Anda di halaman 1dari 2

Tugas dr.Arifianto, Sp.

25 Mei 2019

1. Perbedaan probiotik dan prebiotik?


Probiotik adalah mikroorganisme yang bila dikonsumsi per oral akan memberikan
dampak positif bagi kesehatan manusia dan merupakan flora usus normal yang dapat
diisolasi dari tinja manusia sehat, contoh probiotik seperti yogurt.
Prebiotik adalah substrat, umumnya karbohidrat, yang bila dikonsumsi akan
merangsang pertumbuhan kuman probiotik. Paling banyak digunakan adalah inulin dan
fruktooligosakarida (FOS). Keduanya telah terbukti dapat merangsang pertumbuhan
Bifidobacteridalam lumen usus. Efek prebiotik terjadi tidak langsung, yaitu dengan
merangsang pertumbuhan Bifidobacteria yang pada akhirnya menimbulkan efek positif
bagi ketahanan saluran cerna.
Source: Firmansyah, Agus. 2001. Sari Pediatri. Vol. 2(4): 210-214.

2. Sebutkan jenis probiotik yang sering digunakan di Indonesia


 Probiokid,
 Lacto-B,
 Probiotin

3. Fungsi zink untuk anak dengan diare akut


Pada diare, zinc berperan dalam inhibisi second messenger induced Cl- secretion
(cAMP, cGMP, ion kalsium) meningkatkan absorpsi natrium, memperbaiki permeabilitas
intestinal, dan fungsi enzim pada enterosit, meningkatkan regenerasi epitel usus dan
respons imun lokal dengan membatasi bacterial overgrowth, dan meningkatkan klirens
patogen.
Source: Marlia, Dede, Dwipoerwantoro, Pramita G, Advani, Najib. 2015. Sari Pediatri.
Vol. 16(5): 299-306.
4. Mengapa pada diare tidak boleh diberikan absorbent dan anti motilitas?
Obat antimotilitas, misalnya: loperamide, hyoscine, dan lain-lain diberikan untuk
mengurangi gerakan usus, sehingga tinja tidak cair, dan diare mereda. Pemberian
antimotilitas ini dapat menyebabkan ileus paralitik (usus berhenti bergerak/berkontraksi
sama sekali), dan berakibat mengancam nyawa (kematian) karena penumpukan bakteri
pada usus yang tidak dapat dikeluarkan jika usus berhenti bergerak.
Anti diare ada yang istilahnya adsorben, macamnya: kaolin-pektin,
attapulgite,smectite, karbon, dan kolestiramin. Obat-obat ini digunakan karena bekerja
dengan cara mengikat dan menonaktifkan racun (toksin) bakteri atau bahan kimia yang
menyebabkan diare, dan kemampuannya untuk "melindungi" mukosa usushalus.
Adsorbents (kaolin, pectin, activated charcoal) tidak bermanfaat untuk terapi diare akut,
karena adsorben hanya sedikit mengubah konsistensi tinja tetapi tidak bisa mengurangi
kehilangan cairan dan garam.