Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau herniasi diskus intervertebralis, yang sering pula
disebut sebagai Lumbar Disc Syndrome atau Lumbosacral radiculopathies adalah penyebab
tersering nyeri pugggung bawah yang bersifat akut, kronik atau berulang. Hernia Nucleus
Pulposus (HNP) adalah suatu penyakit dimana bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang
belakang (soft gel disc atau Nucleus Pulposus) mengalami tekanan di salah satu bagian
posterior atau lateral sehingga nucleus pulposus pecah dan luruh sehingga terjadi penonjolan
melalui anulus fibrosus kedalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan radiks saraf
(Gerges, 2014).

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab dari nyeri punggung
(NPB) yang penting. Prevalensinya berkisar antara 1-2% dari populasi. HNP lumbalis paling
sering (90%) mengenai diskus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5. Biasanya NBP oleh karena
HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu. Tindakan pembedahan jarang
diperlukan kecuali pada keadaan tertentu (Gerges, 2014).

Tujuan Penulisan

1. Mengetahui definisi dan epidemiologi hernia nucleus pulposus


2. Mengetahui etiologi dari hernia nucleus pulposus
3. Mengerti patofisiologi terjadinya hernia nucleus pulposus
4. Mengetahui manifestasi klinis pada hernia nucleus pulposus
5. Mengetahui cara diagnosis dan penatalaksanaan dari hernia nucleus pulposus

1
DEFINISI

Hernia Nukleus pulposus (HNP) adalah suatu keadaan dimana terjadi penonjolan pada
diskus intervertebralis ke dalam kanalis vertebralis (protrusi diskus) yang diakibatakan oleh
menonjolnya nukleus pulposus yang menekan anulus fibrosus yang menyebabkan kompresi
pada syaraf, terutama banyak terjadi di daerah lumbal dan servikal sehingga menimbulkan
adanya gangguan neurologi yang biasanya didahului oleh perubahan degeneratif pada proses
penuaan (Fardon, et al. 2014).

EPIDEMIOLOGI

HNP paling sering terjadi pada pria dewasa, pada usia 30 sampai 50 tahun. HNP lebih
banyak terjadi pada individu dengan pekerjaan yang banyak membungkuk dan mengangkat.
karena ligamentum longitudinalis posterior pada daerah lumbal lebih kuat pada bagian
tengahnya, maka protrusi discus cenderung terjadi ke arah postero lateral, dengan kompresi
radiks saraf (Gerges, 2014). HNP sering terjadi pada daerah L4-L5 dan L5 –S1 kemudian
pada C5-C6 dan paling jarang terjadi pada daerah torakal (Sairyo, et al.2014).

ETIOLOGI

Penyebab utama terjadinya HNP adalah cidera, cidera dapat terjadi karena terjatuh
tetapi lebih sering karena posisi menggerakkan tubuh yang salah. Degenerasi dari kandungan
tulang rawan annulus dan nucleus mengakibatkan berkurangnya elastisitas sehingga
mengakibatkan herniasi dari nucleus hingga annulus (Fardon, et al. 2014).

2
PATOFISIOLOGI

Heriniasi ​nucleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan degeneratif yang


terjadi pada proses penuaan. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan
kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus
melemahkan pertahanan pada ​herniasi nucleus.​ Jika beban pada discus bertambah, annulus
fibrosus tidak kuat menahan nukleus pulposus akan keluar, akan timbul rasa nyeri oleh
karena gel yang berada di canalis vertebralis menekan radiks (Zhou, 2014).

Herniasi dari ​discus intervertebra adalah ​protrusi nucleus pulposus bersama beberapa
bagian anulus ke dalam kanalis spinalis atau foramen intervertebralis. Karena ​ligamentum
longitudinalis anterior jauh lebih kuat daripada ​ligamentum longitudinalis posterior​, maka
herniasi diskus hampir selalu terjadi ke arah posterior atau posterolateral. Herniasi tersebut
biasanya menggelembung berupa massa padat dan tetap menyatu dengan badan diskus,
walaupun fragmen-fragmennya kadang dapat menekan keluar menembus ​ligamentum
longitudinalis posterior dan masuk lalu berada bebas ke dalam kanalis spinalis. ​Prolapsus
discus intervertebralis,​ hanya yang terdorong ke belakang yang menimbulkan nyeri, sebab
pada bagian belakang vertebra terdapat serabut saraf spinal serta akarnya, dan apabila
tertekan oleh ​prolapsus discus intervertebralis akan merangsang bangunan peka nyeri.
Bangunan peka nyeri yang terangsang akan direspon dengan pengeluaran berbagai mediator
inflamasi yang akan menimbulkan persepsi nyeri. Nyeri yang timbul dapat berupa nyeri
inflamasi pada jaringan dengan terlibatnya berbagai mediator inflamasi; atau nyeri neuropatik
yang diakibatkan lesi primer pada sistem saraf (Zhou, 2014).

MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis HNP tergantung dari radiks saraf yang terkena. Gejala klinis yang
paling sering jika terjadi heriniasi pada lumbal adalah iskhialgia (nyeri radikuler sepanjang
perjalanan nervus iskhiadikus). Nyeri biasanya bersifat tajam seperti terbakar dan berdenyut
menjalar sampai di bawah lutut. Jika kauda equina tertekan menyebabkan nyeri kaki bilateral,
hilangnya sensasi perianal, retensi urin, dan kelemahan sfingter ani. Sakit pinggang yang

3
diderita pun akan semakin parah jika duduk, membungkuk, mengangkat beban, batuk,
meregangkan badan, dan bergerak. Istirahat dan penggunaan analgetik akan menghilangkan
sakit yang diderita (Rubin, 2014).

Jika herinia terjadi pada servikalis keluhan utama nyeri radikuler pleksus
servikobrakhialis. Penggerakan kolumma vertebralis servikal menjadi terbatas, sedang
kurvatural yang normal menghilang. Terjadi nyeri leher ipsilateral, otot-otot leher spastik,
kaku kuduk, refleks biseps yang menurun atau menghilang. Hernia ini menonjol keluar
posterolateral mengakibatkan tekanan pada pangkal syaraf. Hal ini menghasilkan nyeri
radikal yang mana selalu diawali gejala-gejala dan mengacu pada kerusakan kulit (Yeung,
2012).

PEMERIKSAAN PENUNJANG

● Foto Polos
X-Ray tidak dapat menggambarkan struktur jaringan lunak secara akurat. Nucleus
pulposus tidak dapat ditangkap di X-Ray dan tidak dapat mengkonfirmasikan herniasi
diskus maupun jebakan akar saraf. Namun, X-Ray dapat memperlihatkan kelainan
pada diskus dengan gambaran penyempitan celah atau perubahan alignment dari
vertebra (Hasz, 2012).

● CT scan

4
CT scan tidak cukup baik untuk mendiagnosis degeneratif disk. Sering terlihat normal
pada pemeriksaan CT Scan untuk penyakit ini, sehingga tidak akurat digunakan untuk
melakukan penangan selanjutnya. CT-scan baik untuk mendiagnosis pada kelainan
yang lain seperti spondylolisthesis (Hasz, 2012).
● MRI
Merupakan gold standard diagnosis HNP karena dapat melihat struktur columna
vertebra dengan jelas dan mengidentifikasi letak herniasi (Hasz, 2012). .

TATALAKSANA

● Pengobatan konservatif

Tujuan terapi konservatif adalah mengurangi iritasi saraf, memperbaiki kondisi fisik
pasien dan melindungi dan meningkatkan fungsi tulang punggung secara keseluruhan. Dari
85% pasien, akan membaik dalam waktu 6 minggu (Rubin, 2014). Untuk mengurangi rasa
nyeri digunakan terapi medikamentosa antara lain NSAID, oral steroid, atau opioid. Selain itu
bisa juga digunakan kombinasi oral medikasi tadi dengan injeksi epidural (Zhou, 2014).

● Pengobatan non-konservatif

Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal punggung seperti jalan


kaki, naik sepeda atau berenang. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. Latihan
bertujuan untuk memelihara fleksibilitas fisiologik, kekuatan otot, mobilitas sendi dan
jaringan lunak. Dengan latihan dapat terjadi pemanjangan otot, ligamen dan tendon sehingga
aliran darah semakin meningkat. Selain itu dengan mengurangi berat dapat mencegah resiko

5
terjadinya nyeri punggung, akibat berkurangnnya tekanan pada diskus intervertebra (Zhou,
2014).

● Terapi operatif

Terapi bedah berguna untuk menghilangkan penekanan dan iritasi saraf sehingga nyeri
dan gangguan fungsi akan hilang. Jenis tindakan bedah pada pasien dengan HNC adalah
laminectomy, discectomy, dan mikrodiskectomy. Tindakan operatif HNP harus berdasarkan
alasan yang kuat yaitu berupa:

➢ Defisit neurologik memburuk.


➢ Gangguan otonom (miksi, defekasi, seksual).
➢ Paresis otot tungkai bawah.

Komplikasi yang biasa muncul pascaoperasi adalah trauma pada serabut saraf, cauda
equina injury, hematoma, infeksi, dan bisa juga terjadi hipertensi intrakranial (Sairyo, et al.
2014).

KESIMPULAN

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah suatu penyakit dimana bantalan lunak
diantara ruas-ruas tulang belakang (soft gel disc atau Nucleus Pulposus) mengalami tekanan
di salah satu bagian posterior atau lateral sehingga nucleus pulposus pecah dan luruh
sehingga terjadi penonjolan melalui anulus fibrosus kedalam kanalis spinalis dan
mengakibatkan penekanan radiks saraf. Gejala klinis yang paling sering jika terjadi heriniasi
pada lumbal adalah iskhialgia. Nyeri biasanya bersifat tajam seperti terbakar dan berdenyut
menjalar sampai di bawah lutut. Jika herinia terjadi pada servikalis keluhan utama nyeri
radikuler pleksus servikobrakhialis. MRI merupakan gold standard diagnosis HNP karena
dapat melihat struktur columna vertebra dengan jelas dan mengidentifikasi letak herniasi.

6
Tatalaksana pada penyakit ini adalah konservatif dan jika defisit neurologi memburuk makan
diperlukan tindakan bedah.

DAFTAR PUSTAKA

Fardon, et al. (2014).​ ​Lumbar disc nomenclature: version 2.0 Recommendations of the
combined task forces of the North American Spine Society, the American Society of
Spine Radiology and the American Society of Neuroradiology [Online]. Available
from: ​www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24768732

7
Gerges, F. (2014). The Budget Impact of Hydrodiscectomy versus Open Discectomy for
Patients with Contained Herniated Discs [Online]. Available from:
http://mst.ru/publications/eng/spinal/Spinejet/HDC6_Manuscript_Draft01242014.pdf

Hasz, M. (2012). Diagnostic Testing for Degenerative Disc Disease [Online]. Available from:
www.hindawi.com/journals/aorth/2012/413913/

Rubin, M. (2014). Herniated Nucleus Pulposus (Herniated, Ruptured, or Prolapsed


Intervertebral Disk) [Online]. Available from:
http://www.msdmanuals.com/professional/neurologic-disorders/peripheral-nervous-
system-and-motor-unit-disorders/herniated-nucleus-pulposus

Sairyo, et al. (2014). State of the Art : Transforaminal Approach for Percutaneous
Endoscopic Lumbar Discectomy under Local Anesthesia [Online]. Available from:
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25264038

Yeung, J. (2012). Cervical disc herniation presenting with neck pain and contralateral
symptoms: a case report [Online]. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3411405/

Zhou, L. (2014). Pathophysiology and Treatment of Discogenic and Radicular Lower Back
Pain. International Journal of Physical Medicine & Rehabilitation [Online]. Available
at: ​http://www.omicsonline.org/open-access/pathophysiology-and-treatment-of-
discogenic-and-radicular-lower-back-pain-2329-9096.1000e107.php?aid=36026