Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

Pendidikan merupakan upaya dalam membentuk manusia yang

berkualitas, mampu berkembang dengan baik ditengah-tengah masyarakat,

agama dan Negara. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan

potensi yang ada dalam dirinya, sebagai manusia yang oleh Allah di karuniai

akal dan pikiran sempurna dibandingkan dengan makluk lainnya, maka

manusia wajib menempuh pendidikan untuk terus berfikir dan

mengembangkan dirinya. Menuntut pendidikan tidak ada batasannya dalam

artian seumur hidup untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.

Tujuan pendidikan adalah adanya perubahan-perubahan peserta

didik kearah yang lebih baik. Perlu dipahami bahwa tujuan pendidikan

merupakan masalah yang sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan.

Hal ini dikarenkan dari dasar pendidikan inilah yang akan menentukan corak

dan isi pendidikan, dan dari tujuan pendidikan itu juga akan menentukan ke

arah mana anak didik dibawah.1

Dalam Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun


2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa:
”Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak

1
Binti Maunah, landasan pendidikan, (Yogyakarta: Teras, 2009), 9.

1
2

mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara


yang demokratis serta bertanggung jawab.”2
Pendidikan agama Islam mempunyai kedudukan yang tinggi dalam

mencapai tujuan sebagimana yang tercantum dalam Undang-undang Republik

Indonesi No 20 Tahun 2003, karena pendidikan agama Islam berupaya

membimbing manusia ke jalan yang lebih baik, sesuai dengan perintah Allah

SWT, tidak hanya mendidik manusia untuk meningkatkan kecerdasan

intelektual namun juga dalam hal spiritual yang membawa kebahagian

didunia dan diakhirat.

Sedangkan tujuan pendidikan Islam sendiri adalah berusaha

membentuk atau mengembalikan manusia kepada fitrahnya yaitu kepada

Allah sehingga mewujudkan manusia yang (1) berjiwa tauhid, (2) takwa

kepada Allah, (3) rajin beribadah dan beramal shalih, (4) ulil albab, serta (5)

berakhlakul karimah.3

Menurut al-Qabisy dalam buku A. Fatah Yasin, Dimensi-dimensi

Pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam itu adalah upaya menyiapkan

peserta didik agar menjadi muslim yang dapat menyesuikan hidupnya sesuai

dengan ajaran-ajaran Islam. Dengan tujuan ini diharapkan peserta didik juga

mampu memiliki pengetahuan dan mampu mengamalkan ajaran Islam, karena

hidup di dunia ini tidak lain adalah menuju hidup di akhirat.4

2
Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) UU RI No. 20 Th. 2003, (
Jakarta: Sinar Grafika, 2009), 7.
3
Heri Jauhari Muchtar, Fikih Pendidikan,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), 128.
4
A. Fatah Yasin, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam, (Malang: UIN Malang Press, 2008),
109-110.
3

Tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia sebagai

hamba Allah SWT. hal ini dijelaskan dalam surat al-An’am ayat 162, yang

berbunya:

         

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan


matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. al-
An’am: 162).5

Surat al-An’am diatas menunjukkan bahwa tujuan hidup manusia

didunia semata-mata hanya beribadah kepada Allah. Dengan demikian tujuan

pendidikan agama Islam adalah membentuk manusia sempurna, membawa

manusia pada tujuan hidup yang sebenarnya, bahwa segala sesuatu hanya

ditunjukkan kepada Allah.

Pendidik mempunyai peran penting dalam tercapainya tujuan

pendidikan. semakin berkualitas seorang pendidik maka semakin besar

keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. maka seorang pendidik

harus mempunyai kompetensi yang harus ada dalam diri pendidik, yang

meliputi empat kompetensi, yaitu potensi pedagogik, kompetensi kepribadian,

kopetensi sosial dan kompetensi profesional. Pertama, Kompetensi

pedagogik ialah kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran,

pelaksanaan hingga evaluasi dalam pembelajaran, disini peran guru sebagai

seorang pendidik yang memahamkan peserta didik dan mengembangkan

potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik. Kedua, Kompetensi

5
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemahan, (PT Sygma Examedia Arkanleema:
Bandung, 2007), 150.
4

kepribadian yaitu sifat dan perilaku yang mencerminkan kebaikan dan suri

tauladan bagi peserta didik dan masyarakat. Ketiga, kompetensi sosial yaitu

bagaimana kempuan pendidik dalam menjalin interaksi terhadap peserta

didik, wali peserta didik dan masyarakat. Dan Keempat, kompetensi

profesional yakni kemampuan dalam menguasai seluruh materi pembelajaran

secara luas dan mendalam.

Pendidik dan peserta didik harus mempunyai tujuan yang sama dalam

hal tercapainya keberhasilan pendidikan. Didalam pembelajaran harus ada

interaksi antar keduanya, pendidik sebagai orang tua disekolah yang

berkewajiban mendidik peserta didik supaya menjadi generasi yang

berprestasi dan berakhlak mulia.

Maju dan berkembangnya suatu Negara sangat berpengaruh oleh

kualitas pendidikan bangsa. Pendidikan yang berkualitas dapat menciptakan

generasi yang produktif dalam ilmu dan pengetahuan, sehingga terus

berkembang mengikuti zaman. Namun melihat fenomena saat ini semakin

berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin canggih, justru semakin

menurunya kualitas karakter bangsa.

Fenomena empiris menunjukkan bahwa pada saat ini terdapat banyak

kasus kenakalan dikalangan pelajar. Isu perkelahian pelajar, tindak kekerasan,

premanisme, white collar crime (kejahatan kerah putih), konsumsi minuman

keras, etika berlalu lintas, perubahan pola konsumsi makanan, kriminalitas

yang semakin hari semakin menjadi-jadi dan semakin rumit, dan sebagainya.6

6
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), 106.
5

Berdasarkan hasil laporan Bandan Narkotika Nasional (BNN) tahun

2014, fakta bahwa sebagian besar pengguna narkotika dan obat-obat terlarang

di Indonesia merupakan remaja dan berpendidikan tinggi. Sedangkan,

berdasarkan laporan BNN tahun 2012, mencatat bahwa dari 188.578 kasus

tersangka narkoba di Indonesia, sebanyak 6.251 merupakan pelajar dan

mahasiswa. Secara nasional proyeksi dan scenario tahun 2015 pelajar yang

menggunakan narkoba sekitar 1.178.300 orang dan akan meningkat ditahun

di tahun 2016 menjadi sekitar 1.223.700 pelajar.7

Tabel 1.1

Jenis Skenario 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020


Kelamin

Pelajar Naik 1,128.0 1,178.3 1,225.7 1,269.5 1,309.4 1,345.2 1,377.4


Stabil 1,099.1 1,123.6 1,148.2 1,172.7 1,197.1 1,221.6 1,246.5
Turun 1,041.4 1,014.0 993.2 979.2 972.7 974.2 984.7

Tabel 1.1 Proyeksi Jumalah Penyalahgunaan narkoba dan angka prevalensi


total menurut scenario dan kelompok pelajar, 2014-2020 (dalam ribuan orang)8
Selain penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, kenakalan

remaja berkaitan dengan perilaku seks, pornografi dan pornoaksi. Tahun

2014, Debuti Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi

BKKBN mengeuarkan hasil survey, Data Sensus Nasional menunjukkan 48-

51 persen perempuan hamil adalah remaja. Komisi Nasional (Komnas)

Perlindungan Anak melakukan penelitian, bahwa dari 4.726 responden 97

7
Dokumentasi data penyimpangan perilaku remaja
http://www.academia.edu/25758640/PENYIMPANGAN_PERILAKU_SEKSUAL_PENYALAH
GUNAAN_NARKOTIKA_DAN, diakses pada tanggal 3 Pebruari 2018
8
Ibid.
6

persen pernah menonton pornografi, dan 93,7 persen mengaku sudah tidak

perawan, bahkan 21.26 persen mengaku pernah aborsi.9

Kita ketahui pada media sosial atau berita yang ditayangkan ditelevisi

banyak yang menyiarkan tentang kasus remaja seperti aborsi, pembunuhan

dan pembuangan bayi yang dilahirkan dari hasil hubungan gelap, kasus

pemerkosaan gadis 14 tahun yang diperkosa 14 orang hingga gadis 19 tahun

diperkosa 19 orang di Manado.10 dan baru-baru ini kasus kekerasan yang

dilakukan oleh salah satu siswa di SMA Sampang Madura kepada guru seni

budaya yang mengakibatkan meninggalnya guru tersebut.11

Memperhatikan kemerosotan karakter bangsa disinilah peran

pendidikan agama Islam untuk membentuk karakter peserta didik kearah yang

lebih baik. Guru pendidikan agama Islam mempunyai kedudukan penting

dalam membentuk karakter siswa. Melalui peningkatan mutu pembelajaran

pendidikan agama Islam akan memudahkan tercapainya keberhasilan dalam

membina karakter siswa kearah yang lebih baik. Penanaman nilai-nilai

pendidikan agama Islam tidak mudah ditanamkan begitu saja oleh guru

kedalam pribadi peserta didik, karena keberhasilan dalam pendidikan adanya

kerjasama yang baik antara pendidikan formal dengan pendidikan non formal,

yaitu keluarga dan masyarakat. Penanaman karakter religius, jujur dan

disiplin penting dilakukan karena jika anak mempunyai pegangan dalam

dirinya meliputi keimanan dan ketaqwaan, sifat jujur dan sikap disiplin, maka

9
Ibid.
10
https://news.okezone.com/read/2016/05/08/340/1382814/yuyun-14-tahun-diperkosa-14-
orang-di-manado-gadis-19-tahun-diperkosa-19-orang
11
https://kumparan.com/@kumparannews/kronologi-penganiayaan-guru-oleh-siswa-di-
madura-yang-berujung-maut
7

kualitas anak akan meningkat, terjauh dari perbuatan-perbuatan yang tidak

baik.

Sekolah Menengah Atas merupakan jenjang pendidikan setelah

menyelesaikan tingkat sekolah menengah pertama, dimana masa perpindahan

dari anak-anak menjadi masa dewasa, yang biasa disebut dengan masa

remaja, pada masa ini adanya fase pemberontakan yang diikuti dengan

kenakalan-kenakalan dan rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga

lembaga pendidikan di jenjang menengah atas ini sangat berperan penting

dalam mendidik peserta didik kearah yang lebih baik, pembelajaran

pendidikan agama Islam yang nantinya menjadi tolak ukur dalam mencapai

keberhasilan dalam membentuk karakter siswa.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan formal

yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan, dimana menyediakan banyak

program keahlian. Dengan adanya program kejuruhan yang mengharuskan

peserta didik fokus pada kejuruhan yang dipilih namun mereka tidak boleh

lepas dengan kewajiban mereka untuk tetap belajar pendidikan agama Islam.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung

merupakan lembaga pendidikan formal setara dengan Sekolah Menengah

Atas yang bercirikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3

Boyolangu Tulungagung yang selanjutnya pada penelitian ini dapat

disebutkan dengan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung salah satunya

mempunyai tujuan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang melampaui

Standar Nasional Pendidikan. Memiliki visi terwujudnya SMK Negeri 3


8

Boyolangu menjadi sekolah unggul dan berbudaya lingkungan, sedangkan

misi sekolah yakni salah satunya mengembangkan potensi peserta didik

melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter. Terdapat

pula Badan Dakwah islam dan Kurikulum yang dipakai yakni kurikulum

2013 dan KTSP, SMKN 3 Boyolangu Tulungagung telah ter-Sertifikasi ISO

9001:2015 sekolah ini membuka kelas Internasional dengan menggunakan

pelajaran bahasa Inggris di semua mata pelajarannya untuk jurusan otomotif,

instalasi tenaga listrik dan pesiapan dan produksi grafika.12

Hal yang berbeda di sekolah kejuruhan ini adalah adanya

ekstrakulikuler Badan Dakwah Islam. Meskipun sekolah bertaraf kejuruan

namun tidak meninggalkan pembentukan krakter spiritualnya, pembelajaran

pendidikan agama Islam dilaksanakan dengan bagus. Dalam pendidikan

karakter di sekolah ini adanya program diklat sebagai Implementasi

Pendidikan Karakter Bangsa (PKB) SMKN 3 Boyolangu. Program DIKLAT

Pendidikan Karakter Bangsa dan Bela Negara (Diklat PKBBN) bagi seluruh

peserta didik baru yang mulai diterapkan di SMK Negeri 3 Boyolangu pada

tahun pelajaran 2013/2014, merupakan terobosan baru sebagai bentuk

implementasi yang terbukti efektif dan efisien. Materi diklat dalam bentuk

kegiatan pelatihan dan permainan selama 3 hari, dilaksanakan secara

professional melalui kerjasama antara SMKN 3 Boyolangu dengan YONIF

511 Badak Hitam Blitar. Kegiatan diklat dilakukan dalam memberikan

layanan prima kepada masyarakat. Dengan harapan memberikan kontribusi

12
Dokumentasi SMKN 3 Boyolangu, http://www.smkn3boy.sch.id/index.php , diakses
pada tanggal 3 Pebruari 2018.
9

dalam menghasilkan output yang memiliki kompetensi softskill dan hardskill

berimbang, sehingga siap berkompetensi di era global. Program Diklat

PKBBN dapat dipandang sebagai langkah optimal dari bentuk penerapan

pendidikan karakter bangsa terintegrasi.13

Begitu pula dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar

merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang unggulan baik di Kota maupun

Kabupaten Blitar. Sekolah Menengah Atas yang bercirikan kejuruan ini

berupaya mencetak peserta didik menjadi generasi yang tidak hanya

berprestasi namun mempunayi karakter yang baik. Sekolah Menengah

Kejuruan Negeri yang selanjutnya pada penelitian ini dapat disebutkan

dengan SMKN 1 Blitar merupakan lembaga pendidikan Kejuruan yang

mempunyai misi terwujudnya sekolah yang menghasilkan lulusan

berkarakter, kompeten, berjiwa wirausaha, kompetitif, beraklak mulia dan

mampu bersaing di pasar global. Hal ini merupakan upaya dalam menghadapi

perkembangan dan tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi, era informasi dan globalisasi yang sangat cepat

serta tantangan moral dan akhlak yang dinamis.14

SMKN 1 Blitar mempunyai keunikan, dimana dalam pembelajaran 5

tahun terakhir ini khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam

mempunyai kebijakan dalam menerapkan siswa laki-laki wajib berkopyah

dan siswi perempuan berjilbab, memberikan pembiasaan-pembiasaan

13
Dokumentasi SMKN 3 Boyoalngu,
http://www.smkn3boy.sch.id/index.php?p=detberita&id=269 , diakses pada tanggal 3 Pebruari
2018.
14
http://lcckpsmkn1blitar.blogspot.co.id/2016/09/profil-smkn-1-blitar.html , diakses pada
tanggal 3 Pebruari 2018
10

kegamaan seperti sholat dhuha dan sholat berjamaah. Terdapat

ekstrakulikuler takmir, yang mempunyai program-program keagamaan seperti

hadroh maupun kegiatan-kegiatan hari besar agama Islam.15 Hal ini membuat

keunikan tersendiri meskipun tidak bercirikan Islam namun didalamnya tetap

memberikan layanan spiritual yang baik. sehingga tidak hanya menonjolkan

program-program kejuruhan namun juga keagamaannya.

Dalam pembinaan siswa tidak mudah mengingat setiap siswa

mempunyai karakter yang tidak sama dan dari berbagai latar belakang yang

berbeda-beda, sehingga penting adanya peningkatan mutu pembelajaran,

terutama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sebagai wadah dalam

membentuk karakter siswa kearah yang lebih baik. Pada pendidikan kejuruan,

lebih menekankan pada program-program yang sudah disiapkan yakni

jurusan yang diambil, namun yang membuat unik di SMKN 3 Boyolangu

dan SMKN 1 Blitar selain memfokuskan pada jurusannya, pendidikan agama

Islam tetap berperan penting dalam diri siswa, Maka dari itu penulis tertarik

untuk meneliti lebih jauh terkait pembentukan karakter siswa, yang

dituangkan dalam judul “Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa (Studi Multi Situs di

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan di

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar)”.

15
Observasi Pra Penelitian di SMKN 1 Blitar pada tanggal 11 Pebruari 2018
11

B. Fokus dan Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan konteks penelitian diatas, maka fokus dan pertanyaan

penelitian yaitu sebagai berikut.

1. Fokus Penelitian

Bertolak dari konteks penelitian yang peneliti paparkan, maka

fokus penelitian ini adalah peningkatan mutu pembelajaran pendidikan

agama Islam dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah

Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan Sekolah Menengah

Kejuruan Negeri 1 Blitar. Dengan adanya mutu yang berkualitas

diharapkan dapat mewujudkan karakter yang bagus bagi siswa.

2. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian diatas, maka pertanyaan

penelitiannya sebagai berikut:

a. Bagaimana Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa kepada

Allah SWT di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu

Tulungagung dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

b. Bagaimana Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di Sekolah

Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan Sekolah

Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

c. Bagaimana Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan

Agama Islam dalam Membentuk Karakter Jujur Siswa di Sekolah


12

Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan Sekolah

Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui dan mengenalisis Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran

Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa

kepada Allah SWT di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu

Tulungagung dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

2. Mengetahui dan mengenalisis Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran

Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

3. Mengetahui dan mengenalisis Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran

Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Jujur Siswa di

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar?

D. Kegunaan Hasil Penelitian

Hasil penelitian tentang “Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran

Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa” diharapkan memiliki

kegunaan secara teoritis dan praktis.

1. Kegunaan Secara Teoritis

Penelitian ini diharakan dapat memperikan kontibusi bagi

perkembangan Pendidikan Agama Islam. Untuk mengembangkan

keilmuan dan pengetahuan baik dalam bidang sosial, spiritual maupun


13

intelektual bagi semua pihak dan sebagai bahan pertimbangan terhadap

dunia pendidikan dalam membentuk karakter siswa.

2. Kegunaan Secara Praktis

a. Bagi Lembaga

Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam

membangun dan mengembangankan pendidikan Agama Islam.

1) Bagi Kepala Sekolah sebagai bahan acuan dalam mengembangkan

pembelajaran pendidikan agama Islam untuk membangun karakter

peserta didik, sehingga pendidikan karakter akan berlangsung

secara optimal.

2) Bagi guru Sebagai bahan intropeksi dalam pengajaran untuk lebih

bertanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan terutama

pendidikan karakter.

3) Bagi siswa sebagai motivasi bagi siswa dalam upaya membantuk

karakter yang lebih baik sehingga meningkatkan akhlak mulia yang

dapat menjadi generasai berprestasi didalam pendidikan umum

maupun dalam beragama.

b. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan acuan

maupun pertimbangan dalam melaksanakan penelitian baru, terutama

dalam penelitian yang berhubungan dengan peningkatan mutu

pembelajaran pendidikan Agama Islam dan karakter, yang nantinya


14

dapat memperkaya penemuan-penemuan baru dalam bidangan

kelimuan.

c. Bagi Pembaca

Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pembaca dalam menambah

khazanah pendidikan Islam, dapat memberi gambaran perkembangan

pembelajaran pendidikan agama Islam terutama dalam upaya

membentuk karakter siswa melaui meningkatkan mutu

pembelajarannya.

d. Bagi Pustakawan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan literatur atau

referensi karya tulis mahasiswa di perpustakaan pascasarjana IAIN

Tulungagung, terutama leteratur yang berkaitan dengan mutu

pembelajaran dan karakter.

E. Penegasan Istilah

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan menghindari agar tidak

terjadi kesalahfahaman dalam mengambil arti dan maksud istilah yang

digunakan dalam judul tesis, maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang

digunakan dalam judul tesis, maka dapat diuraikan definisi istilah yang

berkaitan sebagai berikut:


15

1. Penegasan Konseptual

a. Strategi adalah cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam

kondisi tertentu supaya mendapatkan hasil yang diharapkan secara

maksimal16

b. Peningkatan mutu pembelajaran adalah suatu usaha memperbaiki

kualitas pembelajaran dalam sebuah proses pendidikan baik itu sumber

daya manusia, sumber daya material, pembelajaran, mutu lulusan dan

sebagainya.17

c. Pendidikan Agama Islam menurut Zakiyah Daradjat adalah suatu usaha

untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat

memahami agama islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan

yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam

sebagai pedoman hidup.18

d. Karakter adalah kualitas mental, kekuatan moral, nama atau repotasi.

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu.

Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian individu

dan merupakan mesin pendorong bagaimana seorang bertindak,

bersikap, berujar, dan merespon sesuatu.19

16
Moh. Haitimi & Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2012), 210.
17
Pius A. Partanto & M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, ( Surabaya: Arkola,
1994), 384
18
Zakiyah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara,
2008), cet. Ke-3, 45.
19
Ahmad Tafsir, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya,
2011), 11.
16

2. Secara Operasional

Peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam dalam

membentuk karakter siswa adalah usaha pendidikan agama Islam dalam

meningkatkan mutu pembelajaran, membentuk pribadi siswa sesuai

dengan ajaran Islam yang menanamkan nilai-nilai terpuji sebagai tanda

kesempurnaan iman. Pembelajaran pendidikan agama Islam yang

dimaksud oleh penulis yakni meliputi pembelajaran Pendidikan Agama

Islam. Dengan adanya peningkatan mutu pembelajaran agama Islam

diharapkan dapat membantu dalam pembentukan karakter siswa yang lebih

baik.

Secara operasional yang dimaksud dengan judul penelitian

peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam ini adalah sebuah

penelitian yang membahas tentang bagaimana upaya membantuk karakter

siswa melalui peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam,

yakni menganalisis daari strategi yang dipakai. Dalam hal ini karakter

yang dimaksud yakni memfokuskan pada karakter religius, disiplin dan

jujur sehingga tidak ada perluasan dalam penafsiran karakter.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan sangat perlu diperhatikan. Hal ini untuk

mempermudah dalam penulisan tesis dan mempermudah bagi pembaca untuk

mempelajari serta memahami isi dari tesis ini. Pembahasan dalam tesis yang

berjudul Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Islam dalam Membentuk

Karakter Siswa (Studi Multi Situs di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3


17

Boyolangu Tulungagung dan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar)

ini pada bagian awal terdiri dari: sampul halaman depan, halaman judul,

halaman persetujuan, halaman pengesahan, motto, halaman persembahan,

prakata, daftar tabel, daftar lambang dan singkatan, daftar lampiran, pedoman

transliterasi huruf Arab-Latin, abstrak dan daftar isi.

1. Bab I Pendahuluan

Pada Bab I Pendahuluan, yaitu memuat konteks penelitian, fokus penelitian,

dan pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penegasan

istilah dan sistematika pembahasan.

2. Bab II Kajian Pustaka

Pada bab ini memuat uraian tentang tinjauan pustaka atau buku-buku teks

yang berisi teori-teori besar (grand theory), hasil penelitian terdahulu dan

paradigma. Teori berfungsi sebagai pnjelasan atau bahan pembahasan hasil

penelitian dari lapangan

3. Bab III Metode Penelitian

Adapun yang dibahas pada Bab III ini antara lain rancangan penelitian(

terdiri atas pendekatan adan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi

penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data,

pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

4. Bab IV Paparan Hasil Penelitian

Pada bab IV berisi tentang paparan data, temuan penelitian yang disajikan

dalam topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan hasil

analisis data. Didalam analisis data dipaparkan proposisi penelitian. Paparan


18

data diperoleh melalui pengamatan dan hasil wawancara serta detesis

informasi lain yang dikumpulkan oleh peneliti melalui prosesur

pengumpulan data.

5. Bab V Pembahasan

Pada pmbahasan memuat keterkaitan antara pola-pola, kategori dan

dimensi-dimensi, posisi temuan atau teori yang ditemukan terhadap teori-

teori temuan sebelumnya, serta intepretasi dan penjelasan dari temuan teori

yang diungkap dari lapangan.

6. Bab VI Penutup

Terakhir adalah Bab VI yang berisi Penutup, pada bab ini disajikan tentang

kesimpulan dan implikasi serta saran yang harus berdasarkan yang sudah

diteliti , saran yang diberikan harus sesuai dengan kegunaan penelitian dan

harus jelas ditujukan kepada siapa yang pekerjaan atau tanggungjawabnya

terkait dengan permasalahan yang diteliti.