Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
BAB 1 ( Pertemuan 3)

Sekolah : SMP NEGERI 1 TANJUNG RAJA


Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Kelas/Semester : VII (Tujuh) / 1 (Satu)
Materi Pokok : Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
- Perumusan Dasar Negara Dalam Sidang Panitia Sembilan (Pembukaaan UUD 1945)
Alokasi Waktu : 1 pertemuan x 3 jp (120 menit)

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu mensyukuri, menghargai, memahami proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai
Dasar Negara serta Melaksanakan tanggung jawab atas keputusan bersama dengan semangat konsensus tokoh
pendiri negara dalam perumusan Pancasila

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


1 1.1 Mensyukuri proses perumusan 1.1.1 Bersyukur atas perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.
dan penetapan Pancasila sebagai 1.1.2 Bersyukur memiliki para pendiri Negara yang memiliki komitmen
Dasar Negara terhadap bangsa dan negara.
2 2.1 Menghargai proses perumusan 2.1.1 Berperilaku peduli sebagai wujud pelaksanaan semangat dan
dan penetapan Pancasila komitmen para pendiri negara.
sebagai Dasar Negara 2.1.2 Berani berperan/mensimulasikan sebagai pendiri negara.
3 3.1 Memahami proses perumusan 3.1.1 Mendeskripsikan perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
dan penetapan Pancasila dalam Sidang BPUPKI.
sebagai Dasar Negara 3.1.2 Membandingkan pendapat para pendiri negara tentang isi
Pancasila.
3.1.3 Mendeskripiskan perumusan Dasar Negara dalam Sidang
Panitia Sembilan.
3.1.4 Mendeskripsikan penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara.
3.1.5 Menunjukkan semangat komitmen para pendiri negara dalam
Merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara.
4 4.1 Melaksanakan tanggung jawab 4.1.1 Menyusun laporan hasil telaah perumusan Pancasila
atas keputusan bersama dengan sebagai Dasar Negara
semangat konsensus tokoh 4.1.2 Menyajikan hasil telaah penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara.
pendiri negara dalam perumusan 4.1.3 Mensimulasikan laporan hasil telaah semangat Komitmen para pendiri
Pancasila Negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila
sebagai Dasar Negara.
4.1.4 Menyajikan praktik kewarganegaraan untuk mempertahankan Pancasila
sebagai dasar Negara.

C. Materi Pembelajaran

1. Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Panitia sembilan mengadakan rapat di rumah kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.
Setelah itu, pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan telah mencapai satu persetujuan atau kesepakatan tentang
rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar). Rapat berlangsung secara alot karena terjadi perbedaan
paham antarpeserta tentang rumusan dasar negara terutama soal agama dan negara. Persetujuan Panitia Sembilan ini
termaktub di dalam satu rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar). Oleh Ir. Soekarno, rancangan
pembukaan hukum dasar ini diberikan nama ”Mukadimah”, oleh Mr. Muhammad Yamin dinamakan ”Piagam Jakarta”, dan
oleh Sukiman Wirjosandjojo disebut ”Gentlemen’s Agreement”. (Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, .
Setelah rapat yang cukup alot, disepakati rumusan konsep dasar negara yang tercantum dalam rancangan mukadimah
hukum dasar. Naskah ini memiliki banyak persamaan dengan Pembukaan UUD 1945. Adapun bunyi lengkap naskah
mukadimah hukum dasar adalah sebagai berikut.
”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat
sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat,
adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia Merdeka yang melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan, dengan
kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
. Naskah ”Mukadimah” yang ditandangani oleh sembilan orang anggota Panitia Sembilan, dikenal dengan nama
”Piagam Jakarta” atau ”Jakarta Charter”. Panitia Kecil penyelidik usul-usul berkeyakinan bahwa ”Mukadimah” dapat
menghubungkan, mempersatukan paham-paham yang ada di kalangan anggota- aggota BPUPKI. Selanjutnya, naskah
”Mukadimah” tersebut dibawa ke sidang kedua BPUPKI tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada tanggal 14 Juli 1945, mukadimah
disepakati oleh BPUPKI. Dalam alinea keempat naskah Piagam Jakarta tersebut, terdapat rumusan dasar negara sebagai
berikut.
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan dasar negara yang tercantum dalam naskah ”Piagam Jakarta” tersebut, dalam sidang PPKI tanggal 18
Agustus 1945 mengalami perubahan. Rumusan dasar negara yang diubah adalah sila pertama yang semula berbunyi
”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya”, diubah menjadi ”Ketuhanan Yang Maha
Esa”.
Latar belakang perubahan sila pertama, menurut Mohammad Hatta bermula dari datangnya utusan opsir Kaigun
(Angkatan Laut Jepang). Mereka memberitahukan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dari wilayah yang dikuasai oleh
Angkatan Laut Jepang merasa keberatan dengan bagian kalimat umusan dasar negara dalam naskah Piagam Jakarta. Kalimat
yang dimaksud adalah ”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
. Terhadap keberatan tersebut, sebelum sidang PPKI dimulai, Mohammad Hatta mengajak Ki Bagus Hadikusumo, K.H
Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Mr. Teuku Mohammad Hasan mengadakan suatu rapat pendahuluan. Supaya
tidak terpecah sebagai bangsa, tokoh pendiri bangsa yang bermusyawarah telah bermufakat untuk menghilangkan
bagian kalimat tersebut dan menggantikannya dengan rumusan ”Ketuhanan Yang Maha Esa”.Dengan demikian, rumusan
dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah
sebagai berikut.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

D. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Diskusi dan Permainan ( sosiodrama )
3. Model : Project Based Learning ( Proyek dan Simulasi )

E. Media Pembelajaran
1. Media Pembelajaran: LCD, Netbook, Kitab Suci Alqur,an, Gambar Lambang Negara, Gambar Gedung Pancasila,
Gambar Sidang BPUPKI pertama, Photo Panitia Sembilan
2. Alat/ Bahan : Papan tulis, Spidol, Panduan Lagu Nasional

F. Sumber Pembelajaran
1. Kitab Suci Alqur’an
2. Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2016;
3. Internet
G. Langka-langkah Pembelajaran

Pertemuan Ketiga (120 menit)


Alokkasi
No Kegiatan Proses Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan Persiapan 1 Guru menyampaikan ucapan salam 5 menit
Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dengan diawali
2 pembacaan Alqur’an QS Al- Insiroh 5 menit
Absensi 3 Guru menanyakan kehadiran peserta didik serta kebersihan dan 5 menit
kerapihan kelas , kesiapan buku tulis dan sumber belajar
Motivasi 4 Guru memberikan motivasi dengan membimbing siswa untuk 5 menit
menyanyikan lagu wajib nasional ” Indonesia Tetap Merdeka”
Apersepsi 5 Guru melakukan tanya jawab seputar Perumusan Dasar Negara 5 menit
dan menjajagi pemahaman tentang perumusan dasar negara dalam
Sidang Panitia Sembilan dan memberikan apresiasi atas jawaban
peserta didik
6 Guru menyampaikan kompetensi dasar , indikator pencapaian 5 menit
kompetensi yang akan dicapai, manfaat pembelajaran, cara penilaian
dalam pembelajaran serta peta konsep dan kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan.

2 Inti Mengamati 1 Guru membimbing peserta didik untuk membagi diri menjadi 6 5 menit
kelompok
2 Guru meminta peserta didik mengamati gambar sidang Panitia 10 menit
Sembilan dan mencatat hal-hal yang penting atau yang ingin
diketahui dalam gambar tersebut. Guru dapat memberi penjelasan
singkat tentang gambar, sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu
peserta didik berkaitan dengan Perumusan Dasar Negara dalam
Sidang Panitia Sembilan
Menanya 3 Guru meminta peserta didik secara kelompok menyusun pertanyaan 10 menit
dari wacana yang berkaitan dengan Perumusan Dasar Negara dalam
Sidang Panitia Sembilan I. Guru membimbing peserta didik
menyusun pertanyaan :
a. Jelaskan sidang Panitia sembilan 22 Juni 1945 !
b.Jelaskan bagaimana bunyi rumusan Pembukaan UUD 194 setelah disepakati dalam
sidang Panitia Sembilan !
c.Jelaskan bagaimana setelah naskah Piagam Jakarta ditandatangani dibawa pada
Sidang BPUPKI 14 Juli 1945 !
d.Jelaskan latar belakang terjadinya perubahan pada Sila Pertama rumusan dasar
Negara !
e.Jelaskan upaya panita sembilan terhadap keberatan sebagian anggota sidang
terhadap rumusan Sila Pertama itu !
f. Jelaskan bunyi rumusan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan
UUD 1945 yang ditetapkan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 !
4 Guru mengamati keterampilan peserta didik secara perorangan dan
kelompok dalam menyusun pertanyaan.
Mencari 5 Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dengan 15 menit
Informasi melakukan kajian dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang
sudah disusun, juga mencari melalui sumber belajar lain seperti buku
referensi lain atau internet.
Mengasosiasi 6 Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hubungan atas 5 menit
berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya
Mengomunika 7 Guru membimbing kelompok untuk mempersentasikan hasil 20 menit
sikan informasi kelompok
8 Guru mendiskusikan dan membuat kesepakatan tentang tata tertib
selama penyajian materi oleh kelompok:
a) Setiap peserta didik saling menghormati pendapat orang lain.
b) Mengangkat tangan sebelum memberikan pertanyaanatau menyampaikan
pendapat.
c) Menyampaikan pertanyaan atau pendapat setelah dipersilahkan oleh guru
(moderator).
d) Menggunakan bahasa yang sopan saat menyampaikan pertanyaan ata pendapat.
e) Berbicara secara bergantian dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
9 Guru membimbing sebagai moderator kegiatan penyajian kelompok
secara bergantian sesuai tata cara yang disepakati sebelumnya.
10 Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam
diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan
memberikan penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau
tepuk tangan bersama.
3 Penutup Menyimpul 1 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran 5 menit
Kan melalui tanya jawab secara klasikal.
Refleksi 2 Guru melakukan refleksi pembelajarandengan peserta didik tentang : 5 menit
a. Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari tentang Perumusan Dasar Negara
Dalam Sidang Panitia Sembilan ?
b. Sikap apa yang kalian peroleh dan harus dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-
hari dari pembelajaran ini ?
c. Ketrampilan apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran ini ?
d. Renungkan Kembali apa yang akan terjadi jika pada saat siding Panitia Sembilan
tidak bersifat legowo ?
3 Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil
telaah kelompok.
Post Test/ 4 Guru memberikan pertanyaan tes akhir secara tertulis : 10 menit
Tes Akhir 1. Sebutkan anggota Panitia Sembilan itu !
2. Apa istilah rancangan Pembukaan UUD/ Hukum Dasar menurut Ir. Soekarno,
Mr. Muh. Yamin dan Wirjosandjojo itu !
3. Pada tanggal berapakah BPUPKI melakukan Sidang Kedua ?
4. Jelaskan rumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta !
5. Tuliskan kembali 7 (tujuh) kata yang dibuang dalam Sila Kesatu rumusan Dasar
Negara yang disepakati PPKI 18 Agustus 1945 !
Penugasan 5 Coba Cari Informasi lebih lanjut tentang Gedung Pancasila yang 5 menit
dijadikan tempat Sidang BPUPKI !
6 Untuk minggu yang akan datang Bacalah Buku Paket PPKn tentang
“Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara “ halaman :12

H. Penilaian Hasil Pembelajaran


1. Penilaian Kompetensi Sikap
a. Teknik Penilaian : Pengamatan/Observasi
b. Prosedur Penilaian :
c. Instrumen Penilaian
1) Jenis/ Teknik Penilaian : Pengamatan Sikap
2) Bentuk Instrumen dan Instrumen : Jurnal Perkembangan Sikap

Kelas : VII ( )
Pertemuan Ke : Semester
Materi Pokok : Perumusan Dasar negara dalam Sidang Panitia Sembilan
No Tanggal Nama Peserta Diik Catatan Perilaku Butir Sikap

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1) Teknik : Observasi Selama Diskusi
2) Bentuk Instrumen :

Kelas : VII ( )
Semester : 1 (satu)
Materi Pokok : Permunusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
Jawaban
Menjawab Mendefinisikan Mendefinisikan
No Nama Peserta Didik Mendefinisikan
Saja dengan Uraian dengan Penjelasan Logis
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
3) Pedoman Penskoran :
Penskoran aktivitas diberi skor rentang 1-4, dan nilai maksimal 100. Adapun kriteria skor diantaranya sebagai
berikut.
Skor 1 jika jawaban hanya berupaya menjawab saja.
Skor 2 jika jawaban berupa mendefinisikan.
Skor 3 jika jawaban berupa mendefinisikan dan sedikit uraian.
Skor 4 jika jawaban berupa mendefinisikan dan penjelasan logis.
Nilai = Skor Perolehan × 25

3. Penilaian Kompetensi Keterampilan


1) Teknik : Observasi Dalam Presentasi
2) Bentuk Instrumen :

Materi: Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara


Kemampuan Kemampuan Memberi
Mengapresiasi
No Nama Peserta Didik Bertanya Berargumentasi Masukan
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6

3) Pedoman Penskoran :

No Aspek Penskoran
Skor 4 apabila selalu bertanya.
Skor 3 apabila sering bertanya.
1 Kemampuan Bertanya
Skor 2 apabila kadang-kadang bertanya.
Skor 1 apabila tidak pernah bertanya.
Skor 4 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan jelas.
Skor 3 apabila materi/jawaban benar, rasional, dan tidak jelas.
2 Kemampuan Berargumentasi Skor 2 apabila materi/jawaban benar, tidak rasional, dan tidak jelas.
Skor 1 apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional, dan tidak
jelas.
Skor 4 apabila selalu memberi masukan.
Skor 3 apabila sering memberi masukan.
3 Memberi Masukan
Skor 2 apabila kadang-kadang memberi masukan.
Skor 1 apabila tidak pernah memberi masukan.
Skor 4 apabila selalu memberikan pujian.
Skor 3 apabila sering memberikan pujian.
4 Mengapresiasi
Skor 2 apabila kadang-kadang memberi pujian.
Skor 1 apabila tidak pernah memberi pujian.

Keterangan : Diisi dengan tanda ceklist


Kategori Penilaian : 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang
Nilai = Skor Perolehan × 50
2

Pembelajaran Pengayaan dan Remedial

Pengayaan
Kegiatan pembelajaran pengayaan diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi dan secara pribadi
sudah mampu memahami perumusan dan penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara. Bentuk pengayaan
sebagai berikut:
1. Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi pokok dari berbagai sumber dan mencatat
hal-hal penting. Selanjutnya menyajikan dalam bentuk laporan tertulis atau membacakan di depan kelas.
2. Peserta didik membantu peserta didik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran tutor sebaya.
Remedial
Remedial dilaksanakan untuk siswa yang belum menguasai materi dan belum mampu memahami perumusan dan
penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara. Kegiatan remedial dilakukan dengan mengulang materi pembelajaran
apabila peserta didik yang sudah tuntas di bawah 75%. Sedangkan apabila peserta didik yang sudah tuntas lebih dari
75% maka kegiatan remedial dilakukan dengan :
(1) Mengulang materi pokok di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang belum tuntas,
(2) Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas,

(3) Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan. Perlu diperhatikan bahwa materi yang diulang atau dites kembali
adalah materi pokok atau keterampilan yang berdasarkan analisis belumdikuasai oleh peserta didik. Kegiatan
remedial bagi kompetensi sikap dilakukan dalam bentuk pembinaan secara holistis, yang melibatkan guru
bimbingan konseling dan orang tua.

Interaksi Guru dan Orang Tua


Interakasi guru dengan orang tua sebagai berikut;
1. Guru meminta kerjasama dengan orang tua untuk mendampingi peserta didik mempersiapkan sosiodrama.
2. Guru meminta peserta didik memperlihatkan hasil pekerjaan yang telah dinilai/ dikomentari guru kepada orang
tuanya. Kemudian orang tua mengomentari hasil pekerjaan siswa. Orang tua dapat menuliskan apresiasi kepada
anak sebagai bukti perhatian mereka agar anak senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap
. Hasil penilaian yang telah diparaf guru dan orang tua kemudian disimpan dan menjadi portofolio siswa.

Catatan Kepala Sekolah :

_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________

Tanjung Raja, , 2017


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

HJ.Zudaidah, S.Pd, M.Si Yeyen Novita


NIP. 1966071819893022001 NIP.
Lampiran :

1. Daftar Gambar :
1) Lambang Negara Garuda Pancasila
2) Gedung Pancasila
3) Sidang Panitia Sembilan
4) Photo Panitia Sembilan

2. Lembar soal :
1. Sebutkan anggota Panitia Sembilan itu !
2. Apa istilah rancangan Pembukaan UUD/ Hukum Dasar menurut Ir. Soekarno, Mr. Muh. Yamin dan
Wirjosandjojo itu !
3. Pada tanggal berapakah BPUPKI melakukan Sidang Kedua ?
4. Jelaskan rumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta !
5. Tuliskan kembali 7 (tujuh) kata yang dibuang dalam Sila Kesatu rumusan Dasar Negara yang disepakati
PPKI 18 Agustus 1945 !

3. Kunci Jawaban :
1) 1. Ir. Soekarno 2. Drs. Moh. Hatta 3. Mr. Muh. Yamin 4. Mr. AA Maramis 5. Ab.Kahar Muzakir
6. R.Abikusno Tjokrosojoso 7. KH Wahid Hasyim 8. H. Agus Salim 9. Mr. Ahmad Soebardjo
2) Oleh Ir. Soekarno, rancangan pembukaan hukum dasar ini diberikan nama ”Mukadimah”, oleh Mr.
Muhammad Yamin dinamakan ”Piagam Jakarta”, dan oleh Sukiman Wirjosandjojo disebut ”Gentlemen’s
Agreement”. (Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, .
3) Tanggal 10 sd 17 Juli 1945
4) 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
5) dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya.

4. Format Penilaian dan Absensi.


Lampiran :

Gambar