Anda di halaman 1dari 68

LAPORAN KEGIATAN

BAB VI
GAMBARAN PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU IBU HAMIL
TERHADAP PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS GLUGUR DARAT KOTA MEDAN SUMATERA UTARA
TAHUN 2019

6.1 Latar Belakang

Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada tahun


2015 AKI (Angka Kematian Ibu ) di dunia adalah 216 per 100.000 kelahiran
hidup dan AKB (Angka Kematian Bayi ) di dunia sebanyak 102 per 100.000
kelahiran hidup. Di negara berkembang jumah AKI 20 kali lipat lebih tinggi
dibandingkan di negara maju yaitu 239 per 100.000 kelahiran hidup
sedangkan di negara maju 12 per 100.000 kelahiran hidup. ( WHO 2015)

Angka Kematian Ibu di Indonesia termasuk tertinggi di negara


ASEAN. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun
2012, disebutkan dari setiap 1000 KH (Kelahiran Hidup) di Indonesia AKN
( Angka Kematian Neonatal ) sebanyak 12, dan AKB ( Angka Kematian
Bayi ) sebanyak 32 dan Angka Kemaian Balita sebanyak 40.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015,


AKI di Indonesia berada pada angka 305/100.000 kelahiran hidup. Situasi
ini tentu membutuhkan kerja keras bersama untuk terus menurunkan angka
kematian ibu dan bayi di Indonesia sebagaimana target yang ditetapkan
dalam Sustainable Development Goals (SDGs). (SDKI 2012)

Penyebab tidak langsung terjadinya kematian Ibu dan Bayi adalah 4


terlalu yaitu : 1. Terlalu muda usia ibu hamil (kurang dari 20 tahun), 2.
Terlalu tua usia ibu hamil (lebih dari 35 tahun ), 3. Terlalu dekat jarak
kehamilan atau persalinannya ( kurang dari 2 tahun) dan 4. Terlalu banyak
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 184
LAPORAN KEGIATAN

anak (anak lebih dari 4). Terlalu muda adalah ibu hamil pertama pada usia
kurang dari 20 tahun. Dimana kondisi panggul belum berkembang secara
optimal dan kondisi mental ang belum siap menghadapi kehamilan dan
menjalankan peran sebagai ibu. Terlalu tua adalah ibu hamil pertama pada
usisa lebih dari 35 tahun. Pada usia ini organ kandungan menua, jalan lahir
tambah kaku, ada kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi
persalinan macet, dan perdarahan Terlalu dekat jarak kehamilan adalah jarak
antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan).
Kondisi rahim ibu belum pulih, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi
kurang. Terlalu banyak anak adalah ibu pernah hamil atau melahirkan lebih
dari 4 kali atau lebih, kemungkinan akan ditemui kesehatan yang terganggu,
kekendoran pada dinding perut tampak pada ibu dengan perut yang
menggantung.

Dalam rangka upaya percepatan penurunan AKI Pemerintah


Republik Indonesia telah mentargetkan peningkatan cakupan
pelayanan kesehatan ibu sebagaimana tercantum dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 (Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, 2014) dan Rencana Strategis
(Renstra) Kementerian Kesehatan 2015-2019 (Kementerian Kesehatan,
2015b). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor:97 Tahun 2014
mengamanatkan bahwa pelayanan kesehatan ibu selama kehamilan
dilakukan melalui pelayanan pemeriksaan kehamilan (selanjutnya disebut
antenatal care atauANC) yang komprehensif dan berkualitas, guna
mempersiapkan persalinan yang bersih, aman dan sehat (Kementerian
Kesehatan, 2014). Pemerintah merekomendasikan minimal 4 (empat) kali
pemeriksaan selama masa kehamilan, yaitu minimal 1 (satu) kali pada
trimester pertama, minimal 1 (satu) kali pada trimester kedua, dan
minimal 2 (dua) kali pada trimester ketiga (Kementerian Kesehatan,

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 185
LAPORAN KEGIATAN

2014). Indikator utama pelayanan kesehatan ibu dalam upaya menurunkan


kematian ibu dan bayi baru lahir mencakup: pemeriksaan kehamilan
persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan; dan persalinan yang ditolong
oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Kesehatan ibu hamil adalah salah satu aspek yang penting


untuk diperhatikan dalam siklus kehidupan seorang perempuan karena
sepanjang masa kehamilannya dapat terjadi komplikasi yang tidak
diharapkan. Setiap ibu hamil akan menghadapi risiko yang bisa
mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap ibu hamil memerlukan
asuhan selama masa kehamilannya. ( WHO-SEARO 2008)

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama


tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam
kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan ibu-Ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan,
persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir,mitos,penyakit
menular dan akte kelahiran Tingginya angka kematian ibu (AKI) adalah
indikator kritis status kesehatan para perempuan, kematian seorang ibu
dalam keluarga memiliki dampak hebat,tidak hanya dalam hal kehilangan
suatu kehidupan namun juga karena efeknya pada kesehatan dan usia hidup
anggota keluarga yang ditinggalkan. (DEPKES,2011)

Dalam rangka upaya menurunkan angka kematian ibu, maka


dilaksanakanlah program kelas ibu di setiap puskesmas. Program tersebut
merupakan program yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan
menurunkan kematian serta menyiapkan pembangunan sumber daya
manusia yang berkualitas mengarahkan mobilitas penduduk serta
menyiapkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas (Edi
Sukiarto 2007).

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 186
LAPORAN KEGIATAN

6.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang masalah dapat dirumuskan masalah penelitan sebagai
berikut “Bagaimana gambaran pengetahuan sikap dan perilaku ibu hamil dalam
pelaksanaan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota
Medan Tahun 2019”.

6.3 Tujuan Penelitian


6.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Bagaimana gambaran pengetahuan sikap dan
perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja
Puskesmas Glugur Darat Kota Medan Tahun 2019.

6.3.2 Tujuan Khusus


1. Untuk Mengetahui gambaran Pengetahuan Ibu hamil dalam
pelaksanaan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur
Darat Kota Medan Tahun 2019.
2. Untuk Mengetahui gambaran Sikap Ibu hamil dalam pelaksanaan
kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota
Medan Tahun 2019.
3. Untuk Mengetahui Perilaku Ibu hamil dalam pelaksanaan kelas ibu
hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur darat Kota Medan Tahun
2019.

6.4 Manfaat Penelitian


6.4.1 Manfaat bagi Ibu
Memberikan informasi kepada Ibu ,terutama kepada Ibu Hamil tentang
pentingnya pelaksanaan kelas ibu hamil.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 187
LAPORAN KEGIATAN

6.4.2 Manfaat bagi Peneliti


Memberikan Pengalaman dalam melaksanaan penelitian di masyarakat
umum dan menambah wawasan serta pengetahuan mengenai gambaran
pengetahuan sikap dan perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan Kelas ibu
hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota Medan 2019.
6.4.3 Manfaat bagi pelayanan kesehatan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada bidang
pelayanan kesehatan mengenai pentingnya pelayanan kelas ibu hamil,
sehingga pelayanan kesehatan dapat menjadi perantara untuk memberikan
edukasi tentang kesehatan ibu hamil.
6.4.4 Manfaat bagi peneliti lain
Menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti
pada bidang kajian sejenis sehingga hasilnya nanti diharapkan dapat
memperbaharui dan menyempurnakan penelitian ini.
6.5 Landasan Teori
6.5.1 PENGETAHUAN
A. Definisi Pengetahuan
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses
pembelajaran. Proses belajar ini dipengaruhi berbagai faktor dari dalam
seperti motivasi dan faktor luar berupa sarana informasi yang tersedia serta
keadaan sosial budaya. Secara garis besar menurut Notoatmodjo (2005)
domain tingkat pengetahuan (kognitif) mempunyai enam tingkatan, meliputi:
mengetahui, memahami, menggunakan, menguraikan, menyimpulkan dan
mengevaluasi. Ciri pokok dalam taraf pengetahuan adalah ingatan tentang
sesuatu yang diketahuinya baik melalui pengalaman, belajar, ataupun
informasi yang diterima dari orang lain.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 188
LAPORAN KEGIATAN

B. Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo, S (2011) pengetahuan seseorang terhadap
objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda- beda. Secara garis
besar dibagi dalam 6 tingkat pengetahuan yaitu:
a) Tahu (know)
b) Memahami (comprehension)
c) Aplikasi (application)
d) Analisis (analysis)
e) Sintesis (synthesis)
f) Evaluasi (evaluation)

C. Faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan


a) Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian
dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung
seumur hidup.
b) Media massa/ informasi
Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non
formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate
impact), sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan
pengetahuan.
c) Sosial budaya dan ekonomi
Tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi
kebutuhan yang meliputi sikap dan kepercayaan.
d) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar individu, baik
lingkungan fisik, biologis, maupun sosial.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 189
LAPORAN KEGIATAN

e) Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir
seseorang. Semakin bertambah usia, maka akan bertambah pula
daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang
diperolehnya semakin baik.

6.5.2 SIKAP
A. Definisi Sikap
Pengertian sikap dijelaskan oleh Saifudin Azwar (2010: 3) sikap
diartikan sebagai suatu reaksi atau respon yang muncul dari seorang
individu terhadap objek yang kemudian memunculkan perilaku individu
terhadap objek tersebut dengan cara-cara tertentu.

B. Faktor-faktor pembentuk Sikap


Sikap manusia tidak terbentuk sejak manusia dilahirkan. Sikap
manusia terbentuk melalui proses sosial yang terjadi selama hidupnya,
dimana individu mendapatkan informasi dan pengalaman.
Faktor-faktor pembentuk sikap adalah sebagai berikut:
1) Pengondisian klasik, proses pembentukan ini terjadi ketika suatu
stimulus atau rangsangan selalu diikuti oleh stimulus yang lain,
sehingga rangsangan yang pertama akan menjadi isyarat bagi
rangsangan yang kedua.
2) Pengondisian instrumental, yaitu apabila proses belajar yang dilakukan
menghasilkan sesuatu yang menyenangkan maka perilaku tersebut
akan diulang kembali, namun sebaliknya apabila perilaku
mendatangkan hasil yang buruk maka perilaku tersebut akan dihindari.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 190
LAPORAN KEGIATAN

3) Belajar melalui pengamatan atau observasi. Proses belajar ini


berlangsung dengan cara mengamati orang lain, kemudian dilakukan
kegiatan serupa.
4) Perbandingan sosial, yaitu membandingkan orang lain untuk
mengecek pandangan kita terhadap suatu hal tersebut benar atau salah.
Pembentukan sikap seorang individu juga dipengaruhi oleh adanya
interaksi dengan sekitarnya melalui proses yang kompleks. Gerungan
(2004) menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan
sikap seorang individu yang berasal dari faktor internal dan eksternal.

Faktor internal pembentuk sikap adalah pemilihan terhadap objek yang


akan disikapi oleh individu, tidak semua objek yang ada disekitarnya itu
disikapi. Objek yang disikapi secara mendalam adalah objek yang sudah
melekat dalam diri individu.
Faktor eksternal mencakup dua pokok yang membentuk sikap
manusia, yaitu: 1) Interaksi kelompok, pada saat individu berada dalam suatu
kelompok pasti akan terjadi interaksi. 2) Komunikasi, melalui komunikasi
akan memberikan informasi. Informasi dapat memeberikan sugesti, motivasi
dan kepercayaan.

C . Komponen Sikap
Sikap yang ditunjukan seorang individu terhadap objek,
mempunyai struktur yang terdiri dari beberapa komponen. Saifudin
Azwar (2010) menjelaskan komponen dalam struktur sikap yaitu:
1) Komponen kognitif, yaitu suatu kepercayaan dan pemahaman
seorang individu pada suatu objek melalui proses melihat, mendengar
dan merasakan.
2) Komponen afektif, yaitu komponen yang berhubungan dengan
permasalahan emosional subjektif individu terhadap sesuatu.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 191
LAPORAN KEGIATAN

3) Komponen perilaku atau konatif, yaitu kecenderungan berperilaku


seorang individu terhadap objek yang dihadapinya.

Bimo Walgito (1978) mendieskripsikan komponen sikap sebagai


negnitif, yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan dan
keyakinan terhadap objek sikap.
1) Afektif, yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau
tidak senang terhadap objek sikap.
2) Konatif, yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan
bertindak terhadap objek sikap.

6.5.3 PERILAKU
A. Pengertian Perilaku
Perilaku peristiwa fisik yang terjadi dalam tubuh dan dikendalikan
oleh otak (Davis, R, et.al, 2015). Sedangkan menurut Wolf, A,K (2014)
perilaku termasuk juga cara seseorang untuk bertindak, berfungsi dari
waktu ke waktu dalam menanggapi pilihan internal dan eksternal untuk
mengantisipasi kondisi/ masa depan secara alam bawah sadar tanpa alasan
yang jelas.

B. Bentuk Perilaku
Menurut Notoatmodjo (2010) perilaku dapat dibedakan menjadi dua
yaitu:
a. Perilaku tertutup adalah respon seorang terhadap stimulus
tertutup(covert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih
terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/ kesadaran dan sikap
yang terjadi belum bisa diamati secara jelas oleh orang lain.
b. Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam
bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 192
LAPORAN KEGIATAN

sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktik sehingga dapat mudah
diamati atau dilihat oleh orang lain.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
Menurut konsep Lawrence Green didalam Notoatmodjo (2010)
bahwa perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
a. Predisposisi adalah faktor yang mencakup tentang pengetahuan dan
sikap seseorang terhadap sebuah rangsangan atau stimulus yang
didapatkan.
b. Pemungkin adalah faktor yang mencakup ketersedian sarana dan
prasarana atau fasilitas sebagai penunjang terjadinya sebuah perilaku
yang terjadi pada seseorang tersebut.
c. Penguat ini meliputi faktor sikap dan perilaku tokoh masyarakat, tokoh
agama, sikap dan perilaku dari peran role dari seseorang yang
membuatnya menirukan apa yang mereka lakukan semuanya.

6.5.4 Kelas Ibu Hamil

Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu ibu hamil dengan umur
kehamilan antara 4 minggu s/d 36 minggu (menjelang persalinan) dengan
jumlah peserta maksimal 10 orang. Di kelas ini ibu-ibu hamil akan
belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak
(KIA) secara menyeluruh dan sistimatis serta dapat dilaksanakan secara
terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh
bidan/tenaga kesehatan dengan menggunakan paket Kelas Ibu Hamil yaitu
Buku KIA, Flip chart (lembar balik), Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan Buku senam Ibu Hamil
(Kemenkes, 2011).

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 193
LAPORAN KEGIATAN

a) Tujuan Kelas Ibu Hamil

Tujuan Kelas Ibu Hamil berdasarkan Kemenkes RI (2011) adalah sebagai


berikut:

1. Tujuan Umum

Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku


ibu agar memahami tentang Kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan
selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan Nifas, KB
pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat
istiadat setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.

2. Tujuan Khusus

Berdasarkan Kemenkes RI (2011) tujuan khusus Kelas Ibu Hamil


(KIH) adalah sebagai berikut:

a) Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu


hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas
kesehatan/bidan tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan
selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, Perawatan Nifas,
KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir,
mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, penyakit menular dan akte
kelahiran.
b) Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang:

 kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan (apakah kehamilan


itu, perubahan tubuh selama kehamilan, keluhan umum saat hamil dan
cara mengatasinya, apa saja yang perlu dilakukan ibu hamil dan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 194
LAPORAN KEGIATAN

pengaturan gizi termasuk pemberian tablet tambah darah untuk


penanggulangan anemia).
 perawatan kehamilan (kesiapan psikologis menghadapi
kehamilan, hubungan suami isteri selama kehamilan, obat yang
boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tanda bahaya
kehamilan.
 persalinan (tanda-tanda persalinan, tanda bahaya persalinan dan
proses persalinan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), perawatan nifas,
bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan
penyakit ibu nifas).
 KB pasca persalinan.
 perawatan bayi baru lahir (perawatan bayi baru lahir, pemberian
k1 injeksi, tanda bahaya bayi baru lahir, pengamatan
perkembangan bayi/anak dan pemberian imunisasi pada bayi baru
lahir).
 mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat yang berkaitan
dengan kesehatan ibu dan anak.
 penyakit menular (IMS, informasi dasar HIV-AIDS dan
pencegahan dan penanganan malaria pada ibu hamil).
 akte kelahiran.

c) Sasaran Kelas Ibu Hamil

Peserta kelas ibu hamil berdasarkan buku panduan kelas ibu


hamil (Kemenkes, 2011) sebaiknya ibu hamil pada umur
kehamilan 4 s/d 36 minggu,karena pada umur kehamilan ini
kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif
untuk melakukan senam hamil. Jumlah peserta kelas ibu hamilmaksimal

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 195
LAPORAN KEGIATAN

sebanyak 10 orang setiap kelas. Suami/keluarga ikut serta minimal 1kali


pertemuan.

d) Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Penyelenggaraan kelas ibu hamil dapat di dilaksanakan oleh


pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat. Berdasarkan panduan
kelas ibu hamil (Kemenkes, 2011) pelaksanaan kelas ibu hamil adalah
sebagai berikut:

 Fungsi dan Peran (Provinsi, Kabupaten dan Puskesmas)


 Pelaksanaan kelas ibu hamil dikembangkan sesuai dengan fungsi
dan peran pada masing-masing level yaitu : Provinsi, Kabupaten dan
Puskesmas.
 Fasilitator dan Nara Sumber

Fasilitator kelas ibu hamil adalah bidan atau petugas kesehatan


yang telah mendapat pelatihan fasilitator kelas ibu hamil (atau melalui on
the job training) dan setelah itu diperbolehkan untuk melaksanakan
fasilitasi kelas ibu hamil. Dalam pelaksanaan kelas ibu hamil
fasilitator dapat meminta bantuan nara sumber untuk menyampaikan
materi bidang tertentu. Nara sumber adalah tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dibidang tertentu untuk mendukung kelas ibu hamil
(Kemenkes RI, 2011).

e) Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk melaksanakan kelas ibu


hamil berdasarkan Buku Kemenkes RI (2011) adalah :

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 196
LAPORAN KEGIATAN

 Ruang belajar untuk kapasitas 10 orang peserta kira-kira ukuran 4 m x 5


m, dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup
 Alat tulis menulis (papan tulis, kertas, spidol, bolpoin) jika ada
 Lembar Balik kelas ibu hamil
 Buku pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil
 Buku pegangan fasilitator
 Alat peraga (KB kit, food model, boneka, metode kangguru, dll) jika ada
 Tikar/karpet (matras)
 Bantal, kursi(jika ada)
 Buku senam hamil/CD senam hamil(jika ada) Idealnya kelengkapan
sarana dan prasarana seperti tersebut diatas, namun apabila tidak
ada ruangan khusus, dimanapun tempatnya bisa dilaksanakan
sesuai kesepakatan antara ibu hamil dan fasilitator. Sedangkan
kegiatan lainnya seperti senam hamil hanya merupakan materi
tambahan bukan yang utama (Kemenkes, 2011).

f) Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Pertemuan kelas ibu hamil dilakukan 3 kali pertemuan selama


hamil atausesuai dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan peserta.
Pada setiap pertemuan, materi kelas ibu hamil yang akan disampaikan
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil tetapi tetap
mengutamakan materi pokok.

Pada setiap akhir pertemuan dilakukan senam ibu hamil.


Senam ibu hamil merupakan kegiatan/materi ekstra di kelas ibu hamil, jika
dilaksanakan, setelah sampai di rumah diharapkan dapat dipraktikkan.
Waktu pertemuan disesuaikan dengan kesiapan ibu-ibu, bisa dilakukan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 197
LAPORAN KEGIATAN

pada pagi atau sore hari dengan lama waktu pertemuan 120 menit termasuk
senam hamil 15-20 menit (Depkes RI, 2009).

a. Pertemuan Kelas Ibu Hamil Ke 1 Setelah pertemuan pertama kelas ibu


hamil, peserta mampu (Depkes RI, 2009):

 Memahami apa yang disebut dengan kelas ibu hamil


 Memahami bahwa kehadiran tepat waktu dan berpartisipasi aktif
penting untuk keberhasilan kelas ibu hamil
 Memahami bahwa kelas ibu penting untuk meningkatkan
pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan dan perawatan anak
 Memahami bagaimana terjadinya kehamilan
 Memahami adanya perubahan tubuh ibu selama kehamilan
 Memahami bagaimana mengatasi berbagai keluhan saat hamil
 Memahami apa saja yang harus dilakukan oleh ibu selama kehamilan
 Memahami pentingnya makanan sehat dan pencegahan anemia saat
kehamilan
 Memahami bahwa kesiapan psikologis diperlukan dalam
menghadapi kehamilan
 Memahami bagaimana hubungan suami istri selama kehamilan
 Mengetahui obat-obatan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh
ibu semasa kehamilan
 Mengetahui tanda-tanda bahaya pada kehamilan
 Memahami perlunya perencanaan persalinan sejak awal agar dapat
memperlancar proses persalinan

b. Pertemuan Kelas Ibu Hamil Ke 2 Setelah sesi ke 2 ini peserta mampu

(Depkes RI, 2009):

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 198
LAPORAN KEGIATAN

1) Mengetahui apa saja tanda-tanda persalinan telah dimulai


2) Mengetahui apa yang disebut dengan tanda-tanda bahaya pada
persalinan
3) Memahami proses persalinan yang dapat dialami oleh ibu dan
mengapa proses persalinan tersebut dipilih
4) Mengetahui tentang IMD dan cara melakukannya
5) Memahami apa yang harus dilakukan ibu pada masa nifas agar
dapat menjaga kesehatannya
6) Memahami apa yang harus dilakukan ibu pada masa nifas agar
dapat menjaga kesehatannya
7) Mengetahui tanda-tanda bahaya dan penyakit pada masa nifas
8) Memahami manfaat vitamin A dosis tinggi bagi ibu dan bayinya
9) Memahami bahwa setelah bersalin ibu perlu ikut program KB
10) Mengetahui dan memahami alat kontrasepsi dan cara kerjanya
berdasarkan Kemenkes (2011) :

a) Peserta(keadaan dan minat peserta, kehadiran peserta, keaktifan


bertanya)
b) Sarana prasarana (tempat, fasilitas belajar)
c) Fasilitator(persiapan, penyampaian materi, penggunaan alat bantu,
d) membangun suasana belajar aktif)
e) Waktu (mulai tepat waktu, efektif ).

g) Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk melihat keluaran dan dampak baik positif


maupun negatif pelaksanaan kelas ibu hamil berdasarkan indikator. Dari
hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran guna
melakukan perbaikan dan pengembangan kelas ibu hamil berikutnya.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 199
LAPORAN KEGIATAN

Evaluasi oleh pelaksana (bidan/koordinator bidan) dilakukan pada


setiap selesai pertemuan kelas ibu. Evaluasi dilakukan untuk menilai
(Kemenkes, 2011) :

a) Evaluasi pada pelaksanaan kelas ibu hamil


b) Evaluasi kemampuan fasilitator pelaksanaan kelas ibu hamil
c) Ketrampilan memfasilitasi
d) Ketrampilan merangkum sesi
e) Penggunaan buku KIA pada pertemuan kelas ibu hamil
f) Indikator Keberhasilan

Indikator Keberhasilan Program Kelas Ibu Hamil berdasarkan Kemenkes


(2011):

a) petugas kesehatan sebagai fasilitator Kelas Ibu Hamil


b) ibu hamil yang mengikuti Kelas Ibu Hamil
c) suami /anggota keluarga yang hadir mengikuti Kelas Ibu Hamil
d) kader yang terlibat dalam penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil. Indikator
proses (Kemenkes, 2011):

1) Fasilitator: manajemen waktu, penggunaan variasi metode


pembelajaran, bahasan penyampaian, penggunaan alat bantu,
kemampuan melibatkan peserta, informasi Buku KIA
2) Peserta: frekuensi kehadiran, keaktifan bertanya dan berdiskusi
3) Penyelenggaraan: tempat,sarana, waktu

Indikator output (Kemenkes, 2011):

a) peningkatan jumlah ibu hamil yang memiliki Buku KIA


b) ibu yang datang pada K4

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 200
LAPORAN KEGIATAN

c) ibu/keluarga yang telah memiliki Perencanaan Persalinan


d) ibu yang datang untuk mendapatkan tablet Fe
e) ibu yang telah membuat pilihan bersalin dengan Nakes
f) KN
g) IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
h) kader dalam keterlibatan penyelenggaran

6.6 Jenis Penelitian


Penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat Deskriptif , yaitu
penelitian yang memberikan gambaran pengetahuan sikap dan perilaku ibu
hamil dalam pelaksanaan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas
Glugur Darat Kota Medan 2019.

6.7 Kerangka Konsep


Kerangka konsep adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep
yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan
(Notoatmodjo, 2012). Kerangka konsep penelitian mengenai gambaran
pengetahuan sikap dan perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan kelas ibu hamil
di Wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat Medan Kota Tahun 2019.
Dapat dilihat pada bagan dibawah ini :

Pengetahuan
Sikap Pelaksanaan kelas ibu
Perilaku hamil
Ibu Hamil

Gambar 6.7 Kerangka Konsep

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 201
LAPORAN KEGIATAN

6.8 Variabel Penelitian


Variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri sifat
atau urutan yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang
sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo,2005). Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu ibu hamil.

6.9 Definisi Operasional


Definisi Operasional adalah mendefinisikan variabel secara
operasional dan berdasarkan karakteristik yang diamati memungkinkan
peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran objek
(Notoatmodjo,2012). Definisi operasional penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui responden tentang
pelaksanaan kelas ibu hamil

2. Sikap dapat dirumuskan sebagai bentuk kecenderungan untuk merespon


secara positif atau negatif tentang pelaksanaan kelas ibu hamil
3. Perilaku adalah merespon kegiatan yang harus dilakukan sebagai wujud
dari pengetahuan dan sikap responden tentang pelaksanaan kelas ibu hamil.

6.10 Kunci Jawaban dan Teknik penilaian


6.10.1 Kunci Jawaban Kuesioner Pengetahuan
Pertanyaan Ke
Jawaban
1. A
2. D
3. B
4. B
5. D

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 202
LAPORAN KEGIATAN

6. D
7. D
8. D
9. C
10. A

6.10.2 Kunci Jawaban Kuesioner Sikap


Skor
Pertanyaan Ke Sangat
Sangat Tidak
Setuju Tidak
Setuju Setuju
Setuju
1. 1 2 3 4
2. 4 3 2 1
3. 4 3 2 1
4. 1 2 3 4
5. 4 3 2 1
6. 4 3 2 1
7. 1 2 3 4
8. 4 3 2 1
9. 1 2 3 4
10. 4 3 2 1

6.10.3 Kunci Jawaban Kuesioner Perilaku


Skor
Pertanyaan Ke
Sudah Belum
1. 1 0
2. 1 0
3. 1 0
4. 1 0

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 203
LAPORAN KEGIATAN

5. 1 0
6. 1 0
7. 1 0
8. 1 0
9. 1 0
10. 1 0

6.10.4 Teknik Penilaian Kuesioner Pengetahuan


Kuesioner tingkat pengetahuan ini untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh tingkat pengetahuan pada pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Terdapat
10 butir pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap
pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dengan menggunakan skala Guttman. Skala
dalam penelitian ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu “benar dan
salah”. Rumus yang digunakan untuk mengukur presentase dari jawaban yang
didapat dari kuesioner menurut Arikunto (2013), yaitu :
Jumlah jawaban benar
Presentase = x 100%
Jumlah pertanyaan
Arikunto (2010) membuat kategori tingkat pengetahuan seseorang
menjadi tiga tingkatan yang didasarkan pada nilai presentase yaitu sebagai
berikut :

a. Tingkat pengetahuan kategori baik jika nilainya ≥ 76-100%


b. Tingkat pengetahuan kategori Cukup jika nilainya 60-75%
c. Tingkat pengetahuan Kategori Kurang jika nilainya ≤60%

6.10.5 Teknik Penilaian Kuesioner Sikap


Kuesioner sikap ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sikap
pada pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Terdapat 10 butir pertanyaan untuk
mengetahui sikap responden terhadap pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dengan
menggunakan skala Likert. Skala dalam penelitian ini, akan di dapat jawaban
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 204
LAPORAN KEGIATAN

yaitu “Sangat Setuju , Setuju , Tidak setuju,Sangat tidak Setuju”. Rumus yang
digunakan untuk mengukur presentase dari jawaban yang didapat dari
kuesioner menurut Arikunto (2013), yaitu :
Jumlah jawaban benar
Presentase = x 100%
Jumlah pertanyaan
Arikunto (2010) membuat kategori tingkat pengetahuan seseorang
menjadi tiga tingkatan yang didasarkan pada nilai presentase yaitu sebagai
berikut :

a. Tingkat Sikap kategori baik jika nilainya ≥ 76-100%


b. Tingkat Sikap kategori Cukup jika nilainya 60-75%
c. Tingkat Sikap Kategori Kurang jika nilainya ≤60%

6.10.6 Teknik Penilaian Kuesioner Perilaku


Kuesioner perilaku ini untuk mengetahui perilaku pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil Terdapat 10 butir pertanyaan untuk mengetahui perilaku responden
terhadap pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dengan menggunakan skala Guttman.
Skala dalam penelitian ini, akan di dapat jawaban yang tegas yaitu “Sudah dan
Belum. Rumus yang digunakan untuk mengukur presentase dari jawaban
yang didapat dari kuesioner menurut Arikunto (2013), yaitu :
Jumlah jawaban benar
Presentase = x 100%
Jumlah pertanyaan
Arikunto (2010) membuat kategori tingkat pengetahuan seseorang
menjadi tiga tingkatan yang didasarkan pada nilai presentase yaitu sebagai
berikut :
a. Tingkat perilaku kategori baik jika nilainya ≥ 76-100%
b. Tingkat perilaku kategori Cukup jika nilainya 60-75%
c. Tingkat perilaku Kategori Kurang jika nilainya ≤60%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 205
LAPORAN KEGIATAN

6.11 Tempat dan Waktu Penelitian


6.11.1 Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Glugur Darat Kota Medan
Provinsi Sumatera Utara tahun 2019.
6.11.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada bulan mei sampai dengan juni 2019.

6.12 Populasi dan Sampel


6.12.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti
(Notoatmodjo, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil
yang berada di kelurahan gang buntu di Wilayah kerja Puskesmas Glugur
Darat Kota Medan berjumlah 68 ibu hamil.
6.12.2 Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang
diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010). Sampel
dalam penelitian ini adalah Ibu Hamil yang berada di kelurahan gang buntu di
Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
Tahun 2019. Jumlah sampel di tentukan dengan menggunakan rumus sampel
slovin sehingga di dapatka jumlah sampel sebanyak 40 responden.
6.12.3 Besar Sampel
Penelitian ini menggunakan random sampling , maka dari itu beberapa
populasi digunakan menjadi sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 40
responden.
6.13 Alat Penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data dari
responden adalah kuesioner.
6.14 Jenis Data
a. Data Primer
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 206
LAPORAN KEGIATAN

Data primer diperoleh langsung dari sumbernya melalui hasil kuesioner


dengan menggunakan daftar pertanyaan yang berkaitan dengan masalah
penelitian yang di bagikan kepada Semua Ibu Hamil (dalam penelitian ini
hanya didapatkan 40 responden yang bersedia) di Wilayah Kerja Puskesmas
Glugur Darat Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.
b. Data Sekunder
Data diperoleh dari Puskesmas Glugur Darat Kota Medan
6.15 Instrumen Penelitian
Setiap responden diberi kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai
pengetahuan sikap dan perilaku terhadap pelaksanaan kelas ibu hamil, yang
terdiri dari 30 pertanyaan sebagai berikut :
1. 10 pertanyaan untuk menilai pengetahuan
2. 10 Pertanyaan untuk menilai sikap
3. 10 Pertanyaan untuk menilai perilaku
6.16 Analisa Data
Adapun data dianalisis menggunakan kuesioner pada Ibu Hamil untuk
menilai pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pelaksanaan kelas ibu hamil.
6.17 Langkah-langkah Penelitian
Menurut Notoatmodjo (2010), proses pengolahan data ini melalui
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Editing Data (Pengolahan Data)
Langkah pertama yang dilakukan dengan cara meneliti kelengkapan
data dan dilakukan pencocokan pada setiap data yang telah terkumpul
sehingga tidak ada kesalahan dalam pengumpulan data.
2. Coding data (Memberi kode)
Kuesioner penelitian yang sudah diisi oleh responden yang diberi kode
oleh peneliti. Pemberian kode yang bertujuan untuk mempermudah dalam
pengolahan data dan proses selanjutnya melalui tindakan
mengklasifikasikan . Pada penelitian ini beberapa data yang dilakukan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 207
LAPORAN KEGIATAN

pengkodean adalah Pengetahuan (1 = Baik, 2= Cukup, 3 = Kurang), sikap


(1= Baik, 2 = Cukup , 3= kurang), Perilaku (1 = Baik ,2 = Cukup ,3 =
Kurang ).
3. Scoring
Menetapkan pemberian skor pada kuesioner tingkat pengetahuan yang
diukur dengan jawaban benar dengan skor 1, salah 0, kuesioner sikap
diukur dengan jawaban sangat setuju dengan skor 5, setuju dengan skor 4,
ragu-ragu dengan skor 3, tidak setuju dengan skor 2, sangat tidak setuju
dengan skor 1, sedangkan untuk kuesioner prilaku jawaban sudah dengan
skor 1, belum dengan skor 0.
4. Entery Data
Memasukan data kedalam computer dengan menggunakan aplikasi
Microsoft word dan Microsoft excel.
5. Cleaning
Semua data yang sudah diperoleh dari responden yang sesuai
dimasukan, dicek kembali untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan-
kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudia dilakukan
pembetulan atau koreksi.
6. Tabulating data
Data yang telah lengkap dan memenuhi kriteria dihitung sesuai variabel
yang dibutuhkan lalu dimasukan kedalam tabel-tabel distribusi frekuensi.
Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, peneliti mengecek nama dan
kelengkapan identitas responden terlebih dahulu kemudia peneliti
mengecek kembali kelengkapan data atau memeriksa kembali isis
instrument pengumpulan data, termasuk kelengkapan instrument.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 208
LAPORAN KEGIATAN

6. 18 Wilayah Kerja Puskesmas

Wilayah kerja Puskesmas :

Luas wilayah kerja : 776Ha

Jumlah kelurahan : 11 kelurahan

Jumlah liingkungan : 128 lingkungan

Jumlah penduduk : 113.274 jiwa

Jumlah kepala keluarga : 31902 KK

Jumlah Bumil : 2065 jiwa

Jumlah bayi : 1949 jiwa

Jumlah bufas 1757 jiwa

Jumlah kelurahan yang diwilayah kerja puskesmas glugur darat ada 11


kelurahan yang ada di kecamatan medan timur :

* kelurahan pulo brayan bengkel baru : 117 Ha

* kelurahan pulo brayan bengkel : 104 Ha

* kelurahan pulo brayan darat I : 85 Ha

* kelurahan pulo brayan darat II : 80 ha

* kelurahan glugur darat : 79 Ha

* kelurahan glugur darat II : 76 Ha

* kelurahan sidodadi : 40 ha

* kelurahan gang buntu : 41 ha

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 209
LAPORAN KEGIATAN

* kelurahan perintis : 49 ha

* kelurahan Gaharu : 52 ha

* kelurahan durian : 53 ha

6.19 Data Wilayah dan Data Geografis


Kecamatan Medan Kota berbatasan dengan sebagai berikut :
Sebelah Utara : Berbatasan dengan kecamatan medan deli
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan kecamatan Medan kota
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Medan Perjuangan
Sebelah Barat : Berbatasan dengan medan barat

Gambar 6.19.1 peta wilayah kerja UPT puskesmas glugur darat medan
timur tahun 2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 210
LAPORAN KEGIATAN

6.19.1 Keadaan Penduduk

a. laki-laki

 Kelurahan Glugur Darat I : 5.887


 Kelurahan Glugur Darat II : 5.410
 Kelurahan P.Brayan Darat I : 10.542
 Kelurahan P. Brayan Darat II : 7.106
 Kelurahan P. Brayan Bengkel : 7.143
 Kelurahan P. B. Bengkel Baru : 5.287
 Kelurahan Durian : 4.399
 Kelurahan Gaharu : 4.091
 Kelurahan Sidodadi : 2.863
 Kelurahan Perintis : 1.894
 Kelurahan Gang Buntu : 1.748

b. Perempuan
 Kelurahan Glugur Darat I : 5.681
 Kelurahan Glugur Darat II : 6.203
 Kelurahan P.Brayan Darat I : 10.940
 Kelurahan P. Brayan Darat II : 7.232
 Kelurahan P. Brayan Bengkel : 6.807
 Kelurahan P. B. Bengkel Baru : 5.330
 Kelurahan Durian : 4.470
 Kelurahan Gaharu : 4.167
 Kelurahan Sidodadi : 3.032
 Kelurahan Perintis : 1.991
 Kelurahan Gang Buntu : 1.894

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 211
LAPORAN KEGIATAN

c. Mata percarian Penduduk


 Pegawai Swasta : 21.153
 Pegawai Negeri : 4.435
 TNI / POLRI : 4.442
 Pedagang : 2 .120
 Sopir : 138
 Tukang Batu : 115
 Pensiunan : 4.109

6.20 Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan
dan pemeliharaan Ibu hamil, Ibu bersalin, Bayi dan Balita serta anak usia pra sekolah
yang menjadi tanggung Jawab Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan
serta kesejahteraan bangsa pada umumnya.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 212
LAPORAN KEGIATAN

Tabel 6.20.1 Laporan bulanan Kesehatan Ibu dan Anak di UPT Puskesmas
Glugur Darat Januari s/d Desember 2018

KIA

No Nama Kegiatan Target Sasaran Jumlah % Keterangan

Tidak mencapai
1. K1 100% 2.612 2.513 96%
target

Tidak mencapai
2. K4 100% 2.612 2520 97%
target

Tidak mencapai
3. Deteksi Resiko Tinggi 20% 522 512 98%
target

4. Persalinan Nakes 95% 2481 2466 99% mencapai target

5. Persalinan dengan Komplikasi 20% 522 91 17% mencapai target

6. Kunjungan Nifas Lengkap 90% 1945 1945 100% mencapai target

7. KN1 95% 2481 2472 98% mencapai target

8. KN Lengkap 90% 1945 1944 99% mencapai target

9. Komplikasi Neonatus Tertangani 20% 522 0 0% mencapai target

10. Kunjungan Bayi Lengkap 96% 2076 2076 100% mencapai target

11. Kunjungan Balita Lengkap 96% 2507 2496 99% mencapai target

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 213
LAPORAN KEGIATAN

6.21 Tabel dan Diagram Berdasarkan Pengetahuan


6.21.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang apakah yang
ibu ketahui tentang kelas ibu hamil
Tabel 6.21.1.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang apakah
yang ibu ketahui tentang kelas ibu hamil

Jawaban Jumlah Persentase (%)


Sarana belajar bersama tentang 31 77%
A
kesehatan bagi ibu hamil
B Kelomok belajar wanita muda 7 17%

C Kelompok belajar lansia 1 3%

D Kelompok belajar penderita 1 3%


penyakit menular

Jumlah 40 100%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 184
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.21.1.2 Distribusi responden pengetahuan tentang apakah yang ibu


ketahui tentang kelas ibu hamil

distribusi
3% 3%
sarana belajar bagi ibu
hami
17%
kelompok belajar wanita
muda

77% kelompok belajar lansia

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa 31 responden (77%)
mengetahui yang dimaksud dengan kelas ibu adalah Sarana belajar bersama tentang
kesehatan bagi ibu hamil.
6.21.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang yang bukan isi
buku KIA
Tabel 6.21.2.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang apa saja
yang bukan isi buku KIA

Jawaban Jumlah Presentase %

A Pemeriksaan kehamilan 2 5%

B Perawatan ibu nifas 2 5%

C KB 6 15%

D Proses aborsi 30 75%

Jumlah 40 100%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 – 06 JULI 2019 185
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.21.2.2 istribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang yang


bukan isi dari buku KIA

distribusi

5%
5%

15% Proses aborsi


KB
Pemeriksaan Kehamilan
perawatan ibu nifas
75%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa 75 % responden
mengetahui proses aborsi bukan isi dari buku KIA

6.21.3. Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang tujuan


pelaksanaan kelas ibu hamil
Tabel 6.21.3.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang tujuan pelaksanaan kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah Presentase %

A Untuk bergosip 1 3%

B Untuk meningkatkan 34 84%


pengetahuan

C Untung pengetahuan 1 3%
tentang aborsi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 184
LAPORAN KEGIATAN

D Untuk reuni ibu ibu 4 10%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.21.3.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan


tentang tujuan pelaksanaan kelas ibu hamil

DISTRIBUSI
3% 3%

10%

meningkatkan pengetahuan
reuni ibu
pengetahuan tentang aborsi
untuk bergosip

84%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden (84.%) mengetahui tujuan kelas ibu adalah Untuk meningkatkan
pengetahuan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 185
LAPORAN KEGIATAN

6.21.4 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang jumlah ibu


hamil datang ke kelas ibu hamil
Tabel 6.21.4.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang
berapa kali bumil datang ke kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah Presentase %

A Tidak datang 0 0%

B 3 kali 34 85%

C 2 kali 2 5%

D 1 kali 4 10%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.21.4.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang


jumlah datang ke kelas ibu hamil

Distribusi
0%
5%
10%
tidak datang
3 kali
1 kali
2 kali
85%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(85%) mengetahui jumlah datang ke kelas ibu hamil 3 kali selama kehamilan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 186
LAPORAN KEGIATAN

6.21.5 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang apa saja


yang bukan kegiatan kelas ibu hamil

Tabel 6.21.5.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang apa


saja yang bukan kegiatan kelas ibu hamil

Jawaban Jumlah Presentase %

A Penyuluhan 4 10%

B Senam ibu hamil 2 5%

C Perawatan payudara 8 20%

D Hiburan 26 65%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.21.5.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang


apa saja yang bukan kegiatan kelas ibu hamil

Distribusi
5%
10%
Hiburan
perawatan payudara
20%
penyuluhan
65%
senam ibu hamil

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(65%) mengetahui hiburan bukan kegiatan kelas ibu hamil.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 187
LAPORAN KEGIATAN

6.21.6 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang siapa saja


ikut ke kelas ibu hamil
Tabel 6.21.6.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang siapa saja yang ikut kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah Presentase %

A Ibu hamil 34 85%

B Ibu menopouse 2 5%

C Remaja putri 4 10%

D Remaja putra 0 0%

JUMLAH 40 100%

Diagram 6.21.6.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang


siapa saja yang ikut kelas ibu hamil

distribusi
5% 0%

10% ibu hamil


remaja putri
ibu menopouse
remaja putra
85%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden 85 % mengetahui yang ikut kelas ibu hamil adalah ibu hamil, 10 %
menjawab remaja putri dan 5 % ibu menopouse.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 188
LAPORAN KEGIATAN

6.21.7 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang manfaat


kelas ibu hamil
Tabel 6.21.7.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang manfaat kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah Presentase %

Untuk mengetahui persiapan


A 26 65%
persalinan yang baik dan benar

Mengajarkan ibu untuk selalu


B 8 20%
mengikuti mitos-mitos yang ada

C Tidak ada manfaat 2 5%

D Semua jawaban benar 4 10%

Jumlah 40 100%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 189
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.21.7.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang


manfaat kelas ibu hamil

distribusi
5% untuk mengetahui
persiapan persalinan yang
10% baiik
percaya mitos
20%
65%
semua jawaban benar

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
65% mengetahui manfaat kelas ibu Untuk mengetahui persiapan persalinan yang
baik dan benar tetapi ada 20 % yang mempercaya mitos-mitos
6.21.8 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang tanda dan
bahaya yang bisa dijumpai sewaktu hamil
Tabel 6.21.8.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang apasaja tanda dan bahaya yang di jumpai sewaktu hamil

Jawaban Jumlah Presentase %

A Perdarahan pada kehamilam muda 4 10%

B Berat badan saat hamil meningkat 2 5%

C Mual dan muntah berkepanjangan 8 20%

D Jawaban a dan c benar 26 65%

Jumlah 40 100%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 190
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.21.8.2 Distribusi responden berdasarkan berdasarkan


pengetahuan tentang apasaja tanda dan bahaya yang di jumpai sewaktu
hamil

distribusi

5%
10% jawaban a dan c benar

mual dan muntah


berkepanjangan
20%
perdarahan pada kehamilan
muda
65%
bb saat hamil meningkat

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa 65 % responden
mengetahui tanda dan bahaya yang bisa dijumpai sewaktu hamil

6.21.9 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang penolong


persalinan
Tabel 6.21.9.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang siapa yang paling baik untuk penolong persalinan
Jawaban Jumlah Presentase %

A Dukun 0 0%

B Keluarga 2 5%

C Dokter dan bidan 33 83%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 191
LAPORAN KEGIATAN

D Kader kesehatan 5 12%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.21.9.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan


tentang siapa yang paling baik untuk penolong persalinan

Distribusi
0%

5%
12%

dokter dan bidan


kader kesehata
keluarga
dukun

83%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden 83 % mengetahui bahwa penolong persalinan yang paling
baik adalah dokter dan bidan.
6.21.10 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang kegiatan
yang dihindari selama hamil

Tabel 6.21.10.1 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan


tentang kegiatan yang dihindari selama hamil

Jawaban Jumlah Presentase %

A Merokok dan terpapar asap rokok 32 80%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 192
LAPORAN KEGIATAN

selama hamil

Tidak tidur dengan posisi


B 7 17%
terlentang saat hamil

C Istirahat yang cukup 1 3%

D Makan makanan yang bergizi 0 0%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.21.10.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan


tentang kegiatan yang dihindari selama hamil

distribusi
3% 0%

merokok dan terpapar asap


17%
rokok
tidak tidur terlentang

istirahat yang cukup

makan makanan yang bergizi


80%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa 80 % responden
mengetahui bahwa merokok dan terpapar asap rokok kegiatan yang dihindari
selama hamil

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 193
LAPORAN KEGIATAN

6.21.11 Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap pelaksanaan kelas ibu


hamil
Tabel 6.21.11.1 Gambaran pengetahuan Ibu hamil terhadap
pelaksanaan kelas ibu hamil
Pengetahuan Jumlah Presentase
Baik 25 63%
Analisa
Cukup Baik 12 30%
Kurang Baik 3 7%

Diagram 6.21.11.2 Gambaran pengetahuan Ibu hamil terhadap Kelas Ibu


hamil

Distribusi

7%

baik
30%
cukup baik

63% kurang baik

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan 25 responden (63%) memiliki
pengetahuan baik, 12 responden (30 %) memiliki pengetahuan cukup baik dan 11
responden (7 %) memiliki pengetahuan kurang baik

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 194
LAPORAN KEGIATAN

6.22 Tabel dan Diagram Berdasarkan Sikap


6.22.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu hamil tidak
perlu mengikuti kelas ibu hamil
Tabel 6.22.1.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu
hamil tidak perlu mengikuti kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju 2 5

S Setuju 10 25

TS Tidak Setuju 10 25

STS Sangat Tidak Setuju 18 45.

Jumlah 40 100

Diagram 6.22.1.2 Distribusi responden berdasarkan sikap ibu hamil


tidak perlu mengikuti kelas ibu hamil

Distribusi

5%

25% Sangat Tidak Setuju


45% Tidak Setuju
Setuju
Sangat Setuju

25%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa responden sebesar
(30%) setuju bahwa ibu hamil tidak perlu mengikuti kelas ibu hamil, dan
sebesar 70% tidak Setuju
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 195
LAPORAN KEGIATAN

6.22.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu hamil akan


mengikuti kelas ibu hamil secara rutin
Tabel 6.22.2.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu
hamil akan mengikuti kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju 20 50

S Setuju 12 30

TS Tidak Setuju 3 7

STS Sangat Tidak Setuju 5 13

Jumlah 40 100

Diagram 6.22.2.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu hamil


akan mengikuti kelas ibu hamil secara rutin

DISTRIBUSI

7%

13%
Sangat Setuju
Setuju
50%
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
30%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebesar (80 %) responden
setuju ibu hamil akan mengikuti kelas ibu hamil secara rutin (20%) tidak setuju.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 196
LAPORAN KEGIATAN

6.22.3 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang dengan adanya


kelas ibu hamil bermanfaat untuk persiapan persalinan
Tabel 6.22.3.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang dengan
adanya kelas ibu hamil bermanfaat untuk persiapan persalinan

Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)


SS Sangat Setuju 26 65

S Setuju 8 20

TS Tidak Setuju 4 10

STS Sangat Tidak Setuju 2 5

Jumlah 40 100

Diagram 6.22.3.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang dengan


adanya kelas ibu hamil bermanfaat untuk persiapan persalinan

DISTRIBUSI

5%
10%

Sangat Setuju
Setuju
20%
Tidak Setuju

65% Sangat Tidak Setuju

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 197
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(85%) setuju bahwa dengan adanya kelas ibu hamil bermanfaat untuk persiapan
persalinan, tetapi sebesar (15%) responden tidak setuju.

6.22.4 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang suami tidak perlu


mendampingi ibu hamil di kelas ibu hamil
Tabel 6.22.4.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang suami tidak
perlu mendampingi ibu hamil di kelas ibu hamil
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju 8 20

S Setuju 6 15

TS Tidak Setuju 12 25

STS Sangat Tidak Setuju 14 30

Jumlah 40 100

Diagram 6.22.4.2 Distribusi responden berdasarkan sikap suami tidak perlu


mendampingi ibu hamil di kelas ibu hamil

Distribusi

15%

30
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju

20% Sangat Setuju


Setuju

25%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 198
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden hanya
35%) tidak setuju bahwa suami tidak perlu mendampingi ibu hamil di kelas ibu hamil
,dan sebagian besar (65%) responden setuju

6.22.5 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang kelas ibu hamil adalah
program yang bermanfaat untuk bumil dan janin didalam
kandungan
Tabel 6.22.5.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang kelas ibu hamil
adalah program yang bermanfaat untuk bumil dan janin didalam
kandungan

Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)


SS Sangat Setuju 20 50

S Setuju 14 35

TS Tidak Setuju 4 10

STS Sangat Tidak Setuju 2 5

Jumlah 40 100

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 199
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.22.5.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang jika anak


ibu baru satu orang, bagaimana sikap tentang kelas ibu hamil adalah program
yang bermanfaat untuk bumil dan janin didalam kandungan

DISTRIBUSI

5%
10%
Sangat Setuju
Setuju
50%
Tidak Setuju
35% Sangat Tidak Setuju

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(85%) mendukung bahwa kelas ibu hamil adalah program yang bermanfaat untuk
bumil dan janin didalam kandungan tapi ( 15% ) responden yang tidak mendukung
hal ini.

6.22.6 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang melalui kelas ibu


hamil maka ibu hamil akan tahu yang boleh dan tidak boleh
dilakukan sewaktu hamil
Tabel 6.22.6.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang melalui kelas ibu
hamil maka ibu hamil akan tahu yang boleh dan tidak boleh
dilakukan sewaktu hamil
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju
10 25
S Setuju
16 40

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 200
LAPORAN KEGIATAN

TS Tidak Setuju
8 20
STS Sangat Tidak Setuju
6 15
Jumlah 40 100

Diagram 6.22.6.2 Distribusi responden berdasarkan sikap melalui


kelas ibu hamil maka ibu hamil akan tahu yang boleh dan tidak boleh dilakukan
sewaktu hamil

DISTRIBUSI

15%

Setuju
40%
sangat setuju
20%
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

25%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(65%) setuju bahwa melalui kelas ibu hamil maka ibu hamil akan tahu yang boleh
dan tidak boleh dilakukan sewaktu hamil sedangkan 35 % tidak setuju

6.22.7 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang jika ibu mengikuti


kelas ibu hamil maka akan dibantu biaya persalinan
Tabel 6.22.7.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang jika ibu
mengikuti kelas ibu hamil maka akan dibantu biaya persalinan
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju
8 20
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 201
LAPORAN KEGIATAN

S Setuju
10 25
TS Tidak Setuju
10 25
STS Sangat Tidak Setuju
12 30
Jumlah 40 100

Diagram 6.22.7.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang jika ibu


mengikuti kelas ibu hamil maka akan dibantu biaya
persalinan

DISTRIBUSI

20%
30%
Sangat Tidak Setuju
Setuju
Tidak Setuju
25% sangat setuju

25%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa hanya (45%) responden
yang setuju bahwa jika ibu mengikuti kelas ibu hamil maka akan dibantu biaya
persalinan, dan ada (55%) yang tidak setuju.

6.22.8 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu hamil malas


datang ke kelas ibu jika tidak di berikan uang transport

Tabel 6.22.8.1 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang ibu hamil


malas datang ke kelas ibu jika tidak di berikan uang Transport

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 202
LAPORAN KEGIATAN

Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)


SS Sangat Setuju
8 20
S Setuju
6 15
TS Tidak Setuju
12 30
STS Sangat Tidak Setuju
14 35
Jumlah 40 100

Diagram 6.22.8.2 Distribusi responden berdasarkan sikap ibu hamil malas


datang ke kelas ibu jika tidak di berikan uang transport

DISTRIBUSI

15%

35% Sangat Tidak Setuju


Tidak Setuju
20%
Sangat Setuju
Setuju

30%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan 65 % tidak setuju ibu malas
datang ke kelas ibu jika tidak diberikan uang transport tetapi sebanyak
35% setuju

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 203
LAPORAN KEGIATAN

6.22.9 Distribusi responden berdasarkan sikap kelas ibu hamil adalah sarana
untuk belajar bersam tentang kesehatan bagi ibu hamil
Tabel 6.22.9.1 Distribusi responden berdasarkan sikap kelas ibu hamil
adalah sarana untuk belajar bersam tentang kesehatan bagi ibu
hamil
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju
20 50
S Setuju
8 20
TS Tidak Setuju
6 15.
STS Sangat Tidak Setuju
6 15
Jumlah 40 100

Diagram 6.22.9.2 Distribusi responden berdasarkan sikap tentang kelas ibu


hamil adalah sarana untuk belajar bersam tentang kesehatan bagi ibu hamil

DISTRIBUSI

15%

Sangat Setuju
15% Setuju
50%
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

20%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 204
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden (70%)
kelas ibu hamil adalah sarana untuk belajar bersam tentang kesehatan bagi ibu
hamil, dan (30%) respoden yang tidak setuju .

6.22.10 Distribusi responden berdasarkan sikap jika ibu mengikuti kelas


ibu hamil maka kesehatan ibu dan janin terkontrol
Tabel 6.22.10.1 Distribusi responden berdasarkan sikap jika ibu mengikuti kelas
ibu hamil maka kesehatan ibu dan janin terkontrol
Jawaban Jumlah (jiwa) Persentase (%)
SS Sangat Setuju
20 50
S Setuju
12 30
TS Tidak Setuju
5 12
STS Sangat Tidak Setuju
3 8
Jumlah 40 100

Diagram 6.22.10.2 Distribusi responden berdasarkan sikap jika ibu


mengikuti kelas ibu hamil maka kesehatan ibu dan janin terkontrol

DISTRIBUSI

8%

12% Sangat Setuju


Setuju
50%
Tidak Setuju

30% Sangat Tidak Setuju

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 205
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden (80%)
setuju jika ibu mengikuti kelas ibu hamil maka kesehatan ibu dan janin terkontrol
, dan hanya (20%) responden yang tidak setuju.

6.22.11.1 Gambaran Sikap Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan


Kelas Ibu Hamil
Tabel 6.26 Sikap Jumlah Persentase
Gambaran Sikap
Ibu Hamil Baik 18 45
Terhadap Cukup Baik 15 42
pelaksanaan kelas
ibu hamil Analisa Kurang Baik 7 13

Diagram 6.22.11.2 Gambaran Sikap Ibu Hamil Terhadap pelaksanaan Kelas


Ibu Hamil

distribusi

13%

baik
45% cukup baik
kurang baik

42%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa hanya 45% yang memiliki
sikap yang baik, 42 % cukup baik dan 13 % kurang baik terhadap pelaksanaan
kelas ibu hamil.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 206
LAPORAN KEGIATAN

6.23 Tabel dan Diagram Berdasarkan Perilaku


6.23.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ibu
pernah mengikuti kelas ibu hamil
Tabel 6.23.1.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang
apakah ibu pernah mengikuti kelas ibu hamil

Jawaban Jumlah (Jiwa) Presentase %

S Sudah 25 62%

B Belum 15 38%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.1.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu pernah mengikuti kelas ibu hamil

distribusi
sudah belum

38%

62%

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(62%) suda pernah mengikuti kelas ibu hamil, sedangkan responden yang belum
pernah mengikuti kelas ibu hamil 38 %.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 207
LAPORAN KEGIATAN

6.23.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ada


kerabat atau bidan yang menyarankan ibu untuk mengikuti kelas
ibu hamil
Tabel 6.23.2.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah
ada kerabat atau bidan yang menyarankan ibu untuk mengikuti kelas
ibu hamil

Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 29 72%

B Belum 11 28%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.2.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ada kerabat atau bidan yang menyarankan ibu untuk mengikuti kelas
ibu hamil

distribusi

28%

sudah

72% belum

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 208
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden (72%) sudah ada kerabat atau bidan yang menyarankan ibu untuk
mengikuti kelas ibu hamil, sedangkan (28%) responden yang belum ada kerabat
atau bidan yang menyarankan ibu untuk mengikuti kelas ibu hamil.

6.23.3 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ibu


mengikuti kelas ibu hamil secara teratur
Tabel 6.23.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ibu
mengikuti kelas ibu hamil secara teratur

Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 30 64%

B Belum 10 36%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.3.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu mengikuti kelas ibu hamil secara teratur

distribusi

36%

sudah
64%
belum

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 209
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram

Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar


responden (64%) sudah mengikuti kelas ibu hamis secara teratur, tetapi yang
belum mengikuti kelas ibu hamis secara teratur 36%.
6.23.4 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ibu
mengikuti nasihat dan penyuluhan yang diberikan di kelas ibu
hamil

Tabel 6.23.4.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu mengikuti nasihat dan penyuluhan yang diberikan di
kelas ibu hamil

Jawaban Jumlah Presentase %


S Sudah 35 87%

B Belum 5 13%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.4.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu mengikuti nasihat dan penyuluhan yang diberikan di kelas ibu
hamil

distribusi

13%

sudah
belum
87%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 210
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden (87%) sudah mengikuti nasihat dan penyuluhan yang diberikan di
kelas ibu hamil, sedangkan yang belum mengikuti nasihat dan penyuluhan
yang diberikan di kelas ibu hamil 13%.
6.23.5 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah ibu
selalu mengikuti kelas ibu hamil pada saat jadwal telah ditentukan
Tabel 6.23.5.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah
ibu selalu mengikuti kelas ibu hamil pada saat jadwal telah
ditentukan
Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 20 67%

B Belum 10 33%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.5.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu selalu mengikuti kelas ibu hamil pada saat jadwal telah ditentukan

distribusi

33%

sudah
67%
belum

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 211
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram

Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(67%) ibu selalu mengikuti kelas ibu hamil pada saat jadwal telah ditentukan ,
sedangkan 33% responden belum ibu selalu mengikuti kelas ibu hamil pada saat
jadwal telah ditentukan .

6.23.6 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang ibu hamil


mengikuti prosedur persalinan yang telah di pelajari dikelas ibu
hamil.
Tabel 6.23.6.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang ibu hamil
mengikuti prosedur persalinan yang telah di pelajari dikelas ibu
hamil.

Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 26 65%

B Belum 14 35%

Jumlah 40 100%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 212
LAPORAN KEGIATAN

Diagram 6.23.6.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang ibu


hamil mengikuti prosedur persalinan yang telah di pelajari dikelas ibu hamil

distribusi

35%

sudah
65%
belum

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar
responden (65%) sudah mengikuti prosedur persalinan yang telah di pelajari
dikelas ibu hamil, sedangkan 35% belum mengikuti prosedur persalinan yang
telah di pelajari dikelas ibu hamil.
.
6.23.7 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakan dengan
mengikuti kelas ibu hamil, ibu dapat mengenali tanda
bahaya kehamilan

Tabel 6.23.7.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakan


dengan mengikuti kelas ibu hamil, ibu dapat mengenali
tanda bahaya kehamilan

Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 27 67%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 213
LAPORAN KEGIATAN

B Belum 13 33%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.7.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang


apakan dengan mengikuti kelas ibu hamil, ibu dapat
mengenali tanda bahaya kehamilan

distribusi

33%

sudah
67% belum

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(67%) sudah mengikuti kelas ibu hamil, ibu dapat mengenali tanda bahaya
kehamilan. 33% belum mengikuti kelas ibu hamil, dan ibu belum dapat mengenali
tanda bahaya kehamilan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 214
LAPORAN KEGIATAN

6.23.8. Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang tentang apakah


ibu juga mengikuti senam ibu hamil dirumah

Tabel 6.23.8.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu juga mengikuti senam ibu hamil dirumah

Jawaban Jumlah Presentase %

S Sudah 22 55%

B Belum 18 45%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.8.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang apakah


ibu juga mengikuti senam ibu hamil dirumah

distribusi

45%

55% sudah
belum

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa hampir sama persentase
antara yang sudah dan belum tentang apakah ibu juga mengikuti senam ibu hamil

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 215
LAPORAN KEGIATAN

dirumah. Dimana 55% responden sudah mengikuti senam ibu hamil dirumah,
sedangkan 45% lain nya belum mengikuti senam ibu hamil dirumah.

6.23.9 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang suami ibu pernah


mengikuti kelas ibu hamil

Tabel 6.23.9.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang suami ibu


pernah mengikuti kelas ibu hamil

Jawaban Jumlah Presentase %


S Sudah 12 35%

B Belum 28 65%

Jumlah 35 100%

Diagram 6.23.9.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang


suami ibu pernah mengikuti kelas ibu hamil

distribusi

35%

belum
65%
sudah

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 216
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa (35%) suami belum
pernah mentgikuti kelas ibu hamil (65%) suami pernah mentgikuti kelas ibu
hamil
6.23.10 Distribusi responden berdasarkan perilaku tentang sudah
merencanakan siapa yang akan menolong dan dimana ibu
berasalin
Tabel 6.23.10.1 Distribusi responden berdasarkan perilaku
tentang sudah merencanakan siapa yang akan
menolong dan dimana ibu berasalin
Jawaban Jumlah Presentase %
S Sudah 26 65%

B Belum 14 35%

Jumlah 40 100%

Diagram 6.23.10.2 Distribusi responden berdasarkan perilaku


tentang sudah mengetahui metode kontrasepsi yang
paling sesuai

distribusi

35%

sudah
65%
belum

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 217
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram


Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa sebagian besar responden
(65%) sudah merencanakan siapa yang akan menolong dan dimana ibu berasalin,
tetapi 35% belum sudah merencanakan siapa yang akan menolong dan dimana ibu
berasalin.

6.23.11 Gambaran Perilaku Ibu Hamil Terhadap kelas ibu hamil


Tabel 6.23.11.1 Gambaran Perilaku Ibu hamil terhadap kelas ibu
hamil
Sikap Jumlah Persentase (%)
Baik 13 33%

Analisa Cukup Baik 17 42%

Kurang Baik 10 25%

Diagram 6.23.11.2 Gambran Perilaku Ibu hamil terhadap kelas ibu hamil

distribusi

25%
42%

cukup baik
baik
kurang baik
33%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 218
LAPORAN KEGIATAN

Analisa Tabel dan Diagram

Dari tabel dan diagram di atas didapatkan bahwa prilaku ibu hamil cukup
baik yaitu sebesar 42%, sedangkan 33% baik, dan 25% lainnya kurang baik.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDIKTERAN UNIVERSIITAS MALAHAYATI
29 APRIL 2019 - 06 JULI 2019 219