Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AGAMA BERFUNSI MEMPERKUAT

RASA PERCAYA DIRI

Disusun oleh:

Kelompok 7

NAMA: NELLA VEBYANA SIMAMORA (201788203006)

ANTI (201784203014)

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA DAN BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat,
rahmat dan karunia-Nya yang masih diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “Agama berfungsi memperkuat rasa percaya diri”. Makalah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah agama.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Dan harapan kami semoga malakah ini dapat bermanfaat dan menambah
pengetahuan bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman
kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Merauke,23 november 2017

penulis
DARTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................. iii

BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................ 1

1.1 LATAR BELAKANG ................................................................... 1

1.2 RUMUSAN MASALAH .............................................................. 1

1.3 TUJUAN ........................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 2

2.1 PENGERTIAN PERCAYA DIRI ................................................ 2

2.2 MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI REMAJA............. 2

2.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN


DIRI ............................................................................................... 4

2.4 ASPEK-ASPEK KEPERCAYAAN DIRI ................................... 5

BAB III PENUTUP .................................................................................. 6

3.1 KESIMPULAN .............................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 7


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa
keyakinan akan kemampuan diri seseoarang sehingga tidak terpengaruh oleh
orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran,
dan bertanggung jawab.

Kepercayaan diri yang dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap


segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya
merasa mampu untuk mencapai sebagai tujuan didalam hidupnya (hakim,
1999:56).

Menurut willis (1985) kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa seseorang


mampu menanggulangi suatu masalah dengan situasi terbaik dan dapat
memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain.

Berdasarkan uraian diatas dan pemenuhan tugas penulis ingin menungkapnya


dalam makalah yang berjudul ‘‘AGAMA BERFUNGSI UNTUK
MEMPERKUAT RASA PERCAYA DIRI’’.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:

1. apa yang dimaksud dengan kepercayaan diri?

2. bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri remaja?

3. apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri?

4. apa saja aspek-aspek kepercayaan diri?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulis memiliki beberapa tujuan
sebagai berikut:

1. untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kepercayaan diri

2. untuk mengetahui cara meningkatkan rasa percaya diri remaja


3. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri

4. untuk mengetahui aspek-aspek kepercayaan diri


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian kepercayaan diri


Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang penting pada
seseorang. Tanpa adanya kepercayaan diri akan banyak menimbulkan masalah
pada diri seseorang, kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga
pada diri seseorang dalam kehidupan masyarakat. Dikarenakan dengan
kepercayaan diri, seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya.
Kepercayaan diri merupakan sesuatu yang urgen untuk dimiliki oleh setiap
individu kepercayaan diri diperlukan baik oleh seorang anak atau orang tua,
secara individual maupun kelompok.

2.2 Meningkatkan rasa percaya diri remaja


Ada empat cara untuk meningkatkan rasa percaya diri remaja yaitu:

1. Mengidentifikasiakan kelebihan dan kelemahan diri

Harter berpendapat bahwa yang harus diperhatikan ketika ingin


meningkatkan rasa percaya diri remaja yaitu mengenai penyebab dari
rendahnya rasa percaya diri. Kemudian diikuti dengan mengidentifikasikan
kelebihan dan kelemahan. Kelebihan remaja diapresiasikan. Sementara
kelemahan dibantu untuk diatasi.

2. Dukungan emosional dan penerimaan sosial

Dukungan emosional dan persetujuan sosial dari orang lain merupakan


pengaruh yang penting bagi rasa percaya diri remaja. Sumber dukungan
alternatif dapat diterima secara informal seperti dukungan dari guru,
dosen, pelatih, atau orang dewasa lainnya.

3. Prestasi

Prestasi merupakan salah satu faktor untuk dapat memperbaiki tingkat rasa
percaya diri remaja. Rasa percaya diri remaja meningkat lebih tinggi
karena mereka tahu tugas-tugas penting untuk mencapai tujuan dan telah
menyelesaikan tugas yang serupa. Penekanan prestasi dalam meningkatkan
rasa percaya diri remaja memiliki banyak kesamaan dengan konsep teori
belajar sosial mengenai kualitas diri yang merupakan keyakinan individu
bahwa dirinya dapat menguasai suatu situasi dan menghasilkan sesuatu
yang positif.

4. Mengatasi masalah

Rasa percaya diri juga dapat meningkatkan ketika remaja menghadapi


masalh dan berusaha untuk mengatasinya, bukan menghindarinya. Ketika
remaja memilih mengatasi masalah dan bukan menghindari, remaja
menjadi lebih mampu menghadapi masalah secara nyata, jujur, dan tidak
menjauhinya.

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri


Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri pada seseorang sebagai
berikut:

a). Lingkungan keluarga

keadaan keluarga merupakan lingkungan hidup yang pertama dan utama


dalam kehidupan setiap manusia. Menurut hakim (2002:121) menjelaskan
bahwa pola pendidikan keluarga diterapkan dalam membangun rasa
percaya diri anak sebagai berikut:

1. melatih anak untuk berani berbicara tentang banyak hal

2. menumbuhkan sikap mandiri pada anak

3. memperluas lingkungan pergaulan anak

4. jangan terlalu memberikan kemudahan pada anak

b). Pendidikan formal

sekolah bisa dikatakan sebagai lingkungan kedua bagi anak, dimana


sekolah merupakan lingkungan yang paling berperan bagi anak setelah
lingkungan keluarga dirumah. Rasa percaya diri siswa disekolah dapat
dibangun melalui berbagai macam bentuk kegiatan sebagai berikut:

1. memupuk keberanian untuk bertanya

2. melatih berdiskusi dan berdebat

3. penerapan disiplin yang konstan

4. memperluas pergaulan yang sehat dan lain-lain.


c). Pendidikan non formal

salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian
yang penuh rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang
berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Kemampuan atau keterampilan
dalam bidang tertentu bisa didapatkan melalui pendidikan non formal
misalnya: bermain alat musik, seni vocal, pendidikan keagamaan dan
sebagainya.

2.4 Aspek-aspek kepercayaan diri


Ada beberapa aspek dari rasa percaya diri sebagai berikut:

1. keyakinan akan kemampuan diri yaitu sikap positif seseoarang tentang


dirinya bahwa dia mengerti sungguh-sungguh akan apa yang
dilakukannya.

2. optimis yaitu sikap positif seseorang yang selalu berpandangan baik dalam
menghadapi segala hal tentang diri, harapan dan kemampuan.

3. objektif yaitu orang yang percaya diri memandang permasalahan atau


segala sesuatu sesuai dengan keberanian semestinya.

4. bertanggung jawab yaitu kesediaan seseorang untuk menanggung segala


sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya.

5. rasional dan realistis yaitu analisa terhadap suatu masalah, suatu hal,
sesuatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang diterima oleh akal
dan sesuai dengan kenyataan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Agama dianggap sebagai cara efektif untuk mengukuhkan atau memperkuat
rasa percaya diri. Ada kepercayaan-kepercayaan tertentu seperti ‘‘kerja
sebagai ibadah’’, ‘‘tanggungjawab atau tugas adalah bersifat ilahi’’,dan lain-
lain ajaran yang ada dalam berbagai agama memberi penguatan kepada
individu-individu dan sekaligus memperkuat rasa percaya diri.
DAFTAR PUSTAKA

www. Kajianpustaka.com/2015/07/kepercayaan-diri.html