Anda di halaman 1dari 5

TECHNOPEX-2018 Institut Teknologi Indonesia ISSN: 2654-489X

PERENCANAAN PONDASI DARI HASIL STABILISASI TANAH RAWA


DENGAN BENTONITE

Irma Sepriyanna 1), Iqlima Prajna Paramhita .2)


1) 2) Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknik PLN Jakarta
e-mail: irma.sepriyanna@sttpln.ac.id

Abstrak
Perencanaan pondasi tidak lepas dari perhitungan daya dukung tanah. Daya dukung tanah adalah
kemampuan tanah untuk menahan beban kontruksi. . Daya dukung tanah tersebut ditentukan oleh
jenis dan karakter tanah. Sehingga ketika akan merencanakan pondasi harus mengetahui jenis dan
karakter tanah. Pada daerah perumahan Griya Permata terdapat tanah rawa, tanah rawa merupakan
tanah dengan sifat kurang baik ,sehingga tanah rawa kurang menguntungkan untuk pembangunan
kontruksi. Tanah rawa distabilisasi dengan bentonit kemudian diuji karakteristik tanah nya dan diuji
triaxial test untuk mencari sudut geser dan kohesi. Setelah didapat sudut geser dan kohesi
menentukan desain pondasi untuk bangunan ruko tiga lantai. Berdasarkan hasil pengujian
didapatkan nilai persentase optimum penambahan bentonit adalah pada persentase 15%. Hasil kuat
geser dan kohesi yang didapat dari triaxial test adalah sudut geser 0,297 kg/cm2 dan kohesi
705’41,23”.Dari hasil sudut geser dan kohesi di dapat kapasitas daya dukung tanah sebesar 7,2496 t
dan penurunan pondasi sebesar 1,5350cm.
Kata kunci: Stabilisasi, tanah rawa, bentonite, triaxial test,pondasi.

Pendahuluan
Perencanaan pondasi tidak lepas dari perhitungan Daya dukung tanah. Daya dukung tanah
adalah kemampuan tanah untuk menahan beban kontruksi. Daya dukung tanah dianalisis agar
pondasi tidak mengalami keruntuhan geser (shear failure) dan penurunan berlebih. Daya dukung
tanah tersebut ditentukan oleh jenis dan karakter tanah. Sehingga ketika akan merencanakan
pondasi harus mengetahui jenis dan karakter tanah. Pada daerah perumahan Griya Permata terdapat
tanahrawa, tanah rawa merupakan tanah dengan sifat kurang baik ,sehingga tanah rawa kurang
menguntungkan untuk pembangunan kontruksi.
Tanah rawa adalah tanah yang terdiri dari tanah gambut, tanah lempung, tanah lanau.
Definisi yang lain dari tanah rawa adalah lahan darat yang tergenang secara periodic atau terus
menerus secara alami dalam waktu lama Karena drainase yang terhambat. Meskipun dalam
keadaan tergenang, lahan ini tetap ditumbuhi oleh tumbuhan. Oleh Karena itu diperlukan stabilisasi
tanah.Stabilisasi tanah untuk memperbaiki sifat-sifat tanah asli agar tanah tersebut sesuai atau
memenuhi syarat untuk dipergunakan sesuai fungsinya. Sifat-sifat tanah dapat diperbaiki secara
ekonomis dengan menggunakan bahan campuran.Salah satu bahan campuran yang dapat digunakan
sebagai bahan stabilisasi adalah bentonit. Dipilihnya bentonite Karena bentonite dapat digunakan
untuk menahan dinding diafragma dan lubang pondasi agar tidak runtuh. (Gati Sri Utami, 2014)
Penamahan persentase kadar bentoni t membuat tanah menjadi mengumpal dan kelihatan padat
Karena bentonite mengikat kuat butiran tanah lainnya dalam struktur tanah sehingga akan terdapat
banyak pori-pori yang berukuran kecil. Bentonit telah banyak di aplikasikan dalam usaha perbaikan
tahanan tanah. Bentonit sering digunakan Karena memiliki sifat tahanan jenis yang sangat rendah
dan stabil.
Dalam penelitian ini, pencampuran zat bentonite dengan tanah rawa di Perumahan Griya
Permata (Stabilisasi Tanah Rawa di Perumahan Griya Permata), ditinjau dari kuat geser tanahnya,
kemudian mendesain pondasi yang aman untuk tanah rawa yang sudah dicampur dengan bentonit.
Dalam penelitian ini pondasi yang akan didesain adalah pondasi untuk membangun sebuah ruko di
sekitar Perumahan Griya Permata.

340
TECHNOPEX-2018 Institut Teknologi Indonesia ISSN: 2654-489X

Metodologi Penelitian
Adapun tahapan penelitian dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 1. Tahapan Penelitian

Hasil dan Pembahasan


Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil-hasil mengenai sifat fisik tanah yang
diteliti terdiri dari nilai kadar air, berat jenis butir tanah, atterberg, dan triaxial test. Hasil pengujian
dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1. Hasil Pengujian Kadar Air
No Variasi Kadar Specific Liquid Plastic Indeks Batas
Campuran air (%) Gravity Limit Limit Plastisitas susut
1 Tanah asli + 0% 42,6763 1,3569 55,8350 45,9747 9,8603 42,6688
bentonit
2 Tanah asli + 5% 41,2425 1,5836 55,7290 44,9081 10,8209 40,0466
bentonit
3 Tanah asli +10% 34,7130 1,6798 55,5320 43,9506 11,3694 44,6770
bentonit
4 Tanah asli 34,0485 1,7235 55,3770 42,6377 12,7393 43,6552
+15% bentonit
341
TECHNOPEX-2018 Institut Teknologi Indonesia ISSN: 2654-489X

Tabel 2. Hasil Pengujian Triaxial


No. Variasi Kohesi Sudut geser
1 Tanah + 0% bentonit 0,05 5043’46,48”
2 Tanah + 5% bentonit 0,175 5027’24,27”
3 Tanah +10 % bentonit 0,25 6039’44,28”
4 Tanah + 15 % bentonit 0,297 705’41,23”

Dari hasil uji lab didapat persentase optimum pada persentase 15 %

Hasil Pembebanan Bangunan Ruko Tiga Lantai


Luas bangunan ruko = 3,75m x 5m
Berdasarkan SNI Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung Dan Struktur Lain
Tahun 2013, didapat data :
a. Beban Mati
MEP = 20 kg/m2
Penutup lantai dan ubin semen Portland, teras dan beton = 24 kg/m2
Langit-langit terdiri dari semen asbes (element dan beban lain sejenis) = 11 kg/m2
Penggantung langit-langit dari kayu = 7 kg/m2
Dll (10% x total) = 68,5kg/m2
b. Beban Hidup Ruko
Beban Hidup Ruang Kerja = 250 kg/m2
Beban Hidup Lantai Atap = 100 kg/m2
b. Beban Angin
Mengacu pada SNI Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung Dan Struktur Lain
Tahun 2013, dengan beban angin sebesar 77 kg/m2, untuk menentukan beban angin per batang/
perkolom dengan menghitung panjang setengah bentang x lebar setengah bentang x 77 kg/m2
c. Beban Gempa Mengacu pada data Puskim

Dari kombinasi pembebanan yang kemudian diolah dengan menggunakan software SAP didapat
beban aksial sebesar 6,5419 ton

Perhitungan Kapasitas Daya Dukung Dengan Metode Meyerhof


𝑄𝑢 = 𝑠𝑐 𝑑𝑐 𝑖𝑐 𝑐 𝑁𝑐 + 𝑠𝑞 𝑑𝑞 𝑖𝑞 𝑝𝑜 𝑁𝑞 + 𝑠𝛾 𝑑𝛾 𝑖𝛾 0,5𝐵′𝛾 𝑁𝛾
𝑄𝑢 = (1,2555.3,7127.1.2,97.7.7,16) + (1,1278 . 2,3564 . 1 . 4,568 .1,88)
+(1,1278 . 2,3564 .1 .0,5 . 0,25 . 0,15)
𝑄𝑢 = 121,4412 𝑡/𝑚2

𝑄𝑢𝑛 = 𝑄𝑢 − 𝐷𝑓 . 𝛾
𝑄𝑢𝑛 = 121,4412 − 4,4568 = 116,9844 𝑡/𝑚2
Beban kolom maksimum yang aman terhadap daya dukung (F = 3)
𝑄𝑢𝑛
𝑃𝑚𝑎𝑘𝑠 = (𝐵 . 𝐿). ( )
𝐹

342
TECHNOPEX-2018 Institut Teknologi Indonesia ISSN: 2654-489X
116,9844
𝑃𝑚𝑎𝑘𝑠 = (0,25 . 0,25). ( )
3
𝑃𝑚𝑎𝑘𝑠 = 2,4372 𝑡𝑜𝑛

Perhitungan Penurunan Segera Pondasi dengan Rumus Harr


Untuk jenis tanah lempung organic angka Poisson,  = 0,2 dan Modulus elastisitas, E = 300 dan
untuk pondasi minipile bujur sangkar didapat Ip = 0,82
2𝑄𝐵
𝑆𝑖 = (1 − 𝜇2 )𝐼𝑝
𝐸
2 . 116,9844 . 0,25
𝑆𝑖 = (1 − 0,22 )0,82
300
𝑆𝑖 = 0,1535 𝑚 = 1,535 𝑐𝑚 < 5𝑐𝑚 (𝐴𝑀𝐴𝑁)

Perhitungan Jumlah Tiang

𝑃𝑠𝑎𝑝 6,5419
𝑛= = = 2,6842 ≈ 4 𝑡𝑖𝑎𝑛𝑔
𝑃ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2,4372

Efisiensi Kelompok Tiang menurut Converse – Labarre [4]


(𝑛 − 1)𝑚 + (𝑚 − 1)𝑛 (4 − 1)1 + (1 − 1)4
𝐸𝑔 = 1 − 𝜃 = 1 − 30,7627 = 0,7676
90𝑚𝑛 90 . 1 . 4
Daya Dukung Kelompok Tiang : [6]
𝑄𝑔 = 𝐸𝑔 . 𝑁. 𝑄𝑢
𝑄𝑔 = 0,7676 . 4. 2,4372
𝑄𝑔 = 7,2496 𝑡 > 6,5419 𝑡 (𝐴𝑀𝐴𝑁)

Jadi untuk pondasi bangunan ruko tiga lantai didesain dengan panjang 0,25 m lebar 0,25 m
perkolom terdiri dari empat tiang pondasi

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap sampel tanah rawa daerah Griya Permata yang dicampur
dengan Bentonit maka didapatkan hasil sebagai berikut :
1. Hasil uji tanah rawa dengan campuran bentonit optimum pada persentase 15% dengan kadar air
34,0485%,specific grafity 1,7235, liquid limit 55,3770%, plastic limit 42,6377%, indeks
plastisitas 12,7393%,batas susut 43,6552%, kohesi 0,297 kg/cm2, sudut geser 7°5’41,23”.
2. Hasil perhitungan dimensi pondasi minipile untuk bangunan ruko tiga lantai yaitu dengan
panjang 0,25 m lebar 0,25 m dan dalam satu kolom pondasi terdiri dari 4 tiang pondasi.
Kapasitas daya dukung pondasi minipile adalah 7,2496 ton dan penurunan pondasi adalah
1,5350 cm

343
TECHNOPEX-2018 Institut Teknologi Indonesia ISSN: 2654-489X

Daftar pustaka
[1] Ngurah, I Gusti. (2014). Analisis Daya Dukung Pondasi Dangkal Pada Tanah Lunak Di
Daerah Dengan Muka Air Tanah Dangkal (Studi Kasus Pada Daerah Suwung Kauh). Suwung
Kauh: Universitas Pendidikan Indonesia
[2] Nugroho, Agus & Ika Putra, Agus. (2010). Korelasi Parameter Kuat Geser Tanah Hasil
Pengujian Triaxial Dan Unconfined Compression Strength.Pekan Baru: Universitas Riau.
[3] Rahayu, Wiwik. (2015). Tanah Gambut Melalui Uji Triaksial Consolidated Undrained dan
Unconsolidated Undrained.Depok: Universitas Indonesia.
[4] Rizaldy. (2012). Efisiensi Kelompok Tiang Pancang
[5] Sompie, Berty. (2014). Penambahan Campuran Bentonit Dan Kaolin Pada Tanah Pasir
Terhadap Koefisien Permeabilitas. Manado: Universitas Sam Ratulangi
[6] Tambunan, Jhonson, 2012, Studi Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang, Jurnal
Rancangan Sipil, Vol.1, No.1,Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Simalungun
[7] Utomo, Pontjo. (2014). Daya Dukung Ultimit Pondasi Dangkal Di Atas Tanah Pasir Yang
Diperkuat Geogrid.Sulawesi Tengah: Universitas Tadulako
[8] Usman, Angelina. (2013) Studi Daya Dukung Pondasi Dangkal Pada Tanah Rawa
Menggunakan Kombinasi Perkuatan Anyaman Bambu Grid Bambu Dengan Variasi Lebar dan
Jumlah Lapisan Perkuatan

344