Anda di halaman 1dari 4

cnb

cnb

19 July 2019
Morning Update

Global Market Wrap


Items Avg 2016 T erakhir H-1 Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Streep ditutup di zona hijau
Nilai transaksi (Rp miliar) 5,296.5 15,535.7 14,653.3
didorong oleh harapan pemangkasan suku bunga acuan setelah adanya
Equity | Indonesia | Research Daily

Volume transaksi (jt shm) 4,957.8 7,398.5 7,249.7


Net asing (Rp miliar) 65.7 -309.8 -358.1
Net asing (jt shm) -150.6 -81.3 -506.6 testimoni dari Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, yang
Kapitalisasi pasar (Rp tn) 5,376.3 7,139.0 7,129.3
mengatakan bahwa The Fed perlu bersikap lebih agresif dalam menentukan
Sektoral kebijakan moneternya. Dow Jones ditutup menguat tipis +3 poin (+0,01%)
Index Penutupan 1 year 1 day YTD
return return return pada level 27.222, S&P 500 bertambah +10 poin (+0,36%) pada level 2.995
Agri 1,360 -6.4% -0.1% -13.1%
Basic Industry 816 4.8% 2.0% -4.5% dan Nasdaq naik +22 poin (+0,27%) pada level 8.207. Sementara itu EIDO
Consumer 2,386 -0.5% 0.6% -7.1%
Finance 1,317 28.3% -0.7% 12.0% ditutup menguat +0,31 poin (+1,18%) pada level 26,61. Pagi ini indeks di
Infrastucture 1,234 14.7% 0.3% 15.9%
Misc. Industry 1,265 7.6% 0.4% -9.3% bursa asia dibuka di zona hijau. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Mining 1,655 -19.4% 1.0% -6.8%
Property 496 10.9% 0.1% 10.7%
dibuka menguat +20 poin (+0,14%) pada level Rp13.940.
Trade 817 -5.5% -0.1% 4.2%

Indeks Saham
Index Negara Penutupan 1 year
return
1 day
return
YTD
return Technical Ideas
JCI Indonesia 6,403 9.1% 0.1% 3.4%
FSSTI Singapura 3,361 2.5% -0.1% 9.5% Ekspektasi bahwa The Fed akan lebih agresif dalam menetapkan kebijakan
KLCI Malaysia 1,649 -6.3% -0.5% -2.5%
SET Thailand 1,723 4.6% 0.3% 10.2% moneternya diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu
KOSPI
SENSEX
Korsel
India
2,067
38,897
-9.5%
7.0%
-0.3%
-0.8%
1.8%
7.8%
keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 0,25%
HSI Hongkong 28,462 1.6% -0.5% 10.1% menjadi 5,75% dan menguatnya nilai tukar rupiah juga diprediksi akan
NKY Jepang 21,046 -7.5% -2.0% 6.0%
AS30 Australia 6,735 6.0% -0.4% 18.6% menjadi tambahan katalis positif bagi indeks harga saham gabungan. IHSG
IBOV Brasil 104,717 35.1% 0.8% 19.1%
DJI Amerika 27,223 8.6% 0.0% 16.7%
diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6.370
SX5P Eropa 3,187 2.8% -0.1% 15.5% dan resistance di level 6.430.
UKX Inggris 7,493 -2.5% -0.6% 11.4%

Dual Listing (US$) Stocks


Closing Daily
US $
IDR
+/- % chg  LPKR (Buy, Support: Rp274, Resist: Rp282)
TLKM 30.29 2,117.7 0.16 0.53%
TINS 0.069 960.6 0.00 3.04%  ADRO (Buy, Support: Rp1.275, Resist: Rp1.325)
ANTM 0.057 803.1 0.01 31.78%
*Rp/US$ 13,983  INKP (Buy, Support: Rp7.900, Resist: Rp9.050)
 INTP (Buy, Support: Rp21.250, Resist : Rp22.400)
Suku Bunga & Inflasi
Items Latest Real interest rate
Interest Inflation
Deposito IDR 3 bln 6.28
Kredit Bank IDR
BI 7-Days RR
13.16
6.00% 3.28% 0.03
ETFs
Fed Funds Target 2.50 1.60% 2.48
ECB Main Refinancing - 1.30% (0.01)
 XISI (Buy, Support: Rp374, Resist: Rp378)
Domestic Yen Interest Call (0.07) 0.70% (0.07)
 XPFT (Buy, Support: Rp558, Resist: Rp564)
Harga Komoditas  XISR (Buy, Support: Rp415, Resist: Rp418)
d lm US $ Penutupan Ret 1 year +/- Ret 1 day
(in USD) (%) (%)
Minyak WTI / bbl
CPO/ ton
Karet/ kg
55.3
482.5
1.61
-20.4%
-10.3%
-22.2%
-1.5
-1.2
0.0
-2.61%
-0.25%
-1.10%
News Highlight
Nikel/ ton 14,817 9.6% 398.0 2.76%
Timah/ ton 17,811 -8.9% -79.0 -0.44%
Emas/tr. oz
Batu Bara/ ton
1,446.1
73.9
18.3%
-38.3%
19.5
-0.4
1.37%
-0.61%
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memiliki saluran distribusi baru setelah
Tepung Terigu/ ton
Jagung/bushel
146.5
4.2
-7.0%
32.2%
8.1
-0.1
5.84%
-2.58%
mengakuisisi 90 persen saham PT Aurum Digital Internusa, perusahaan di
Kedelai 8.6 6.0% 0.0 -0.14% bidang e-commerce. Perseroan optimistis langkah tersebut dapat
Tembaga 5,970.5 -2.5% 2.5 0.04%
berkontribusi terhadap kinerja perseroan selama 3-5 tahun mendatang.
Sumber : Bloomberg

Sebagai informasi, perseroan melakukan penandatangan akta perjanjian


penyertaan modal terhadap Aurum Digital Internusa pada Senin (15/7). Nilai
transaksi dari perjanjian tersebut sebesar Rp4,5 miliar, setara dengan
45.000 saham atau 90 persen dari saham yang ditempatkan dan dikeluarkan
oleh Aurum Digital Internusa. Dengan transaksi tersebut, HRTA menjadi
pengendali Aurum Digital Internusa.

Refer to Important disclosures on the last of this report


PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berencana menyelenggarakan
rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 9 Agustus 2019
di Jakarta. Salah satu agenda rapat yang akan dibahas yaitu persetujuan
atas rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak
memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Adapun, jumlah
saham baru yang akan diterbitkan mencapai 1,57 miliar saham dengan
nilai nominal Rp200 per saham, atau setara dengan 32,77% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pengeluaran saham baru
tersebut.

Dana yang diperoleh dari PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat


struktur permodalan dan keuangan. Perseroan berharap langkah tersebut
akan berdampak pada penurunan rasio utang terhadap ekuitas perseroan,
memperoleh modal kerja untuk membiayai rencana pengembangan usaha,
dapat merealisasikan rencana perkembangan usahanya, dan jumlah saham
perseroan akan bertambah sehingga dapat meningkatkan likuiditas
perdagangan saham perseroan.

PT Timah Tbk (TINS) mengalokasikan belanja modal atau capital


expenditure (capex) sebanyak Rp 2,58 triliun pada tahun ini atau 118,64%
lebih besar dari realisasi capex tahun 2018 Rp 1,18 triliun. Manajemen
menyampaikan hingga semester pertama 2019 serapan belanja modal
sekitar 60% atau Rp 1,5 triliun. Belanja modal tersebut digunakan untuk
peningkatan kapasitas kapal dan smelter, dan rekondisi alat-alat produksi
terutama kapal-kapal produksi.

Saat ini perseroan juga sedang melanjutkan pembangunan smelter.


Nantinya smelter tersebut akan didukung dengan teknologi fuming yang
dapat memproses kembali tin slag (non valued material), serta teknologi
ausmelt untuk memproses kadar bijih timah antara 40%-60%. Fuming
smelter TINS memiliki kapasitas 8.500 ton per tahun. Sementara ausmelt
smelter memiliki kapasitas produksi 35.000 ton per tahun berfungsi untuk
memproduksi bijih timah kadar rendah.

PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) tidak melakukan ekspansi pada tahun ini
karena masih terbebani utang yang masih dalam proses restrukturisasi.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, perseroan memiliki liabilitas
jangka pendek sebesar Rp2,25 triliun. Nilai tersebut termasuk hutang bank
sebesar Rp1,49 triliun. Sementara itu, liabilitas jangka panjangnya tercatat
sebesar Rp1,55 triliun per 31 Maret 2019. Alhasil, total liabilitas yang
dibukukan TRIO sebesar Rp3,8 triliun.

Di sisi lain, perseroan mengalami defisiensi ekuitas atau ekuitas negatif


senilai Rp3,6 triliun. Hingga semester I/2019, TRIO masih memiliki utang
yang terdiri atas dua tranche dengan total kewajiban mencapai Rp 3 triliun.
Tranche A memiliki tenor hingga 7 tahun ke depan, sedangkan untuk
tranche B masih memiliki waktu hingga 9 tahun ke depan. Hingga
semester 1/2019, perseroan memiliki sebanyak 98 toko yang terdiri atas
76 toko Okeshop dan 22 toko Global Teleshop. Manajemen
mengungkapkan bahwa jumlah tersebut menyusut dibandingkan dengan
tahun sebelumnya yang tercatat 103 toko.
Head Office
PT INDO PREMIER SEKURITAS
Wisma GKBI 7/F Suite 718
Jl. Jend. Sudirman No.28
Jakarta 10210 – Indonesia
p +62.21.5793.1168
f +62.21.5793.1167

INVESTMENT RATINGS
BUY : Expected total return of 10% or more within a 12-month period
HOLD : Expected total return between -10% and 10% within a 12-month period
SELL : Expected total return of -10% or worse within a 12-month period

ANALYSTS CERTIFICATION.
The views expressed in this research report accurately reflect the analyst;s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the
research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.

DISCLAIMERS
This reserch is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warraty nor accept any
responsibility or liability as to its accruracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for
general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, finacial situation and the
particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or
sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this
report.