Anda di halaman 1dari 17

Pemilihan Alat Berat Perusahaan Tambang PT Bukit Asam PIT 2 Banko Barat

Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama pada proyek-proyek
konstruksi dengan skala besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan
dalam mengerjakan pekerjaan, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih
mudah dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang akan
digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu
faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat; baik
jenis, ukuran, maupun jumlahnya. Ketepatan dalam pemilihan alat berat akan memperlancar
jalannya proyek. Sebaliknya, kesalahan dalam pemilihan alat berat akan mengakibatkan
proyek menjadi tidak lancar, penyelesaian proyek menjadi terlambat, yang pada akhirnya
menyebabkan biaya proyek membengkak.

Sistematika Manajemen Peralatan


Salah satu tahapan penting dalam perencanaan adalah manajemen peralatan. Manajemen
peralatan diperlukan agar penggunaan peralatan dapat efektif dan efisien. Sistematika
manajemen peralatan terdiri dari :
1. Seleksi
Hal-hal yang mempengaruhi pemilihan alat berat adalah :
a. Kondisi medan kerja
b. Sifat fisik dan mekanik material yang meliputi :
- pengembangan dan penyusutan material
- berat material
- bentuk material
- kohesivitas material
- kekerasan material
- daya dukung material
c. Jarak angkut material
d. Kuantitas pekerjaan
e. Kapasitas alat
f. Teknologi
g. Dana yang tersedia
h. Peraturan pemerintah
2. Penggantian suku cadang (spare parts)
3. Perawatan
4. Pembelanjaan (anggaran)
5. Operasi kegiatan
Manajemen Peralatan Pada Tambang Batubara
A. Seleksi

Dalam melakukan pengupasan tanah penutup, bisa dilakukan dengan beberapa


kombinasi peralatan misalnya scrapers dengan bulldozers. Penggabungan peralatan biasanya
lebih disukai daripada menggunakan alat tunggal berkapasitas yang besar karena peralatan
besar biasanya membutuhkan modal awal yang besar. Ada beberapa faktor yang harus
dipertimbangkan dalam memilih peralatan stripping yaitu :

a. Sifat dan karakteristik material yang akan ditambang


b. Tingkat produksi yang diinginkan
c. Kemampuan alat stripping terhadap keseluruhan proses penambangan (mining and
mineral handling).

Pertimbangan Pemilihan Alat Besar

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1) Iklim dan curah hujan


2) Waktu penyelesaian
3) Volume pekerjaan
4) Persyaratan pekerjaan
5) Tenaga kerja lokal

Faktor-faktor Ekonomis Pemilihan Peralatan

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :

1) Biaya pemilikan dan operasi peralatan


2) Populasi dan keseragaman alat
3) Mobilisasi alat

Peralatan yang dapat dipilih :

Excavator

Excavator pada umumnya dioperasikan dengan menggunakan tenaga hidrolik


sehingga disebut juga hydraulic excavator. Kinerja dari excavator terbagi menjadi dua
yakni backhoe dan power shovel (Peurifoy, R.L, 2006).

Konfigurasi backhoe utamanya digunakan untuk penggalian yang mengarah ke


bawah dari permukaan tanah. Dengan kemampuan ini backhoe dapat melakukan
penggalian paritan dan dasar pit. Dalam konfigurasi ini, backhoe memiliki ukuran boom
lebih panjang, cycle time yang lebih pendek dikarenakan pergerakan swing lebih cepat,
namun dengan ukuran kapasitas bucket kecil (Tenriajeng, A.T, 2003).
Dalam konfigurasi lainnya yaitu power shovel utamanya digunakan untuk
penggalian material keras dengan mengarah ke atas dan pemuatan material pada alat
angkut. Dalam konfigurasi ini, power shovel memiliki boom yang lebih pendek, cycle time
lebih lama namun kapasitas bucket yang lebih besar (Tenriajeng, A.T, 2003). Pergerakan
penggalian dari kedua konfigurasi hydraulic excavator dapat dilihat pada gambar 2.1.
Adapun produksi yang dihasilkan oleh alat gali muat bergantung pada beberapa
faktor, yaitu :
1) Keadaan material yang dikerjakan.
2) Pengaruh sudut putar boom pengeruk terhadap target produksi.
3) Pengaruh kondisi kerja terhadap produksi alat.
4) Pengalaman operator.

Gambar 2.1. Pergerakan penggalian dari konfigurasi (a) backhoe dan (b) power
shovel (PC2000-8 specification,www.komatsu.com.au)

2.1.2. Dump Truck


Alat angkut yang umum digunakan yaitu dump truck (Gambar 2.2) karena lebih
fleksibel, artinya dapat dipakai untuk mengangkut bermacam-macam material dengan
berat muatan yang berubah-ubah. Tenriajeng, A.T, (2003) mengemukakan dump truck
digunakan untuk memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500
meter atau lebih).
Truck merupakan alat angkut yang memberikan biaya pengangkutan yang relatif
murah karena memiliki mobilitas yang tinggi dan kapasitas cukup besar. Produktivitas dari
truck tergantung dari kapasitas muatan dan jumlah putaran yang dapat dilakukan dalam
satu jam berkaitan dengan cycle time. Cycle time dari truck memiliki empat komponen
utama yaitu waktu muat, waktu angkut, waktu tumpah, dan waktu kembali (Peurifoy, R.L,
2006).
Sedikitnya ada tiga metode penentuan kapasitas dari vessel truck (Gambar 2.3) yaitu:
 Gravimetric; muatan dinyatakan dalam berat (lb atau kg).
 Struck volume; volume material yang akan diangkut memenuhi badan vessel (tinggi
muatan sejajar bagian atas vessel).
 Heaped volume; volume material yang akan diangkut membentuk lekukan atau
kemiringan 2:1 diatas badan vessel.

(a) (b) (c)

Gambar 2.3. Pembagian metode penentuan kapasitas (a) Gravimetric; (b) Struck
volume; (c) Heaped volume (Peurifoy, R.L, 2006).

No Alat Jumlah Kapasitas Lingkup


Unit Perunit Kerja

1. Backhoe Komatsu PC 1250 9 6,7 m


3 Loading
Overburden

2. Backhoe Komatsu PC 2000 2 13,7 m


3 Loading
Overburden

3. Dump Truck Komatsu HD 465 11 34,2 m


3 Hauling
Overburden

4. Dump Truck Komatsu HD 785 21 60 m


3 Hauling
Overburden

5. Backhoe Komatsu PC 400 5 3,2 m


3 Loading
batubara

6. Dump Truck Scania P360 24 24 m


3 Hauling
 Perawatan

Tujuan utama dari perawatan adalah untuk mengoptimumkan kemampuan


alat dengan biaya yang minimum dan tanpa mengabaikan faktor keamanan dan
efisiensi energi yang tinggi juga pengaruhnya terhadap profit keseluruhan. Dari
seluruh tahapan manajemen peralatan, manajemen perawatan peralatan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keuntungan perusahaan. Dalam
manajemen perawatan terdapat 7 (tujuh) metode utama (CAT Equipment
management system), yaitu :

a. Perawatan Preventif (preventive management)


Tujuan dari perawatan preventif adalah mempertahankan agar peralatan tetap
dalam unjuk kerja yang terbaik. Dari 7 metode manajemen perawatan peralatan,
preventif merupakan metode yang mempunyai cost-effective paling besar.
Keuntungan dari adanya perawatan preventif adalah :
- membantu mencegah kerusakan fatal mesin dan komponennya
- memaksimalkan penggunaan komponen mesin
- menghemat biaya (perbaikan sebelum kerusakan terjadi akan lebih murah
dibandingkan perbaikan setelah terjadi kerusakan)
- memaksimalkan umur peralatan dan mempertahankan alat tetap dapat terus
siap bekerja
- meningkatkan nilai jual peralatan
Beberapa contoh aksi dari preventif manajemen adalah : (1) mencek dan
mengganti komponen secara berkala, misalnya air filter tiap 250 atau 500 jam
operasi, (2) melumasi komponen secara berkala, (3) membersihkan komponen
secara berkala, (4) memeriksa peralatan secara menyeluruh secara berkala,
misalnya setiap 1000 atau 2000 jam operasi.

b. Sampling oli secara terjadwal (scheduled oil sampling, S-O-S)


Tujuan dari sampling oli secara terjadwal adalah untuk mengetahui kondisi
mesin suatu peralatan. Keuntungan dari adanya perawatan preventif adalah :
- kerusakan mesin yang minor dapat dideteksi lebih dini sebelum terjadi
kerusakan fatal
- umur komponen dapat diprediksi lebih akurat
- menghindari perbaikan yang tidak perlu dan mengurangi waktu perbaikan
- downtime mesin dapat dijadwalkan

Beberapa contoh aksi dari sampling oli secara terjadwal adalah : (1) tapping oli
dari mesin secara periodic, (2) menghitung jumlah partikel yang ada dalam oli
yang diambil dari mesin, (3) mendeteksi adanya material non metal dari oli yang
diambil dari mesin.

c. Inspeksi periodic (inspections)


Tujuan dari inspeksi periodic adalah mendeteksi permasalahan yang potensial
sebelum terjadi kerusakan fatal. Keuntungan dari inspeksi periodik adalah :
- perbaikan dan perawatan peralatan dapat dijadwalkan dengan baik
- merencanakan dan mengontrol biaya dan downtime

Beberapa contoh aksi dari inspeksi periodic adalah : (1) pengamatan visual dan uji
operasi mesin, termasuk juga S-O-S, (2) merecord kondisi mesin dan
komponennya secara periodic, (3) inspeksi komponen yang terkategori dalam
suatu checklist.

d. Manajemen perbaikan (repair management)


Tujuan utama dari manajemen perbaikan adalah untuk mengontrol biaya
perbaikan dan mengurangi biaya downtime dan perawatan. Manajemen perbaikan
meliputi dua bentuk, yaitu perbaikan sebelum kerusakan dan perbaikan setelah
kerusakan. Dengan adanya perbaikan sebelum adanya kerusakan maka : akan
mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan fatal mesin dan komponennya,
menghemat biaya perbaikan, dapat merencanakan downtime mesin. Dengan
adanya perbaikan peralatan setelah terjadi kerusakan maka mesin dapat bekerja
segera mungkin.
e. Penyimpanan catatan (record keeping)
Tujuan dari penyimpanan catatan adalah memudahkan untuk memperoleh
informasi histories dari suatu mesin. Keuntungan dari penyimpanan catatan adalah
:
- menganalisis problem yang mempunyai biaya besar dan downtime lama
- melacak alur kerja dan biaya dari suatu mesin ; hal ini akan sangat berguna
untuk pelatihan
Beberapa contoh aksi dari penyimpanan catatan adalah : (1) membuat booklet
untuk mencatat biaya dan waktu perbaikan, (2) menyusun manual kerja, (3)
membuat basis data peralatan.
Perencanaan suatu sistem perawatan biasanya berdasarkan asumsi bahwa
kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu alat tergantung pada lamanya
pemakaian alat. Berdasarkan asumsi tersebut maka sistem perawatan dibuat sesuai
umur ekonomi suatu alat. Jika umur pakainya sudah habis maka alat tersebut
harus diganti.
Sistem perawatan yang efektif berdasarkan pemantauan kondisi fungsional
dari mesin yang dipraktekkan di Sishen Iron Ore Mine telah terbukti berhasil
dengan meningkatnya produktivitas. Sishen Iron Ore Mine adalah salah satu
tambang terbuka di Afrika Selatan yang menggunakan teknik opencast. Ore dan
waste yang telah ditambang diangkut menuju ke crushers, waste dumps oleh rear
dump trucks berkapasitas 154 ton.
Program perawatan yang dilakukan oleh Sishen untuk truk meliputi :
1. Mengidentifikasi komponen peralatan yang memiliki pengaruh paling besar
secara ekonomi maupun kriteria keamanan. Teknik yang paling populer
adalah prinsip Pareto (20-80 rule)
2. Melakukan pemantauan dan proteksi terhadap performa utama dengan cara
instalasi alat yang dapat memantau dan melakukan proteksi secara kontinu
terhadap komponen-komponen yang sangat vital. Alat ini berupa sensor
yang dihubungkan ke operator untuk memberikan peringatan dan juga
secara otomatis dapat mematikan mesin jika peringatan diabaikan.
3. Laporan operator pada setiap shift didokumentasikan dan dianalis. Tindakan
akan segera dilakukan tergantung pada keseriusan masalah yang terjadi.
4. Pemeriksaan visual secara eksternal dan internal harian, hasilnya dicatat dan
digunakan untuk penjadwalan perawatan.
5. Back-up analysis digunakan untuk pemantauan jangka panjang, terdiri dari
spectographic oil analysis, load bank testing, dan vibration analysis.
Pengambilan conto oli dilakukan setiap interval waktu tertentu kemudian
dianalisis di laboratorium. Contoh laporan hasil analisisnya dapat dilihat
pada lampiran. Laporan ini dibandingkan dengan kondisi standar untuk
setiap jenis mesin.
Load bank test digunakan untuk mengetahui efisiensi mesin pada kondisi
operasi yang kontinu dengan menggunakan alat tertentu yang dapat
menghitung power yang dihasilkan dan efisiensi bahan bakar. Jika terjadi
penyimpangan maka dilakukan diagnosis dan perbaikan alat di lapangan.
Contoh hasil laporan load bank test dapat dilihat pada lampiran.
Vibration analysis dilakukan untuk mengetahui lokasi terjadinya getaran dan
besarnya getaran yang terjadi yang diakibatkan oleh alat yang berputar
sehingga dapat diketahui karakteristik getarannya yang menunjukkan
perubahan yang berarti terhadap data awal.
Program perawatan ini juga cocok untuk diterapkan pada peralatan yang lainnya.

 Pembelanjaan (anggaran)
Untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan oleh perusahaan
tentu tidak terlepas dari anggaran yang akan dikeluarkan. Oleh karena itu perlu
dibuat suatu perencanaan anggaran dengan memaksimalkan penggunaan sumber
daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang dimiliki dalam jumlah yang
terbatas.

Profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran dananya


(cash flow) karena aliran dana menyatakan jumlah pengeluaran biaya tunai (cash
cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha yang disusun dengan
mempertimbangkan semua elemen pemasukan tunai (cash income) dan semua
elemen biaya tunai (cash cost) pada setiap periode selama umur investasi tersebut.
 Operasi Kegiatan\
Keberhasilan suatu rencana kegiatan ditentukan oleh implementasinya dalam
operasi dengan cara mengerahkan semua elemen untuk mencapai tujuan.

Manajemen Penggunaan Ban Pada Alat-alat Berat dalam Operasi


Penambangan

 Seleksi

Pemilihan ban ditentukan oleh :

a. Jenis kendaraan :

- working machine (loader, grader, wheel dozer, wheel excavator)


- transport machine (Rigid Dump, Scraper, Articulated Dump)
- industrial equipments (Fork Lift, Tugs and Carts, Straddle Carrier,
Mobile Cranes)
- underground vehicles (LHD, U/G Hauler)
b. Kondisi operasi :
- kondisi permukaan (lempung, batubara, pasir)
- lebar jalan
- kemiringan jalan
- kecepatan
- jarak, dll
Secara ideal, ban yang akan digunakan sebaiknya dapat memenuhi kriteria berikut
:
 memiliki daya cengkeram yang baik
 mampu membawa beban yang berat (high load carrying capacity)
 menghasilkan umur pakai yang panjang
 tidak mudah rusak
 memiliki daya apung yang baik (tidak mudah terbenam)
 tidak menimbulkan panas yang berlebihan (low heat generation)
 meredam getaran dengan baik (shock absorbtion)
 nyaman dioperasikan dengan kecepatan tinggi
 stabil
 jenis kembangan bersih dari lumpur dengan sendirinya (self cleaning)
 non-directional tread pattern
 tahanan gelinding (rolling resistance) rendah
 tidak merusak permukaan jalan (minimal ground disturbance)
 mudah diperbaiki jika rusak
 mudah divulkanisir (retreadability)

Pada kenyataannya semua persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi oleh satu
jenis ban saja karena itu pemilihan ban ini harus dilakukan oleh orang yang
profesional yang dapat memahami kebutuhan yang sesungguhnya sesuai dengan
kondisi kerja (berdasarkan pertimbangan teknis dan pengalaman) sehingga akan
menghasilkan umur pakai ban yang panjang dan menekan biaya.

 Penggantian suku cadang

Setiap penggantian suku cadang baik yang diakibatkan oleh habisnya umur pakai
maupun karena terjadinya kerusakan harus dilaporkan. Contoh laporan
penggantian ban dapat dilihat pada lampiran.

 Perawatan

Perawatan ban terdiri dari :

a. Daily maintenance (pressure, rim, physic, valve)


Tekanan angin yang sesuai ditentukan oleh besarnya beban yang
ditanggung setiap ban, kecepatan maksimum kendaraan, ambient
temperature. Apabila tekanan angin dalam ban kurang maka pelenturan
(flexing) menjadi terlalu besar sehingga panas yang ditimbulkan akan
merusak ban dan mengurangi umur pakai. Apabila tekanan angin
berlebihan maka ban akan mudah pecah apabila terkena benda tajam,
benturan, dan juga kemungkinan terkelupasnya kembangan ban (tread
chunking).
b. Tyre fitmen and removal
Kesalahan prosedur dalam memasang dan melepas ban akan
mengakibatkan kerusakan yang merugikan. Oleh karena itu perlu
dilakukan pelatihan bagi para pegawai yang terlibat langsung dengan
masalah perawatan ini.
c. Tyre storage and transportation
d. Tyre matching
Mismatching adalah penggunaan ban dengan tebal kembangan yang
berbeda sehingga mengakibatkan beban muatan akan tertumpu pada ban
yang kembangannya lebih tebal dan berdiameter lebih besar.
e. Tyre repair
Perbaikan ban yang rusak harus dilakukan sesegera mungkin untuk
menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah.
f. House keeping
g. Rim maintenance
h. Safety awareness

 Pembelanjaan (anggaran)

Rencana Jam
Uraian Satuan Jalan
Alat Volume Tarif Sewa Jarak Angkut Biaya (Rp.)
Pekerjaan Sewa (Jam/ (meter)
(Unit) (Bcm) Bln)
Pemindahan
Tanah
PC 2000 & PC 1250 3
800.000 25.754 3450 20.603.200.000
HD 785 & HD 465 20
Pemindahan
Batubara
PC 400 Rp/jam 2 723 1.080.848 781.453.104
Scania P360 Rp/ton 15 200.000 10.782 4650 2.156.400.000
Jumlah 23.541.053.104
Total Biaya Tanah = Target Produksi Tanah x Tarif tanah per BCM
= 800.000 BCM x Rp 25.754 Rp/BCM
= Rp 20.603.200.000
Biaya Batubara per ton = Total Biaya Batubara : Target Produksi Batubara
= (Rp 781.453.104 + Rp 2.156.400.000) : 200.000 ton
= 14.689,27 Rp/ton

 Operasi kegiatan

Pengoperasian ban meliputi :


1. Monitoring TKPH (tonnes kilo per hours)
TKPH menyatakan kemampuan ban untuk membawa beban dengan
kecepatan rata-rata tertentu.
2. Tyre pressure recommendations
3. Monitoring load
Kelebihan beban (over load) dapat disebabkan oleh jenis material,
modifikasi unit dan distribusi beban yang tidak merata. Kelebihan beban
yang ditanggung oleh ban bisa berupa beban statis maupun beban dinamis
(akibat kontur permukaan jalan yang kurang baik, efek pengereman, dan
percepatan kendaraan).
4. Monitoring vehicle condition
5. Monitoring road condition
Perawatan jalan merupakan bagian yang penting dalam rangka
memperpanjang umur pakai ban yang meliputi perataan muka jalan
dengan grader, membersihkan tumpahan material (spillage), penyiraman
dan menjaga drainage jalan.
6. Monitoring tyre environment
7. Driver skills
Kemampuan operator dalam mengoperasikan unit akan menentukan
pajang-pendeknya umur pakai ban. Penggunaan engine power yang
berlebihan pad alat berat akan menyebabkan perputaran yang berlebihan
(spinning) sehingga mengakibatkan terkelupasnya kembangan. Hal ini
sering terjadi pada pengoperasian wheel loader.
Selain itu, operator juga harus memperhatikan batasan maksimum
kecepatan yang dapat ditanggung oleh ban agar umur pakai ban tidak
berkurang.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam operasi adalah :
- jarak angkut dan kecepatan rata-rata
alat yang dioperasikan dengan kecepatan rata-rata yang tinggi dan jarak
angkut yang jauh akan memiliki umur pakai ban yang lebih pendek
- jam kerja alat
panjang-pendeknya jam kerja berhubungan dengan panas yang
ditimbulkan yang akhirnya akan berpengaruh terhadap umur pakai ban
- radius putar
semakin cepat unit melaju pada tikungan, semakin besar pula beban yang
ditanggung oleh ban pada salah satu sisi unit. Oleh karena itu harus
diperhatikan batas kecepatan maksimum pada tikungan dengan radius
putar tertentu. Untuk mengimbangi gaya sentripetal yang terjadi pada
kendaraan maka dibuat pula batasan superelevasi pada permukaan jalan di
tikungan
- iklim setempat
tingkat keausan ban pada musim hujan akan lebih tinggi dibandingkan
dengan musim kemarau
- posisi ban pada kendaraan
pada umumnya umur pakai ban bagian depan akan lebih rendah 25%
dibandingkan dengan ban belakang.

7.1.4. Faktor Ekonomi Alat-alat Berat


7.1.4.1. Biaya kepemilikan dan operasi (owning and operating cost)

Owning and operating cost adalah estimasi perhitungan yang dibuat untuk
mengetahui besarnya biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasi
(operating cost) alat (mesin) untuk suatu masa dimana umur ekonomi atau umur
kegunaan suatu unit sudah habis.

Operation cost terdiri dari :


a. Biaya bahan bakar / fuel
b. Biaya minyak pelumas / oil (oli mesin, oli transmisi, oli hidrolis, oli final drive,
gemuk)
c. Biaya saringan (filter)
d. Biaya perawatan dan perbaikan / repair & maintenance
e. Biaya ban / tyres
f. Biaya operator / operator wage
g. Biaya khusus (biaya perbaikan untuk suku cadang yang lebih cepat aus,
misalnya ripper point, ripper shank, dll)
Owning cost terdiri dari :
a. Biaya penyusutan (depreciation)
b. Biaya bunga modal (interest)
c. Biaya pajak (taxes)
d. Biaya asuransi (insurance)
Faktor-faktor yang mempengaruhi owning & operating cost adalah :
1. Tipe pekerjaan
2. Harga bahan bakar dan pelumas di lokasi kerja
3. Nilai suku bunga pinjaman bank dan faktor-faktor lainnya

Besarnya biaya penyusutan dapat dihitung sebagai berikut :


Harga mesin  Nilai sisa
Penyusutan 
Umur kegunaan alat

Keterangan :
Nilai sisa alat berat = 20% dari harga baru mesin
Pada alat yang menggunakan roda karet,
Nilai pernyusutan = Harga mesin baru – Nilai sisa – Harga ban

Perhitungan bunga modal dan asuransi


(n  1) x delivered price x insurance % rate
ins 
2n
(n  1) x delivered price x interest % rate
int 
2n
Keterangan : n = Umur alat (tahun)
Ins = Asuransi
Int =Bunga modal

Perhitungan biaya bahan bakar :


Biaya bahan bakar per jam = konsumsi bahan bakar per jam x harga
bahan bakar setempat
Perhitungan biaya pelumas dan filter :
Biaya pelumas = konsumsi pelumas per jam x harga pelumas setempat
Biaya filter = harga filter yang dimaksud dibagi interval waktu
penggantian filter
Biaya filter biasanya diperhitungkan sebesar 50% dari biaya pelumas diluar
biaya bahan bakar.

Perhitungan biaya khusus :


Harga per item x jumlah item yang diperlukan
Biaya khusus 
umur kegunaan item(jam)

 Populasi dan keseragaman alat-alat berat


Besarnya populasi alat berat pada suatu daerah akan mempermudah
penyediaan suku cadang maupun sumber daya manusia yang terampil dalam
mengoperasikannya. Hal ini dapat mengakibatkan harga suku cadang maupun jasa
manusia yang mengoperasikannya menjadi lebih bersaing, kualitas pekerjaan akan
lebih baik, perbaikan alt-alat berat akan lebih cepat sehingga produksi tidak
terhambat.
Keseragaman alat akan memudahkan dalam penyediaan suku cadang dan tenaga
terampil yang menangani alat tersebut.

 Mobilisasi alat-alat berat


Untuk proyek yang lokasinya mudah dicapai oleh segala jenis kendaraan,
mobilisasi alat berat tidak menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan alat
berat. Tetapi untuk lokasi yang transportasinya sangat minim maka pemilihan alat
berat akan memperhitungkan faktor ini karena biaya mobilisasinya akan tinggi.
Dalam hal ini terdapat kecenderungan bahwa semakin kecil alat, maka
mobilisasinya akan semakin mudah dan murah.

Medan Kerja dan Sifat Material


Deskripsi medan kerja pada perusahaan tambang adalah berbatu, bergelombang,
lunak berlumpur, kering, dan lain-lain.
Adapun sifat material yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Pengembangan dan penyusutan material (swell factor)
2. Berat material
3. Bentuk material
4. Kohesivitas material
5. Kekerasan material
6. Daya dukung tanah
7. Jarak angkut

Pertimbangan Pemilihan Alat Besar

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

6) Iklim dan curah hujan


7) Waktu penyelesaian
8) Volume pekerjaan
9) Persyaratan pekerjaan
10) Tenaga kerja lokal

Faktor-faktor Ekonomis Pemilihan Peralatan

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :

4) Biaya pemilikan dan operasi peralatan


5) Populasi dan keseragaman alat
6) Mobilisasi alat