Anda di halaman 1dari 4

Kenapa Orang Tionghoa Sangat Hati-Hati Memilih

Menantu?
Mereka belajar dari kisah berikut ini.
Alkisah, pada zaman dahulu di daerah Benteng (sekarang Tangerang), ada
seorang kaya raya yang hartanya diperkirakan takkan habis 10 turunan. Tapi
karena 'Salah Pilih Menantu', pada turunan ke 6 ludes sudah harta tersebut.

Inilah silsilah tragis keluarga marga "Tjuan".


Tjuan Tje Tiau punya anak Tjuan Tje Ban.
Tjuan Tje Ban punya anak Tjuan Tje Tjeng.
Tjuan Tje Tjeng punya anak Tjuan Tje Pek.
Namun Tjuan Tje Pek cuma punya anak perempuan bernama Tjuan Tje Tun.
Tjuan Tje Tun menikah dengan marga "Bo".
Dan di sinilah 'Awal' dari kepailitannya.

Anak-anaknya Tjuan Tje Tun bernama:


BO TJUAN, BO KEK, BO HWAT, BO KANG TAU, BO CENG LI dan BO CAI SIE.

Dari anak-anaknya ini, lahirlah cucu-cucunya yang bernama:


BO LU, BO CAY, BO CIAK, BO PANG SAI, BO PAK dan BO NYOK.
Maka habislah riwayat keluarga marga "Tjuan".

Kisah ini diceritakan kembali oleh salah satu cicit BO CIAK yang bernama BO
HONG.

Khasiat Daun Pisang


Luar biasa! Obat tradisional daun pisang.
Daun pisang ternyata bisa menyembuhkan berbagai macam gejala-gejala
penyakit seperti:
1. Perut perih,
2. Keringat dingin,
3. Badan gemetar,
4. Kurang konsentrasi,
5. Pusing / sakit kepala,
6. Mata berkunang-kunang, dan
7. Lemas tak bertenaga

Caranya mudah saja:


Ambil daun pisang lalu taruh nasi, ikan asin, jengkol dan sambal. Lebih bagus lagi
jika ditambah daging empal atau ayam bakar. Lalu makanlah pelan-pelan! Maka
gejala seperti di atas akan teratasi.
SELAMAT MENCOBA!
Maaf Memaafkan
Alhamdulillah, nuansa Ramadhan mulai terasa, nyaman, penuh nuansa maaf-
memaafkan.

Tadi saya ke ATM.


ATM pun meminta maaf, "Maaf, saldo Anda tidak mencukupi".
Saya pun memaafkan.

Saya mencoba menelpon.


Operator pun meminta maaf, "Maaf, pulsa Anda tidak mencukupi".
Saya pun ikhlas memaafkan.

Alangkah indahnya hidup saling maaf-memaafkan.


*****

Alhamdulillah, kebutuhan pokok seperti beras, daging, telor, buat lebaran nanti
udah siap. Baju lebaran buat sekeluarga juga udah siap. Tenang dah!
Tinggal nyari duit buat belinya!

Naik Onta
Udin lagi melancong ke Arab. Dan seperti orang Indonesia yang lainnya, ia juga
ikut tour naik onta.

Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, yang ketika Udin bilang "Duduk",
onta langsung duduk. Namun lain kejadiannya. Onta di Arab, walaupun Udin
sudah bilang "Duduk, Sit, Jongkok, Diuk", sang onta tetap saja berdiri, dan
akibatnya Udin tidak bisa naik. Udin pun lalu bertanya kepada pawang onta.

Pawang Onta (PO): "Bilang 'Assalamualaikum...', baru onta duduk"

Udin: "Asalamualaikum..."

Si onta langsung duduk. Udin pun naik dan onta langsung berdiri lagi.

Udin: "Jalan! Ayo jalan!"

Namun si onta tetap diam. Dipukul-pukul punggungnya, onta tetap tidak mau
jalan.

PO: "Bilang 'Bismillah...' kalo mau jalan!"

Udin: "Bismillah..."
Onta pun jalan. Udin senang sekali jalan naik onta bersama Pawang Onta yang
berjalan di sampingnya.

Tak lama kemudian, Udin bertanya, "Pawang! Gimana cara nyuruh ontanya lari
ya?"

PO: "Bilang aja 'Alhamdulilah...'!"

Udin: "Alhamdulilah..."

Dan onta pun berlari. Udin senang sekali. Saking senangnya, Udin bilang lagi
"Alhamdulilah...", dan si onta berlari tambah kencang, hingga si Pawang Onta
makin ketinggalan.

Ketika Udin sudah jauh, si Pawang Onta baru ingat, ia belum memberi tahu
caranya onta berhenti. Dari jauh si pawang berteriak, "Kalo mau berhenti, bilang
Innalillahi...!!!"

Namun karena sudah jauh, Udin tidak mendengarnya. Dan si onta terus berlari
dengan kencang, sampai akhirnya di kejauhan Udin melihat di depan ada jurang
yang sangat dalam.

Udin ketakutan dan mencoba menghentikan onta. "Stop! Stop! Berhenti!


Stoooop...!!!". Namun onta tetap berlari, dan jurang sudah terpampang di depan
mata.

"Haduuuh... Mati gue...!!!", kata Udin. Dalam kepanikannya, tak sadar dia
berteriak, "INNALILLAHI...!!!", sambil memejamkan mata pasrah.

CKIIIIIT...!!! Onta mendadak berhenti. Dan ketika Udin membuka mata, dia persis
berada di bibir jurang. Saking senangnya tidak jadi mati, Udin berteriak,
"ALHAMDULILLAH...!!!"

PLUNG...!!! Masuk jurang deh... 😥😥😥

*****

Terkena Penyakit Cina


Seorang turis Amerika berlibur ke Cina. Ketika di Cina, iabermain dengan wanita
nakal tanpa memakai kondom. Seminggu kemudian, ia pulang ke AS dan
menemukan alat vitalnya diselimuti lingkaran- lingkaran warna hijau dan ungu.

Dengan ketakutan ia segera pergi ko dokter. Dokter yang kebingungan, karena


belum pernah melihat hal ini, melakukan sejumlah tes dan mengatakan bahwa
hasil tes akan diketahui dua hari lagi.
Turis tersebut kembali lagi dua hari kemudian dan dokternya berkata: "Berita
buruk. Nama penyakit anda adalah Mongolian VD. Sangat langka dan hampir
tidak pernah terdengar disini. Kami hanya tahu sangat sedikit mengenai penyakit
ini."

Si turis kebingungan dan menjawab: "Ya... diapain deh dok, terserah... pokoknya
cepat sembuh." Jawab si dokter, "Maaf, sampai saat ini belum diketahui metode
penyembuhan yang tepat. Rasanya kami harus mengamputasi alat vital anda."

Si turis berteriak ketakutan, "Enak ajah! Nggak boleh! Aku mau cari doker lain!"
Jawab si dokter: "Yaaa.. terserah, silahkan saja, tapi operasi amputasi adalah
jalan satu-satunya."

Maka besoknya si turis mencari dokter Cina, dengan harapan setidaknya dia tahu
sesuatu mengenai penyakit ini. Si dokter Cina memeriksanya dan berkata
"Penyakit anda langka looo, ini namanya Mongolian VD, aaaa." Si turis kesal dan
menjawab: "Iya.. saya tahu, tapi apa bisa disembuhkan? Dokter Amerika kemarin
bilang kalau satu-satunya cara dioperasi dan diamputasi, bener nggak sih?"

Dokter Cina itu tertawa dan menggelengkan kepala, "Aiyaaa.. doktel Amelika
wodoh aaaa... selalu pingin bikin duit, aaa.... opelasi sini, opelasi sana... nggak
pellu opelasi ooo,...!" Si turis bahagia

"Waaaaaa... untung.... untung...."

"Nggak usah takut laaa... tunggu dua minggu, nanti juga putus sendili ooo, nggak
pellu bayal-bayal buat opelasi...."
Sent by: e-ketawa posted on 16 July 2005