Anda di halaman 1dari 6

2 Subgraf dan Derajat

Materi yang akan diajarkan pada pertemuan ke-2 ini adalah subgraph dan derajat
dalam graf. Materi ini adalah bahan tugas 1 yang nilainya maksimum 10%.
2.1 Materi Pembelajaran
Subgraf dari suatu graf bermacam-macam strukturnya, namun yang memiliki
ciri khas adalah subgraph perentang dan subgraph terinduksi. Mengenai derajat,
akan diterangkan mulai dari derajat titik, derajat maksimum, derajat minimum,
dan barisan derajat. Setiap definisi akan disertai degan contoh.
2.2 Sasaran Pembelajaran
a. Kemampuan mahasiswa dalam memahami intruksi
b. Kemampuan mahasiswa dalam membuat komitmen dan menjaga
komitmen
c. Kemampuan mahasiswa dalam membedakan subgraf perentang dengan
subgraf terinduksi, dan subgraf-subgraf yang lain
d. Kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep derajat kedalam
masalah persimpangan jalan dan sejenismya.
2.3 Kegiatan Pembelajaran

2.3.1 Pendahuluan
Dalam pembelajaran pertemuan ini, dosen berusaha membangkitkan daya
ingat mahasiswa terhadap konsep dasar graf yang telah dipelajari sebelumnya.
2.3.2 Uraian Materi
A. Subgraf
Definisi 2.1
Misalkan dua graf 𝐻 = (𝑉(𝐻), 𝑋(𝐻)) dan 𝐺 = (𝑉(𝐺), 𝑋(𝐺)). Graf H
disebut subgraph dari G, jika 𝑉(𝐻) ⊆ 𝑉(𝐺) dan 𝑋(𝐻) ⊆ 𝑋(𝐺).

1
Contoh:
Misalkan graf 𝐺, 𝐺1 , dan 𝐺2 adalah sebagai berikut.

Graf 𝐺1 dan 𝐺2 adalah subgraf G.


Jika 𝑉(𝐻) = 𝑉(𝐺), maka H dikatakan subgraph perentang dari G.
Karena 𝑉(𝐺2 ) = 𝑉(𝐺) pada gambar di bawah ini, maka 𝐺2 merupakan
subgraph perentang dari G.

Subgraf maksimal H dari graf G adalah subgraph yang memenuhi:


Setiap sisi

Jalan (walk) pada suatu graf adalah barisan titik dan sisi:
𝑣1 , 𝑒1 , 𝑣2 , 𝑒2 , ⋯ , 𝑒𝑛−1 , 𝑣𝑛 yang dimulai degan satu titik dan diakhiri oleh suatu
titik pula dengan setiap sisi terkait dengan titik yang ada di kiri dan kanannya.
B. Derajat Dalam Graf
Definisi 2.2
Derajat suatu titik 𝑣𝑖 dalam graf G, dilambangkan “𝑑(𝑣𝑖 )” adalah banyaknya
sisi 𝑥 ∈ 𝑋(𝐺) yang terkait dengan titik 𝑣𝑖 .

Contoh:
Graf G berikut memiliki 𝑑(𝑢) = 2, 𝑑(𝑤) = 3, 𝑑(𝑧) = 1.

2
Titik suatu graf yang berderajat nol disebut titik terasing dan graf yang hanya
terdiri dari satu titik-titik terasing disebut graf trivial. Sedangkan titik yang
derajatnya satu disebut titik terminal atau titik ujung.

Teorema 2.1
Jumlah derajat titik dalam suatu graf G adalah dua kali banyaknya sisi atau
∑𝑝𝑛=1 𝑑(𝑣𝑛 ) = 2𝑞
Dengan 𝑞 adalah bnyaknya sisi dari G.

Bukti:
Misalkan graf G terdiri dari satu sisi, berarti G memiliki dua simpul yang masing-
masing berderajat satu, sehingga jumlah derajat simpul dalam G adalah dua.
Karena setiap sisi menghubungkan dua titik, maka setiap sisi akan menambah
jumlah derajat G sebanyak dua. Dengan kata lain, jumlah derajat simpul dalam
G adalah dua kali jumlah sisi.

 Derajat minimum dari suatu graf dinotasikan𝛿(𝐺), yaitu 𝛿(𝐺) =


min{𝑑(𝑣), 𝑣 ∈ 𝑉(𝐺)}.
 Derajat maksimum dari suatu graf G dinotasikan Δ(𝐺), yaitu Δ(𝐺) =
max{𝑑(𝑣): 𝑣 ∈ 𝑉(𝐺)}.
 Suatu graf disebut reguler jika 𝛿(𝐺) = Δ(𝐺).
Graf pada gambar di bawah ini adalah graf reguler.

3
Contoh:
Misalkan graf G memiliki 9 titik dan 9 sisi dengan titik-titik berderajat 1, 2, 3,
dan 4. Jika graf G memiliki 1 titik berderajat 4 dna du atitik berderajat 2, berapa
titik berderajat 1 dan 3?
Jawab:
Misalkan 𝑥 adalah banyaknya titik berderajat 1 dan 𝑦 adalah banyaknya titik
berderajat 3 pada graf G, maka 𝑥 = 9 − 1 − 2 − 𝑦 = 6 − 𝑦.
Menurut Teorema 2.1, ∑9𝑛=1 𝑑(𝑣𝑛 ) = 2(9) atau dapat ditulis
𝑥(1) + 𝑦(3) + 1(4) + 2(2) = 2(9)
𝑥 + 3𝑦 = 10
Karena 𝑥 = 6 − 𝑦, sehingga diperoleh
6 − 𝑦 + 3𝑦 = 10
2𝑦 = 4
𝑦=2
Jadi 𝑥 = 6 − 2 = 4
Berarti terdapat 4 titik berderajat 1 dan 2 titik berderajat 3. Bentuk graf G dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Akibat Teorema 2.1


Banyaknya titik yang berderajat ganjil pada suatu graf adalah genap.
Bukti:

4
Misalkan 𝑉1 adalah himpunan titik berderajat ganjil dengan kardinalitas 𝑘 dan
𝑉2 adalah himpunan titik berderajat genap dengan kardinalitas 𝑟 pada graf G.
Misalkan pula 𝑝 adalah orde graf G dan 𝑞 adalah ukurannya. Jika 𝑢𝑖 ∈ 𝑉1 dan
𝑣𝑖 ∈ 𝑉2 , maka menurut Teorema 2.1

∑𝑘𝑖=1 𝑑(𝑢𝑖 ) + ∑𝑟𝑗=1 𝑑(𝑣𝑗 ) = 2(𝑞)

∑𝑘𝑖=1 𝑑(𝑢𝑖 ) = − ∑𝑟𝑗=1 𝑑(𝑣𝑖 ) + 2(𝑞) ............................................................. (1)

Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa 𝑘 adalah genap. Karena 𝑣𝑖 ∈ 𝑉2 dan 𝑉2


adalah kumpulan titik berderajat genap maka ∑𝑟𝑗=1 𝑑(𝑣𝑗 ) adalah genap.

Akibatnya, ∑𝑘𝑖=1 𝑑(𝑢𝑖 ) = − ∑𝑟𝑗=1 𝑑(𝑣𝑖 ) + 2(𝑞) adalah genap. Tulis 𝑑(𝑢𝑖 ) =
2𝑟𝑖 − 1, 𝑟𝑖 ∈ ℕ untuk setiap 𝑖. Sehingga persamaan (1) dapat ditulis:

∑𝑘𝑖=1(2𝑟𝑖 − 1) = − ∑𝑟𝑗=1 𝑑(𝑣𝑖 ) + 2(𝑞)

∑𝑘𝑖=1(2𝑟𝑖 − 1) = 2𝑙 , untuk 𝑟𝑖 , 𝑙 ∈ ℕ dan 𝑙 < 𝑞, sehingga


𝑘 𝑘

∑(2𝑟𝑖 ) − ∑ 1 = 2𝑙
𝑖=1 𝑖=1
𝑘

𝑘 = ∑(2𝑟𝑖 ) − 2𝑙
𝑖=1
𝑘

𝑘 = 2 (∑ 𝑟𝑖 − 𝑙 )
𝑖=1

Jelas 2(∑𝑘𝑖=1 𝑟𝑖 − 𝑙 ) adalah bilangan genap. Jadi 𝑘 adalah bilangan genap, atau
banyaknya titik berderajat genjil adalah genap.
Graf 𝐺 dengan orde 𝑛 dinotasikan 𝐺𝑛 . Graf 𝐺𝑛 disebut graf lengkap jika
setiap dua titik pada pada 𝐺𝑛 bertetangga dan dinotasikan dengan 𝐾𝑛 . Graf
lengkap 𝐾𝑛 adalah salah satu graf khusus karena memiliki ciri-ciri khusus yaitu
reguler dengan derajat 𝑛 − 1. Karena itu graf lengkap 𝐾𝑛 biasa ditulis (𝑛 − 1)-
reguler. Beberapa graf khusus yang lain akan dibahas pada pertemuan
selanjutnya.

5
2.3.3 Latihan Soal
1. Perhatikan graf 𝐺 berikut ini

Dari graf 𝐺, 𝐻, dan 𝑇 berikut manakah yang merupakan subgraf dari G.

2. Suatu graf berorde 14 dan berukuran 26. Titik-titik graf tersebut berderajat
2, 3, dan 5. Jika diketahui terdapat 6 titik berderajat 4, berapakah titik
berderajat 3 dan 5?

2.4 Bacaan Yang Dianjurkan


1. Gary Chartrand dan Ping Zhang, (2005), Introduction to Graf Theory,
McGRAW-Hill.
2. Gary Chartrand, Ortrund R. Oellermann, (1993), Applied and Algorothmic
Graph Theory, McGRAW-Hill.
3. Sumber lainnya.