Anda di halaman 1dari 13

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI SINUS PARANASAL DENGAN

SANGKAAN SINUSITIS FRONTALIS DI RUMAH SAKIT UMUM


PUSAT H. ADAM MALIK MEDAN

Laporan Kasus

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Kerja Lapangan 2

Disusun Oleh:

Maria Ulfah

P1337430219061

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK RADIOLOGI

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN

SEMARANG

TAHUN 2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Sinus paranasal adalah suatu organ tubuh yang mempunyai ruang yang
berada ditengkorak,bentuk sinus paranasal bervariasi pada setiap individu.Semua
sinus memiliki muara (ostium) ke dalam rongga hidung.Berdasarkan ukuran sinus
paranasal yang terbesar adalah adalah sinus maksilaris,sinus frontalis,sinus
etmoidalis,sinus shpenoidalis (Bontrager,2001).
Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus.Sinus
adalah rongga kecil berisi udara yang terletak dibelakang tulang pipi dan
dahi.Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menyerang orang-orang pada
segala umur (Syaifuddin,1997).
Pasien yang menderita penyakit sinusitis akan mengalami gejala klinis
umumnya berupa,batuk,pilek,hidung tersumbat,kehilangan indra penciuman,bau
mulut dan wajah terasa nyeri atau tertekan.
Ada beberapa factor penyebab tejadinya sinusitis,mulai dari kelainan
bawaan sampai virus dan bakteri.
Untuk memperlihatkan ada tidaknya sinusitis maka dilakukanlah
pemeriksaan radiografi sinus paranasal dengan memanfaatkan bantuan sinar-x
,untuk mengetahui letak sinus tersebut.

B. Pembatasan Masalah
Pada karya tulis ini,penulis membahas pemeriksaanRadiografisinusitis
frontalis dengan sangkaansinusitis frontalis dengan menggunakan proyeksi
parietoacanthial (metode Water’s) dan lateral.Pada pemeriksaan sinus paranasal
dengan sangkaan sinusitis frontalisini menggunakan jenis pesawat general X-ray
unit dengan kapasitas 200 mA.pencataan gambar menggunakan CR (computer
radiografi) processing.

2
C. Rumusan Masalah
Dalam penulisan karya tulis ini,penulis menemukan beberapa masalah pada
pemeriksaan radiografi sinus paranasal dengan sangkaan sinusitis frontalis
adalah “upaya apa yang dapat dilakukan pada radiografi sinus paranaal
dengan sangkaan sinusitis frontalis untuk dapat memberikan gambaran yang
optimal’?

3
TINJAUAN TEORITIS

A. PENGERTIAN KONSEP
1. Pengertian Pemeriksaan
Radiografi sinus adalah cara pemotretan dari sinus paranasal dengan
menggunakan sinar-x untuk mendapatkan gambaran bayangan sinusparanasal
yang akan dicatat imaging plate diproses dengan komputer radiografi,dan mampu
menegakkan diagnosa dengan tepat dan akurat (Ballinger,1995).

2. AnatomidanFisiologi
a. Anatomi
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari mengenai bentuk dan susunan tubuh
baik keseluruhan maupun bagian-bagian serta hubungan alat tubuh satu dengan
yang lain (Syaifuddin, 1977).
Nasal merupakan saluran udara yang utama, yang mempunyai dua lubang
(cavum nasi),Dipisahkan oleh sekat hidung (Septum nasi). Didalamnya terdapat
bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran-kotoran yang
masuk kedalam hidung.Dasar-dasar rongga hidung berhubungan dengan beberapa
rongga yang disebut sinus paranasalis(Syaifuddin, 1997).
Sinus paranasal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sulit
dideskripsi karena bentuknya sangat bervariasi pada tiap individu(Bontrager,
2001).
Rongga berisi udara yang terletak pada tulang frontal, ethmoidal, dan
sphenoidal dari tulang tengkorak serta tulang maxilla dari tulang wajah disebut
sinusparanasalis(Nasal Asesoris) karena terbentuk dari mukosa hidung
(Balingger, 1995).

4
Sinus paranasal terdiri dari :
a. Sinus maksilaris : dalam corpus maksila
b. Sinus frontalis : pada kedua sisi garis tengah, tepat diatas
bagian medial orbita
c. Sinus etmoidalis : dalam corpus os etmoid sehingga terletak pada
dinding orbita
d. Sinus sphenoidalis : dalam corpus os sphenoid.

Frontal sinuses

Sphenoida sinuses

Gambar 1. SinusParanasal pandangan Anterior(Ballinger, 1995)

5
Ethmoidal air cells

Gambar 2. Sinus Paranasal Pandangan Lateral (Ballinger, 1995)

Dalam anatomi, kepala adalah bagian yang biasanya terdiri dari otak, mata,
telinga dan mulut yang kesemuanya membantu berbagai fungsi sensor seperti
penglihatan pendengaran penciuman dan pengecapan

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. Identifikasi Pasien
Dalam melakukan suatu pemeriksaan perlu diketahui identitas pasien
dengan jelas yang berguna untuk mengidentifikasi pasien yang satu dengan yang
lain sehingga tidak terjadi kesalahan.
Pada saat ini penulis menjelaskan atau menguraikan identitas pasien setelah
melakukan pemeriksaan radiografi Sinus paranasal dengan sanggkaan sinusitis
frontalis di RSUP H.adam malik medan dengan data-data sebagai berikut:
Nama : Mr.PD
Jenis kelamin :Laki-Laki

6
Umur: 72 thn/3 bln/26 hr
Alamat :JL.Tuasan gg.Karya Bakti no.8
Diagnosa : Sinusitis frontalis
Permintaan foto : Sinus Paranasal
Tanggal Pemeriksaan : 27/07/2018 14:10

2. Prosedur pemeriksaan
Pasien datang ke instalasi radiologi menunjukkan surat pengantar dari dokter
rawat jalan kepada petugas atau Radiografer dan penulis langsung membaca
dengan baik surat pengantar dari dokter,mohon dilakukan pemeriksaan radiografi
sinus paranasal,dan penulis juga tidak lupa membacakan dengan baik diagnosa
penyakit yang dituliskan didalam surat pengantar dari dokter rawat jalan yaitu
kemungkinan terdapat sinus didaerah frontal,penulis langsung memasukkan
pasien kedalam ruangan tiga untuk dilakukan tindakan atau foto rontgen dengan
memanfaatkan radiasi sinar-x dan pengolahan film dengan menggunakan
Computer Radiografi yang dilakukan di RSUP H.adam malik medan.

3. Persiapan pasien
Pada pemeriksaan sinus paranasal dengan sangkaan sinusitis frontalis tidak
ada persiapan khusus, namun sebelum dilakukan pemeriksaan radiographer
menyingkirkan perhiasan seperti anting dan kalung di sekitar kepala pasien agar
tidak mengganggu hasil gambaran dan menjelaskan prosedur pemeriksaan kepada
keluarga pasien dan diminta kerja samanya.

4. Persiapan Alat-alat pemriksaan


a. Pesawat Rontgen
Pesawat rontgen yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah pesawat
mobile X-ray unit di RSUPH.Adam malik Medan dengan data-data
sebagai berikut:
Type pesawat : E7252X

7
Merek pesawat : TOSHIBA
Tegangan masuk : 200V - 400V
Frekuensi 50 - 60 HZ
Jenis arus : AC
Kapasitas pesawat :200 Ma ke atas
Jumlah tube : 1 tube
Pelayanan pesawat : Radiografi
Time range : 0,01 detik - 5 detik
kV range : 40 kV - 150 kV
b. Computer Radiografi
c. Perlengkapan Radiografi:
1) Kaset ukuran 30 x 40 cm
2) Film
3) Baju pasien

Gambar 16 : Pesawat rontgen toshiba di Badan Pelayanan Kesehatan RSUP


H.Adam malik Medan

Sebelum pemeriksaan dilakukan, pesawat Rontgen dihidupkan


dengan terlebih dahulu tegangan yang masuk pada PLN dikontrol

8
pada line voltage meter, mengatur kondisi penyinaran sesuai dengan
objek yang akan difoto.
1. Film Rontgen
Dimana ukuran film yang dipakai untuk pemeriksaan ini adalah
film ukuran 30cm x 40cm dibagi dua untuk proyeksi
pariethoacanthial (metode Water’s) dan lateral.
2. Kaset Film
Ukuran kaset film yang dibutuhkan sesuai dengan ukuran film
yang digunakan.
3. Marker
Marker (kode) terbuat dari Pb. Untuk kode R, nama pasien,
tanggal pemeriksaan, jenis kelamin
4. Persiapan PasienDidalam pemeriksaan ini, pasien tidak ada
persiapan khusus yang dilakukan hanya saja pasien diatur tidur
tepat pada meja pemeriksaan.
5. Pengaturan Posisi
Proyeksi yang dilakukan penulis disesuaikan dengan
pembatasan yang diterangkan pada halaman terdahulu, untuk
melakukan pemeriksaan pada pasien yang bernama Mr.Pd dengan
sangkaan Sinusitis yaitu dilakukan dua proyeksi yaitu proyeksi
pariethoacanthial (metode Water’s) dan lateral sesuai dengan
kebutuhan diagnosa pasien.

5. Teknik Pemeriksaan
a. Proyeksi pariethoacanthial (metode Water’s)
Tujuan : Untuk meperlihatkan kelainan-kelainan
pada sinus paranasal
Posisi pasien : Posisikan pasien pada posisi prone .
Posisikan kedua tangan sejajar kepala
dilakukan agar posisi pasien nyaman
dan pusatkan bidang midsagital ke
garis pertengahan grid.

9
Posisi objek : Posisikan kepala pasien ekstensi dan
tempelkan accantion pada titik tengah
kaset. Atur bidang mid sagital tegak
lurus dengan memakai sebuah protector
sebagai petunjuk, atur kepala sehingga
OML membentuk sudut 37 derajat
dengan film.
Jarak focus ke objek : 100 cm
Pusat sinar : Menembus accantion
Arah sinar : Vertical terhadap film
Film/kaset : 30cm×40cm
Kondisi pemotretan : 70kV,30 mAs
Evaluasi : Tampak gambaran sinus frontalis

b. Proyeksi Lateral
Tujuan : Untuk memperlihatkan kelainan-
kelainan pada sinus paranasal dari sisi
lateral
Posisi pasien : Pindahkan barang yang berbentuk
metal atau plastic, posisikan pasien
prone
Posisi objek : Posisikansalah satu sisi bagian lateral
dan kepala pada meja pemeriksaan.
Atur kepala true lateral posisikan badan
kearah oblique untuk kenyamanan
pasien. Infra orbitameatal linesejajar
dengan bidang film. Atur dagu hingga
inter papillary line tegak lurus dengan
bidang film.
Jarak focus ke objek : 100 cm

10
Pusat sinar : melalui outher canthus
Arah sinar : vertical terhadap film
Film/kaset : 30 cm×40cm
Kondisi pemotretan : 65kVx25 mAs
Evaluasi :Tampak gambaran,sinus frontalis,
maksilaris,sphenoidalis,etmoidalis
tercakup.

B. Evaluasi Gambar
Telah dilakukan pemeriksaan Radiografi SinusParanasal dengan kasus
sinusitis frontalisdengan hasil sebagai berikut :

Gambar 16 : Radiografi sinus paranasalis proyeksi parietoacanthian


(metode Water’s) dan lateral

C. Hasil Ekspertise (asli terlampir)


Setelah semua prosedur dilaksanakan yaitu persiapan alat dan pasien,serta
pelaksanaan dengan pencacatan gambar menggunakan Computed
Radiography (CR) maka penulis akan mengajukan evaluasi gambar sebgai
berikut:
1. Proyeksi parietoacantian (metode water’s)
a. Ukuran film yang digunakan 30x40 cm

11
b. Letak objek menembus acantion
c. Arah sinar vertical terhadap film
d. Tampak gambaran sinusitis frontalis
e. Tampak perselubungan dirongga sinus frontalis dan sinus maksilaris
bilateral
f. Septum nasi ditengah
g. Ketajaman cukup
h. Kontras gambar cukup
2. Proyeksi lateral
a. Ukuran film yang digunakan 30x40 cm
b. Letak objek melalui outher canthus
c. Arah sinar vertical terhadap film
d. Tampak gambaran sinus frontalis
e. Tamapak gambaran sinus maksilaris
f. Tampak gambaran sinus sphenoidalis
g. Tampak gambaran etmoidalis yang tercakup
h. Kontras gambar cukup
i. Ketajaman gambar cukup

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah dilakukannya pemeriksaan secara radiografi terhadap sinusparanasal


dengan sangkaan sinusitisfrontalis di RSUP H.Adam Malik Medan, maka
penulis dapat memberikan kesimpulan dan saran seperti di bawah ini :

A. Kesimpulan

1. Pada radiografi sinus paranasalproyeksi yang digunakan metode Water’s


dan lateral menggunakan sinar vertikal dan posisi pasien prone
2. Pesawat yang digunakan yaitu General X-ray unit yang berkapasitas 200
mA keatas.
3. Pasien kurang kooperatif dikarenakan nyeri pada bagian dahi yang
dirasakan pasien.

12
B. Saran

1. Pada radiografi sinus pranasal dengan sangkaan sinusitis frontalis pada


pelaksanaan nya hanya menggunakan proyeksi dasar metode Water’s dan
lateral, pada posisi Water’s ini menggunakan arah sinar horizontal dan kaset
vertikal, posisi pasien erect untuk menghindari terjadinya overlapping
sehingga Gambaran akan optimal jika batas antara cairan dengan uadara
tampak terlihat pada radiografi sinusitis frontalis
2. Sebaiknya dalam pemeriksaan ini pesawat yang digunakan jenis pesawat
Skull unit. Karena pesawat ini meliputi pengurangan distorsi yang mampu
memperliharkan gambaran yang berkualitas
3. Sebaiknya diruang radiologi dilengkapi alat-alat immobilisasi seperti spons
untuk kenyamanan pasien.

13