Anda di halaman 1dari 9

[Jurnal Hukum

[UNIVERSITAS MATARAM]
JATISWARA]

PENGARUH LAMPAU WAKTU TERHADAP GUGATAN

Nurun Ainuddin1
Fakultas Teknik Universitas Mataram

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan hanya
berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum
dipublikasikan. Penelitian ini tidak langsung terjun ke lapangan dalam pencarian sumber
datanya dan bisa dilakukan di rumah, perpustakaan dan tempat yang lainnya. Adapun tujuan
dari penelitian ini adalah (1) Untuk membuktikan bahwa pengaruh lampau waktu terhadap
gugatan merupakan kebutuhan masyarakat yang mendesak, (2) Untuk membuktikan bahwa
pengaruh lampau waktu sering kali menimbulkan permasalahan hukum bahkan tidak jarang
sampai ke pengadilan dan (3) Untuk mengetahui sejauh mana usaha pemerintah didalam
mengatur masalah pengaruh lampau waktu melalui peraturan-peraturan maupun perundang-
undangan yang ada dalam berbagai kebijaksanaan. Adapun hasil yang ingin dicapai adalah
sejauhmana pemberian hak substitusi oleh penggugat sehingga perkara yang sedang dihadapi
dapat diputuskan oleh hakim harus benar-benar adil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
Pengaruh lampau waktu berakibat pada suatu gugatan yang tidak jarang menimbulkan
perselisihan di semua kalangan. hal ini harus ditinjau dari kasus ke kasus dan selalu
diperhatikan perkembangan masyarakat dimana kasus tersebut terjadi.
Kata kunci: Lampau waktu, gugatan dan pengaruh

ABSTRACT
EXPIRY EFFECTS ON LAWSUIT

This research is a literaturestudies that conducted solely based on written work,


including either published research or not published research. This study does not directly go
to the field in search of the source data but can be done at home, in the library and other
places. The objectives of this study were (1) To prove that the effect of the expiry of the
lawsuit is a vitalcommunity needs, (2) To prove that the effect of expiry often lead to legal
problems and mostly ends in the court room and (3) To know how far the government's
efforts to regulate expiry, through regulations and legislation in the various policies. As
results to be achieved is how far the right of substitution by the plaintiff inthe case can be
decided by a judge to be completely fair. The conclusion of this study is the Effect of expiry,
resulting in a lawsuit which often led to disputes in all circles. This should be evaluated from
case to case and is always considered the development of the community where the case
occurred.
Key Word: Expiry, lawsuit

Pokok Muatan
PENGARUH LAMPAU WAKTU TERHADAP GUGATAN ............................................ 367

1 Dosen tetap Fakultas Teknik Universitas Mataram


[Fakultas Hukum Universitas Mataram] | Jurnal Hukum JATISWARA 367
[Jurnal Hukum
[FAKULTAS HUKUM]
JATISWARA]
A. PENDAHULUAN........................................................................................................... 368
1. Latar Belakang ......................................................................................................... 368
2. Rumusan Masalah .................................................................................................... 368
B. TUJUAN PENELITIAN ................................................................................................. 368
C. METODE PENELITIAN ................................................................................................ 369
D. PEMBAHASAN ............................................................................................................. 369
E. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................................... 374
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 375

A. PENDAHULUAN Dalam hukum acara perdata orang


yang merasa bahwa haknya dilanggar
1. Latar Belakang
disebut penggugat sedangkan bagi orang
Sesuai dengan kodratnya manusia yang ditarik ke muka pengadilan karena
diciptakan oleh Tuhan Yang Maha dianggap bersalah disebut tergugat. Menu-
Pengasih untuk hidup bersama dengan rut yurisprudensi gugatan cukup ditujukan
manusia lainnya (bermasyarakat). Dalam kepada orang yang secara nyata menguasai
hidup bermasyarakat ini mereka saling barang sengketa.
menjalin hubungan yang apabila diteliti 2. Rumusan Masalah
jumlah dan sifatnya tidak terhingga
banyaknya. Berdasarkan uraian di atas maka
dapatlah dirumuskan permasalahan dalam
Di dalam kehidupan bermasyara- penulisan sebagai berikut:
kat, tiap orang mempunyai kepentingan
yang berbeda antara yang satu dengan 1. Bagaimana pengertian pengaruh
yang lainnya. Ada kalanya kepentingan lampau waktu terhadap gugatan dan
mereka itu saling bertentangan yang dapat akibat-akibatnya?
menimbulkan sengketa atau masalah. 2. Apa akibat hukum perdata/acara
Untuk menghindari hal tersebut mereka perdata dengan adanya lampau waktu
mencari solusi dengan membuat peraturan terhadap gugatan?
yang berisi ketentuan hukum yang harus 3. Apakah suatu perkara dianggap selesai
ditaati oleh setiap orang. Setiap orang di dengan adanya pengaruh lampau
haruskan berprilaku yang sopan sehingga waktu?
hubungan antar sesama akan tejaga atau
terlindungi. Apabila kaidah hukum itu di B. TUJUAN PENELITIAN
langgar, maka yang bersangkutan akan
dikenakan sanksi atau hukuman. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah:
Perlu ditegaskan bahwa yang
dimaksud dengan kepentingan adalah hak- 1. Untuk membuktikan bahwa pengaruh
hak dan kewajiban perdata yang diatur lampau waktu terhadap gugatan meru-
dalam hukum perdata materil. Hukum pakan kebutuhan masyarakat yang
acara perdata juga disebut hokum perdata mendesak.
formil yaitu kesemuanya kaidah hukum 2. Untuk membuktikan bahwa pengaruh
yang menentukan dan mengatur cara lampau waktu sering kali menimbulkan
bagaimana melaksanakan hak-hak dan
permasalahan hukum bahkan tidak
kewajiban-kewajiban perdata sebagaimana
jarang sampai ke pengadilan.
yang diatur dalam hukum perdata materil.

368 Jurnal Hukum JATISWARA | [ Fakultas Hukum Universitas Mataram]


[Jurnal Hukum
[UNIVERSITAS MATARAM]
JATISWARA]

3. Untuk mengetahui sejauh mana usaha dengan menggunakan metode pembahasan


pemerintah didalam mengatur masalah yang terdiri dari wawancara terhadap para
pengaruh lampau waktu melalui per- pihak(hakim atau pengacara) yang banyak
aturan-peraturan maupun perundang- terlibat atau berhubungan dengan masalah
undangan yang ada dalam berbagai ini. Metode yang digunakan antara lain;
kebijaksanaan a. Deduktif yaitu metode yang bertitik
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: tolak dari hal-hal yang bersifat umum
kemudian ditarik kesimpulan yang
1. Sebagai usaha untuk mengembangkan
bersifat khusus.
ilmu hukum perdata khususnya hukum
acara perdata dalam rangka pembinaan b. Induktif yaitu metode yang bertitik
hukum nasional. tolak dari hal-hal yang bersifat khusus
kemudian ditarik kesimpulan yang
2. Menjadi ilmu pengetahuan bagi
bersifat umum.
masyarakat khususnya bagi aparat
pemerintahan dan instansi yang terkait D. PEMBAHASAN
terhadap pengaruh lampau waktu.
1. Pengertian Permohonan Dan
3. Menjadi masukan bagi para penegak Gugatan
hukum, aparatur pelaksanaan yang
Perbedaan antara gugatan dengan
terkait agar dalam melaksanakan tugas
permohonan adalah dalam perkara gugatan
dan kewajiban sesuai dengan ketentuan
ada suatu sengketa atau konflik yang harus
yang berlaku.
diselesaikan dan diputuskan oleh peng-
C. METODE PENELITIAN adilan. Dalam suatu gugatan ada seorang
atau lebih “merasa” bahwa haknya atau
Untuk memperoleh data dalam pene-
hak mereka telah dilanggar, akan tetapi
litian ini, peneliti menggunakan metode
orang yang “dirasa” melanggar atau
penelitian sebagai berikut:
dilanggar haknya mereka itu, tidak mau
1. Metode Pengumpulan Data secara sukarela melakukan sesuatu yang
a. Library Research (Metode Kepusta- diminta itu. Untuk menentukan siapa benar
kaan) yaitu penelitian normatif dengan dan berhak diperlukan adanya suatu
menggunakan kepustakaan untuk men- putusan hakim. Disini hakim benar-benar
dapatkan bahan-bahan yang diperlukan berfungsi sebagai hakim yang mengadili
yang ada hubungannya dengan pokok- dan memutus siapa diantara pihak-pihak
pokok pembahasan ini dengan cara tersebut yang benar dan siapa yang tidak
mempelajari buku-buku, tulisan serta benar.
bahan-bahan lainnya. Dalam perkara yang disebut
b. Comparative Study yaitu dengan cara permohonan tidak ada sengketa. Misalnya
membandingkan teori maupun factor apabila segenap ahli waris almarhum
yang ada untuk mendapatkan kesim- secara bersama-sama mengahadap peng-
pulan-kesimpulan yang dapat dijadikan adilan untuk mendapat suatu penetapan
pegangan dalam penyusunan tulisan perihal masing-masingan dari warisan
ini. almarhum berdasarkan ketentuan pasal 236
a HIR. Disini hakim hanya sekedar
2. Metode Pengolahan data memberi jasa-jasanya sebagai seorang
Bahan yang di kumpulkan kemudian tenaga tata usaha Negara. Hakim tersebut
disusun dalam satu bentuk karya ilmiah mengeluarkan suatu penetapan atau lazim-
nya disebut putusan declarator, yaitu suatu
[Fakultas Hukum Universitas Mataram] | Jurnal Hukum JATISWARA 369
[Jurnal Hukum
[FAKULTAS HUKUM]
JATISWARA]
putusan yang bersifat menetapkan, mene- saksinya telah wafat atau sudah jompo dan
rangkan saja. Dalam persoalan ini hakim pikun sehingga tidak dapat memberi
tidak memutuskan suatu konflik seperti keterangan yang berharga.
halnya dalam perkara gugatan. Disamping perkara gugatan, dimana
Permohonan yang banyak diajukan terdapat pihak penggugat dan pihak ter-
di muka pengadilan negeri adalah gugat, ada perkara-perkara yang disebut,
mengenai permohoan pengangkatan anak permohonan, diajukan oleh seorang pe-
angkat, wali, pengampu, perbaikan akta mohon atau lebih secara bersama-sama.
catatan dan sebagainya.
2. Kekuasaan Mutlak dan Relatif
Dalam hukum barat mengenal Suatu gugatan jangan sampai keliru,
istilah kadaluarsa yang tertuang dalam
maka cara mengajukan gugatan harus
sebuah buku yang menyebutkan ada dua diperhatikan benar-benar oleh penggugat
macam pengertian kadaluarsa, yaitu: bahwa gugatan harus diajukan secara tepat
1. Kadaluarsa yang menyebabkan sese- kepada badan pengadilan yang benar-benar
orang dibebaskan dari suatu kewajiban berwenang untuk mengadili persoalan
atau yang menyebabkan hak menuntut tersebut,
seseorang menjadi gugur. Dalam hukum acara perdata dikenal dua
2. Kadaluarsa yang menyebabkan sese- macam kewenangan adalah:
orang memperoleh suatu hak tertentu. 1. Kekuasaan mutlak atau absolute
Kadaluarsa ini mengharuskan adanya competentie
iktikad baik dari orang yang akan
memperoleh hak tersebut. 2. Wewenang relative atau relative
competentie
Kadaluarsa adalah semacam upaya
hukum, sehingga tentang adanya kada- Wewenang mutlak adalah menyang-
luarsa harus dikemukakan oleh pihak kut pembagian kekuasaan antara badan-
lawan dalam jawabannya di muka hakim. badan peradilan. Dilihat dari macamnya
Apabila hal itu tidak dikemukakan, maka pengadilan menyangkut pemberian keku-
kadaluarsa tidak berlaku secara otomatis. asaan untuk mengadili. Misalnya persoalan
mengenai perceraian bagi yang beragama
Apabila dikemukakan eksepsi islam. Berdasarkan pada ketentuan pasal
bahwa hak untuk menuntut telah kada- 63 (1) a undang-undang No. 1 tahun 1974
luarsa dan alasan tersebut ternyata ber- adalah wewenang pengadilan agama.
dasar, maka gugatan akan dinyatakan tidak Sedangkan persoalan warisan non muslim,
dapat diterima. Namun apabila eksepsi sewa menyewa, utang piutang, jual beli,
tersebut dianggap berdasar, maka eksepsi gadai, hipotik adalah merupakan wewe-
tersebut akan ditolak dan mengenai pokok nang pengadilan negeri.
perkara akan di putus. Dalam hal yang
pertama putusan yang akan dijatuhkan Wewenang relative mengatur pem-
adalah putusan akhir, sedangkan dalam hal bagian kekuasaan mengadili antara
yang kedua yang dijatuhkan berupa pengadilan yang serupa tergantung dari
putusan sela. tempat tinggal tergugat. Azasnya yang
berwenang adalah pengadilan negeri
Dalam hukum adat tidak mengenal tergugat. Tempat tinggal seseorang adalah
istilah kadalursa, namun pengaruh waktu tempat dimana seseorang menempatkan
lampau dapat menyebabkan dasar suatu pusat kediamannya lebih jelasnya apabila
gugatan suatu perkara yang sudah tidak sesuai dengan kartu tanda penduduknya.
dapat dibuktikan lagi, misalnya saksi-
370 Jurnal Hukum JATISWARA | [ Fakultas Hukum Universitas Mataram]
[Jurnal Hukum
[UNIVERSITAS MATARAM]
JATISWARA]

Apabila sesorang pindah tanpa meninggal- ini dalam praktek disebut surat gugatan.
kan alamat barunya dan kediamannya tidak Oleh karena gugatan harus diajukan
diketahui, maka digugat pada pengadilan dengan surat, maka bagi mereka yang buta
tempat tinggal yang terahir. Terhadap azas huruf dibuka kemungkinan untuk meng-
ini ada pengecualian diantaranya: Seperti ajukan gugatan secara lisan kepada ketua
yang tercantum dalam pasal 118 HIR itu pengadilan negeri yang berwenang untuk
sendiri: mengadili perkara itu.
1. Gugatan diajukan pada pengadilan Menurut yurisprudensi surat guga-
negeri tempat kediaman tergugat tan yang bercap jempol harus dilegalisir
apabila tempat tinggal tergugat tidak terlebih dahulu. Gugatan yang bercap
diketahui. jempol yang tidak dilegalisasi berdasarkan
yurisprudensi bukanlah batal, tetapi akan
2. Apabila tergugat terdiri dari 2 orang
dikembalikan utuk dilegalisasi kemudian.
atau lebih, gugatan yang diajukan pada
tempat tinggal salah seorang dari para Surat gugatan harus ditandatangani
tergugat, penggugat yang menentukan oleh penggugat atau wakilnya. Yang
pilihan dimana akan mengajukan dimaksud dengan wakil disini adalah
gugatannya. Akan tetapi tergugat ada 2 seorang kuasa yang berdasarkan suatu
orang seperti contoh berikut adalah surat kuasa khusus untuk membuat dan
orang yang berhutang dan orang lain menandatangani surat gugatan. Surat guga-
yang jadi penjaminnya, maka gugatan tan selain harus memiliki tanggal, tetapi
yang harus diajukan kepada pengadilan juga harus menyebut nama jelas penggugat
negeri pihak yang berhutang. dan tergugat serta tempat tinggal mereka
dan kalau dianggap perlu dapat pula
3. Apabila tempat tinggal dan tempat
disebutkan kedudukan penggugat dan
kediaman tergugat tidak diketahui,
tergugat. Surat gugatan sebaiknya di ketik
gugatan diajukan kepada pengadilan
atau dapat juga di tulis tangan diatas kertas
negeri tempat tinggal penggugat.
biasa dan tidak bermaterai. Perlu diperhati-
Gugatan ini harus tentang barang tetap,
kan bahwa surat gugatan harus dibuat
artinya untuk mendapatkan barang
dalam beberapa rangkap yang satu helai
tetap tersebut.
yang asli untuk untuk pengadilan negeri,
4. Apabila ada tempat tinggal yang dipilih satu helai untuk arsip penggugat dan
dengan suatu akta, gugatan yang masing-masing tergugat
diajukan kepada ketua pengadilan
Setelah surat gugatan atau gugatan
negeri tempat tinggal yang dipilih
lisan dibuat maka surat tersebut dapat
dalam akta tersebut.
didaftarkan ke pengadilan negeri yang
5. Apabila dalam hal tergugat tidak cakap bersangkutan serta harus membayar lebih
untuk menghadapi di muka pengadilan, dahulu uang persekot sesuai dengan
gugatan diajukan kepada ketua penga- ketentuan. Besarnya persekot atau uang
dilan negeri tempat tinggal orang muka yang harus dibayar oleh penggugat
tuanya atau wali. ini tergantung pada sifat dan macam
3. Gugatan Lisan dan Tertulis perkara. Untuk penerimaan uang muka
tersebut kepada penggugat atau kuasanya
Menurut ketentuan pasal 118 HIR diberikan kwitansi tanda penerimaan uang
gugatan harus diajukan dengan surat yang resmi.
permintaan yang ditandatangani oleh
penggugat atau wakilnya. Surat permintaan Surat gugatan harus memuat
gambaran yang jelas mengenai persoalan
[Fakultas Hukum Universitas Mataram] | Jurnal Hukum JATISWARA 371
[Jurnal Hukum
[FAKULTAS HUKUM]
JATISWARA]
yang diperkarakan. Dalam hukum acara dari pemerintah pusat melakukan per-
perdata bagian dari gugatan yang disebut buatan tersebut di daerah luar Jakarta.
Fundamenteum petendi atau posita. Suatu Menurut Staatsblad yang berhak
posita terdiri dari dua gugatan, yaitu bagian mengadili Negara dimuka pengadilan
yang memuat alasan-alasan berdasarkan adalah jaksa atau pegawai lain yang
keadaan dan bagian yang memuat alasan- ditunjuk oleh Menteri pada dewasa ini
alasan berdasarkan hukum. pada umumnya yang mewakili Negara
Dalam surat gugatan harus pula Republik Indonesia adalah Kepala Biro
dilengkapi dengan petitum yaitu apa hal Hukum Departemen atau Instansi Peme-
yang diinginkan atau diminta oleh rintah yang bersangkutan.
penggugat agar diputuskan, ditetapkan dan Dalam mengajukan gugatan harus
diperitahkan oleh hakim. Petitum ini harus diperhatikan dengan baik, bahwa yang
lengkap dan jelas karena bagian dari surat diberi kuasa dan juga tergugat atau para
gugatan ini yang terpenting. Menurut pasal tergugat harus benar-benar orang yang
178 HIR hakim wajib mengadili semua dapat mewakili pihak yang bersangkutan.
bagian dari petitum dan hakim dilarang Pengajuan gugatan yang secara keliru
untuk memutuskan lebih daripada apa yang
artinya yang diajukan dan ditujukan
diminta oleh penggugat. terhadap orang yang tidak dapat mewakili
4. Pihak-pihak yang berperkara suatu badan hukum atau yang tidak dapat
bertindak sebagai wali, maka gugatan
Pada dasarnya setiap orang boleh
dinyatakan tidak diterima. Apabila hal itu
berperkara di pengadilan, namun ada
terjadi maka itu berarti bahwa penggugat
pengecualiannya yaitu mereka yang belum
akan kehilangan waktu, uang dan tenaga
dewasa dan orang yang sakit ingatan.
dengan percuma.
Mereka itu yang tidak boleh berperkara
sendiri di depan pengadilan melainkan Mengenai surat kuasa khusus yaitu
harus di damping oleh orang tuanya atau surat kuasa yang harus dipakai dalam
walinya dan bagi mereka yang sakit ingata persidangan di pengadilan negeri.
diwakili oleh pembimbingnya. Mahkamah Agung dalam putusanya me-
nyatakan bahwa surat surat kuasa dari
Perseroan Terbatas atau PT yaitu
penggugat asal yang menjadi dasar bagi
suatu badan hukum yang dapat juga
kuasanya untuk mengajukan gugatan
menjadi pihak dalam perkara. Yang harus
tidaklah khusus sifatnya, karena tidak
bertindak untuk dan atas nama hukum
menyebutkan obyek apa saja yang digugat.
tersebut, berdasarkan anggaran dasarnya
adalah direktur PT tersebut. Seseorang yang mewakili salah satu
pihak yang berpekara harus merupakan
Apabila Negara digugat, maka
wakil yang sah, misalnya orang yang
gugatan yang harus diajukan terhadap
mewakili tergugat harus mempunyai surat
Pemerintah Republik Indonesia yang
kuasa yang menyebut nomor perkara.
diwakili oleh Departemen Dalam Negeri.
Dalam hal pihak tergugat hendak meng-
Mahkamah Agung dalam salah satu
ajukan gugatan balik atau dalam
putusannya mengemukakan bahwa dibe-
rekonpensi, maka surat kuasanya harus
narkan adanya kemungkinan untuk
memuat dengan tegas mengenai akan
menggugat Negara pada Pengadilan Negeri
diajukannya surat gugatan balik terhadap
di luar Jakarta. Ini dapat terjadi apabila
penggugat. Sehubungan dengan hal ini
pembesar yang bertindak sebagai kuasa
perlu dikemukan pertimbangan pengadilan
tinggi yang dibenarkan oleh Mahkamah
372 Jurnal Hukum JATISWARA | [ Fakultas Hukum Universitas Mataram]
[Jurnal Hukum
[UNIVERSITAS MATARAM]
JATISWARA]

Agung bahwa dalam rekonpensi yang dengan lengkap harus dimuat dalam berita
diajukan oleh seorang kuasa yang tidak acara pemeriksaan sidang. Apabila di
diberi kuasa untuk mengajukan gugatan kemudian hari diajukan permohonan
dalam rekonpensi harus dinyatakan tidak banding atau kasasi oleh kuasa tersebut
diterima. untuk keperluan tersebut tidak diperlukan
surat kuasa lagi.
Surat kuasa khusus dapat dibuat
dengan akta dibawah tangan atau dengan 5. Pengaruh Lampau Waktu Terhadap
akta otentik dibuat didepan notaris. Surat Gugatan
kuasa tersebut dapat dilimpahkan kepada Didalam hukum acara perdata
orang lain. Apabila pemberi kuasanya tentanglampau waktu akan berakibat
disertai hak untuk dilimpahkan. Surat
bahwa kedudukan yang sebenar-benarnya
kuasa yang dilimpahkan pada bagian mengenai suatu hal sudah tidak dapat
ahirnya memuat kalimat “surat kuasa ini diketahui lagi dengan pasti oleh karena
diberikan hak substitusi”. Perkara terjadi dahulu. Selain itu saksi-saksi sudah
substitusi artinya menggantikan , jadi tidak ada lagi yang dapat memberi kete-
mengganti orang yang semula diberi kuasa. rangan yang berguna, kalau masih ada
Apabila surat kuasa yang bersangkutan mereka sekedar merupakan saksi-saksi de
dilimpahkan seluruhnya kepada orang lain auditu.
yang telah ditujukan oleh yang diberi
kuasa, maka untuk selanjutnya penerimaan Kesalahan penggugat bahwa ia telah
kuasa semula yang telah melimpahkan sekian lama tanpa suatu alasan yang sah
haknya tidak berhak lagi untuk mewakili telah berdiam diri, telah mengajukan
pihak yang ber-sangkutan dipersidangan gugatan sehingga ia sekarang sudah tidak
pemeriksaan perkara tersebut dan dapat membuktikan dalil yang menjadi
menandatangani surat-surat yang dasar gugatan. Dalam soal warisan pada
berhubungan dengan perkara yang umumnya para ahli waris membiarkan
bersangkutan. Lain halnya apabila yang waktu berlalu tanpa meminta pembagian,
disubstitusikan hanyalah untuk sebagian setelah sekian lama timbullah suatu
saja, misalnya kuasa tersebut menunjuk sengketa. Dalam persoalan ini hakim harus
seseorang sekedar untuk menyerahkan berhati-hati untuk memberikan bagian
jawaban atau menghadap pada suatu yang seharusnya diterima oleh masing-
sidang tertentu atau kuasa substitusi hanya masing ahli waris
diberi kuasa untuk menerima surat replik. Menurut Prof. Mr. B. Ter Mar Bzn,
Apabila surat kuasa tidak dimuat kalimat pengaruh lampau waktu dapat berakibat:
“surat kuasa ini diberikan dengan hak
substitusi” dan kemudian ternyata 1. Bahwa suatu hutang oleh karena
disubstitusikan kepada orang lain, maka dibiarkan terlalu lama tidak di tagih
limpahan tersebut tidak sah. atau hak seseorang ahli waris untuk
menuntut menjadi hapus oleh karena
Pemberian kuasa dapat juga diberi- dia sekian lama telah diam meskipun ia
kan di muka persidangan. Apabila tidak diikutsertakan dalam perjanjian
pemberian kuasa tersebut bermaksud untuk jual beli sawah yang merupakan bagian
dapat dilimpahkan atau untuk mengajukan dari warisan tersebut.
permohonan banding atau kasasi, maka
mengenai hal tersebut harus tegas 2. Karena lampau waktu hal ini dianggap
dikatakan sewaktu pemberian kuasa lisan sebagai persangkaan untuk meng-
tersebut. Pemberian kuasa semacam ini anggap ada atau menganggap telah
hilang suatu hak atau fakta hokum.
[Fakultas Hukum Universitas Mataram] | Jurnal Hukum JATISWARA 373
[Jurnal Hukum
[FAKULTAS HUKUM]
JATISWARA]
Bukti perlawanan dapat diajukan hal Apabila hakim berhubung dengan
tersebut dianggap telah terbukti. lampau waktu menganggap bahwa
duduknya perkara tidak dapat di selidiki
3. Bahwa gugatan yang dinyatakan tidak
lagi sehingga hakim tidak bersedia lagi
dapat diterima oleh karena didasarkan
mengadili perkara itu, maka lampau waktu
hal-hal terjadi dahulu. Perkara telah
tidak berfungsi lagi.
kadaluarsa merupakan perkara lama.
Pasal 34 ayat (2) Ordonnansi
Dalam hal pihak tergugat hendak
Pengadilan Adat berbunyi bahwa apabila
mengemukakan pengaruh lampau waktu
diajukan gugat tentang pelanggaran hukum
sebagai alat hukum untuk dapat meme-
diundur-undurkan dengan tidak beralasan
nangkan perkaranya. Dalam hukum adat
yang layak dengan waktu yang lama,
hal itu tidak harus dikemukakan, tidaklah
sehingga penyelidikan duduknya perkara
dapat dibenarkan apabila hakim menge-
atau pemulihan hukum menjadi sangat sulit
mukakan hal tersebut untuk menyatakan
maka hakim dapat menolak gugatan
gugatan tidak dapat diterima, karena
tersebut.
putusan hakim yang demikian itu melang-
gar tata tertib hukum acara. Bagi pengadilan Negeri tidak ada
peraturan seperti pasal tersebut dari
Pengaruh lampau waktu terhadap
Ordonansi Pengadilan Adat, akan tetapi
hubungan-hubungan hukum adalah demi-
hakim Pengadilan Negeri adalah berkuasa
kian, sehingga hakim dapat menentukan
menetapkan segala peraturan acara perdata
bahwa sebagai akibat lampau waktu
yang sekedar memenuhi kebutuhan
sebagai berikut:
praktek.
a. Suatu hubungan hukum adalah lahir.
E. KESIMPULAN DAN SARAN
b. Suatu hubungan hukum adalah menjadi
hapus. 1. Kesimpulan

c. Terbuktilah lahirnya suatu hubungan Berdasarkan hasil penelitian yang


hukum. telah dilakukan maka peneliti menyim-
pulkan bahwa:
d. Terbuktilah hapusnya suatu hubungan
hukum. a. Istilah kadaluarsa adalah semacam
upaya hukum, sehingga tentang adanya
e. Beban pembuktian pindah kepada kadaluarsa harus dikemukakan oleh
pihak yang lain. pihak lawan dalam jawabannya, maka
f. Perkara tidak dapat diperiksa. kadaluarsa tidak berlaku secara
otomatis.
Apabila hakim menentukan, bahwa
sebagai akibat dari lampau waktu adalah b. Apabila dikemukan eksepsi bahwa hak
lahir atau telah hapus suatu hubungan untuk menuntut telah kadaluarsa dan
hukum, maka lampau waktu itu mem- alasan tersebut ternyata berdasar, maka
punyai akibat atau fungsi materil. Dalam gugatan dinyatakan tidak dapat
hal ini perlawanan tidak diperkenankan. diterima. Namun apabila eksepsi ter-
sebut dianggap tidak berdasar, maka
Apabila hakim, berhubung dengan eksepsi tersebut akan ditolak dan
lampau waktu menganggap telah terbukti mengenai pokok perkara akan diputus.
lahirnya atau hapusnya sesuatu hubungan
hukum maka lampau waktu itu mempunyai c. Dalam hal pihak tergugat hendak
akibat atau fungsi pembuktian. Dalam hal mengemukakan pengaruh lampau
ini pembukian lawannya dapat diajukan. waktu sebagai alat hukum untuk dapat

374 Jurnal Hukum JATISWARA | [ Fakultas Hukum Universitas Mataram]


[Jurnal Hukum
[UNIVERSITAS MATARAM]
JATISWARA]

memenangkan perkaranya. Dalam Bandung.


hukum adat halite pula harus Supomo, 1985. Hukum Acara Perdata
dikemukakan sebagai eksepsi dalam Pengadilan Negeri. Pradya
persidangan. Paramita: Jakarta.
d. Kesalahan penggugat jika telah sekian Subekti, 1977. Hukum Acara Perdata
lama tanpa alasan yang masuk akal BHPN( Badan Hukum Pembinaan
dalam mengajukan gugatan sehingga Negara). Bina Cipta: bandung
tidak dapat membuktikan dalil yang
menjadi dasar gugatan. Wirjono Pradjodikoro,1977. Hukum Acara
Perdata di Indonesia. Mahkamah
e. Pengaruh lampau waktu berakibat pada Agung Republik Indonesia: Jakarta.
suatu gugatan, hal ini harus ditinjau
dari kasus ke kasus dan selalu
diperhatikan perkembangan masya-
rakat dimana kasus tersebut terjadi.
2. Saran
a. Bagi ahli waris yang mempunyai
warisan harta benda yang banyak
diharapkan untuk segera membagi
warisannya dengan ahli waris yang
lain, dikarenakan hal ini sangat rentang
terjadi sehingga menimbulkan per-
selisihan di lingkungan keluarga
sendiri.
b. Bagi hakim yang menangi kasus
tersebut diharapkan berlaku adil
terhadap hasil yang diputuskan, karena
pertanggung jawabannya bukan saja di
dunia tetapi juga sampai ke ahirat.
c. Bagi peneliti berikutnya diharapkan
untuk lebih rinci dan teliti dalam
melakukan penelitian, hal ini dikarena-
kan penelitian ini masih jauh dari
kesempurnaan.

DAFTAR PUSTAKA

Cihir Ali, 1985. Yurisprudensi Hukum


Acara Perdata Indonesia. Nur
cahaya: Yogyakarta.
Rotnowulan Sutantio dan Iskandar, 1985.
Hukum Acara Perdata Dalam Teori
dan Praktek. Mandar Maju:

[Fakultas Hukum Universitas Mataram] | Jurnal Hukum JATISWARA 375