Anda di halaman 1dari 4

BAB III

PEMBAHASAN DAN TATALAKSANA

A. DIAGNOSIS
a.1. Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara auto dan allo-anamnesis kepada anak pasien yang
mengantarkan ke Rumah Sakit. Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang
dirasakan semakin lama semakin berat dan dada terasa berdebar-debar.

Hipertensi akan menyebabkan kerusakan sejumlah organ penting (target organ


damage), yaitu jantung, otak, ginjal dan retina mata. Kelangsungan hidup dalam
beberapa tahun akan menurun drastic setelah terdeteksi adanya kerusakan organ seperti
hipertrofi bilik kiri jantung (LVH), gagal jantung (Heart Failure), gangguan iskemik
otak maupun stroke.5

Hipertrofi ventrikel kiri merupakan kompensasi jantung menghadapi tekanan


darah tinggi ditambah dengan factor neurohumoral yang ditandai oleh penebalan
konsentrik otot jantung (hipertrofi konsentrik). Fungsi diastolic akan mulai terganggu
akibat dari gangguan relaksasi ventrikel kiri, kemudian disusul oleh dilatasi ventrikel
kiri (hipertrofi eksentrik). Rangsangan simpatis dan aktivasi system renin-angiotensin-
aldosteron akan meningkatkan volume diastolic ventrikel sampai tahap tertentu dan
pada akhirnya terjadi gangguan kontraksi miokard.6

Hal tersebut diatas adalah mekanisme yang memungkinkan terjadinya keluhan


sesak pada pasien, pada tahap awal hipertensi biasanya asimptomatik namun bila ada
gejala biasanya disebabkan oleh peninggian tekanan darah itu sendiri seperti berdebar-
debar, cepat Lelah, sesak nafas hingga nyeri dada.

Klinis AF sangat bervariasi, mulai dari asimtomatik hingga syok kardiogenik


atau kejadian serebrovaskular berat. Hampir >50% AF tidak menyebabkan gejala
(silent atrial fibrillation).7

Beberapa gejala ringan yang mungkin dikeluhkan pasien pada umumnya adalah
palpitasi, mudah lelah atau kelemahan umum, selain itu AF juga dapat menyebabkan
gangguan hemodinamik, kardiomiopati yang diinduksi oleh takikardia, dan
tromboembolisme sistemik.8

a.2. Pemeriksaan Fisik


Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien datang dengan kesadaran Compos
Mentis, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 140 x/menit, reguler isi cukup, suhu 37oC,
dan frekuensi pernapasan 30 x/menit. Peningkatan frekuensi nadi dan napas merupakan
suatu kompensasi terhadap kondisi yang dialami pasien.
Berdasarkan American Society of Hypertension and the International Society of
Hypertension 2013 derajat keparahan hipertensi dibagi menjadi berikut:

Pemeriksaan secara menyeluruh sangat penting pada pasien AF untuk


mengevaluasi penyakut jantung katup atau kardiomiopati. Pergeseran dari punctum
maximum atau adanya bunyi jantung tambahan (S3) mengindikasikan perbesaran
ventrikel dan peningkatan tekanan ventrikel kiri .9,10
Pemeriksaan menggunakan CHA2DS2-VASc digunakan untuk menentukan
faktor resiko terjadinya stroke pada penderita AF.2

a.3. Pemeriksaan Penunjang


Hasil EKG : Irama atrial, rate 146x/m reguler, Left Axis Deviation, Morfologi
gelombang P flutter, PR interval <0,12 detik, Komplek QRS <0,12 detik, ST segmen
isoelektrik gelombang T normal.

Hasil EKG setelah mendapatkan terapi: Irama atrial, rate 190x/m irreguler, Left
Axis Deviation, Morfologi gelombang P tidak dapat diidentifikasi, PR interval <0,12
detik, Komplek QRS <0,12 detik, ST segmen isoelektrik gelombang T inversi di lead
v2, v3, v4, v5

Temuan EKG biasanya dapat mengkonfirmasi diagnosis AF dan biasanya


mencakup laju ventrikel bersifat ireguler dan tidak terdapat gelombang P yang jelas.
Laju jantung umumnya berkisar 110 – 140x/menit, hipertrofi ventrikel kiri, tanda infark
akut/lama. EKG juga diperlukan untuk memonitor interval QT dan QRS dari pasien
yang mendapatkan terapi antiaritmia untuk AF.10

a.4. Penatalaksanaan
Pasien langsung dipasangkan monitor, oksigen nasal kanul 3 liter/menit,.
Pukul 05.14 konsul dr.Samsul, Sp,JP sebagai DPJP dengan advice NaCl 0.9% 7 tpm,
nitrokaf 1 x 2.5mg, aspilet 1 x 80mg, digoxin 0.25mg, concor 1x2.5mg, amlodimine 1
x 5mg, simvastatin 20mg, simarc 1x2mg, alopurinol 2 x 100mg serta rencana DPJP
akan visite pagi hari di ruangan.
Pukul 10:00 dr.Samsul, Sp.JP visite di ruangan cempaka atas dengan advice Inj
digoxin 1 x 0.5mg, Valsartan 0-0-40mg, Concor 2,5mg-0-0, Aspilet 80mg-0-0,
Simvastatin 0-0-20mg, Nitrokaf 2.5mg-0-0, Simarc 0-0-2mg, Allopurinol 1 x 100mg,
Cek EKG ulang, ureum, creatinine, GDP
Terapi oksigen untuk mengurangi kebutuhan oksigen jantung. Nitrat dapat
menyebabkan vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol perifer, dengan efek mengurangi
preload dan afterload sehingga dapat mengurangi wall stress dan kebutuhan oksigen
(Oxygen demand). Nitrat juga menambah oksigen suplay dengan vasodilatasi pembuluh
koroner dan memperbaiki aliran darah kolateral. Dalam keadaan akut nitrogliserin atau
isosorbid dinitrate diberikan secara sublingual atau infus intravena. Dosis pemberian
intravena : 1-4 mg/jam. Bila keluhan sudah terkendali maka dapat diganti dengan per
oral. Warfarin adalah golongan antagonis vitamin K yang banyak digunakan untuk
pencegahan stroke pada pasien AF, sedangkan Aspirin dapat menghambat agregasi
platelet.