Anda di halaman 1dari 32

BIOKIMIA

Alanine Aminotransferase (ALT/GPT)

DISUSUN

OLEH :

NAMA : DINI AFIFA SYAKURAH

KELAS : 2A

Dosen Pembimbing :

1. Yunita Nazarena, S.Gz, M.Si


2. Tri Fitriantini, AMG, STP
3. Endang Viaty S, AMAK, S.Psi

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN GIZI
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan
makalah Biokimia yang berjudul “Alanine Aminotransferase (ALT/GPT” ini tepat pada
waktunya.

Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Biokimia yang telah memberikan penjelasan kepada saya tentang
penyusunan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah yang telah saya susun ini dapat bermanfaat dan membantu belajar
bagi siswa di lingkungan Poltekkes khususnya jurusan tersebut.

Palembang, Januari 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................2

DAFTAR ISI...................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...................................................................................4


1.2 Rumusan Masalah..............................................................................5
1.3 Tujuan................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan kegunaan alanine aminotransferase (ALT)................6


2.2 Kadar nilai normal dalam tes alanine aminotransferase
(ALT)..................................................................................................7
2.3 Bahaya kadar nilai alanine aminotransferase (ALT) tinggi dan
rendah.................................................................................................7

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN................................................................................10
3.2 SARAN...........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................11

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Gangguan fungsi hati masih merupakan penyakit yang paling serius dan menjadi
permasalahan di seluruh dunia terutama yang disebabkan oleh bahan bahan kimia toksik.
Pemakaian obat obat konvensional dapat menimbulkan efek samping yang serius
(Maheswari, et al., 2008).
Hati merupakan organ tubuh sekaligus kelenjar yang besar dan merupakan pusat dari
metabolisme tubuh (Widmann, 1989).
Sebagai organ yang berfungsi untuk pusat metabolisme tubuh, hati sangat rentan terhadap
paparan zat kimia yang bersifat toksik. Zat tersebut dapat menimbulkan kerusakan hati. Zat
kimia dapat berasal dari obat-obatan yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat ( Halliwell
dan Gutteridge, 2007). Beberapa contoh obat yang dapat menimbulkan kerusakan hati
diantaranya adalah CCl4, asetaminofen, parasetamol, kombinasi isoniazid dan rifampisin.
Pada penelitian ini digunakankombinasi obat isoniazid dan rifampisin. Salah satu efek
samping yang dapat ditimbulkan akibat pemberian kedua obat ini adalah gangguan fungsi
hati, dari yang ringan sampai yang berat berupa nekrosis jaringan hati (Arsyad, 1996). Pasien
yang mendapatkan isoniazid berisiko mengalami hepatotoksik. Risiko efek hepatotoksik
makin besar jika isoniazid dikombinasi dengan rifampisin dibandingkan dengan penggunaan
isoniazid saja (Adhvaryu, et al., 2008). Hal ini disebabkan karena rifampisin mempunyai efek
perangsang enzim mikrosom oksidase, sehingga bila digabung dengan isoniazid akan
menyebabkan sifat hepatotoksik isoniazid bertambah berat.
Untuk mengetahui hepatotoksisitas dilakukan pemeriksaan enzim pada darah.
Pemeriksaan enzim dilakukan karena pada umumnya enzim berada dalam sel dan bisa berada
dalam struktur yang spesifik seperti organel, mitokondria, atau juga terdapat di dalam sitosol.
Dalam keadaan normal terdapat keseimbangan antara pembentukan enzim dengan
penghancurannya. Apabila terjadi kerusakan sel atau peningkatan permeabilitas membran sel,
enzim akan banyak keluar ke ruang ekstraseluler dan dapat digunakan sebagai sarana untuk
membuat diagnosis (Akbar, 2009). Kerusakan hati dapat didiagnosa oleh beberapa parameter
biokimia, yaitu adanya peningkatan aktivitas enzim alanin aminotransferase (ALT).
Tes alanine aminotransferase (ALT) dapat mengukur jumlah enzim dalam darah.
Sebagian besar ALT terdapat di hati dan sebagian kecil lainnya terdapat di ginjal, jantung,
otot, dan pankreas. ALT sebelumnya dikenal dengan nama serum glutamic pyruvic
transaminase (SGPT). Dengan mengukur ALT, gangguan maupun penyakit pada hati dapat
terdeteksi. Dalam kondisi normal, tingkat ALT dalam darah relatif rendah. Namun, ketika
kondisi hati menurun atau mengalami kerusakan, hati akan melepaskan ALT ke dalam aliran
darah sehingga jumlah ALT akan naik. Sebagian besar peningkatan ALT disebabkan oleh
kerusakan hati. Tes ALT sering dilakukan bersama dengan tes lain untuk memeriksa
kerusakan hati. Tes tersebut meliputi aspartat aminotransferase (AST), fosfatase alkali, laktat
dehidrogenase (LDH), dan bilirubin. Baik ALT maupun AST merupakan tes yang akurat
untuk mendeteksi kerusakan hati.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Alanine aminotransferase (ALT) digunkan untuk pemeriksaan apa?
2. Kadar nilai normal dalam tes alanine aminotransferase (ALT)?
3. Jika kadar nilai tes alanine aminotransferase (ALT) diatas normal dan dibawah
normal mengindikasikan apa?
4. Apa bahayanya jika nilai tes alanine aminotransferase (ALT) diatas normal dan
dibawah normal?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui kegunaan tes alanine aminotransferase (ALT)
2. Untuk mengetahui kadar nilai normal tes alanine aminotransferase (ALT)
3. Untuk mengetahui bahaya dan mengindikasikan apa jika nilai tes alanine
aminotransferase (ALT) diatas normal dan dibawah normal

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAN KEGUNAN ALANINE AMINOTRANSFERASE (ALT)

Transaminase alanina (bahasa Inggris: alanine transaminase, alanine aminotransferase,


serum glutamic pyruvic transferase, ALT, ALAT, SGPT, EC 2.6.1.2) adalah enzim yang dapat
dijumpai di dalam serum darah dan berbagai jaringan tubuh, namun seringkali dikaitkan
dengan kinerja organ hati. ALT merupakan katalisator pada siklus alanina. Peningkatan rasio
serum ALT dan AST dalam rentang antara batas atas normal dan lima kali nilai batas atas,
dapat merupakan pertanda serius gejala gangguan hati antara lain oleh alkohol, toksin, obat-
obatan, infeksi viral akut atau kronis, sirosis hati, otoimun, hemokromatosis, defisiensi
antitripsin-alfa-1 atau merupakan indikasi awal penyakit Wilson, steatosis, steatohepatitis,
penyakit Celiac, hemolisis, miopati, hipertiroidisme dan lain-lain. Tes alanine
aminotransferase (ALT) dapat mengukur jumlah enzim dalam darah. Sebagian besar ALT
terdapat di hati dan sebagian kecil lainnya terdapat di ginjal, jantung, otot, dan pankreas. ALT
sebelumnya dikenal dengan nama serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Dengan
mengukur ALT, gangguan maupun penyakit pada hati dapat terdeteksi. Dalam kondisi
normal, tingkat ALT dalam darah relatif rendah. Namun, ketika kondisi hati menurun atau
mengalami kerusakan, hati akan melepaskan ALT ke dalam aliran darah sehingga jumlah
ALT akan naik. Sebagian besar peningkatan ALT disebabkan oleh kerusakan hati.Tes ALT
sering dilakukan bersama dengan tes lain untuk memeriksa kerusakan hati. Tes tersebut
meliputi aspartat aminotransferase (AST), fosfatase alkali, laktat dehidrogenase (LDH), dan
bilirubin. Baik ALT maupun AST merupakan tes yang akurat untuk mendeteksi kerusakan
hati.

Tes ALT dilakukan secara berkala untuk:

 memantau aktivitas penyakit hati, seperti hepatitis


 menentukan waktu yang tepat untuk pengobatan penyakit hati
 mengevaluasi seberapa efektif perawatan yang diberikan
 pada umumnya, peningkatan ALT dalam darah menunjukkan tanda kerusakan hati.
Namun pada beberapa kasus, ditemukan pasien dengan penyakit hati berat atau sirosis
yang memiliki kadar ALT normal

Hasil tes alanine aminotransferase (ALT) sering dielaborasi dengan hasil tes
aminotransferase aspartat (AST) untuk mendapatkan rasio AST dan ALT. Kedua tes ini dapat
mendiagnosis kerusakan pada hati yang berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol. Pada anak
yang mengidap acute lymphocytic leukemia (ALL), tingkat ALT yang sangat tinggi
menunjukkan perkembangan penyakit yang cepat. Meningkatkan ALT dalam darah dapat
disebabkan oleh berbagai faktor dan kondisi. Oleh sebab itu, dibutuhkan tes lain untuk
mendapatkan hasil yang akurat.

6
2.2 KADAR NILAI NORMAL DALAM TES ALANINE AMINOTRANSFERASE

Kisaran normal untuk setiap tes mungkin berbeda-beda, tergantung pada laboratorium
yang dipilih. Dengan demikian, kisaran normal yang ditetapkan tidak bersifat mutlak. Dokter
akan memeriksa hasil tes dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien serta faktor-
faktor lain yang mungkin dapat mengurangi keakuratan hasil tes.

Laki-laki : 10-40 unit per liter (U/L) atau 0.17-0.68 microkatals per liter (mckat/L)

Perempuan : 7-35 U/L atau 0.12-0.60 mckat/L

Setiap laborotarium akan mencetak hasil pemeriksaan dan nilai normal yang mereka
pakai, jadi tinggal dibandingkan dengan angka yang ada dalam kertas hasil pemeriksaan.
Hasil ALT yang normal belum tentu menunjukkan bahwa seseorang bebas dari penyakit hati.
Karena pada kasus penyakit hati kronis (menahun dan berjalan perlahan), dapat ditemukan
kadar enzim yang normal atau sedikit hanya meningkat sedikit. Kondisi ini sering ditemukan
pada kasus hepatitis B kronik atau hepatitis C kronik. Enzim hati akan meningkat ketika sel-
sel hati mengalami kerusakan yang masif, sedangkan pada infeksi hati kronik (menahun), sel
hati mengalami kerusakan secara perlahan-lahan sehingga kenaikan ALT tidak signifikan
bahkan terlihat normal. Oleh sebab itu, pada penyakit hati seperti ini diperlukan jenis
pemeriksaan lainnya.

2.2 BAHAYA KADAR NILAI ALANINE AMINOTRANSFERASE (ALT) TINGGI


DAN RENDAH

Meskipun bukan hanya kadar ALT saja yang akan menentukan seseorang mengalami
penyakit hati. Namun kadar ALT tinggi cukup menjadi alasan untuk melihat adanya
gangguan pada fungsi hati. Pada gangguan fungsi hati, Pemilik angka ALT di atas normal
dianggap sakit. Sebaliknya, kadar di bawah normal diyakini sehat. Padahal kenyataannya
belum tentu begitu. ALT merupakan enzim transaminase yang dihasilkan terutama oleh sel-
sel hati. Bila sel-sel liver rusak, misalnya pada kasus hepatitis atau sirosis, biasanya kadar
kedua enzim ini meningkat. Makanya, lewat hasil tes laboratorium, keduanya dianggap
memberi gambaran adanya gangguan pada hati. kadar nilai ALT dapat mencapai kenaikan
puluhan bahkan ribuan kali lipat dari nilai normal. Hal ini menunjukkan kerusakan sel-sel
hati yang masif (nekrosis luas).
Inilah penyakit atau kondisi medis membuat kadar ALT meningkat:
 Hepatitis Ada banyak jenis hepatitis yaitu hepatitis A, B, dan C. Semuanya akan
menyebabkan peradangan pada hati. Sel-sel yang meradang akan membengkak, rusak,
mati, dan tentu saja terganggu fungsinya. Kondisi inilah yang menyebabkan kenaikan
ALT menjadi tinggi. Seperti disinggung sebelumnya, bahwa kenaikan signifikan
terjadi pada pada serangan hepatitis akut (bukan kronis). Bahkan kadarnya bisa
mencapai 5-10 kali nilai normal seiring dengan kenaikan kadar bilirubin, penurunan
albumin, dan indikator kerusakan hati lainnya.
 Fatty liver (perlemakan hati) Perlemakan hati maksudnya sel-sel hati mengalami
kerusakan dan diganti dengan sel-sel lemak. ALT memang bisa meningkat pada
kondisi ini, namun hanya sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal.

7
Fatty liver sering terjadi pada orang yang gemuk dengan gejala rasa tak nyaman pada
perut bagian kanan atas, namun banyak juga yang tidak merasakan gejala sama sekali.
 Sumbatan empedu Empedu dihasilkan oleh hati dan akan mengalir ke kantung
empedu. Ketika ada sumbatan aliran empedu, maka hati akan ‘tenggelam’ oleh
empedu dan ini akan meracuni sel-sel hati. Sebagian sel-sel hati akan rusak sehingga
melalui tes fungsi hati akan menunjukkan peningkatan ALT, meskipun tidak terlalu
tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal.
 Penyakit di luar hati Beberapa penyakit yang sebenarnya tidak ada hubungannya
dengan organ hati bisa juga meningkatkan kadar ALT. Hal ini terjadi seperti telah
dijelaskan sebelumnya, bahwa enzim ini tidak hanya di produksi oleh sel hati.
Penyakit seperti penyakit tipus, DBD, kelenjar gondok, Penyakit auto immune (AIH),
Celiac disease, Wilson disease, Muscle disorders bisa meningkatkan kadar ALT
namun tidak setinggi pada penyakit hati. Kondisi lain yang menyebabkan ALT tinggi:
Kerusakan hati masif yang ditimbulkan oleh racun seperti overdosis acetaminophen
(parasetamol) atau keracunan jamur. Kegagalan sirkulasi (syok) berkepanjangan yang
menyebabkan hati kekurangan darah memberikan oksigen segar dan nutrisi.

8
BAB IV
PENUTUP

1.1 KESIMPULAN
Tes alanine aminotransferase (ALT) dapat mengukur jumlah enzim dalam darah.
Sebagian besar ALT terdapat di hati dan sebagian kecil lainnya terdapat di ginjal,
jantung, otot, dan pankreas. ALT sebelumnya dikenal dengan nama serum glutamic
pyruvic transaminase (SGPT). Peningkatan enzim hepar yaitu Alanine Aminotransferase
(ALT) atau Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), disebabkan adanya
kebocoran enzim yang merupakan salah satu manifestasi penyakit dari cedera hepatosit
(dan sel-sel lain yang menghasilkan SGPT) oleh infeksi virus yang disebabkan baik
secara langsung melalui (1) penyimpangan energi sel (2) sintesis makomolekular sel
terhenti (3) kompetisi mRNA virus terhadap ribosom (4) kompetisi viral promoter dan
transcriptional enhancers pada faktor yang mempengaruhi transkripsi sel yaitu RNA
polymerase, inhibisi pertahanan dengan interferon, dan secara tidak langsung penyebab
kerusakan sel adalah genome virus, induksi mutasi genome host, inflamasi, dan respon
imun host, oleh infeksi virus baik dengue maupun virus lainnya.

1.2 SARAN
Peningkatkan ALT dalam darah dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan kondisi. Oleh
sebab itu, dibutuhkan tes lain untuk mendapatkan hasil yang akurat.

9
DAFTAR PUSTAKA
 Samiadi Aprilia Lika, 2017. Alanine Aminotransferase. https://hellosehat.com/kesehatan/tes-
kesehatan/alanine-aminotransferase/
 Muhlisin Ahmad, 2019. SGOT dan SGPT : Nilai Normal, Tinggi, Rendah & Maknanya.
https://mediskus.com/sgot-sgpt
 Herry, 2012. SGOT-SGPT. http://purwantoher.blogspot.com/2010/06/sgot-sgpt-
sering-bikin-kecele.html

10
BIOKIMIA
Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Darah

DISUSUN

OLEH :

NAMA : DINI AFIFA SYAKURAH

KELAS : 2A

Dosen Pembimbing :

1. Yunita Nazarena, S.Gz, M.Si


2. Tri Fitriantini, AMG, STP
3. Endang Viaty S, AMAK, S.Psi

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN GIZI
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan
makalah Biokimia yang berjudul “Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Darah” ini tepat pada
waktunya.

Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Biokimia yang telah memberikan penjelasan kepada saya tentang
penyusunan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah yang telah saya susun ini dapat bermanfaat dan membantu belajar
bagi siswa di lingkungan Poltekkes khususnya jurusan tersebut.

Palembang, Januari 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................2

DAFTAR ISI...................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...................................................................................4


1.2 Rumusan Masalah..............................................................................5
1.3 Tujuan................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Kegunaan Tes Kadar Kolesterol total darah.....................6


2.2 Kadar Nilai Normal dalam Tes Kadar Kolesterol Total Darah.................7
2.3 Bahaya Kadar Nilai Kolesterol Total Tinggi dan Rendah........................7

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN...............................................................................21
3.2 SARAN...........................................................................................21

DAFTAR PUSTAKA................................................................................22

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Lemak khususnya kolesterol merupakan zat sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama
dalam pembentukan dinding sel tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan
hormon – hormon steroid (Kartikawati, 2012). Tetapi, sangat disayangkan kebanyakan dan
kita memasukkan kolesterol lebih dan yang dibutuhkan yaitu dengan makan makanan yang
mengandung banyak lemak. Maka hasilnya kadar kolesterol darah meningkat sampai di atas
angka normal (Soeharto, 2004).
Kolesterol tinggi menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang
menimbulkan serangan jantung dan penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat
menimbulkan stroke. Peningkatan kolesterol dapat membahayakan kesehatan, maka kadar
kolesterol perlu dikontrol (Mumpuni dan Wulandari, 2011).
Pemeriksaan kolesterol total dapat dilakukan dengan serum dan plasma. Serum adalah cairan
yang tersisa setelah darah dibiarkan menggumpal di dalam sebuang tabung. Sedangkan
plasma adalah bagian darah yang cair (Widmann, 1995).
Pemeriksaan kadar kolesterol total menggunaan serum darah seringkali mendapatkan
kesulitan karena volume darah yang tidak mencukupi atau kondisi serum yang lisis akibat
pengambilan yang kurang tepat. Kondisi sampel yang tidak baik tentu akan mempengaruhi
hasil pemeriksaan, oleh karena itu apabila hal itu terjadi, pemeriksaan kolesterol dapat
menggunakan sampel plasma EDTA. Penggunaan plasma lebih disukai karena menghemat
waktu yaitu sampel plasma dapat disentrifuge langsung tanpa menunggu sampel mengumpal
dan tidak seperti serum, perlu menunggu sampai koagulasi selesai dengan volume minimal
darah lebih sedikit dan yang diperlukan untuk pembuatan plasma, akan tetapi penambahan
antikoagulan yang dapat mengganggu beberapa analitis

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Kadar kolesterol total darah digunkan untuk pemeriksaan apa?


2. Kadar nilai normal dalam tes kolesterol total darah?
3. Jika kadar nilai tes kadar kolesterol total darah diatas normal dan dibawah normal
4
mengindikasikan apa?
4. Apa bahayanya jika nilai tes kadar kolesterol total darah diatas normal dan dibawah
normal?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui kegunaan tes kadar kolesterol total darah


2. Untuk mengetahui kadar nilai normal tes kadar kolesterol total darah
3. Untuk mengetahui bahaya dan mengindikasikan apa jika nilai tes kadar kolesterol
total darah diatas normal dan dibawah normal

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAN KEGUNAAN TES KADAR KOLESTEROL DARAH

Kolesterol adalah suatu substansi seperti lilin yang berwarna putih, secara alami
ditemukan di dalam tubuh. Sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan
zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam
tubuh (Nurrahmani, 2012).Kolesterol merupakan prekursor hormon-hormon steroid dan asam
lemak dan merupakan unsur pokok yang penting di membran sel. Zat ini hanya ditemukan
pada hewan. Sterol yang serupa ditemukan pada tumbuhan, tetapi sterol tumbuhan normalnya
tidak diabsorpsi dan saluran cerna. Kebanyakan kolesterol dalam diat terkandung di dalam
kuning telur dan lemak hewani (Ganong, 1995). Menurut Nurrahmani, dalam tinjauan ilmiah
kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang 80% dihasilkan dan dalam tubuh (organ
hati) dan 20% sisanya dan luar tubuh (zat makanan). Itu artinya, kolesterol yang berada
dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Fungsi kolesterol antara lain adalah sebagai berikut:
a. Untuk membentuk struktural khusus di seluruh sel tubuh, terutama untuk pembentukan
membran.
b. Kolesterol berkonjungasi dengan zat lain untuk membentuk garam empedu yang
membantu pencernaan dan absorpsi.
c. Kolesterol dipakai oleh kelenjar adrenal untuk membentuk hormon adrenokartikal,
ovarium untuk membentuk progesteron dan esterogen.

d. Membantu mencegah evaporasi air dan kulit (Guyton, 1997).

Tes kolesterol digunakan untuk mengukur jumlah total zat lemak (kolesterol dan trigliserida)
dalam darah. Kolesterol bergerak melalui darah dan melekat pada protein. Kolesterol dan protein ini
disebut dengan lipoprotein. Analisis lipoprotein (profil lipoprotein atau profil lipid) mengukur kadar
darah dari jumlah kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol, dan trigliserida.

 Kolesterol. Tubuh menggunakan kolesterol untuk membantu membangun sel-sel dan


memproduksi hormon. Terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat menumpuk di
dalam arteri, membentuk plak. Plak dalam jumlah besar meningkatkan risiko
terserang serangan jantung atau stroke.
 HDL (high-density lipoprotein) membantu membuang lemak dari tubuh dengan
mengikatnya pada aliran darah dan membawanya kembali ke hati untuk dikeluarkan.
Terkadang ini disebut sebagai kolesterol “baik”. Tingkat HDL yang tinggi erat
hubungannya dengan risiko rendah penyakit jantung.
 LDL (low-density lipoprotein) membawa kebanyakan lemak dan hanya sejumlah
kecil protein dari hati ke bagian tubuh lainnya. Tingkat LDL tertentu dalam darah
adalah normal dan sehat karena LDL memindahkan kolesterol ke bagian tubuh lain
yang membutuhkan. Tetapi, terkadang disebut kolesterol “buruk” karena dalam
tingkat yang tinggi dapat berisiko terjadinya penyakit jantung.

6
 VLDL (very low-density lipoprotein) mengandung sedikit protein. Tujuan utama
VLDL adalah untuk mendistribusikan trigliserida yang diproduksi oleh hati Anda.
Kolesterol VLDL dalam jumlah tinggi dapat mengakibatkan penumpukan kolesterol
dalam arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
 Trigleserida adalah jenis lemak tubuh yang digunakan untuk menyimpan dan
memberikan energi pada otot. Hanya terdapat dalam jumlah yang sedikit pada darah.
Memiliki tingkat trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan peluang risiko penyakit
jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan memiliki tingkat LDL tinggi

2.2 KADAR NILAI NORMAL DALAM TES KOLESTEROL TOTAL DARAH

Kadar nilai kolesterol total yaitu :

 puasa, normal: 150 mg/dL


 di batas tinggi: 150 sampai 199 mg/dL
 tinggi: 200 hingga 499 mg/dL
 sangat tinggi: >500 mg/dL

Hipertrigliseridemia adalah istilah medis untuk peningkatan trigliserida dalam darah.


Tingkat saat berpuasa dapat berbeda secara normal dari hari ke hari. Trigliserida akan
berbeda secara dramatis ketika Anda makan, dan bisa meningkat lima hingga 10 kali lebih
tinggi dibandingkan saat berpuasa. Ketika berpuasa tetapi tingkat trigliserida berada di atas
1000 mg/dL, ada kemungkinan risiko terjadinya pankreatitis. Pengobatan untuk menurunkan
tingkat trigliserida harus segera dimulai secepatnya. Bila tingkat trigliserida tinggi, dan
kolesterol Anda juga tinggi, kondisi ini disebut hiperlipidemia. Bila kolesterol dalam tubuh
benlebihan akan tertimbun didalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi
yag disebut aterokierosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini
merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke (Kartikawati. 2012).

Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan
trigliserida dalam setiap desiliter darah. Biasanya, dengan melihat kadar kolesterol total dan
HDL saja sudah dapat menggambarkan kondisi umum kadar kolesterol Anda. Namun, jika
kolesterol total berjumlah 200 mg/dL atau lebih, atau HDL kurang dari 40 mg/dL, Anda
perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup LDL dan trigliserida.Kadar
kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar kolesterol 200-
239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dL atau
lebih termasuk tingkat kolesterol tinggi.

2.3 BAHAYA KADAR NILAI KOLESTEROL TOTAL TINGGI DAN RENDAH

Kadar kolesterol dalam darah setidaknya diukur sekali setiap lima tahun pada setiap
orang yang berusia di atas 20 tahun, tes ini biasa disebut dengan profil lipid. Sangat penting
untuk mengetahui kadar kolesterol yang ada dalam tubuh Anda, sehingga Anda dapat
mencegah diri Anda terkena penyakit yang berhubungan dengan kolesterol. Setelah Anda

7
melakukan tes kolesterol ini, maka hasil yang akan Anda dapatkan adalah jumlah kolesterol
total yang ada dalam tubuh, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida. Kolesterol total
menunjukkan jumlah kolesterol LDL, kolesterol LDL, trigliserida, dan komponen lipid
lainnya. Sedangkan, trigliserida merupakan jumlah lemak dalam darah yang diperoleh dari
makanan yang kita makan. Kelebihan kalori, alkohol, dan gula dalam tubuh akan diubah
menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel lemak di tubuh. Kadar trigliserida yang tinggi
dalam tubuh dapat menempatkan Anda pada risiko yang tinggi terhadap penyakit jantung.

Batasan untuk setiap jenis kolesterol ini adalah:

Untuk anak

 Kadar kolesterol total yang baik dalam tubuh adalah kurang dari 170 mg/dl, termasuk
dalam kategori tinggi bila mencapai 200 mg/dl atau lebih.
 Kadar kolesterol LDL yang baik dalam tubuh adalah kurang dari 110 mg/dl, dan dapat
memperburuk kesehatan Anda jika kadarnya sudah mencapai 130 mg/dl atau lebih
(kategori tinggi).
 Kadar kolesterol HDL yang baik dalam darah adalah 45 mg/dl atau lebih. Kolesterol
HDL dalam darah dikatakan rendah bila kurang dari 40 mg/dl.
 Kadar trigliserida dalam darah yang baik adalah kurang dari 75 mg/dl (untuk anak 0-9
tahun) dan kurang dari 90 mg/dl (untuk anak usia 10-19 tahun). Kadar trigliserida
dikatakan tinggi bila mencapai 100 mg/dl atau lebih (untuk anak usia 0-9 tahun) dan
130 mg/dl atau lebih (untuk anak usia 10-19 tahun).

Untuk dewasa

 Kadar kolesterol total yang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl, termasuk
dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih.
 Kadar kolesterol LDL yang baik dalam darah adalah kurang dari 100 mg/dl, dan akan
membahayakan kesehatan Anda bila kadarnya mencapai 160 mg/dl atau lebih.
 Kadar kolesterol HDL yang baik dalam tubuh adalah 40 mg/dl atau lebih, dan dapat
dikatakan rendah bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl.
 Kadar trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dl, dan termasuk
dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 200 mg/dl atau lebih.

Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) atau kolesterol buruk dipengaruhi oleh faktor-


faktor tertentu, seperti genetik dan memiliki berat badan berlebihan (obesitas), Selain itu,
aktivitas fisik yang kurang aktif dan doyan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak
jenuh serta tinggi kolesterol akan mendekatkan seseorang kepada bahaya kolesterol. Organ
hati bertugas menghasilkan kolesterol yang dibutuhkan bagi tubuh. Walau demikian, tidak
sedikit orang yang berkolesterol tinggi karena mengonsumsi jenis-jenis makanan yang identik
dengan kolesterol jahat.

Kolesterol tinggi di dalam tubuh menyimpan sejumlah bahaya, di antaranya:

 Memicu aterosklerosis.Aterosklerosis adalah kondisi mengeras dan menyempitnya


pembuluh nadi. Penyakit ini disebabkan oleh kolesterol jahat yang umumnya
menyerang usia muda.

8
 Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Penyempitan pembuluh nadi dapat
mempersulit aliran darah memasuki jantung yang berakibat pada timbulnya serangan
jantung. Contoh lain adalah ketika pembuluh darah otak tersumbat, maka bisa
mengakibatkan stroke, darah tinggi, dan serangan jantung.

 Mengganggu sistem pencernaanTingginya tingkat kolesterol menciptakan


ketidakseimbangan di empedu yang mengakibatkan penyakit batu empedu. Sebanyak
80 persen kasus batu empedu disebabkan oleh endapan kolesterol.

Selain itu, bahaya kolesterol dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan, di


antaranya:

 Sakit rahang akibat kurang asupan oksigen


 Mati rasa di kaki
 Tinja berdarah

Hampir setiap orang tahu bahwa kadar kolesterol tinggi merupakan cikal bakal
penyakit jantung dan strok. Tapi jangan salah, ternyata kadar kolesterol rendah pun dapat
menyebabkan terjadinya sederet penyakit berbahaya. Kolesterol merupakan zat kimia yang
diproduksi oleh organ hati. Senyawa ini dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat menjalankan
fungsinya dengan baik. Sebab, pada kadar normal, kolesterol turut membantu tubuh untuk
memproduksi vitamin D, beberapa jenis hormon, dan cairan empedu. Namun demikian, harus
tetap waspada dan berhati-hati. Ini karena kadar LDL dan kolesterol total yang terlalu rendah
juga dapat mengundang sederet penyakit berbahaya. Meski belum pasti, para ahli percaya
bahwa kolesterol rendah turut meningkatkan risiko terjadinya kondisi-kondisi berikut ini:

 Kanker
 Strok perdarahan
 Depresi
 Gangguan cemas
 Persalinan prematur
 Berat badan lahir rendah

Meski bahaya yang ada di balik kolesterol rendah masih belum pasti, Anda tetap
harus waspada akan kondisi tersebut. Terapkanlah gaya hidup sehat mulai saat ini, jauhi
rokok dan minuman berlakohol, serta rutin olahraga setiap hari. Pastikan pula Anda
melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala, agar kadarnya di dalam tubuh dapat terus
terpantau dengan baik.

9
BAB IV
PENUTUP

1.3 KESIMPULAN

Kolesterol adalah zat lilin yang berasal dari tubuh Anda dan dari makanan yang Anda
makan. Tubuh, terutama hati, memproduksi kolesterol yang Anda butuhkan dan kemudian
melepasnya ke dalam aliran darah. Hati akan memproduksi lebih banyak kolesterol saat Anda
banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans.
Terlalu banyak kolesterol dalam aliran darah Anda dapat mengakibatkan pembentukan plak,
yang nantinya dapat menghambat sirkulasi darah Anda. Jika penyumbatan aliran darah terjadi
pada aliran darah menuju otak, maka hal ini dapat menyebabkan stroke. Jika penyumbatan
aliran darah terjadi di jantung, maka dapat menyebabkan serangan jantung.

1.4 SARAN

Pada orang dengan risiko tinggi seperti memiliki riwayat keluarga dengan serangan
jantung atau kolesterol tinggi. Jika memang terbukti tinggi, maka disarankan melakukan
langkah-langkah penanganan kolesterol tinggi seperti melakukan perubahan gaya hidup.

10
DAFTAR PUSTAKA
 Kartikawati. Ch Erni. 2012. Panduan Praktis Kolesterol &Asam Urat. Ungaran:
V-media,
 Safitri adelia marista, 2018. Hasil Tes Kolesterol tidak Akurat. https://hellosehat.com/hidup-
sehat/tips-sehat/hasil-tes-kolesterol-tidak-akurat/
 https://www.alodokter.com/pentingnya-mengetahui-tingkat-kolesterol-normal
 Veratamara Arinda, 2017. Kadar Kolesterol Normal didalam Tubuh.
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/berapa-kadar-kolesterol-normal-dalam-
tubuh/
 Nitish Basant Adnani , 2018. Bahaya Kolesterol Rendah Pada Tubuh Anda.
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3407210/ini-bahaya-kolesterol-rendah-
pada-tubuh-anda
BIOKIMIA
Pemerksaan Kadar HDL Kolesterol

DISUSUN

OLEH :

NAMA : DINI AFIFA SYAKURAH

KELAS : 2A

Dosen Pembimbing :

1. Yunita Nazarena, S.Gz, M.Si


2. Tri Fitriantini, AMG, STP
3. Endang Viaty S, AMAK, S.Psi

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN GIZI
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan
makalah Biokimia yang berjudul “Pemeriksaan Kadar HDL Kolesterol” ini tepat pada
waktunya.

Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Biokimia yang telah memberikan penjelasan kepada saya tentang
penyusunan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah yang telah saya susun ini dapat bermanfaat dan membantu belajar
bagi siswa di lingkungan Poltekkes khususnya jurusan tersebut.

Palembang, Januari 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................2

DAFTAR ISI...................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Latar Belakang...................................................................................4


1.5 Rumusan Masalah..............................................................................5
1.6 Tujuan................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

2.4 Pengertian dan kegunaan alanine aminotransferase (ALT)................6


2.5 Kadar nilai normal dalam tes alanine aminotransferase
(ALT)..................................................................................................7
2.6 Bahaya kadar nilai alanine aminotransferase (ALT) tinggi dan
rendah.................................................................................................7

BAB III PENUTUP

4. KESIMPULAN................................................................................10
5. SARAN...........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................11

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.2 LATAR BELAKANG

Lipid adalah salah satu kelompok senyawa yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau
manusia yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Sifat umum lipid adalah tidak dapat
larut dalam air tetapi larut dalam satu atau lebih zat pelarut organik. Di dalam tubuh lipid
berfungsi sebagai sumber energi yang efisien baik secara langsung maupun potensial. Di
dalam darah lipid terdiri dari kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas yang
berasal dari makanan dan disintesis lemak endogen. Lipid tidak larut dalam lemak oleh sebab
itu harus terikat pada protein (dalam bentuk lipoprotein) agar dapat diangkut dalam peredaran
darah.

Ukuran lipoprotein berbeda-beda. Yang lebih kecil disebut lipoprotein dengan daya
larut rendah LDL (Low Density Lipoprotein) atau lipoprotein dengan daya larut sangat rendah
VLDL (Very Low Density Lipoprotein). Molekul ini mengangkut lemak dari hati kebagian
tubuh lain. Terlalu banyak LDL atau VLDL dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding
pembuluh nadi. Penyempitan ini dapat menyebabkan pengiriman oksigen ke otot jantung
berkurang, dengan akibat serangan jantung. Lipoprotein yang lebih besar disebut lipoprotein
dengan daya larut tinggi (High Density Lipoprotein). HDL dianggap sebagai lipoprotein yang
‘baik’ karena mengeluarkan lemak dari pembuluh darah dan mengembalikannya ke hati
untuk diproses lagi. Kadar HDL yang tinggi melindungi kita dari penyakit jantung.

1.3 RUMUSAN MASALAH


1. Kadar HDL kolesterol digunkan untuk pemeriksaan apa?
2. Kadar nilai normal dalam tes HDL Kolesterol?
3. Jika kadar nilai tes kadar HDL kolesterol diatas normal dan dibawah normal
mengindikasikan apa?
4. Apa bahayanya jika nilai tes HDL kolesterol diatas normal dan dibawah
normal?

4
1.4 TUJUAN
1. Untuk mengetahui kegunaan tes kadar HDL kolesterol
2. Untuk mengetahui kadar nilai normal tes kadar HDL kolesterol
3. Untuk mengetahui bahaya dan mengindikasikan apa jika nilai tes kadar HDL
kolesterol diatas normal dan dibawah normal

5
BAB II

PEMBAHASAN
BIOKIMIA
Pemeriksaan Kadar Trigliserida Darah

DISUSUN

OLEH :

NAMA : DINI AFIFA SYAKURAH

KELAS : 2A

Dosen Pembimbing :

1. Yunita Nazarena, S.Gz, M.Si


2. Tri Fitriantini, AMG, STP
3. Endang Viaty S, AMAK, S.Psi

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN GIZI
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan
makalah Biokimia yang berjudul “Pemeriksaan Kadar Trigliserida Darah” ini tepat pada
waktunya.

Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Biokimia yang telah memberikan penjelasan kepada saya tentang
penyusunan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah yang telah saya susun ini dapat bermanfaat dan membantu belajar
bagi siswa di lingkungan Poltekkes khususnya jurusan tersebut.

Palembang, Januari 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................2

DAFTAR ISI...................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.7 Latar Belakang...................................................................................4


1.8 Rumusan Masalah..............................................................................5
1.9 Tujuan................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

2.7 Pengertian dan kegunaan alanine aminotransferase (ALT)................6


2.8 Kadar nilai normal dalam tes alanine aminotransferase
(ALT)..................................................................................................7
2.9 Bahaya kadar nilai alanine aminotransferase (ALT) tinggi dan
rendah.................................................................................................7

BAB III PENUTUP

5. KESIMPULAN................................................................................10
6. SARAN...........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................11
BAB I

PENDAHULUAN

1.2 LATAR BELAKANG

Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi
sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang
kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan
bahkan dapat mengakibatkan kematian. Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang
diperiksa dalam uji profil lipid. Trigliserida berasal dari dua sumber utama yaitu makanan
dan produksi dari dalam tubuh kita sendiri. Makanan dalam jumlah besar menyebabkan
tubuh menyimpan kelebihan kalori yang masuk sebagai Trigliserida. Adapun Trigliserida ini
merupakan bentuk cadangan makanan yang berperan sebagai sumber energi
endogenterpenting. Dimana nilai rujukan atau normal dari Trigliserida adalah < 150 mg/dL.
Trigliserida yang berlebih dalam tubuh akan disimpan di dalam jaringan kulit sehingga tubuh
terlihat gemuk. Seperti halnya kolesterol, kadar trigliserida yang terlalu berlebih dalam tubuh
dapat membahayakan kesehatan. Kolesterol di bagi menjadi dua yaitu HDL dan LDL dimana
HDL merupakan koleterol yang baik dikarenakan dapat membersihkan pembuluh darah dari
kolesterol yang berlebihan, sedangkan LDL merupakan kolesterol yang jahat karena bila
jumlah berlebih dalam darajh maka akan menyebabkan pengendapan pada dinding pembuluh
darah sehingga akan membeku dan akan menyumbat pembuluh darah. Ketika asupan
makanan yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi selalu dikonsumsi maka dapat
meningkatkan efek trigliserida di dalam tubuh seseorang. Jika kadar trigliserida meningkat,
maka kadar kolesterol pun akan meningkat pula

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Kadar Trigliserida Darahdigunkan untuk pemeriksaan apa?
2. Kadar nilai normal dalam tes Trigliserida Darah?
3. Jika kadar nilai tes Trigliserida Darah diatas normal dan dibawah normal
mengindikasikan apa?
4. Apa bahayanya jika nilai tes Trigliserida Darah diatas normal dan dibawah
normal?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui kegunaan tes kadar Trigliserida Darah
2. Untuk mengetahui kadar nilai normal tes kadar Trigliserida Darah
3. Untuk mengetahui bahaya dan mengindikasikan apa jika nilai tes kadar
Trigliserida Darah diatas normal dan dibawah normal