Anda di halaman 1dari 7

Perawatan Metode Kanguru (PMK) Solusi Bayi Lahir

Premature Dan BBLR


Artikel
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS dan BAYI
Yang dibina oleh :
Retno Dewi P.,SST.,MPh

Lia Ayustin (18.017)

YAYASAN BHAKTI TULUS INSAN UTAMA (BTIU)


AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA
2019
Perawatan Metode kanguru (PMK) solusi bayi lahir premature dan BBLR
Di masyarakat tradisional indonesiaa kematian neonatal yang kurang dari usia 40
hari adalah hal biasa. Mereka akan segera menerima dan melupakan tentang kematian bayi
nya dan diperkirakan kejadian BBLR di Indonesia sebesar 14%. Angka kematian di
Indonesia semakin lama semakin menurun tapi masih termasuk tinggi yaitu 52 per 1000
kelahiran hidup (data survey tahun 1997). Angka tersebut masih termasuk tinggi di banding
Angka Kematian BAyi sesame negara ASEAN (Singapura 4 per 1000 kelahira hidup,
Malaysia 12 per 1000 dan Thailand 32 per 1000)

Di tengah besarnya angka kematian bayi yang disebabkan oleh bayi lahir prematur
(bayi lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu) dan bayi lahir dengan BBLR
(Berat Badan Lahir Rendah, di bawah 2500 gram), muncul perawatan yang dinamakan
metode kangguru untuk membantu mengurangi kejadian tersebut. Perawatan metode
kangguru sangat dianjurkan bagi bayi yang lahir prematur dan BBLR karena sangat mudah
praktis dan aman

Meskipun metode ini namanya metode kanguru namun metode ini tak berasal dari
australia melainkan di kembangkan di Kolombia akhir tahun 1980-an oleh Colombian
Departement of Social Security dan World Laboratory-sebuah lembaga swadaya
masyarakat (LSM) berbasis di Siwss
Metode kanguru ini sangat di anjurkan untuk negara-negara berkembang karena
mengingat terbatasnya fasilitas pelayanan kesehatan yang memdai terutama di wilayah
pedesaan, karena apa masyarakat desa terkadang menutup diri dari teknologi yang sedang
berkembang, mereka tak mau menggunakan alat-alat kesehatan yang modern maka metode
kanguru dapat di jadikan sebagai alternatif yang aman bagi ibu dan bayi untuk
menggantikan inkubator.
Salah satu negara berkembang adalah indonesia, negara Indonesia telah
mengembangkan kebijakan pelayanan kesehatan neonatal. Dan metode kanguru sebagai
salah satu alternatif yang di pakai. Dan saat ini juga telah banyak video dan pelatihan
tentang Perawatan Metode Kanguru (PMK) guna mengurangi pemakaian inkubator untuk
bayi lahir prematur dan BBLR.
PMK atau perawatan metode kanguru tidak hanya mudah aman dan praktis untuk di
terapkan tapi juga memiliki manfaat untuk bayi dan ibu. Manfaatnya yaitu :
1. Manfaat PMK bagi bayi
WHO (2002) dari berbagai penelitian menyebutkan bahwa manfaat
Perawatan Metode Kanguru pada BBLR adalah :

1
 Suhu tubuh bayi lebih stabil daripada yang dirawat di inkubator
 Pola pernafasan bayi menjadi lebih teratur (mengurangi kejadian apnea periodik)
 Denyut jantung lebih stabil
 Pengaturan perilaku bayi lebih baik, misalnya frekuensi menangis bayi
berkurang dan sewaktu bangun bayi lebih waspada
 Bayi lebih sering minum ASI dan lama menetek lebih panjang serta peningkatan
produksi ASI
 Kenaikan berat badan lebih baik
 Waktu tidur bayi lebih lama
 Hubungan lekat bayi-ibu lebih baik serta berkurangnya kejadian infeksi
 Efisiensi anggaran

2. Manfaat PMK bagi Ibu


Menurut Depkes RI (2008) dari beberapa penelitian Anderson (1991),
Tessier dkk. (1998), Conde-Agudelo, Diaz-Rosello&Belizan (2003), Kirsten,
Bergman & Hann (2001) dilaporkan bahwa PMK mempermudah pemberian ASI,
ibu lebih percaya diri dalam merawat bayi, hubungan lekat bayi-ibu lebih baik,
ibu sayang kepada bayinya, pengaruh psikologis ketenangan bagi ibu dan
keluarga (ibu lebih puas, kurang merasa stres). Pada penelitian Suradi dan
Yanuarso (2000), Mohrbacher & Stock (2003) melaporkan adanya peningkatan
produksi ASI, peningkatan lama menyusui dan kesuksesan dalam menyusui. Hasil
penelitian Cattaneo, Davanco, Bergman dkk. (1998) dalam PERINASIA (2003),
bila ibu perlu merujuk bayi ke fasilitas kesehatan maupun antar rumah sakit tidak
memerlukan alat khusus karena dapat menggunakan cara PMK.
Dalam mencapai keberhasilan unutuk Perawatan Metode kanguru perlu di
perhatikan beberapa komponen. Komponen tersebut ada 4 yaitu :
1. Posisi bayi
Letakkan bayi diantara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke
dada ibu. Posisi bayi dijaga dengan kain panjang atau pengikat lainnya.
Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri, dengan posisi sedikit
tengadah (ekstensi). Ujung pengikat tepat berada dibawah kuping bayi.
Tungkai bayi haruslah dalam posisi “kodok”, tangan harus dalam posisi
fleksi. Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak
tergelincir. Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi

2
dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di
sekitar epigastrium ibu. Dengan cara ini bayi dapat melakukan pernafasan
perut.
Berikut adalah cara memasukkan dan mengeluarkan bayi dari baju Kanguru,
misalnya saat akan disusui :
 Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai
punggung bayi.
 Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari-jari lainnya
agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi saluran nafas ketika
bayi berada pada posisi tegak.
 Tempatkan tangan lainnya dibawah pantat bayi.
2. Nutrisi dengan pemberian ASI
Dengan melakukan PMK, proses menyusui menjadi lebih berhasil dan
sebagian besar bayi yang dipulangkan memperoleh ASI. Bayi pada kehamilan
kurang dari 30-32 minggu biasanya perlu diberi minum melalui pipa
nasogastrik, untuk ASI yang diperas (expressed breast milk). Bayi dengan
masa kehamilan 32-34 minggu dapat diberi minum melalui gelas kecil.
Sedangkan bayi-bayi dengan usia kehamilan sekitar 32 minggu atau lebih,
sudah dapat mulai menyusu pada ibu.
3. Dukungan (support)
Saat bayi telah lahir, ibu memerlukan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya
berupa :
a. Dukungan emosional
Ibu memerlukan dukungan untuk melakukan PMK. Banyak ibu-ibu
muda yang mengalami keraguan yang sangat besar untuk memenuhi
kebutuhan bayi pertamanya sehingga membutuhkan dukungan dari
keluarga, teman serta petugas kesehatan.
b. Dukungan fisik
Selama beberapa minggu pertama PMK, merawat bayi akan sangat
menyita waktu ibu. Istirahat dan tidur yang cukup sangat penting pada
peranannya pada PMK. Oleh karena itu, ibu memerlukan dukungan
untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas rumah.
c. Dukungan edukasi
Sangat penting memberikan informasi yang ibu butuhkan agar ia dapat
memahami seluruh proses PMK dan mengetahui manfaat PMK. Hal ini
membuat PMK menjadi lebih bermakna dan akan meningkatkan

3
kemungkinan bahwa ibu akan berhasil menjalankan PMK baik di rumah
sakit ataupun saat di rumah.
Dukungan bisa diperoleh dari petugas kesehatan, seluruh anggota
keluarga, ibu dan masyarakat. Tanpa adanya dukungan, akan sangat sulit
bagi ibu untuk dapat melakukan PMK dengan berhasil.

4. Pemulangan (discharge)
Pemulangan bayi dilakukan atas persetujuan dokter berdasarkan laporan
perawat. Bayi PMK dapat dipulangkan dari rumah sakit setelah memenuhi
kriteria dibawah ini :
a. Kesehatan bayi secara keseluruhan dalam kondisi baik dan tidak ada
henti nafas (apnea) atau infeksi
b. Bayi minum dengan baik
c. Berat bayi selalu bertambah (sekurang-kurangnya 15g/kg/hari) untuk
sekurang-kurangnya tiga hari berturut-turut
d. Ibu mampu merawat bayi dan dapat datang secara teratur untuk
melakukan follow-up
cara melakukan perawatan metode kangguru

Hal pertama yang harus diperhatiakn dalam melakaukan Perawatan Metode


Kanguru adalah posisi bayi berada di antara payudara ibu, sehingga dada ibu dan dada bayi
bertemu. Posisi bayi yang dekat dengan payudara ibu dapat merangkan produksi ASI.

Kepala bayi di palingkan pada satu sisi (kanan atau kiri) dan sedikit di tengadah, ini
bertujuan untuk menjaga saluran nafas bayi tetap terbuka dan juga untuk memungkinkan
bayi dan ibu melakukan kontak mata. Posisi lengan dan kaki menekuk seperti katak.

Pada saat melakukan metode ini , biarkan bayi dalam kondisi telanjang, hanya
menggunakan poposk, kaus kaki, dan topi. Ini di maksudakn agar semakin luas kontak kulit
yang terjadi antara ibu dan bayi. Bayi di masukan kedalm baju ibu dan di tempatkan tepat
di dada ibu sehingga terjadi kontak kulit antar ibu dan bayi.

Posisi bayi kemudian di amakankan dengan kain pengikat atau kain panjang
sehingga bayi tidak mudah jatuh ketika ibu berdiri. Jangan ikat kain terlalu kencang agar
bayi masih memiliki cukup ruang untuk bernafas.

Perawatn metode kangguru harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus.
Semakin lama durasi melakukan metode kanguru. Semakin baik bagi bayi. Metode kanguru

4
dilakukan kurang dari 60 menit dapt membuat bayi stress karena perubahan diraskan bayi
terjadi dengan cepat.

Sebaiknya metode kanguru secara terus menerus pada bayi dengan kondisi stabil ,
dari pagi sampai malam, dan hanya terputus pada saat popok bayi harus di ganti terutama
jika tidak ad acara lain unyuk mrngkontrol suhu bayi. Ketika ibu harus meninggalkan
bayinya, bayi dapat di seleimuti dengan selimut hangat atau ayah juga dapat melakukan
metode kanguru ini. Metode kanguru di lakukan sampai berat bayi sudah mencapai 2500
gram.

5
Daftar Pustaka

Rahmayanti.2011.” Pelaksanaan perawatan metode kangguru pada ibu yang memiliki bblr
di rumah sakit budi kemuliaan jakarta tahun 2011”.Fakultas kesehatan masyarkat.
Universitas Indonesia.Jakarta

Radityo, Adi Nur. 2018. “Perawatan Bayi Premature Dengan Metode Kanguru”.
http://yankes.kemkes.go.id/read-perawatan-bayi-prematur-dengan-metode-kanguru-
3937.html. Di akses pada tanggal 17 juli 2019 pukul 11.15 WIB

Pratiwi,Yunia.2017.”Teknik Menerapkan Metode Kanguru untuk Bayi Premature di


Rumah”.https://cantik.tempo.co/read/1034603/teknik-menerapkan-metode-kanguru-untuk-
bayi-prematur-di-rumah. Di akses pada tanggal 17 juli 2019 pukul 11.36 WIB.

Kesetan Indonesia. 2009. “ Metode Kangguru Sebagai Pengganti Inkubator Untuk Bayi
Berat Lahir Rendah”. Kebijakankesehatanindonesia.net. di akses pada tanggal 17 juli 2019
pukul 14.01 WIB