Anda di halaman 1dari 6

Tugas Modul : Tugas Akhir M1 : Tugas Akhir Terstruktur

Nama : Yuniarti, S.Pd


Sekolah : SMP Satap Kusau Makmur
Instructions :
Kemukakan gagasan Ibu/Bapak dalam sebuah rancangan pembelajaran yang di dalamnya
memuat memuat keterampilan belajar abad 21, seperti unsur strategi, metode dan media
pembelajaran serta cara mengevaluasinya.

Rancangan Pembelajaran Abad 21


Pada awal era mikro computer – setahun sebelum IBM merilis computer individual pertamanya
yang diberi nama PC (Personal Computer), sebuah buku perintis berjudul Mindstorm (Papert,
1980) diterbitkan. Penulisnya, Seymour Papert, memiliki pesan penting untuk para pendidik.
Dia meramalkan bahwa bahkan dengan diperkenalkannya perangkat ini – alat baru untuk
memperluas pikiran anak-anak – sekolah akan melanjutkan asesmen lama mereka. Istilah
“digital native” untuk menggambarkan anak-anak yang lahir pada abad ini yang tumbuh
dewasa di dunia digital. Untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas
diperlukan adanya sistem pendidikan yang mampu membekali mereka dalam menghadapi
tantangan di abad 21 ini. Model pembelajaran abad 21 mengacu pada pergeseran paradigma
belajar abad 21.

Pergeseran paradigma ini perlu dibarengi juga dengan kerangka kompetensi abad 21 yang
harus dimiliki oleh peserta didik yang disajikan sebagai berikut:
Pembelajaran akan meletakkan dasar dan kompetensi, pengukuran kompetensi dengan urutan
LOTS menuju HOTS. Dengan evaluasi LOTS akan menjadi tangga bagi peserta didik untuk
meningkatkan kompetensi menuju seseorang yang memiliki pola pikir kritis, kreatif,
kolaboratif dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pilar Pendidikan merupakan soko guru
Pendidikan. Unesco memberikan empat pilar Pendidikan sebagai berikut:
Tetapi untuk mencapai tujuan Pendidikan
nasional, empat pilar ini saja tidak cukup,
sehingga pendidikan di Indonesia ditambah
dengan pilar Pendidikan “Belajar untuk
memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak
mulia”. Pendidikaan abad 21 merupakan
Pendidikan yang mengintegrasikan antara
kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
serta penguasaan terhadap TIK. Kecakapan
tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang
sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan
di abad 21 juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi (HOTS), yang sangan diperlukan
dalam mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Keterampilan abad
21 antara lain sbb:
Adapun perencanaan pembelajaran dalam rangka implementasi pengembangan keterampilan
abad 21 sama seperti perencanaan pembelajaran pada umumnya, yaitu direncanakan dari awal
dimulai dengan menganalisis kompetensi sampai menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran atau RPP. Adapun langkah – langkah perencanaan pembelajaran yang
mengintegrasikan karakter keterampilan abad 21 adalah sebagai berikut ini:

A. Menentukan jenis keterampilan yang akan dikembangkan sesuai Kompetensi Dasar


(mungkin fokus, tidak pada keempat-empatnya, misalnya berpikir kiritis dan
kolaborasi). Contoh Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran Matematika :
KD 3.4 Menjelaskan himpunan, himpunan bagian, himpunan semesta, himpunan
kosong, komplemen himpunan dan melakukan operasi biner pada himpunan
menggunakan masalah konstekstual
KD 4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan himpunan, himpunan bagian,
himpunan semesta, himpunan kosong, komplemen himpunan dan melakukan
operasi biner
B. Mengembangkan IPK agar dapat mencapai KD dan dapat mengembangkan karakter
kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Contoh IPK dalam pelajaran
Matematika :
3.4.8 Menyatakan hasil operasi (irisan, gabungan, selisih dan komplemen) dari dua
himpunan
4.4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hasil operasi (irisan, gabungan,
selisih dan komplemen) dari dua himpunan
C. Merumuskan tujuan pembelajaran agar cukup jelas dalam menunjukkan kecakapan
yang harus dimiliki peserta didik. Contoh Tujuan Pembelajaran dalam mata pelajaran
Matematika :
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
JIGSAW peserta didik dapat menyatakan hasil operasi (irisan, gabungan, selisih, dan
komplemen) dari dua himpunan dan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan hasil
operasi dari dua himpunan dengan rasa ingin tahu, pantang menyerah serta bekerjasama.
D. Mengembangkan materi pembelajaran yang relevan.
Materi dikembangkan sesuai dengan KD yang mencakup materi yang bersifat faktual,
konseptual, procedural dan metakognitif. Materi – materi ini dipilih dan dipilah agar
dapat memenuhi pengembangan karakter kecakapan yang telah dirumuskan sesuai
tuntutan KD.
Himpunan:
 Definisi himpunan (membedakan kumpulan yang merupakan himpunan dan yang
bukan himpunan)
 Menyatakan himpunan dengan 3 cara (kata-kata, notasi dan mendaftar anggota-
anggotanya)
 Himpunan bagian, himpunan semesta, himpunan kosong
 Operasi biner pada himpunan (irisan, gabungan, selisih dan kmplemen)

E. Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan sesuai hasil analisis.


1. Kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pengembangan berpikir kritis dan
pemecahan masalah.
Contoh :
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen dengan anggota maksimal
5 anggota.
 Masing-masing anggota kelompok diberi sub topik yang berbeda (irisan,
gabungan, selisih dan komplemen).
 Anggota kelompok dengan sub topik yang sama bergabung membentuk
kelompok ahli.
 Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan dan saling
membantu untuk menguasai topik.
 Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke
kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kepada rekan
kelompoknya.
 Tiap kelompok memresentasikan hasil diskusi .
Kegiatan pembelajaran di atas melatih peserta didik untuk mencari tahu dan berpikir
kritis (membedakan antara irisan, gabungan, selisih dan komplemen). Kegiatan ini
juga mengembangkan keterampilan berkomunikasi peserta didik dalam berdiskusi
baik di dalam kelompok maupun klasikal. Kegiatan ini juga mengembangkan
kepemimpinan dan kolaborasi dalam mengatur jalannya diskusi sehingga didapat
keputusan bersama yang merupakan simpulan dari berbagai pendapat sehingga
pembelajaran menjadi bermakna. Peserta didik saling bekerjasama, menghargai dan
menghormati sesuai dengan peran masing-masing dalam kelompoknya.
F. Literasi Pembelajaran
Gerakan literasi di sekolah ridak lagi menjadi bagian yang terpisah/berdiri sendiri
dalam pelaksanaannya. Pada tahun ini literasi sekolah menjadi bagian yang tidak
terpisah dari proses pembelajaran.
Contoh :
Pembelajaran Matematika materi Operasi himpunan (irisan, gabungan, selisih dan
komplemen ) dari suatu himpunan.
1. Peserta didik saat mengawali pembelajaran dengan melakukan aktivitas literasi
yaitu:
 Membaca referensi yang sudah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya.
 Peserta didik mencari contoh lain dari berbagai sumber tentang
permasalahan kumpulan yang merupakan himpunan.
 Peserta didik menceritakan kembali dengan Bahasa sendiri perbedaan
antara kumpulan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan.
2. Dalam kegiatan pembelajaran ini guru melakukan interaksi dengan pertanyaan
yang mudah (LOTS) dengan variasi pertanyaan menngkatkan menuju (HOTS).
3. Guru juga selalu membimbing peserta didik agar bersungguh-sungguh dan
bekerja keras serta memantapkan karakter lainnya.
Melalui pembelajaran seperti di atas, dapat melatih peserta disik menjadi literat
terhadap permasalahan yang berkaitan dengan himpunan.

G. Mengembangkan teknik dan instrumen penilaian sesuai dengan hasil analisis (tujuan
atau IPK)
Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur
tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan
penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari
pengamatan sikap, tes pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek
dengan rubrik penilaian. Kegiatan penilaiannya dapat dilakukan melalui kegiatan
diskusi, uji kinerja, menyusun laporan diskusi kelompok dan peserta didik
mengevaluasi sendiri keterampilan tersebut. Kegiatan penilaiannya juga melibatkan
peserta didik untuk melakukan penilaian diri dan refleksi diri atas kondisi kemampuan
mereka dalam menguasai materi yang telah dipelajari.Penilaian portofolio juga
dibutuhkan untuk menilai efektivitas sistem Pendidikan dalam menjangkau level
kompetensi peserta didik tingkat tinggi dalam abad 21.
1. Penilaian Pengetahuan: tes tertulis
Siswa mengerjakan soal-soal latihan tertulis, remedial, dan pengayaan pada buku
siswa.
Berikut adalah contoh soal tes tulis Matematika untuk materi Himpunan yang dapat
mengembangkan HOTS berpikir kritis dan pemecahan masalah dan kreativitas.
2. Penilaian Keterampilan: uji unjuk kerja
Penilaian Unjuk Kerja
Teknik : Praktik
Bentuk Instrumen :
Pendoman Penskoran :
Skor Skor:
Aspek Penilaian 4 : sangat baik
1 2 3 4 3 : baik 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑒𝑛𝑎𝑟
2 : cukup Nilai Akhir : 16
× 100
Kecepatan
1 : kurang
Kesesuaian
Kerjasama
Presentasi

H. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran.

Mohon bimbingan dan masukannya Buk ^^