Anda di halaman 1dari 11

Arsitektur Vernakular Aceh

Kelompok 10 :
Cut Rava Magfirah
Miftahul Jannah
Shelanita Aulia
Pengertian Rumoh Aceh
Rumah adat Aceh (Rumoh Aceh) adalah rumah adat dari suku Aceh. Rumah ini bertipe rumah panggung
dengan 3 bagan utama dan 1 bagian tambahan. Tiga bagian utama dari rumah Aceh yaitu seuramoe keue (serambi
depan), seuramoe tengoh (serambi tengah) dan seuramoe likot (serambi belakang). Sedangkan 1 bagian
tambahannya yaitu rumoh dapu (rumah dapur). Atap rumah berfungsi sebagai tempat penyimpanan pusaka
keluarga.

Pada tanggal 27 Oktober 2018 kami mensurvey rumah aceh yang berada di montasik.

Lokasi :

Alamat : Jalan Montasik – Blang Bintang Gampong Baroh, Montasik, Aceh Besar, Aceh

Luas : 144 m2
Profil Pemilik
Nama : Ibu Maimunah

Profesi : IRT

Anggota keluarga yang tinggal

di Rumah :

1. Ibu

2. Anak ke-2 (PR)

3. Menantu

4. Cucu
Tampak
Denah awal Denah setelah dilakukan perubahan
Sejarah

Rumah ini dibangun pada tahun 1935 pada saat belanda masih menguasai Indonesia dan berarti rumah ini telah
berusia 83 tahun. Pada rumah ini menggunakan kayu semantok dan masih mempertahankan jendela khas rumah
aceh. Pada saat pembangunan rumah ini masih menggunakan rumbia.
Rumah ini awalnya hanya satu bangunan yaitu bangunan rumah aceh. Kemudian, pada 2006 dilakukan
penambahan pada area belakang rumah aceh ini.

Penambahan lainnya terdapat pada bagian luar samping rumah aceh itu sendiri yaitu sumur dan rak piring.
Ruang-ruang Setelah Perubahan

 Ruang bagian bawah rumoh aceh


 Pada awalnya hanya pagar kemudian diganti dengan tembok agar merendam kebisingan dibelakang rumah.
Kemudian dijadikan dapur, kamar, gudang dan tempat penyimpanan barang yang masih dipakai seperti
kulkas, parutan kelapa dan hasil panen. Bangungan bagian belakang dibangunan secara bertahap.

 Penggunaan triplek pada kamar tidur bawah juga dikarenakan ketika nenek sudah tiada tripleknya dapat
dilepas dan ruangan menjadi luas.

 Bagian samping temoat sumur dan rak piring. Awalnya satu mandi dan sumur 2 untuk cuci dan kebutuhan
area depan.

 Alasan penambahan bangunan bagian belakang dikarenakan nenek maimunah tidak sanggup lagi naik ke
lantai atas rumah aceh disebabkan usia nenek sudah lanjut.
Ruang bagian atas

 Pada awalnya terdapat sirkulasi untuk ke dapur dan juga dapur. Lalu diubah menjadi kamar menjadi luas.

 Selain kamar nenek udah dibawah dan juga dapur. Kamar mengalami pelebaran.
Atap

 Pada awalnya menggunakan daun rumbia hingga pada penambahan bangunan di bawah. Rumbia tersebut
digantikan dengan seng.

 Alasannya daun rumbia tidak bertahan lama dan daun rumbia sulit didapat.