Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN PADA TN.

DENGAN KASUS KATARAK MATUR DI RUANG IBS/OK

RSUD DR.MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN

Oleh:

Renaldy S,Kep

18.31.1207

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

RESUME KEPERAWATAN PADA TN.A DI RUANG IBS/OK

RSUD DR.MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN

Oleh:

Renaldy S,Kep

18.31.1207

Banjarmasin, April 2019

Mengetahui

Presptor Akademik Preseptor Klinik

( ) ( )
RESUME KEPERAWATAN RUANG IBS/OK

I. Pengkajian
A. PRE OPERASI/ PRE MEDIKASI
1. Serah terima pasien
Pasien dari ruang poli mata datang ke kamar operasi pada jam 09.00 WITA
dengan tujuan operasi Phaco+IOL dengan data-data sebagai berikut
2. Identitas Pasien
Nama : Tn.A
Umur : 68 tahun
Alamat : Jl. Semangat Dalam, Alalak Utara
Diagnosa Medis : Katarak Matur
Tindakan Operasi : Phaco+IOL

3. Pemeriksaan Fisik
TTV : TD : 110/80 Mmhg
N : 85x/Menit
R : 22x/Menit
S : 36oC
Reaksi Fisik : Fisik terlihat baik dan banyak diam
Reaksi Psikologi : Pasien tampak gelisah
Persiapan Operasi :
Informed Consent/ Ijin : Anestesi
 Puasa Cukur

Pemeriksaan Penunjang : Lab  Radiologi EKG

Pre Medikasi :
- Infus RL
II. Analisa Data
A. Post Operasi
No Data Etiologi Masalah
1. DS: pasien mengatakan sulit Kelemahan fisik Intoleransi
berjalan karena masih merasa Aktivitas
lemah dan mata sebelah kiri
tidak melihat
DO: pasien lemah dan
tampak mata tertutup perban
TTV :
TD: 120//80mmHg
N: 92x/menit
R: 23x/menit
T: 36,2oC

III. Diagnosa Keperawatan (Berdasarkan Prioritas Masalah)


1. Post Operasi:
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
IV. NCP (Rencana Asuhan Keperawatan)
A. Post Operasi: hari Jum’at , 12-04-2019, jam 10.05 Wita
No DX Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi

1. Intoleransi 1. Kaji status 1. Mengkaji status S: Pasien mengatakan sudah


Setelah dilakukkan tindakan
aktivitas b/d fisiologi klien fisiologis klien bisa berdiri namun masih
keperawatan selama 1x30
kelemahan fisik yang yang merasa sedikit lemah
menit diharapkan klien dapat
menyebabkan menyebabkan
beraktivitas ringan dengan O:
kelelahan kelelahan
kriteria hasil:
2. Monitor 2. Memonitor - pasien masih tampak lemah
Indikator IR ER toleransi klien toleransi klien namun sudah bisa berdiri
1. Mampu terhadap terhadap aktivitas
melakukan Suara jantung s1 s2 tunggal,
aktivitas aktivitas 3. Mengkaji tanda-
respirasi 21x/menit tidak ada
sehari-hari 3. Kaji tanda- tanda vital setelah
2. Mampu penggunaan otot bantu napas.
berpindah tanda vital beraktivitas
dengan atau setelah 4. Mengkaji status - TTV
tanpa 3 4 beraktivitas jantung paru TD : 120/80
bantuan alat
3. Berpartisipasi (TD, N, RR) setelah N : 85x/menit
dalam
4. Kaji status beraktivitas S : 36,2 C
aktivitas fisik
tanpa disertai jantung paru 5. Membatasi A:
peningkatan
setelah aktivitas aktivitas klien Masalah teratasi sebagian
TD, nadi dan
respirasi Indikator IR ER
4. Tanda-tanda 5. Buat batasan 6. Menganjurkan 1. Mampu
vital normal melakukan
aktivitas keluarga
aktivitas
6. Anjurkan membantu sehari-hari
Ket: 2. Mampu
keluarga aktivitas pasien
berpindah
membantu dengan atau
1. Kuat tanpa
2. Berat aktivitas pasien
bantuan alat
3. Sedang 3. Berpartisipasi 3 4
4. Ringan dalam
5. Tidak ada aktivitas fisik
tanpa disertai
peningkatan
TD, nadi dan
respirasi
4. Tanda-tanda
vital normal

P:
- Intervensi dihentikan