Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH ALOE VERA SEBAGAI TERAPI PENDAMPING NYERI DENGAN

RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN TINGKAT NYERI


PASIEN GASTRITIS

Gastritis (penyakit maag) adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya asam
lambung yang berlebih atau meningkatnya asam lambung sehingga mengakibatkan
imflamasi atau peradangan dari mukosa lambung seperti teriris atau nyeri pada ulu hati
yang dapat bersifat akut, kronis, difusi atau local (Patofisiologi Sylvia A Price hal 422).

1. Gastritis Akut

Banyak faktor yang menyebabkan gastritis akut seperti:

 Obat-obatan seperti obat anti inflamasi nonsteroid, silfonamide


merupakan

obat yang bersifat mengiritasi mukosa lambung.

 Minuman beralkohol
 Infeksi bakteri seperti H. pylori, H. heilmanii, streptococci
 Infeksi virus oleh sitomegalovirus
 Infeksi jamur seperti candidiasis, histoplosmosis, phycomycosis
 Stress fisik yang disebabkan oleh luka bakar, trauma, pembedahan.
 Makanan dan minuman yang bersifat iritan. Makanan berbumbu dan
minuman dengan kandungan kafein dan alkohol merupakan salah satu
penyebab iritasi mukosa.

2. Gastritis Kronik

Penyebab pasti dari gastritis kronik belum diketahui, tapi ada dua predisposisi
penting yang bisa meningkatkan kejadian gastritis kronik, yaitu infeksi dan
non-infeksi (Wehbi, 2008).
 Gastritis infeksi

Beberapa agen infeksi bisa masuk ke mukosa lambung dan memberikan


manifestasi peradangan kronik. Beberapa agen yang diidentifikasi meliputi hal-
hal berikut.

a) H. Pylori. Beberapa peneliti menyebutkan bakteri itu merupakan penyebab


utama dari gastritis kronik (Anderson, 2007).

b) Helicobacter heilmanii, Mycobacteriosis, dan Syphilis (Quentin, 2006)

c) Infeksi parasit (Wehbi, 2008).

d) Infeksi virus (Wehbi, 2008).

 Gastritis non-infeksi
a) Gastropai akbiat kimia, dihubungkan dengan kondisi refluks garam empedu
kronis dan kontak dengan OAINS atau aspirin (Mukherjee, 2009)

Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang terjadi pada pasien gastritis.
Nyeri pada gastritis timbul karena pengikisan mukosa yang dapat menyebabkan
kenaikan mediator kimia seperti prostaglandin dan histamine pada lambung yang ikut
berperan dalam merangsang reseptor nyeri yang dirasakan adalah nyeri ulu hati atau
nyeri epigastrium dapat menggangu aktivitas sehari-hari dan tak nyaman di
epigastrium . Dalam riset tentang intervensi keperawatan relaksasi otot progresif dapat
membuat tubuh dan pikiran terasa tenang, rileks ,dan lebih mudah untuk tidur (Davis,
2005). Nyeri pada gastritis timbul karena pengikisan mukosa yang dapat menyebabkan
kenaikan mediator kimia seperti prostaglandin dan histamine pada lambung yang ikut
berperan dalam merangsang reseptor nyeri Lidah buaya memiliki peran dalam proses
penyembuhan gastritis, dapat membantu proses metabolisme, mengurangi
mikroorganisme dalam perut, menetralkan keasaman perut. Tujuan jurnal ini untuk
membandingkan efektifitas penggunaan terapi pendamping Aloe Vera dengan
relaksasi otot progresif dalam menurunkan tingkat nyeri.

A. PENGARUH ALOE VERA SEBAGAI TERAPI PENDAMPING NYERI

Tanaman lidah buaya (Aloe vera) lebih dikenal sebagai tanaman hias dan banyak
digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan kosmetika. Aloe barbadansis miller
dan Aloe vulgaris.Pada umumnya banyak ditanam di Indonesia adalah jenis
barbadansis yang memiliki sinonim Aloe vera linn (Suryowidodo, 1988). Komposisi
terbesar dari gel lidah buaya adalah air, yaitu 99,5 %. Sisanya adalah padatan yang
terutama terdiri dari karbohidrat, yaitu mono dan polisakarida. Nutrien yang
terkandung dalam gel lidah buaya terutama terdiri atas karbohidrat, vitamin dan
kalsium. Menurut Morsy (1991) secara kuantitatif, protein dalam lidah buaya
ditemukan dalan jumlah yang cukup kecil, akan tetapi secara kualitatif protein lidah
buaya kaya akan asam-asam amino esensial terutama leusin, lisin, valin dan histidin.
Selain kaya akan asam-asam amino esensial, gel lidah buaya juga kaya akan asam
glutamat dan asam aspartat. Vitamin dalam lidah buaya larut dalam lemak, selain itu
juga terdapat asam folat dan kholin dalam jumlah kecil.

a. Metode Penelitian

Penelitian kuantitatif dengan quasy eksperiment design. Rancangan penelitian ini


menggunakan one group pretest postest, dengan menggunakan satu kelompok diberi
konsentrat aloe vera . Pengukuran nyeri lambung dilakukan sebelum dan sesudah
diberikan konsentrat aloe vera. Nyeri dengan lembar penilaian NRS (Numeric Rating
Scala) sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi.
PRETEST ACTION POSTTEST

(O1) (X) (O2)

Skema 3.1 desain penelitian Keterangan : (O1) = nyeri rata-rata hasil sebelum
dilakukan terapi pendamping aloe vera (X) = nyeri rata-rata hasil dengan perlakuan,
pemberian terapi pendamping konsentrat aloe vera (2 jam setelah obat medis) selama
4 hari (O2) = nyeri rata-rata hasil pengukuran nyeri selama 4 hari sesudah dilakukan
terapi pendamping aloe vera (2 jam setelah obat medis)

Populasi penelitian ini yaitu semua pasien gastritis di Puskesmas Kedungmundu


dari bulan Juli sampai September 2017 terdapat 280 orang dengan rata-rata perbulan
60 pasien. Sampel dalam penelitian ini diambil 20 pasien rawat jalan dengan teknik
pengambilan sampel yaitu teknik pusposive sampling. Instrument penelitian
menggunakan lembar observasi skala nyeri, minuman aloe vera dari produk herballife,
SOP cara pemakaian produk konsentrat aloe vera. Analisa univariat berdasarkan mean,
max dan min dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test (t-independen) yang
sebelumnya dilakukan uji normalitas Shapiro wild.

b. Hasil penelitian

Terapi pendamping aloe vera dapat digunakan mendampingi pengobatan yang telah
dilakukan dengan farmakologi.Konsentrat aloe vera mempunyai manfaat untuk
memelihara system pencernaan, membersihkan dan melancarkan sistem pencernaan
serta memiliki manfaat pendingin.Kandungan saponin dan tenin dalam aloe vera dapat
memperbaiki peradangan sehingga tidak menjadi lebih buruk.Kemudian zat
bradykinase, karbiksipeptidase serta salisilatnya dapat mengurangi
ketidaknyamanan.yang berupa mual, kembung, muntah, sakit atau nyeri pada lambung
yang disebabkan oleh peradangan tersebut.

Terapi pendamping aloe vera dengan menggunakan produk ini yaitu aloe vera
konsentrat dari Herbalife, ternyata kandungan yang terdapat didalammnya dapat
membantu mempercepat penurunan sekresi asam lambung (produksi HCl turun) dan
membantu pH lambung normal yaitu antara 1-2 hingga 4-5.Menurunnya HCl dalam
lambung dan pH lambung normal menyebabkan nyeri gastritis berkurang.Aloe vera
konsentrat ini juga digunakan tidak hanya sebagai pendamping obat medis tetapi dapat
dilanjutkan setelah pengobatan ini yaitu dapat dikonsumsi setiap hari untuk menjaga
kesehatan pencernaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nycho Alva
Chindo bahwa salah satu peradangandanrasa nyeri yang sering ditemukan dalam
mukosa mulut adalah stomatitis afthosa (sariawan). Aloe vera mempunyai kandungan
senyawa kimia yang banyak manfaatnya terutama sebagai zat anti inflamasi pada
stomatitis (sariawan) (Nycho, 2015)

B. RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN TINGKAT


NYERI
a. Metode penelitian
a) Data primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara tidak
langsung dengan menggunakan kuesioner.
Pada kuesioner nyeri menggunakan skala analog deskritif, dengan kriteria:
0 : Tidak nyeri
1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik.
4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat
menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti
perintah dengan baik.
7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti
perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri,
tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas
panjang dan distraksi
10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi,
memukul.
b) Data sekunder adalah data penderita gastritis yang diperoleh dari Rumah
Sakit Daerah Madani, data Kementrian Kesehatan Republik
b. Hasil penelitian
1. Gambaran nyeri pasien gastritis sebelum diberikan tehnik relaksasi otot
progresif Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan tehnik relaksasi otot
progresif semuanya pasien mengalami nyeri. Rasa nyeri yang ditunjukkan
merupakan akibat respon tubuh terhadap trauma atau akibat mukosa lambung
mengalami kerusakan Persarafan lambung sepenuhnya berasal dari system
sarafotonom. Suplai saraf parasimpatis untuk lambung dan duodenum
dihantarkan ke dan dari abdomen melalui saraf vagus. Persarafan simpatis
melalui saraf splanchnicus major dan ganglia siliaka. Serabut-serabut aferen
menghantarkan impul snyeri yang dirangsang oleh peregangan, kontraksiotot,
sertaperadangan, dandirasakan di daerah epigastrium abdomen. Serabut-
serabut eferen simpatis menghambat motilitas dan sekresi lambung. Pleksus
saraf mienterikus (auerbach) dan submukosa (meissner) membentuk persarafan
intrinsic dinding lambung dan mengoordinasi aktivitas motorik dan sekresi
mukosa lambung.
2. Gambaran nyeri pasien gastritis setelah diberikan tehnik relaksasi otot progresif
Hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan relaksasi otot progresif
sebagian besar pasien sudah tidak mengalami nyeri.setelah diberikan relaksasi
otot progresif pasien merasakan nyerinya berkurang, karena gerakan-gerakan
yang telah diberikan secara perlahan membantu merilekskan sinap-sinap saraf
baik yang simpatis maupun yang parasimpatis. Saraf yang rileks menurunkan
rasa nyeri secara perlahan. Sejalan dengan pendapat Ganong (2010), yang
menyataan sekresi asam lambung dipengaruhi oleh kerja saraf dan hormon.
Sistem saraf yang bekerja yaitu saraf pusat dan saraf otonom, yakni saraf
simpatis dan parasimpatis. Adapun hormon yang bekerja antara lain adalah
hormon gastrin, asetilkolin, dan histamin. Terdapat tiga fase yang
menyebabkan sekresi asam lambung. Pertama, fase sefalik, sekresi asam
lambung terjadi meskipun makanan belum masuk lambung, akibat memikirkan
atau merasakan makanan. Kedua, fasegastrik, ketika makanan masuk lambung
akan merangsang mekanisme sekresi asam lambung yang berlangsung selama
beberapa jam, selama makanan masih berada di dalam lambung. Ketiga, fase
intestinal, proses sekresi asam lambung terjadi ketika makanan mengenai
mukosausus.
3. Efektifitas penggunaan teknik relaksasi otot progresif dalam menurunkan
tingkat nyeri pasien gastritis di Ruang Jambu Rumah Sakit Daerah Madani.
Peneliti ini membuktikan sebelum diberikan relaksasi otot progresif pasien
gastritis yang mengalami nyeri dikarenakan oleh perhatian pasien masih
terfokus pada titik nyeri sehingga pasien merasakan nyeri yang hebat.
Sedangkan setelah diberikan relaksasi otot progresif pasien gastritis mengalami
penurunan skala nyeri karena pasien sudah tidak terfokus lagi pada rasa
sakitnya itu. Sehingga hipotalamus tidak mengaktifkan mediator nyeri.