Anda di halaman 1dari 4

PENANGANAN MORBILI

No.Dokumen : 440/ /SOP/PKM.M/2019


No. Revisi : 01
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/4

Puskesmas Makrayu Ferri Sinatra,SKM, M.Si


Palembang NIP. 197102282000031002

1. Pengertian Serangkaian kegiatan bagi petugas untuk melaksanakan penanganan


Morbili
2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas untuk melaksanakan penanganan
Morbili
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Makrayu Nomor 440/
/SK/PKM.M/2019 Tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi PERMENKES No.5 Tahun 2014
5. Prosedur/ 1. Persiapan alat dan bahan
Langkah-langkah a. Rekam medik
b. Alat tulis
c. Buku register
d. Alat pengukur suhu
2. Petugas yang melaksanakan
a. Dokter
b. Perawat
Langkah-langkah
1. Pasien masuk ke Poli Umum
2. Anamnesis
Keluhan :
Masa inkubasi 10-15 hari.
Gejala prodromal berupa demam, malaise, gejala respirasi atas
(pilek, batuk), dan konjungtivitis. Pada demam hari keempat,
muncul lesi makula dan papula eritem, yang dimulai pada
kepaladaerah perbatasan dahi rambut, di belakang telinga, dan
menyebar secara sentrifugal ke bawah hingga muka, badan,
ekstremitas, dan mencapai kaki pada hari ketiga.
Faktor Risiko
Anak yang belum mendapat imunisasi campak
1. Pemeriksaan fisik :
Pemeriksaan Fisik Patognomonis
Demam, konjungtivitis, limfadenopati general.
Pada orofaring ditemukan koplik spot sebelum munculnya
eksantem.
Gejala eksantem berupa lesi makula dan papula eritem, dimulai
pada kepala pada daerah perbatasan dahi rambut, di belakang
telinga, dan menyebar secara sentrifugal dan ke bawah hingga
muka, badan, ekstremitas, dan mencapai kaki pada hari ketiga.
Lesi ini perlahan-lahan menghilang dengan urutan sesuai urutan
muncul, dengan warna sisa coklat kekuningan atau deskuamasi
ringan.
Eksantem hilang dalam 4-6 hari.
2. Kemungkinan diagnosa Morbili
3. Penatalaksanaan
Obat diberikan untuk gejala simptomatis, demam dengan
antipiretik. Jika terjadi infeksi bakteri sekunder, diberikan
antibiotik.
Suplementasi vitamin A diberikan pada:
Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari PO diberi 2 dosis.
Umur 6-11 bulan 100.000 IU/hari PO 2 dosis.
Umur di atas 1 tahun 200.000 IU/hari PO 2 dosis.
Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai
umur, dilanjutkan dosis ketiga sesuai umur yang diberikan 2-4
minggu kemudian.
Konseling dan Edukasi
Edukasi keluarga dan pasien bahwa morbili merupakan
penyakit yang menular. Namun demikian, pada sebagian besar
pasien infeksi dapat sembuh sendiri, sehingga pengobatan
bersifat suportif. Edukasi pentingnya memperhatikan cairan
yang hilang dari diare/emesis.
Untuk anggota keluarga/kontak yang rentan, dapat diberikan
vaksin campak atau human immunoglobulin untuk pencegahan.
Vaksin efektif bila diberikan dalam 3 hari terpapat dengan
penderita. Imunoglobulin dapat diberikan pada individu dengan
gangguan imun, bayi umur 6 bulan -1 tahun, bayi umur kurang
dari 6 bulan yang lahir dari ibu tanpa imunitas campak, dan
wanita hamil.
3. Petugas menulis dan memberikan resep kepada pasien
4. Pasien mengambil obat di unit pelayanan obat
6. Bagan Alir
Pasien diperiksa
Pasien Anamnesis didapatkan bercak
masuk merah dan datar seluruh
tubuh

Petugas
menentukan
diagnosa

Petugas memberikan
resep kepada pasien Morbili Bukan
morbili

Pasien mengambil obat


Selesai
ke unit obat

7.Hal-hal yang perlu -


diperhatikan
8.Unit terkait 1. Poli KIA/KB/Imunisasi
2. Unit Obat
9.Dokumen terkait 1. Kartu status pasien
2. Buku Register pasien
3. Blanko Resep
4. Laporan Bulanan (LB1)

10.Rekaman Tgl. Mulai


No Yang dirubah Isi Perubahan
historis diberlakukan
perubahan. 1. Kebijakan Keputusan
Kepala
Puskesmas
Makrayu Nomor
440/ /SK/
PKM.M/2019
Tentang
Pelayanan Klinis
2. Prosedur/ Penambahan
langkah-langkah alat dan bahan