persoalan yang dihadapi.

5
Makhluk hidup mempunyai irama kehidupan yang sesuai dengan
beredarnya waktu dalam siklus 24 jam. Irama yang seiring dengan rotasi bola
dunia disebut sebagai Irama Sirkadian. Pusat kontrol irama sirkadian terletak
pada bagian ventral anterior hypothalamus.

Bagian susunan saraf pusat yang mengadakan kegiatan penyesuain terletak


pada substansia ventrikulo retikularis medulo oblogata yang disebut sebagai
pusat tidur. Bagian susunan saraf pusat yang menghilangkan hubungan
terdapat bagian rostral madulo oblogata disebut sebagai pusat penggugah atau
aurosal state.

Tidur dibagi menjadi dua tipe yaitu :

1. Rapid Eye Movement (REM)


2. Non Rapid Eye Movement (NREM)

Fase awal tidur didahului oleh fase NREM yang terdiri dari 3 stadium
lalu diikuti oleh fase REM. Keadaan tidur normal antara fase NREM dan
REM terdiri secara bergantian antara 4 – 7 kali siklus semalam. Bayi baru
lahir total tidur 16 – 20 jam/hari, anak-anak 10 – 12 jam/hari, kemudian
menurun 9 – 10 jam/hari pada umur di atas 10 tahun dan kira-kira 7 – 7,5
jam/hari pada orang dewasa.

Tipe NREM dibagi dalam tiga stadium yaitu :

1. Tidur Stadium 1 (N1)


Stadium ini merupakan antara tahap terjaga dan tahap awal tidur.
Saat seseorang mulai mengantuk, perlahan-lahan kesadaran mulai
meninggalkan dirinya. Stadium ini disebut juga dengan Downiness, yaitu
tahap ketika pikiran kita melayang-layang tak menentu tetapi masih
menyadari kondisi di sekeliling sehingga merasa belum tidur.
Stadium ini hanya berlangsung 3 – 5 menit dan mudah sekali
dibangunkan. Gambaran EEG biasanya terdiri dari gelombang campuran
alfa, beta, dan kadang gelombang teta dengan amplitudo yang rendah.
Tidak didapatkan adanya gelombang sleep spindle dan kompleks K.

6
2. Tidur Stadium 2 (N2)
Tak lama kemudian, kita akan semakin dalam tertidur dan masuk
ke tidur fase stadium N2. Gelombang otak lambat masih menjadi latar,
tetapi sesekali muncul gelombang khas berupa gelombang Sleep Spindle,
gelombang verteks dan kompleks K. Pada stadium ini, tidur semakin sulit
dibangunkan. Kita baru akan bangun dengan sentuhan atau panggilan yang
berulang-ulang. Stadium tidur kedua adalah tahap tidur terbanyak, kira-
kira 50% dari total tidur satu malam.
3. Tidur Stadium 3 (N3)
Setelah kira-kira 10 menit dalam tahap N2, kita akan masuk ke
stadium tidur yang lebih dalam, yaitu tahap stadium 3 (N3). Stadium ini
sering disebutkan tidur dalam atau tidur Slow Wave. Disebut demikian
karena pada stadium ini gelombang otak semakin melambat (slow wave)
dengan frekuensi yang lebih rendah pula.
Semua tampak teratur pada laporan EEG. Tahap N3 sebelumnya
dikenal sebagai tahap tidur NREM 3 dan 4. Namun, kini digabung menjadi
1 tahapan N3 dikarenakan tidak bermakna secara klinis. Gambaran EEG
terdapat lebih banyak gelombang delta simetris antara 25% - 50% serta
tampak gelombang Sleep Spindle.
Dalam stadium inilah hormon pertumbuhan (Growth Hormon) dan
prolaktin dikeluarkan oleh tubuh. Hormon pertumbuhan akan digunakan
oleh tubuh untuk pertumbuhan pada bayi dan perbaikan jaringan yang
rusak. Hormon ini diperlukan untuk mempertahankan keutuhan maupun
kemudahan jaringan tubuh. Sementara prolaktin adalah hormon yang
banyak tedapat pada ibu menyusui. Semakin bagus kualitas tidur ibu
menyusui maka semakin tinggi pula produksi prolaktin.
Stadium tidur ini adalah tahap tidur terdalam. Untuk
membangunkan orang yang tidur terdalam membutuhkan rangsangan yang
lebih kuat. Rangsangan tersebut dapat berupa suara keras dan tepukan di
pundak berulang-ulang. Ketika bangun dari tahap ini, kita tidak bisa
langsung sadar sempurna. Diperlukan beberapa saat untuk memulihkan
diri dari rasa bingung dan disorientasi.

7
Tidur tahap R(REM)

Dari tahap N3 biasanya kita akan terus menanjak dan kembali


kepada tahap N2. EEG akan menunjukkan aktivitas otak yang
meningkatkan secara drastis. Ini adalah pertanda seseorangg akan
memasuki tahap tidur R (REM) atau hanyut dalam mimpi.
Tahap ini tubuh kita benar-benar tidak bisa menerima rangsangan
apapun. Hal ini dikarenakan tubuh tidak merespons aktivitas otak yang
menimbulkan lumpuh sesaat. Kelumpuhan ini dianggap sebagai sebuah
pemgaman dari semua aktivitas sehari-hari. Namun, jangan khawatir
karena masa lumpuh tersebut tidak berlangsung lama. Setelah 10 menit
melewati tahap R, maka kita akan masuk kembali ke tahap N2 dan
seterusnya hingga siklus tidur terpenuhi.
Menjelang pagi, hormon kortisol akan dikeluarkan. Hormon ini
biasa disebut sebagai hormon stres karena dikeluarkan oleh kelenjar
adrenal sebagai respon terhadap stres. Hal ini diasumsikan untuk
mengatasi stres yang akan dihadapi ketika siang hari.
Secara umum, tahapan dalam mekanisme tidur kita mengikuti pole
berikut : 1, 2, 3, 4, 3, 2, REM, 2, 3, 4, 3, 2, REM, 2, 3, 4, 3, 2, REM, 2, 3,
4, 3, 2, REM. Dan seterusnya. Dimana masing-masing siklus terjadi
sekitar 60 – 100 menit. Hal ini berbeda pada tiap orang.

Kebutuhan Istirahat dan Tidur Berdasarkan Usia

Durasi tidur dan kualitas bervariasi antara orang-orang dari semua


kelompok umur. Berikut pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur berdasarkan
pada masing-masing usia :

1. Neonatus

Neonatus atau bayi baru lahir sampai usia 3 bulan tidur rata-rata sekitar 16
jam sehari, tidur hampir terus-menerus selama minggu pertama. Siklus
tidur umumnya 40 – 50 menit dengan bangun setelah 1 – 2 siklus tidur.
Sekitar 50% dari tidur ini adalah tidur REM yang merangsang pusat otak

8
yang lebih tinggi. Hal ini penting untuk perkembangan karena neonatus
tidak bekerja cukup lama untuk stimulasi eksternal yang signifikan.

2. Bayi

Bayi biasanya mengembangkan pola tidur malam dengan mimpi buruk


dari usia 3 bulan. Bayi biasanya melakukan beberapa kali tidur siang,
namun tidur rata-rata selama 8 – 10 jam di malam hari dengan waktu tidur
total 15 jam per hari. Sekitar 30% dari waktu tidur adalah dalam siklus
REM. Bangun umumnya terjadi di pagi hari, meskipun tidak bisa lagi bayi
terbangun di malam hari.

3. Balita

Pada umur 2 tahun, anak-anak biasanya tidur sepanjang malam dan tidur
siang setiap hari. Total tidur rata-rata 12 jam sehari. Setelah 3 tahun, anak-
anak sering tidak tidur siang (Hockenberry dan Wilson, 2006). Umum bagi
balita untuk terbangun di malam hari. Persentase tidur REM terus
menerus. Selama masa ini, balita mungkin tidak mau tidur pada malam
hari karena kebutuhan otonomi atau takut berpisah dari orang tua mereka.

4. Anak-anak Prasekolah

Rata-rata lama tidur anak prasekolah adalah sekitar 12 jam semalam


(sekitar 20% adalah REM). Pada umur 5 tahun, anak prasekolah jarang
membutuhkan tidur siang kecuali dalam budaya di mana tidur siang
menjadi kebiasaan. Anak prasekolah biasanya mengalami kesulitan untuk
rileks atau menenangkan diri setelah melewati hari yang sangat aktif dan
memiliki masalah dengan ketakutan tidur, bangun pada malam hari, atau
mimpi buruk. Bangun sebentar dan kemudian terlelap lagi adalah hal yang
sering. Pada saat terbangun, anak akan menangis sebentar, berjalan-jalan,
berbicara yang tidak dipahami, tidur sambil berjalan, atau mengompol.

5. Anak Usia Sekolah

9
Jumlah tidur yang diperlukan beurvariasi sepanjang masa sekolah. Anak
usia 6 tahun rata-rata tidur 11 – 12 jam semalam, sedangkan anak usia 11
tahun tidur sekitar 9 – 10 jam. Anak usia 6 atau 7 tahun biasanya akan
pergi tidur dengan beberapa dorongan atau dengan melakukan kegiatan
yang tenang. Anak yang lebih tua sering menolak tidur karena suatu tidak
peduli dengan rasa lelahnya atau kebutuhan untuk bebas.

6. Remaja

Rata-rata remaja mendapatkan sekitar 71/2 jam tidur per malam. Tipikal
remaja yang khas dikarenakan sejumlah perubahan seperti kebutuhan
sekolah, kegiatan sosial setelah sekolah, dan pekerjaan paruh waktu yang
megurangi waktu untuk tidur. Waktu tidur yang sering disingkat
menghasilkan EDS. Mengurangi kinerja di sekolah, kerentanan terhadap
kecelakaan, masalah perilaku dan suasana hati, dan meningkatkan
penggunaan alkohol adalah hasil dari EDS karena kurangnya tidur.

7. Dewasa Muda

Kebanyakan orang dewasa muda rata-rata tidur 6 – 8,5 jam per malam.
Sekitar 20% dari waktu tidur adalah tidur REM yang tetap konsisten
sepanjang hidup. Tekanan dalam pekerjaan, hubungan keluarga, dan
kegiatan sosial sering mengarah pada insomnia dan penggunaan obat tidur.
Kantuk di siang hari menyebabkan peningkatan jumlah kecelakaan,
penurunan produktivitas, dan masalah interpersonal dalam kelompok usia
ini. Kehamilan meningkatkan kebutuhan tidur dan beristirahat. Insomnia,
gerakan tungkai yang periodik, sindrom kaki gelisah, dan gangguan
pernafasan saat tidur merupakan masalah umum selama trimester ketiga
kehamilan.

8. Dewasa Menengah

Selama masa dewasa menengah, total waktu tidur di malam hari mulai
menurun. Jumlah tidur stadium 4 mulai turun, penurunan terus berlanjut
seiring dengan meningkatnya usia. Insomnia sangat umum, mungkin

10
karena perubahan dan stres pada usia dewasa menengah. Kecemasan,
depresi, atau penyakit fisik tertentu yang menyebabkan gangguan tidur.
Wanita menopause sering mengalami gejala insomnia.

9. Lansia

Keluhan kesulitan tidur meningkat seiring dengan meningkatnya umur.


Episode tidur REM cenderung menyingkat. Ada penurunan progresif
dalam tidur tahap 3 dan 4 NREM, bahkan beberapa lansia hampir tidak
memiliki tidur tahap 4 atau tidur nyenyak. Seorang lansia terbangun lebih
sering di malam hari, dan memerlukan lebih banyak waktu untuk mereka
agar dapat tidur kembali. Kecenderungan untuk tidur siang tampaknya
semakin meningkat seiring bertambahnya usia karena sering terjaga di
malam hari.

Perubahan pola tidur sering disebabkan oleh perubahan dalam sistem saraf
pusat yang memengaruhi pengaturan tidur. Penurunan sensorik
mengurangi sensitivitas orang tua terhadap waktu untuk mempertahankan
irama sirkadian. (Potter dan Perry, 2010)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemenuhan Istirahat dan Tidur

Berikut sejumlah ufaktor yang memengaruhi kualitas dan kuantitas


tidur. Sering kali faktor tunggal bukanlah satu-satunya penyebab untuk
masalah tidur. Faktor fisiologis, psikologis, dan faktor lingkungan sering
mengubah kualitas dan kuantitas tidur.

1. Obat dan Substansi

Kantuk, insomnia, dan kelelahan sering terjadi sebagai akibat langsung


dari obat umum yang diresepkan. Obat ini mengubah pola tidur dan
menurunkan kewaspadaan di siang hari, yang kemudian menjadi masalah
bagi individu (Schweitzer, 2005). Obat yang diresepkan untuk tidur sering
menyebabkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Lansia

11
mengonsumsi berbagai obatuntuk mengontrol atau mengobati penyakit
kronis, dan efek gabungan beberapa obat bisa sangat mengganggu tidur.
Salah satu substansi yang mendukung terjadinya tidur di banyak orang
adalah L-triptofan, protein alami yang ditemukan dalam makanan seperti
susu, keju, dan daging.

2. Gaya Hidup

Rutinitas seseorang dapat memengaruhi pola tidur. Seseorang individu


yang bekerja secara rotasi sering mengalami kesulitan menyesuaikan
perubahan jadwal tidur. Kesulitan mempertahankan kewaspadaan selama
waktu kerja menghasilkan penurunan dan bahkan kinerja yang berbahaya.
Perubahan lain dalam rutinitas yang mengganggu pola tidur meliputi
melakukan pekerjaan berat yang tidak biasa, terlibat dalam kegiatan sosial
sampai larut malam, dan mengubah waktu makan malam.

3. Pola Tidur yang Lazim

Kantuk patologis terjadi ketika individu perlu atau ingin terjaga. Orang
yang mengalami kurang tidur sementara sebagai hasil dari aktivitas malam
yang aktif atau jadwal kerja yang diperpanjang, biasanya akan merasa
mengantuk keesokan harinya. Namun, mereka mampu mengatasi perasaan
ini meskipun mengalami kesulitan melaksanakan tugas dan tetap
memperhatikan. Kurang tidur yang kronis jauh lebih serius dari kurang
tidur sementara dan menyebabkan perubahan serius pada kemampuan
untuk melakukan fungsi sehari-hari. Kantuk cenderung paling sulit diatasi
selama melakukan tugas yang menetap (tidak aktif).

4. Stres Emosional

Stres emosional menyebabkan seseorang menjadi tegang dan sering


menyebabkan frustasi ketika tidak dapat tidur. Stres juga menyebabkan
seseorang berusaha terlalu keras untuk dapat tertidur, sering terbangun

12
selama siklus tidur, atau tidur terlalu lama. Sters yang berkelanjutan
menyebabkan kebiasaan tidur yang tidak baik.

Klien yang berusia lebih tua lebih sering mengalami kehilangan yang
mengarah ke sters emosional seperti pensiun, gangguan fisik, atau
kematian orang yang dicintai. Lansia dan orang yang menalami masalah
depresi suasana hati mengalami penundaan waktu tidur, munculnya tidur
REM labih awal, sering terbangun, meningkatkan waktu total tidur,
perasaan tidur buruk, dan bangun lebih awal.

5. Lingkungan

Lingkungan fisik dimana seseorang tidur secara signifikan memengaruhi


kemampuan untuk memulai dan tetap tidur. Ventilasi yang baik sangat
penting untuk tidur nyenyak. Ukuran kenyamanan, dan posisi tempat tidur
memengaruhi kualitas tidur.

Tingkat cahaya memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur.


Beberapa klien memilih kamar yang gelap, sedangkan yang lain seperti
anak-anak atau orang lansia, lebih menyukai cahaya lembut selama tidur.
Klien juga mengalami kesulitan tidur berhubungan dengan suhu kamar.
Sebuah ruangan yang terlalu hangat atau terlalu dingin sering
menyebabkan klien menjadi gelisah.

6. Latihan dan Kelelahan

Seseorang yang cukup lelah biasanya dapat diukur dengan nyenyak,


terutama jika kelelahan tersebut merupakan hasil kerja atau latihan yang
menyenagkan. Berolahraga 2 jam atau lebih sebelum tidur memungkinkan
tubuh untuk mendinginkan, mengurangi kelelahan, serta meningkatkan
relaksasi. Namun, kelelahan yang berlebihan yang berasal dari pekerjaan
yang melelahkan atau stres membuat sulit tidur. Ini adalah masalah umum
bagi anak-anak sekolah dasar dan remaja.

7. Makanan dan Asupan Kalori

13
Mengikuti kebiasaan makan yang baik penting untuk menciptakan tidur
yang baik. Makan besar, berat, dan/atau makanan pedas pada malam hari
sering mengakibatkan gangguan pencernaan yang mengganggu tidur.
Kafein, alkohol, dan nikotin yang dikonsumsi dimalam hari menghasilkan
insomnia. Kopi, teh, cola, dan coklat yang mengandung kafein dan
xanthenes menyebabkan keadaan tidak dapat tidur. Pengurangan secara
drastis atau menghindari zat-zat ini merupakan strategi penting yang bisa
digunakan untuk meningkatkan tidur. Beberapa alergi makanan
menyebabkan insomnia. Pada bayi, alergi susu kadang menyebabkan
bangun malam dan menangis atau kolik.

Kehilangan atau penambahan berat badan dapat memengaruhi pola tidur.


Berat badan berkontribusi pada apnea tidur obstruktif karena terjadi
peningkatan ukuran struktur jaringan lunak di saluran nafas bagian atas.
Berat badan menyebabkan insomnia dan penurunan jumlah tidur.
Gangguan tidur tertentu merupakan hasil dari diet semi-lapar yang populer
di masyarakat peduli berat badan.

Masalah yang Seringkali Ditemukan Sampai pada Pemenuhan Istirahat


dan Tidur

1) Insomnia

Insomnia merupakan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan


tidur baik secara kualitas maupun kuantitas. Seseorang yang terbangun
dari tidur, tetapi merasa belum cukup tidur dapat disebut mengalami
insomnia (Japardi, 2002).
Ada tiga jenis insomnia diantaranya:
a. Insomnia inisial: ketidakmampuan seseorang untuk dapat memulai
tidur.
b. Insomnia intermitten: ketidakmampuan untuk memepertahankan tidur
atau keadaan sering terjaga tidur.
c. Insomnia terminal: bangun secara dini dan tidak dapat tidur lagi

14
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami
insomnia diantaranya adalah rasa nyeri, kecemasan, ketakutan, tekanan
jiwa, dan kondisi yang tidak menunjang untuk tidur. Perawat dapat
membantu klien mengatasi insomnia melalui pendidikan kesehatan,
menciptakan lingkungan yang nyaman, melatih klien relaksasi, dan
tindakan lainnya.
Ada beberapa tindakan atau upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi insomnia yaitu:
a. Memakan makanan berprotein tinggi sebelum tidur, seperti keju atau
susu
b. Usahakan agar selalu beranjak tidur pada waktu yang sama
c. Hindari tidur di waktu siang atau sore hari
d. Berusaha untuk tidur hanya apabila merasa benar-benar kantuk dan
tidak pada waktu kesadaran penuh
e. Hindari kegiatan-kegiatan yang membangkitkan minat sebelum tidur
f. Lakukan latihan-latihan gerak badan setiap hari, tetapi tidak
menjelang tidur
g. Gunakan teknik-teknik pelepasan otot-otot serta meditasi sebelum
berusaha untuk tidur

2) Somnambulisme

Somnambulisme merupakan gangguan tingkah laku yang sangat


kompleks mencakup adanya otomatis dan semipurposeful aksi motorik,
seperti membuka pintu, menutup pintu, duduk di tempat tidur, emnabrak
kursi, berjalan kaki, dan berbicara. Somnambulisme ini lebih banyak
terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Seseorang yang
mengalami somnabulisme mempunyai risiko terjadinya cedera.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi somnabulisme
yaitu dengan membimbing anak. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk
mengatasi somnabulisme adalah dengan membuat lingkungan yang

15
nyaman dan aman, serta dapat pula dengan menggunakan obat seperti
Diazepam dan Valium.

3) Enuresis

Enuresis adalah kencing yang tidak disengaja (mengompol). Terjadi


pada anak-anak dan remaja, paling banyak terjadi pada laki-laki. Penyebab
secara pasti belum jelas, tetapi ada beberapa faktor yang dapat
menyebabkan enuresis seperti gangguan pada bladder, stres, dan toilet
training yang kaku. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah enuresis
anatara lain: hindari stres, hindari minum yang banyak sebelum tidur, dan
kosongkan kandung kemih (berkemih dulu) sebelum tidur.

4) Narkolepsi

Narkolepsi merupakan suatu kondisi yang dicirikan oleh keinginan


yang tak terkendali untuk tidur. Dapat dikatakan pula narkolepsi adalah
serangan mengantuk yang mendadak sehingga ia dapat tertidur pada setiap
saat di mana serangan tidur (kantuk) tersebut datang.
Penyebab narkolepsi secara pasti belum jelas, tetapi diduga terjadi
akibat kerusakan genetika sistem saraf pusat dimana periode REM tidak
dapat dikendalikan. Serangan narkolepsi ini dapat menimbulkan bahaya
apabila terjadi pada waktu mengendarai kendaraan, pekerja yang bekerja
pada alat-alat yang berputar-putar, atau berada di tepi jurang.
Obat-obat agripnotik dapat digunakan untuk mengendalikan
narkolepsi yaitu sejenis obat yang membuat orang tidak dapat tidur. Obat
tersebut diantarnya jenis ampetamin.

5) Night terrors

Night terrors adalah mimpi buruk. Umumnya terjadi pada anak usia 6
tahun atau lebih. Setelah tidur beberapa jam, anak tersebut langsung
terjaga dan berteriak, pucat dan ketakutan.

16
6) Mendengkur

Mendengkur disebabkan oleh rintangan terhadap pengaliran udara di


hidung dan mulut. Amandel yang membengkak dan adenoid dapat menjadi
faktor yang turut menyebabkan mendengkur. Pangkal lidah yang
menyumbat saluran napas pada lansia. Otot-otot di bagian belakang mulut
mengendur lalu bergetar jika dilewati udara pernapasan.

TIDUR DALAM PANDANGAN ISLAM

Tidur adalah rihlah (rekreasi)nya ruh dengan naiknya ia ke atas langit, dimana
ketika itulah Allah mengenggam ruh tersebut. Allah memberikan kita permisalan
tentang kematian dan kebangkitan seperti permisalan tidur dan bangun, sehingga
dekatlah maknanya dan menjadikan akal kita mudah memahaminya. Allah SWT
berfirman :

Artinya : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa
(orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang
telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu
yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Az-Zumar [39]:42)

17
Sebagian ulama salaf berkata, “Allah menggenggam jiwa orang yang telah
mati ketika dia mati dan memegang jiwa orang yang hidup ketika tiurnya. Maka,
jika yang Allah kehendaki untuk saling mengenal akan saling mengenal.
Kemudian, Dia menahan jiwa orang yang telah mati dan melepaskan jiwa yang
lainnya sampai waktu yang ditentukan, yaitu sampai sisa ajalnya. Sebagaimana
firman Allah SWT :

Artinya : “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia
mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia
membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah
ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan
kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai
kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, diutus-Nya kepadamu malaikat-
malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang
diantara kamu, dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-
malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Al-An’am [6]:60-61)

Ibnu katsir berkata dalam tafsifnya, “Allah SWT mengatakan bahwa Dia
mematikan hamba-Nya ketika tidur di malam hari. Dengan begitu, maka tidur
merupakan kematian kecil. Pada ayat ini, Allah menyebutkan perihal dua
kematian; besar dan kecil. Maka, pada tempat ini Dia menyebutkan hukum dua
kematian; yang kecil kemudian yang besar.”

18
Syaikh Utsaimin berkata dalam kitabnya Syarh Riyadh Ash-Shalihin (Juz
2, hal 654), “Tidur adalah salah satu ayat (tanda kuasa) Allah SWT. Sebagai
contoh, suatu kaum yang tidur di kamar, teras atau di atas tanah; maka mereka
tidur layaknya mayat yang tidak dapat merasakan sesuatu. Lalu, mereka semua
akan dibangkitkan Allah SWT. Kemudian, manusia diberi gambaran tentang tidur
dengan gambaran yang lain yaitu, dihidupkannya kembali orang-orang yan sudah
mati setelah kematiannya. Maka Dzat yang mampu untuk mengembalikan ruh
ketika manusia tersadar dan bangkit dari tidurnya lalu melkukan segala
aktiviasnya di dunia, juga mamu untuk membangkitkan orang-orang yang mati
dari kuburan mereka dan berkuasa atas segala sesuatu.”

2.2 Adab-adab Sebelum Tidur


Rasulullah SAW telah menganjurkan untuk mengamalkan berbagai adab
sebelum tidur. Diantaranya sebagai berikut :

1. Tidak tidur sebelum shalat Isya’ kecuali dalam keadaan darurat seperti
untuk mengulang (muraja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani
keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah Radhiyallahu
anhu:

َ ‫َاء َو ْال َح ِدي‬


‫ْث َب ْعدَهَا‬ ِ ‫صالَةِ) ْال ِعش‬
َ ( ‫سلَّ َم يَ ْك َرهُ النَّ ْو َم قَ ْب َل‬
َ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ِ‫أ َ َّن النَّب‬
َ ‫ي‬

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur


malam sebelum (shalat Isya’) dan berbincang-bincang (yang tidak
bermanfaat) setelahnya.” (Shahih Bukhari, 567)

2. Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu’ terlebih dahulu


walaupun dalam keadaan junub sebagaimana hadits:

َّ ‫ض َج َعكَ فَت ََوضَّأ ْ ُوض ُْو َءكَ ِلل‬


‫صالَ ِة‬ ْ ‫ ِإذَا أَتَيْتَ َم‬.

19
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka
hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk
melakukan shalat.” [HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710]

Dan dari Ibnu Umar, bahwasanya Umar bin Khathab bertanya kepada
Rasulullah SAW, “Apakah salah seorang diantara kami boleh tidur
sedangkan dia dalam keadaan junub? Nabi bersabda, “Ya, jika salah
seorang di antara kalian berwudhu, maka tidurlah; walaupun dalam
keadaan junub.” (Muttafaq ‘Alaih, Al-Lu’lu’ Wal Marjan, 177)

3. Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk


kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak
mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri
sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam:

‫ش ِقِّكَ اْأل َ ْي َم ِن‬


َ ‫ط ِج ْع َعلَى‬
َ ‫ض‬
ْ ِ‫ا‬.

“Berbaringlah dengan memiringkan badan ke sebelah kananmu.” [HR.


Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710]

Pada saat kita tidur dalam posisi ini, jantung hanya akan terbebani
oleh paru-paru kiri yang berukuran lebih kecil. Selain itu tidur dalam
posisi ini akan menempatkan hati pada posisi yang stabil dan juga posisi
ini sangat baik untuk sisitem pencernaan. Penelitian menunjukkan saat
kita tidur dengan posisi menyamping ke kanan, makanan akan mampu
dicerna oleh usus dalam waktu 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan, dalam
posisi tidur yang lain, makanan baru selesai dicerna setelah 5 sampai 8
jam.

20
4. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik
ketika tidur malam ataupun tidur siang. Sebagaimana hadits:

ُ َ‫ضجْ َعةٌ َي ْبغ‬


‫ض َها هللاُ َع َّز َو َج َّل‬ َ ‫ ِإنَّ َها‬.

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang


dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla.”[2]

5. Membaca ayat-ayat al-Qur-an, antara lain:


a. Membaca ayat kursi:

َّ ‫ي ْالقَيُّو ُم ۚ ََل ت َأ ْ ُخذُهُ ِسنَةٌ َو ََل ن َْو ٌم ۚ لَهُ َما فِي ال‬ َٰ
ِ ‫ت َو َما فِي ْاأل َ ْر‬
‫ض‬ ِ ‫س َم َاوا‬ ُّ ‫َّللاُ ََل إِلَهَ إِ ََّل ه َُو ْال َح‬ َّ ۗ ‫َم ْن ذَا‬
‫ش ْيءٍ ِم ْن ِع ْل ِم ِه إِ ََّل بِ َما‬ ُ ‫الَّذِي يَ ْشفَ ُع ِع ْندَهُ إِ ََّل بِإِذْنِ ِه ۚ يَ ْعلَ ُم َما بَيْنَ أ َ ْيدِي ِه ْم َو َما خ َْلفَ ُه ْم ۖ َو ََل ي ُِحي‬
َ ِ‫طونَ ب‬
‫ي ْال َع ِظي ُم‬
ُّ ‫ظ ُه َما ۚ َوه َُو ْال َع ِل‬ َ ‫ت َو ْاأل َ ْر‬
ُ ‫ض ۖ َو ََل يَئُودُهُ ِح ْف‬ َّ ‫شَا َء ۚ َو ِس َع ُك ْر ِسيُّهُ ال‬
ِ ‫س َم َاوا‬

Artinya : “Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia,
Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-
Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa
yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi
syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-
apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan
mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan
apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan
bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya,
dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”

Keterangan ini tercantum di dalam Shahih al-Bukhari dengan


syarahnya, Fat-hul Baari XI/267 no. 2311, 5010 (cet. Daar Abi Hayaan,
1416 H)

Manfaat membaca ayat Kursi (ketika akan tidur) adalah


sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa membaca ayat Kursiy (ketika akan tidur), maka Allah
senantiasa menjaganya dan tidak akan didekati syaitan sampai Shubuh.”
Hal ini shahih berdasarkan hadits di atas.

21
b. Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah:

‫س ِل ِه ََل نُفَ ِ ِّر ُق‬ َّ ‫سو ُل ِب َما أ ُ ْن ِز َل ِإ َل ْي ِه ِم ْن َربِِّ ِه َو ْال ُمؤْ ِمنُونَ ۚ ُك ٌّل آ َمنَ ِب‬
ُ ‫اَّللِ َو َم َال ِئ َكتِ ِه َو ُكتُ ِب ِه َو ُر‬ ُ ‫الر‬
َّ َ‫آ َمن‬
ً ‫َّللاُ نَ ْف‬
‫سا‬ َّ ‫ف‬ ُ ‫﴾ ََل يُ َك ِ ِّل‬٢٨٥﴿ ‫ير‬ ُ ‫ص‬ ِ ‫غ ْف َرانَكَ َر َّبنَا َو ِإ َليْكَ ْال َم‬ َ َ ‫س ِم ْعنَا َوأ‬
ُ ۖ ‫ط ْعنَا‬ َ ‫س ِل ِه ۚ َوقَالُوا‬ ُ ‫َبيْنَ أ َ َح ٍد ِم ْن ُر‬
‫طأْنَا ۚ َر َّبنَا َو ََل تَحْ ِم ْل‬
َ ‫اخذْنَا إِ ْن نَسِينَا أَ ْو أَ ْخ‬
ِ ‫ت ۗ َربَّنَا ََل ت ُ َؤ‬ ْ َ‫إِ ََّل ُو ْسعَ َها ۚ لَ َها َما َك َسب‬
َ َ ‫ت َو َعلَ ْي َها َما ا ْكت‬
ْ ‫س َب‬
‫ْف َعنَّا َوا ْغ ِف ْر‬ َ ‫ص ًرا َك َما َح َم ْلتَهُ َعلَى الَّذِينَ ِم ْن قَ ْب ِلنَا ۚ َربَّنَا َو ََل ت ُ َح ِ ِّم ْلنَا َما ََل‬
ُ ‫طاقَةَ لَنَا بِ ِه ۖ َواع‬ ْ ِ‫َعلَ ْينَا إ‬
َ‫ص ْرنَا َعلَى ْالقَ ْو ِم ْالكَافِ ِرين‬ ُ ‫ار َح ْمنَا ۚ أ َ ْنتَ َم ْو ََلنَا فَا ْن‬
ْ ‫لَنَا َو‬

Artinya: “Rasul telah beriman kepada al-Qur-an yang diturunkan


kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang
beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-
Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya.
(Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membedabedakan antara
seorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-Rasul-Nya,’ dan
mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka
berdo’a): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat
siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a):
‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau
bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb
kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak
sanggup kami memikulnya. Beri ma-aflah kami; ampunilah
kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’” [Al-Baqarah/2:
285-286][4]

a. Membaca Tri Qul yakni surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nasr. Hal ini
berdasarkan pada riwayat-riwayat yang menganjurkan hal tersebut.

22
Yaitu dengan cara mengumpulkan dua tapak tangan lalu ditiup dan
dibacakan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nasr, kemudian dengan dua
telapak tangan mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya
dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan, hal ini diulang
sebanyak 3 (tiga) kali. [HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari XI/277 no.
4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayaan), Muslim no. 2192, Abu Dawud no.
3902, At Tirmidzi no. 3402 dan Ibnu Majah no. 3539.

6. Hendaknya mengakhiri berbagai do’a tidur dengan do’a berikut:

ْ َ‫س ْلتَ َها فَاحْ ف‬


ُ ‫ظ َها بِ َما تَحْ َف‬
‫ظ‬ َ ‫ َوإِ ْن أ َ ْر‬،َ‫ار َح ْمها‬ َ ‫ إِ ْن أ َ ْم‬،ُ‫ض ْعتُ َج ْنبِي َوبِكَ أَ ْرفَعُه‬
ْ َ‫س ْكتَ نَ ْف ِس ْي ف‬ َ ‫بِاس ِْمكَ َربِِّي َو‬
َ‫صا ِل ِحيْن‬
َّ ‫بِ ِه ِعبَادَكَ ال‬.

Artinya :“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku.


Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila
Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya.
Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah,
sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang
shalih.”

ً‫ َر ْغبَة‬، َ‫ظ ْه ِري إِلَيْك‬ َ ُ‫ضتُ أ َ ْم ِري إِلَيْكَ َو َو َّج ْهتُ َوجْ ِهي إِلَيْكَ َوأ َ ْل َجأْت‬ ْ ‫اللَّ ُه َّم أ َ ْسلَ ْمتُ نَ ْفسِي إِلَيْكَ َوفَ َّو‬
َ‫ آ َم ْنتُ ِب ِكت َا ِبكَ ا َّلذِي أَ ْنزَ ْلت‬، َ‫ َلَ َم ْل َجأ َ َوَلَ َم ْن َجا ِم ْنكَ ِإَلَّ ِإلَيْكَ أ َ ْست َ ْغ ِف ُركَ َوأَت ُ ْوبُ ِإلَيْك‬, َ‫َو َر ْهبَةً ِإلَيْك‬
َ‫س ْلت‬
َ ‫و ِبنَ ِب ِيِّكَ الَّذِي أَ ْر‬.
َ

Artinya : “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan


urusanku kepada-Mu aku menghadapkan wajahku kepada-Mu,
dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap
dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan
menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu, aku
memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, aku
beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi
yang Engkau utus.” [HR. Al-Bukhari no. 247, 6113, 6313, 7488,
Muslim no. 2710, Abu Dawud no. 5046 dan at-Tirmidzi no. 3394]

23
َ‫فَا ْغ ِف ْر ِلي َما قَد َّْمتُ َو َما أ َ َّخ ْرتُ َو َما أَس َْر ْرتُ َوما أ َ ْعلَ ْنتُ َو َما أ َ ْنتَ أ َ ْعلَ ُم بِ ِه ِمنِِّ ْي أَ ْنتَ ْال ُمقَ ِدِّ ُم َوأ َ ْنت‬
ْ
َ‫ال ُم َؤ ِ ِّخ ُر َلَ إِلهَ إَِلَّ أَ ْنت‬.

Artinya : “Ampunilah dosa-dosaku di masa lalu dan masa yang akan


datang, yang tersembunyi, serta yang nampak. Engkaulah
Yang terdahulu dan Yang terakhir dan tidak ada ilah yang
berhak diibadahi kecuali Engkau.” [HR. Al-Bukhari no. 1120,
6317 dan Muslim no. 2717]

ُ َ‫اَللِّ ُه َّم قِنِ ْي َعذَابَكَ يَ ْو َم ت َ ْبع‬.


َ‫ث ِعبَادَك‬

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksa-Mu pada hari dimana
Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” [HR. Abu
Dawud no. 5045, at-Tirmidzi no. 3399, Ibnu Majah no. 3877
dan Ibnu Hibban no. 2350. Lihat Shahiih at-Tirmidzi no.
III/143]

7. Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi


yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan do’a:

ُ َّ‫ض َو َما َب ْي َن ُه َما ْال َع ِزي ُْز ْالغَف‬


‫ار‬ ِ ‫ت َواْأل َ ْر‬
ِ ‫س َم َاوا‬ ُ ‫احد ُ ْالقَ َّه‬
َّ ‫ َربُّ ال‬،‫ار‬ ِ ‫َلَ إِلهَ إَِلَّ هللاُ ْال َو‬.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Mahaesa,
Maha Perkasa, Rabb Yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada
di antara keduanya, Yang Mahamulia lagi Maha Pengampun.” [HR. Al-
Hakim I/540 disepakati dan dishahihkan oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat
Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah no. 2066]

8. Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau
merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdo’a sebagai
berikut:

‫اطي ِْن َوأَ ْن يَحْ ض ُُر ْو ِن‬ َّ ‫ت ال‬


ِ َ‫شي‬ ِ ‫ضبِ ِه َو ِعقَابِ ِه َوش ِ َِّر ِعبَا ِد ِه َو ِم ْن َه َمزَ ا‬ ْ ‫ت‬
َ ‫من َغ‬ ِ ‫أَع ُْوذ ُ بِ َك ِل َما‬.
ِ ‫ت هللاِ التَّا َّما‬

24
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari
murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan
para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” [HR. Abu Dawud
no. 3893, at-Tirmidzi no. 3528 dan lainnya. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-
Shahii-hah no. 264]

9. Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar
Radhiyallahu anhuma :

‫َام فِ ْي ُك ِِّل َعي ٍْن ثَالَثَةَ أَ ْميَا ٍل‬


َ ‫اإلثْ ِم ِد ُك َّل لَ ْيلَ ٍة قَ ْب َل أ َ ْن يَن‬
ِ ِ‫سلَّ َم َكانَ يَ ْكت َِح ُل ب‬
َ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ِ‫أ َ َّن النَّب‬.
َ ‫ي‬

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa


memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak
tidur malam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai celak pada
kedua matanya sebanyak tiga kali go-resan.” [HR. Ibnu Majah no. 3497.
Lihat Syamaa-il Muhammadiyyah hal. 44]

10. Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari


kotoran) ketika hendak tidur.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

َ ُ‫شهُ َو ْلي‬
ُ‫س ِ ِّم هللاَ فَإِنَّهُ َلَ َي ْعلَ ُم َما َخلَفَهُ َب ْعدَه‬ ِ َ‫ ِإذَا َجا َء أ َ َحد ُ ُك ْم إِلَى فِ َرا ِش ِه فَ ْل َيأ ْ ُخذْ د‬.
ْ ُ‫اخلَةَ ِإزَ ِار ِه فَ ْل َي ْنف‬
َ ‫ض ِب َها فِ َرا‬

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil


potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut
sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi
sepeninggalnya tadi.” [HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-
Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050. Lafazh yang seperti ini
berdasarkan riwayat Muslim]

11. Mematikan lampu sebelum tidur


Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda :” Padamkanlah
lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah

25
rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman.” (Sahih
Bukhori 5301).

12. Anjuran qoyluulah (tidur siang)


Berkata Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan
siang walaupun tidak tidur". Berdasarkan hadits: Dari Sahl Bin Sa'd dia
berkata: "Tidaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat
jum'at". Juga Rasulullah bersabda: "Qoyluulah kalian sesungguhnya
syaithon tidak qoyluulah".

13. Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul)
pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dadanya dari setiap
kemarahannya kepada manusia lainnya.

14. Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat


(merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang
pernah diucapkan.

15. Hendaknya bersegera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan
memohon ampun kepada Allah dari setiap dosa yang dilakukan pada hari
itu.

16. Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari
tempat pembaringan, yaitu:

ُ ُّ‫ا َ ْل َح ْمد ُ ِهللِ الَّذِي أَحْ يَانا َ بَ ْعدَ َما أ َ َماتَنَا َو ِإلَ ْي ِه الن‬.
‫ش ْو ُر‬

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah


ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” [HR. Al-Bukhari
no. 6312 dan Muslim no. 2711]

2.3 Sunnah-sunnah Setelah Bangun Tidur

26
Sunnah-sunnah setelah bangun tidur:
(a). Mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan, berdasarkan hadits
berikut:

‫س ُح النَّ ْو َم َع ْن َو ْج ِه ِه بِيَ ِد ِه‬ َ َ‫سلَّ َم فَ َجل‬


َ ‫س يَ ْم‬ َ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ َ َ‫فَا ْست َ ْيق‬.
ُ ‫ظ َر‬

“Maka bangunlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tidurnya


kemudian duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangannya.” [HR. Muslim
no. 763 (182)]

(b). Bersiwak

ِ ‫ش فَاهُ بِال ِس َِّو‬


‫اك‬ ُ َ‫ظ ِمنَ اللَّ ْي ِل ي‬
ُ ‫ص ْو‬ َ َ‫سلَّ َم إِذَا ا ْست َ ْيق‬
َ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو‬
َ َ‫ َكان‬.

“Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun malam membersihkan


mulutnya dengan bersiwak.” [HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255]

(c). Beristintsaar (mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah


menghirupnya)

ُ ‫طانَ َي ِبيْتُ َعلَى َخ ْي‬


‫ش ْو ِم ِه‬ َّ ‫َام ِه فَ ْل َي ْست َ ْنثِ ْر ثَالَثا ً فَإ ِ َّن ال‬
َ ‫ش ْي‬ ِ ‫ظ أ َ َحد ُ ُك ْم ِم ْن َمن‬
َ َ‫ ِإذَا ا ْست َ ْيق‬.

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka


beristintsaarlah tiga kali karena sesungguhnya syaitan bermalam di rongga
hidungnya.” [HR. Bukhari no. 3295 dan Muslim no. 238].

(d). Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam:

‫َاء َحتَّى يَ ْغ ِس َل َها ثَالَثًا‬ ْ ‫ظ أ َ َحد ُ ُك ْم ِم ْن ن َْو ِم ِه فَالَ يَ ْغ ِم‬


ِ ‫س يَدَهُ فِي اْ ِإلن‬ َ َ‫إِذَا ا ْست َ ْيق‬.

“Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan


tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” [HR. Al-Bukhari
no. 162 dan Muslim no. 278]

2.4 Penerapan pada Pasien dengan Gangguan Tidur

27
1. Anjurkan Pasien Berwudhu Sebelum Tidur

Selain memiliki banyak keutamaan, wudhu sangat bermanfaat


terhadap kesehatan. Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, peneliti bidang penderita
penyakit dalam dan penyakit jantung di London mengatakan “Para pakar
sampai pada kesimpulan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan
mengembalikan tubuh yang lemah menjadi lebih kuat, mengurangi
kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan,
dan insomnia (susah tidur)” Para pakar syaraf (neurologis) telah
membuktikan bahwa dengan air wudhu yang mendinginkan ujung – ujung
syaraf jari – jari tangan dan jari – jari kaki berguna untuk memantapkan
konsentrasi pikiran dan menjadikan rileks. (Ali, 2009, Manfaat Wudhu).

Percikan air wudhu pada beberapa anggota tubuh menghadirkan


rasa damai dan tentram. Dengan sendirinya pikiran akan tunduk dengan
rasa damai itu, hingga ia menjadi sangat rileks. Saat pikiran rileks, tubuh
pun ikut rileks (Anonim, 2005). Dengan keadaan rileks dan keadaan otot-
otot yang kendur dapat memberikan kenyamanan sebelum tidur sehingga
siapapun dapat memulai tidur.

2. Anjurkan pada Pasien Posisi Tidur Menyamping ke Kanan


a) Sunnah Posisi Tidur Menyamping Kekanan Dalam Pandangan
Medis

Pada saat kita tidur dalam posisi ini jantung hanya akan terbebani
oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Selain itu tidur dengan cara ini
akan menenpatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu posisi ini juga
sangat baik bagi pencernaan, penelitian menunjukkan saat kita tidur
dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus
dalam 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan dalam posisi tidur yang lain
makanan baru akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam.

28
b) Tidur dengan Menyamping ke Kiri

Tidur miring ke kiri ternyata jugalah tidak baik untuk kesehatan,


terutama organ jantung. Hal ini dikarenakan saat kita tidur pada posisi ini,
maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar, akan menekan
kearah paru-paru sebelah kiri. Hal ini akan berpengaruh kepada kinerja
jantung, terutama kepada orang yang berusia lanjut.

c) Tidur dengan Tengkurap

Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara


tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu aan mengalami
kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah
dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat
bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan
oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.”

Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan


kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur
tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping.

Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah


penelitian di Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian
mendadak pada anak-anak yang tidur tengkurap.

Fakta-fakta tersebut sejalan dengan apa yang diajarkan dalam


Islam, sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari
Rasulullah SAW bahwa beliau pernah melihat seorang pria yang sedang
tidur dengan posisi tengkurap, lalu beliau bersabda,

“Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dimurkai oleh Allah


dan Rasul-Nya.” (HR Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi)

29
3. Membaca Al-Qur’an Sebelum Tidur

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di


Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya
dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik
mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan
fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa,


menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang
dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang
dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan
bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah,
detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh
besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan
penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya


yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah
penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika
Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu
mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men
dengarkannya.

4. Mematikan Lampu Sebelum Pasien Tidur

Terdapat hasil penelitian yang membahas dan memahami tentang


pentingnya memelihara keadaan ruangan tidur dalam posisi gelap yang
berpengaruh terhadap irama sirkadian tubuh. Irama sirkadian atau
Circardian rhythm berasal dari bahasa Latin. Circa yang berarti kira-kira

30
dan Dies berarti hari (circardies = kira-kira satu hari). Irama sirkadian
adalah perubahan fisik, mental, dan perilaku mahluk hidup yang mengikuti
siklus tertentu dalam periode 24 jam, terutama sebagai akibat pengaruh
terang dan gelap. Dalam 24 jam tubuh akan mengalami fluktuasi berupa
temperatur, pola aktivitas gelombang otak, kemampuan untuk bangun,
aktivitas lambung, denyut jantung, tekanan darah dan kadar hormon,
produksi hormon, regenerasi sel dan aktivitas biologis lainnya.

Berdasarkan survei yang di lakukan departemen kesehatan di


Amerika dari 1000 orang laki-laki dan perempuan mereka di suruh tidur di
kamar yang terang dan di hari berikutnya tidur di kamar yg gelap. Dari
hasil studi tersebut 95% orang mengatakan tidur diruangan yang gelap
ketika bangun pagi mereka merasakan tubuhnya lebih segar dan
tidurnyapun puas.

5. Anjurkan Pasien untuk Qoyluulah (Tidur Siang)

Tidur sementara saat menjelang tengah hari atau dalam Islam


disebut dengan istilah Qoyluulah dipercayai oleh ilmuan bahwa hal
tersebut memiliki manfaat yang besar jika dipraktikkan pada semua usia.
Penelitian-penelitian yang lalu telah menunjukkan bahwa tidur sebentar
sesaat menjelang tengah hari dapat meningkatkan kewaspadaan,
meningkatkan fungsi kognisi, dan juga bermanfaat untuk penggabungan
memori.

Penelitian kesehatan yang dilakukan di Yunani juga menunjukkan


hasil yang membahagian tentang manfaat Qoyluulah ini. Penelitian
tersebut menyimpulkan bahwa responden dewasa yang melakukan tidur
sejenak sebelum tengah hari selama tiga kali seminggu memiliki risiko
kematian karena penyakit jantung 37% lebih rendah daripada mereka yang
tidak melakukan hal tersebut (qoyluulah).

31
Dalam beberapa dekade terakhir, telah muncul secara signifikan
pengetahuan manusia tentang psikologi tidur, gangguan dalam tidur, dan
pentingnya mendapatkan tidur yang cukup. Islam juga menyediakan
informasi yang signifikan tentang sejarah dan budaya sudut pandang tidur.
Rasulullah SAW telah menekankan kepada umatnya tentang pentingnya
tidur bagi kesehatan.

Oleh karena itu, para ilmuan masa kini hendaknya melibatkan dan
menggunakan literatur-literatur Islam yang membahas tentang masalah
tidur ini. Akan banyak jawaban yang membantu para ilmuwan modern
karena jauh sebelum kehidupan hiruk pikuk dunia dimulai, Allah SWT
telah merancang sebuah sistem kehidupan terbaik termasuk tentang tidur
sebagai bagian kecil dari kehidupan.

32
BAB 4
PENUTUP
Kesimpulan
Istirahat dan tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia
yang termasuk ke dalam kebutuhan fisiologis. Istiarahat dan tidur sebagai
salah satu kebutuhan dasar yang universal, karena semua manusia
membutuhkan kebutuhan tidur dan istirahat. Hal ini mengindikasikan bahwa
tidur memiliki peranan yang penting bagi manusia. Potter & Perry (2005)
mengatakan bahwa kebutuhan untuk istirahat dan tidur adalah penting bagi
kualitas hidup semua orang. Namun demikian, tiap individu memiliki
kebutuhan yang berbeda dalam jumlah tidur (Quantity of Sleep) dan kualitas
tidur (Quality of Sleep).
Fungsi dari istirahat dan tidur adalah memperbaiki keadaan
fisiologis dan psikologis,melepaskan stress dan ketegangan, memulihkan
keseimbangan alami diantara pusat-pusat neuron, waktu untuk memperbaiki
dan menyiapkan diri untuk periode bangun,memperbaiki proses biologis dan
memelihara fungsi jantung, mengembalikan konsentrasi dan aktivitas sehari-
hari, menghemat dan menyediakan energi bagi tubuh, memelihara kesehatan
optimal dan mengembalikan kondisi fisik tubuh. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur antara lain penyakit,
lingkungan, kelelahan, gaya hidup, stress emosional, stimulan dan alkohol,
diet, merokok, medikasi, motivasi.Sedangkan masalah yang seringkali
ditemukan terkait pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur diantaranya insomnia,
parasomnia, hipersomnia, narkolepsi, apnea saat tidur.

33
WOC (Web of Caution)

Ritual sebelum tidur Kegemaran yang tak


kenal waktu

Kenyamanan lingkungan Kenyamanan lingkungan

Kebiasaan tidur di
malam hari

Pemenuhan istirahat Pemenuhan istirahat


berkurang berkurang

Stress psikologi Stress psikologi

Ganguan pemenuhan
tidur

insomnia

Proses penymbuhan
lebih lama

34
DAFTAR PUSTAKA
1. Capernito-Moyet.2010.Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi13.
Jakarta:EGC
2. McCance KL, et al.2010.Pathophisiology:The Biology Basic For Disease
In Adults and Children.6th Edition.Mosby Elsevier
3. NANDA International.2011.Nursing Diagnosis : Definitions &
Classification 2012-2014.Heather Herdman. Alih Bahasa Made
Sumarwati, S.Kp., MN. EGC:Jakarta
4. Potter,Perry.2013.Fundamental of Nursing.8th Edition.Mosby Elsevier
5. Potter,Perry.2011.Basic Nursing.7th Edition.Mosby Elsevier
6. Potter,Perry.2010.Fundamentals of Nursing Fundamental Keperawatan.
Buku 3 Edisi 7.Salemba Medika:Jakarta
7. Siregar, Mukhlidah Hanum.2011.Mengenal Sebab-sebab, Akibat-akibat,
dan Cara Terapi Insomnia.Flashbooks:Jogjakarta
8. Wilkinson dan Ahern.2009.Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi
9.Jakarta:EGC_________http://www.e-jurnal.com/2013/12/pengertian-
tidur-menurut-para-ahli.html, diakses 27 Maret 2015
9. Buku Etika Tidur Nabi (Muhammad Hasan Yusuf)
10. Buku Ensiklopedia Adab Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah Jilid 2
11. (Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada)
12. Buku Islam On The Spot (Dr. Rangga Almahendra, ST., MM)
13. Buku Jalan Kebahagian Sejati Menggapai Keseimbangan dan
Kebermaknaan Kehidupan Pribadi, Keluarga, dan Sosial (Adnan
Tharsyah)
14. Sumber bahasan dari Sleep from a perspective Islam oleh Prof. Ahmed S.
BaHammam The University Sleep Disorders Center, Departemen of
Medicine College of Medicine, King Saudi University Riyadh, Saudi
Arabia.
15. Jurnal Pengaruh Terapi Wudhu Sebelum Tidur Terhadap Kejadian
Insomnia Jangka Pendek pada Usia Lanjut di PSTW Budhi Dharma
Ponggalan Yogyakarta Tahun 2010, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
(Yuli Purwaningsih)

35