Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam menjalankan aktivitas produksi, setiap perusahaan manufaktur
membutuhkan berbagai macam sumber daya, antara lain : bahan baku / bahan
mentah, tenaga kerja, peralatan dan atau mesin, metode kerja, energy serta sumber
daya informasi. Untuk menyediakan sumber daya tersebut, perusahaan harus
mengeluarkan biaya yang tidak sedikit guna mendukung tercapainya tujuan
perusahaan, yaitu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing
yang tinggi.
Di sisi lain, konsumen juga menginginkan produk yang berkualitas dengan
harga terjangkau, serta pelayanan dan purna jual yang memuaskan. Hal ini
menuntut perusahaan untuk berupaya memenuhi standar yang diinginkan
konsumen sekaligus menekan biaya operasional produksi seminimal mungkin
agar dapat memperoleh margin keuntungan yang optimal.
Tantangan ini juga dirasakan oleh PT. Muliamakmur Elektrikatama
sebagai perusahaan yang menerima pesanan untuk membuat panel listrik, PT.
Muliamakmur Elektrikatama juga dituntut untuk memenuhi ekspektasi
pelanggannya, yaitu menghasilkan panel listrik yang berkualitas dengan harga
bersaing, serta meberikan jasa instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan produk yang
memuaskan.
Untuk dapat bersaing dalam industri ini PT. Muliamakmur Elektrikatama
perlu mempertimbangkan adanya optimasi proses produksi untuk mengendalikan
biaya operasional produksinya. Hal ini akan sangat mempengaruhi dalam
pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga jual panel listrik yang di
produksinya, apakah harga tersebut mampu bersaing atau tidak.
Dalam kesempatan ini, yang akan di bahas hanya proses produksi,
bagaimana membuat Body untuk panel listrik dengan model LVMDB-4.

1
2

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan
kerja praktek ini adalah :
1. Material apakah yang digunakan untuk proses pembuatan body panel
listrik LVMDB-4.
2. Bagaimana proses pembuatan body panel listrik untuk panel LVMDB-
4.
3. Proses mendesain 3D body panel listrik untuk panel LVMDB-4.

1.3 Batasan Masalah


Agar permasalahan tidak menyimpang dari lingkup permasalahan, maka
dalam hal ini penulis memberikan batasan masalah sebagai berikut :
1. Material-material yang digunakan untuk proses pembuatan body panel
listrik LVMDB-4.
2. Proses produksi dalam pembuatan body panel listrik LVMDB-4.
3. Desain 3D dalam pembuatan body panel.

1.4 Tujuan Penulisan .


1. Mengetahui material-material yang digunakan untuk proses pembuatan
body panel listrik LVMDB-4..
2. Mengetahui proses produksi dalam pembuatan body panel listrik
LVMDB-4
3. Mengetahui desain 3D dalam pembuatn body panel listrik LVMDB-4.

1.5 Metode Penulisan


Dalam menyususn Laporan Kerja Praktek Industri ini penulis
menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasi yang
dibutuhkan sebagai bahan laporan adalah sebagai berikut :
1. Studi kepustakaan ( Study Literature )
3

Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari berbagai bacaan


dan literarure yang berkaitan dengan permasalahan untuk kemudian di
catat dan di rangkum.
2. Metode wawancara
Penulis melakukan tanya jawab dengan operator/pekerja secara
langsung pekerjaan produk maupun pekerja lain yang terkait.
3. Penelitian lapangan ( Field Reserch )
Dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi secara
langsung, baik dengan wawancara narasumber terkait maupun
observasi langsung ke bagian produksi.

1.6 Sistematika Penulisan


Penulisan ini dibagi menjadi empat bab dengan pokok pembahasan
masing-masing sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan ini menjelaskan latar belakang, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan
dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI


Pada bab ini berisi tentang penjelasan proses cutting,
punching, cornerring, bending, welding, painting.

BAB III PEMBAHASAN


Pada bab ini penulisan menjelaskan tentang proses produksi
pembuatan body beserta material, khususnya pada proses
pembuatan body panel listrik model LVMDB-4.
4

BAB IV PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang Kesimpulan berdasarkan hasil
penelitian.

1.7 Profil Perusahaan


PT. Muliamakmur Elektrikatama adalah perusahaan nasional yang
bergerak di bidang elektronika, yaitu pembuatan dan perakitan berbagai jenis
panel listrik. Awalnya, perusahaan ini didirikan pada bulan Juli tahun 1995
dengan nama PT. Mulia Elektrika Agung. Namun, setelah berkembang dengan
prestasi yang gemilang, pada bulan Juli tahun 2007 PT. Mulia Elektrika Agung
berganti nama menjadi PT. Muliamakmur Elektrikatama hingga sekarang.

Perusahaan yang dimiliki oleh Bapak Tjoe Surya Kurniawan ini terletak di
Jalan Jababeka VIII A SFB Blok B.11, Kawasan Industri Cikarang, Desa
Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Di lokasi ini
dibangun area pabrik sekaligus kantor yang mengurus operasional perusahaan,
dimana pabrik berada di lantai satu, sedangkan lantai duanya dipakai sebagai
kantor.
2
PT. Muliamakmur Elektrikatama bertindak sebagai supplier peralatan
mekanikal/elektrikal bagi perusahaan-perusahaan lainnya baik di dalam dan luar
negeri. Produksinya bersifat assemble-to-order yaitu ketika pesanan diterima dan
rancangan spesifikasi produk telah disetujui oleh customer, maka pembelian
komponen utama serta perakitan baru dilakukan.
5

Area pabrik dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk
menghasilkan panel listrik yang baik dan sempurna, di antaranya : mesin potong
(cutting machine), mesin tekuk (bending machine), mesin pelobang (punching
machine), mesin las (welding machine), serta peralatan untuk chemical treatment
dan pengecatan (oven painting). Selain itu, perusahaan didukung oleh tenaga ahli
yang terdidik, terampil, dan berpengalaman untuk mengikuti kemajuan dalam
bidang teknologi kelistrikan.
Di area produksi juga terdapat divisi production quality control yang
bertugas untuk melakukan uji coba sebelum panel listrik dikirim ke customer.
Adapula divisi after sales service yang disiapkan untuk membantu customer untuk
melakukan maintenance dan perbaikan produk yang sudah dibeli.
Berbagai jenis panel listrik yang pernah diproduksi PT. Muliamakmur
Elektrikatama meliputi :
- panel distribusi tegangan menengah (medium voltage panels),
- panel distribusi tegangan rendah (low voltage panels),
- panel kontrol / instrumen (control panels / instrument panels),
- panel sinkron genset (generator synchronizing panels),
- panel AMF (Automatic Main Failure),
- panel ATS (Automatic Transfer Switch),
- panel kapasitor bank (capacitor bank panels),
- panel MCC (Motor Control Center panels),
- dan panel transformer tegangan rendah (transformer cubicle).

PT. Muliamakmur Elektrikatama memiliki moto “Kepuasan Para


Pelanggan adalah Kebahagiaan bagi Kami”. Sedangkan moto bagi para
pekerjanya diambil dari bahasa Jepang, yaitu sebagai berikut :
- Seiri : Ketertiban di tempat kerja
- Seiton : Kerapihan di tempat kerja
- Seisou : Kebersihan di tempat kerja
- Seiketsu : Kebersihan penampilan
- Sitsuke : Kepribadian yang baik
6

1.7.1 Struktur Organisasi


Struktur organisasi yang ada pada PT. Muliamakmur Elektrikatama
merupakan gabungan antara divisi yang terdapat di kantor dan produksi, seperti
terlihat pada gambar di bawah ini :

Sumber : Profil Perusahaan pada PT. Muliamakmur Elektrikatama


(Oktober 2008) Gambar 1.1. Struktur Organisasi Perusahaan

Visi :
 Menjadikan perusahaan panel listrik terbaik di Indonesia dengan
standard mutu yang baok dan konsisten yang memberikan
kepuasan bagi pelanggan
Misi :
1. Memenuhi keinginan konsumen (harga, mutu, pelayanan, dan
waktu).
2. Melakukan perbaikan secara terus menerus untuk mencapai hasil
dan produktivitas yang maksimal.
3. Meningkatkan peran karyawan dalam pengembangan perusahaan.
4. Menciptakan Susana kerja nyaman dan kondusif bagi karyawan.
5. Meningkatkan kualitas dan pelayanan mutu secara terus menerus.
7

1.7.2 Wewenang dan Tanggung Jawab Anggota Organisasi


Setiap anggota organisasi memegang wewenang dan tanggung jawab yang
berbeda-beda. Masing-masing berhak menggunakan wewenang yang dimilikinya
untuk menjalankan tugas sesuai dengan perintah kerja. Namun, setiap anggota
juga memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya
pada pemimpin di level atasnya.
Penjelasan rinci mengenai wewenang dan tanggung jawab di setiap level
organisasi dijelaskan sebagai berikut :
a. President Director
 Menentukan visi – misi perusahaan dan melakukan perencanaan
strategis.
 Memimpin dan mengontrol kegiatan perusahaan yang berada dalam
peraturan perusahaan dan bertanggung jawab atas semua kegiatan
perusahaan.
 Menentukan garis-garis kebijaksanaan dan keputusan yang berkaitan
dengan kelangsungan hidup perusahaan.
 Menandatangani dokumen-dokumen atau surat-surat penting yang
berkaitan dengan perusahaan, terutama dengan pihak eksternal.
b. Director
 Mengawasi jalannya proses bisnis perusahaan secara keseluruhan.
 Mendelegasikan tugas-tugas kepada para manajer.
 Bertanggung jawab kepada president director.
c. Financial Manager

 Menganalisis dan mengawasi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

 Mengawasi penagihan utang kepada customer terhadap proyek-proyek

yang telah selesai dikerjakan serta pembayaran pembelian bahan baku

kepada suplier.
8

 Membuat neraca rugi laba perusahaan untuk setiap periode yang telah

ditentukan.

Seorang Financial Manager mengepalai divisi keuangan yang ada di level


bawahnya, yaitu :
1. Accounting
Bagian accounting menangani urusan-urusan yang berhubungan dengan
perpajakan dan perbankan.

Accounting juga membawahi dua sub divisi berikut :


• Finance
Disebut juga sebagai kasir, karena bagian ini bertugas untuk melakukan
pembayaran gaji kepada karyawan-karyawan perusahaan dan melakukan
pembayaran terhadap barang-barang (komponen-komponen dan barang-
barang kebutuhan kantor lainnya) yang dibeli oleh perusahaan.
• Budget Controller
Budget Controller merupakan bagian yang mengawasi dan menganalisis
kesesuaian antara anggaran perusahaan terhadap proyek berdasarkan
estimate dengan pengeluaran sebenarnya. Bagian ini juga memberikan
laporan mengenai anggaran dan aktualnya kepada bagian Accounting.

d. General Manager
 General Manager bertanggung jawab mengawasi aspek operasional
perusahaan secara umum.
Seorang General Manager mengepalai lima divisi operasional
yang terdiri dari divisi Electrical, Mechanical, Procurement, Quality
Control dan Personalia. Untuk setiap anggota dari divisi operasional,
wewenang dan tanggung jawabnya dijelaskan sebagai berikut :

1. Electrical Fabrication
Bertugas menangani perakitan (assembling) dan pemasangan kabel (wiring) ke
box panel, terdiri dari beberapa sub divisi berikut :
9

• Busbar Department
Busbar Department menangani pembuatan busbar mulai dari
pemotongan, penekukan, dan pelobangannya.
• Power Cable Department
Power Cable Department menangani rangkaian kabel listrik untuk
mengalirkan arus dari breaker atau komponen penghasil daya listrik.
• Circuit Cable Department
Circuit Cable Department menangani rangkaian kabel listrik yang
digunakan untuk mengalirkan arus yang akan dipasang pada panel
listrik.
• Utility
Bagian utility bertugas untuk memastikan peralatan dan perlengkapan
pengerjaan di divisi elektrika terpenuhi dan dalam kondisi yang baik /
layak pakai.
• Administration
Bagian administrasi melakukan pencatatan tugas yang sudah
dikerjakan, serta menulis bila ada klaim dan laporan yang dihasilkan
divisi ini.

2. Mechanical Fabrication
Bagian yang bertugas menangani pembuatan box panel untuk setiap
proyek perusahaan, terdiri dari sub divisi berikut :
• Drafter
Drafter bertugas untuk membuat gambar-gambar kerja detail untuk tiap
box panel, berdasarkan gambar usulan dari sub divisi Drafter pada
divisi Engineer.
• Machine Department
Orang-orang di bagian ini bertugas sebagai operator mesin yang terdiri
dari mesin potong (cutting machine), mesin tekuk (pressing machine),
mesin pelobang (punching machine), dan mesin penekuk sudut
(cornering machine).
10

• Erection Department
Divisi ini melakukan pengelasan pelat-pelat untuk membentuk box
panel listrik.
• Painting Department
Bagian yang bertugas untuk menangani pengecatan (painting) box
panel.
• Quality Assurance
Merupakan bagian yang bertugas untuk memastikan bahwa kualitas box
panel yang dihasilkan telah sesuai dengan yang dipesan oleh customer,
dari sisi ukuran, bentuk, warna, dan kekuatan bahannya.

3. Procurement
Procurement adalah divisi yang menangani pengadaan bahan baku,
material komponen, peralatan, dan perlengkapan untuk keperluan produksi
dan kantor. Sub divisi yang dipimpinnya sebagai berikut :
• Utility
Bertugas untuk memastikan bahwa sarana-prasarana perusahaan, seperti
ATK, komputer, mesin fotokopi, kertas dan sebagainya, telah tersedia
sesuai dengan kebutuhan.
• Warehouse Keeper
Bertugas untuk menerima komponen yang datang dari suplier,
mengeluarkan komponen yang diminta bagian produksi, memeriksa
kualitas komponen-komponen utama ataupun komponen-komponen
pendukung yang terdapat di dalam gudang serta bertanggung jawab
terhadap pendataan terhadap barang-barang di gudang.
• Administration
Bertugas untuk mengurus administrasi pemesanan barang-barang
(komponen, perlengkapan, peralatan) yang diperlukan oleh perusahaan
11

4. Quality Control
Divisi Quality Control bertugas untuk menjamin bahwa panel listrik yang
dihasilkan dapat berfungsi dengan benar dan baik, sesuai dengan apa yang
telah dipesan oleh customer, terdiri dari sub divisi berikut :
• Quality Assurance
Bertugas memeriksa apakah panel sudah baik atau belum secara fisik
dan telah sesuai dengan gambar yang diberikan oleh divisi Engineering.
• Quality Control
Bertugas untuk memeriksa apakah panel baik secara fungsional dengan
melakukan pengujian terhadap panel listrik mulai dari kekuatan daya,
tidak terjadi hubungan arus pendek, dan sebagainya.

5. Personalia Manager
 Mengatur tata administrasi perusahaan.
 Menerbitkan surat-surat yang berkaitan dengan karyawan, baik
karyawan kantor maupun pabrik.
 Menerima informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari setiap
divisi.
 Melakukan perekrutan, wawancara, dan persetujuan kontrak tenaga
kerja.
 Mengelola absensi karyawan, menghitung tunjangan karyawan, dan
kemudian diberikan kepada sub divisi Finance untuk penggajian.

Personalia manager mengepalai beberapa sub divisi sebagai berikut :


• Receptionist
Resepsionis bertugas menerima tamu, menjawab dan melakukan
panggilan telepon dari internal dan eksternal perusahaan. Selain itu
juga menyampaikan pengumuman-pengumuman untuk bagian
kantor maupun produksi.
12

• Office Boy / Girl


Bertugas untuk membersihkan lingkungan kerja, menyiapkan
minuman untuk para karyawan dan tamu, serta menjalankan aneka
tugas ringan lainnya.
• Driver
Bertugas sebagai supir, yang menjemput dan mengantar karyawan
ataupun tamu perusahaan ke tempat-tempat yang dituju dengan
menggunakan mobil perusahaan untuk kepentingan perusahaan.
Namun ada juga supir yang ditugaskan untuk mengantarkan panel-
panel listrik yang sudah siap dikirimkan ke customer.
• Security Guard
Bertanggung jawab untuk menjamin keamanan perusahaan secara
keseluruhan.

e. Marketing
Seorang Marketing Manager memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut:
 Menyusun rencana kerja pemasaran dan menyusun penugasan kepada
sub divisi yang dipimpinnya.
 Membuat kebijakan-kebijakan mengenai hal-hal yang terkait dengan
pemasaran.
 Mengawasi kegiatan pemasaran agar sesuai dengan target dan kebijakan-
kebijakan yang telah digariskan.
 Membuat laporan mengenai pemasaran dan bertanggung jawab
kepada direktur perusahaan.
Bagian marketing memiliki sub divisi yang terdiri dari :
1. Engineering
Membuat rancangan kasar panel listrik sesuai dengan deskripsi
kebutuhan customer (blue print), yang kemudian diberikan kepada
Drafter untuk dibuatkan detil gambarnya, yang selanjutnya akan
disetujui / di-acc ulang oleh engineer.
13

• Drafter
Drafter bertugas untuk membuat gambar-gambar yang
benar ukurannya dan menyertakan keterangan-keterangan
yang diperlukan sesuai dengan blue print yang diberikan
divisi Engineering.
• Administration
Bertugas untuk membuat pencatatan daftar spesifikasi
komponen dan jumlah unit yang dibutuhkan pada daftar
gambar, serta memonitor tugas / task apa yang belum atau
sudah dikerjakan
2. Sales Engineering
 Bertugas untuk mencari proyek yang bisa dikerjakan
melalui tender.
 Mencari informasi ke bagian produksi mengenai kapasitas
produksi perusahaan.
 Menyampaikan informasi mengenai proyek yang berhasil
didapatkan kepada bagian Engineering untuk dibuatkan
gambarnya.

Sales Engineering dibantu oleh dua sub divisi berikut:


• Estimator
Bertugas untuk membuat perkiraan mengenai jumlah
komponen yang diperlukan serta perkiraan harga proyek
yang ditawarkan.
• Administration
Bertugas untuk membantu menghubungi suplier untuk
mendapatkan informasi harga beli komponen dan
memastikan data harga yang dimiliki perusahaan tetap
valid.
14

3. Maintenance Sales
 Melakukan instalasi panel listrik di tempat customer.
 Membantu melakukan pengecekan kondisi panel listrik dan
melakukan perbaikan bila ada permintaan / klaim dari
customer.

Bagian ini dibantu oleh beberapa assistants untuk menangani after


sales services.