Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN ANGKUTAN LAUT

No............................................................
Pada Hari ini Kamis, bertempat di .................................. Perjanjian ini mengikuti dan seuai dengan
Telah disepakati Bersama Perjanjian Angkutan Laut BALTIC AND INTERNATIONAL MARITIME
Sebagaimana point-point berikut : Conferences Uniform General Chapter (as revised 1992 and
1973, Code Name “GENCON / 1993 SV”)
1. PEMILIK / OPERATOR : 2. PENYEWA RUANGAN KAPAL :
------------------------------------------------------------- PT.ANUGERAH INSAN CIPTA
JL.Raya Propinsi RT.007/III Manis Mata Kabupaten
Ketapang
Propinsi Kalimantan Barat 78864-Indonesia
0821-5755-4446
3. NAMA DAN DATA KAPAL : 4. KEAGENAN KAPAL :
TK. MASITTAH 3, TB. MAJUAN 6 Operator Pemilik Kapal
5. BENDERA : 6. POSISI KAPAL SAAT INI :
Indonesia Batam
7. JENIS MUATAN DAN JUMLAH : 8. KONDISI KONTRAK MUATAN :
a. CRUDE PALM OIL (CPO) Freight Charter to Port Pasir Gudang Terminal Felda
b. Volume Muatan Minimal 3000 MT per Shipment (OCEAN GOING ANTAR NEGARA)
Loading
9. HARGA ANGKUTAN FREIGHT CHARTER : 10.KESEDIAN KAPAL UNTUK MUAT :
................................................ per MT. 22 JUNI 2015
Include : Pajak, BBM, ABK, Biaya Sandar Muat &
Bongkar.
11.CARA PEMBAYARAN : 12.REKENING PEMBAYARAN :
-
-
-

Pembayaran dilakukan dengan sistem T/T ke Rekening


Pemilik / Operator Kapal.
13.PELABUHAN MUAT : 14.PELABUHAN BONGKAR :
DUMAI PORT PASIR GUDANG TERMINAL PORT FELDA
15.LAMA PEMUATAN : 16.LAMA PEMBONGKARAN :
4 (empat) Hari 3 (Tiga) Hari
17.PENGIRIMAN BARANG : 18.PENERIMA BARANG :
As Order As Order
19.ASURANSI KAPAL : 20.ASURANSI BARANG :
Pemilik Kapal Pemilik Barang
21.DENDA KETERLAMBATAN MUAT :
Rp. 45.000.000,- (Empat puluh lima Juta Rupiah) no demurrage menunggu muat.
22.SYARAT-SYARAT TAMBAHAN YANG DISETUJUI BERSAMA :
 Demurrage diberlakukan pada setiap penambahan Time Sheet diluar batas waktu muat dan termasuk saat
menunggu Document Cargo.
 Dasar pembebanan Demurrage diajukan berpedoman pada Statement of Fact yang dikeluarkan oleh agen di
Pelabuhan Muat dan Bongkar.
 Tahapan pembayaran wajib diselesaikan sesuai terms yang disetujui pada poin 11, dan apabila terjadi ketidak
sesuaian terms pembayaran, maka Pemilik/Operator Kapal berhak membatalkan kontrak secara sepihak dan atau
menangguhkan pembongkaran cargo serta biaya yang terjadi akibat ketidaksesuaian pembayaran tersebut akan
menjadi bebean pihak penyewa sesuai Time Sheet yang dikeluarkan oleh Pemilik Kapal.

23.PERSELISIHAN :
Akan diselesaikan bersama secara musyawarah, namun apabila tidak dapat persetujuan, maka kedua belah pihak
setuju untuk diselesaikan di Pengadilan Negeri Republik Indonesia
24.DEMIKIAN PERJANJIAN ANGKUTAN LAUT INI DIBUAT DALAM KEADAAN SADAR TANPA PAKSAAN DAN DISETUJUI SERTA
DITANDA TANGANI BERSAMA DALAM RANGKAP 2 (DUA), BERMATERAI CUKUP YANG MASING-MASING MEMPUNYAI
KEKUATAN HUKUM YANG SAMA.
PEMILIK/OPERATOR : PENYEWA RUANG KAPAL :
PT.LAJU TIRTA SEJAHTERA PT.ANUGERAH INSAN CIPTA

Direktur Utama Ttd & Nama Lengkap


Posisi
KETENTUAN UMUM
No.

1. Pemilik/Operator berhak dan dibenarkan memuat angkutan milik penyewa dan segala resiko
adalah menjadi beban, dan tanggung jawab penyewa/Shipper dengan limit kapal dalam keadaan
layak laut (Sea Worthy). Pemilik/Operator tidak bertanggung jawab atas tumpah, hilang rusak
berkurang muatan sewaktu berada di pelabuhan muat/bongkar.
- Pemilik/Operator berhak untuk menahan dan atau menjual muatan apabila pembayaran uang
tambang dari penyewa/shipper tidak dilunasi sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak
untuk menutupi kerugian yang timbul akibat dari pelaksanaan pengangkutan.
- Demurrage dibayar sebelum membongkar/minimal harus ada jaminan pembayaran.
- Apabila terjadi keterlambatan pembayaran yang telah disepakati / menyimpang dari poin 9
dalam surat Perjanjian Angkutan laut ini, pihak Pemilik/Operator kapal berhak dalam
memperhitungkan sebagai Demurrage.
- Apabila jumlah muatan lebih dari yang tercantum dalam perjanjian ini, maka pemilik barang
akan menambah uang tambang secara prorata (sesuai jumlah kelebihan muatan).
2. Ditempat-tempat dangkal dan membahayakan ABK dan kapal, maka Pemilik/Operator berhak untuk
menentukan tempat yang aman dan terdekat untuk pemuatan dan pembongkaran muatan demi
keselamatan ABK dan kapal.

3. Apabila sesuatu dan lain hal atau terjadi keterlambatan dan atau menyangkut teknis sehingga kapal
yang akan mengangkut mengalami keterlambatan/hambatan, maka pemilik/operator dibenarkan
untuk menggantikan dengan kapal/armada lain yang sama ukurannya dengan menambah dari isi
dan bunyi perjanjian ini.

4. Asuransi muatan lashing/unlashing material Marine Cargo Surveyor,OPP/OPT,Kran darat,EMKL, dan


papan penyangga serta hal-hal teknis yang menyangkut muatan adalah menjadi beban dan
tanggung jawab pihak penyewa/shipper sesuai dengan Term/Kondisi pengangkutan barang (FIOST)
sebagaimana poin 8.
5. Force Major dalam perjanjian ini : Badai, ombak besar, pasang surut, gempa bumi, sengatan petir,
pernyataan darurat dari pemerintah serta hal yang sifatnya diluar kemampuan akal manusia (Act of
God). Tetapi tidak termasuk pemogokan buruh yang disebabkan kesalahan pihak kedua.

6. Apabila terjadi General Average maka akan mengikuti York Anwerp 1974/ undang-undang yang
berlaku di Indonesia dan uang tambang dan Dead Freight tidak dapat di collect dari General
Average tersebut.

7. Hal-Hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan bersama dan ditambahkan
setelah ada persetujuan sebagai Adendum.

8. Pihak kedua menjamin sepenuhnya jumlah Tonase/Kubikasi muatannya dan bila diargukan, maka
pihak pertama menunjuk Pihak Ketiga Surveyor untuk mengukur kembali muatan tersebut. Biaya
Surveyor ditanggung pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib membayar freight sesuai hasil
pengukuran ulang Pihak Surveyor.

9. Apabila kemudian hari terjadi terdapat perbedaan pendapat dalam mengartikan Perjanjian ini
maka kedua belah pihak akan bermusyawarah/mufakat terlebih dahulu, dan apabila ternayata tidak
terdapat kata sepakat, maka kedua belah pihak menunjuk pada pengadilan negeri sesuai poin 23.

10. Dengan ditanda tangani oleh kedua belah pihak maka isi Surat Perjanjian Angkutan Laut ini tidak
dapat dibatalkan secara sepihak. Apabila pembatalan dilakukan sepihak oleh pihak penyewa
maupun pemilik kapal maka dikenakan Penalty kepada pihak yang membatalkan sebesar 25% dari
total freight yang telah disepakati.
11. Ketentuan umum ini menjadi satu dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Surat
Perjanjian Angkutan Laut No.

PEMILIK/OPERATOR : PENYEWA RUANG KAPAL :


PT. LAJU TIRTA SEJAHTERA PT. ANUGERAH INSAN CIPTA

Ttd & Nama Lengkap


Direktur Utama Posisi