Anda di halaman 1dari 7

Praktikum Pengolahan Data Seismik TG-3261

Modul III
Preprocessing dan Identifikasi Sinyal dan Noise

Tujuan

Tujuan latihan ke-III praktikum ini adalah agar praktikan memahami tahapan awal
pengolahan data seismik yaitu preprocessing. Praktikan juga diharapkan mampu melakukan
tahapan preprocessing dan filtering terhadap dataset seismik yang disediakan mengguna ka n
perangkat lunak ProMAX.

Pendahuluan

1. Preprocessing merupakan tahap awal dalam urutan pengolahan data seismik. Pada tahap
ini ada beberapa urutan processing yang perlu dilakukan yaitu :

a. Demultiplexing.
b. Reformatting.
c. Geometry
d. Setup field Geometry
e. Editing.
f. Amplitude correction.
g. Application of field statics
h. Application of deconvolution.

Tahapan a,b, c dan c Telah di bahas pada Latihan modul II.

2. Filtering adalah suatu tahapan processing yang bertujuan mendesain dan mengaplikasikan
suatu filter terhadap data untuk menghilangkan komponen frekuensi yang tidak diinginkan
dari data rekaman seismik.
Selain kedua proses di atas dekonvolusi kadangkala dimasukkan juga ke dalam tahapan
preprocessing ini. Tahapan dekonvolusi akan dipelajari pada latihan ke-4.
Data dan Observer Report

Data yang akan anda gunakan dalam latihan ini adalah data survei seismik darat dalam bentuk
format SEGY (yaitu salah satu format data seismik standard SEG). Data dilengkapi dengan
informasi tentang bagaimana data tersebut diambil di lapangan. Data ini juga dilengkapi dengan
informasi koordinat masing-masing shotpoint dan receiver. Informasi ini tersimpan dalam file
ASCII dengan format SPS file. Data navigasi yang terkait dengan shot point dan receiver telah di
masukkan ke dalam database pada latihan II. Data rekaman seismik juga telah digabungkan dengan
databse geometry. Sehingga, ssat ini seharusnya saudara sudah mempunyai data set rekaman
seismik yang sudah memiliki posisi shot point, posisi receiver, lokasi dan nomor CDP serta jarak
sumber ke perenrima (offset). Data set ini di dalam latihan II diberi nama geom.

Latihan III.1 Identifikasi Sinyal dan Noise

1. Pelajari parameter khusus dari dataset yang anda miliki dan pahami bagaimana data tersebut
di ambil dilapangan.
2. Buatlah satu Flow baru dengan nama :06 Trace Display”, dimana isi dari Flow ini adalah
mirip dengan Flow “02 Shot Display”. Pada Flow Trace Display ini ada tambhan satu proses
Automatic Gain Control (AGC) tepat sesudah Disk Data Input. Perbedaan lainnya adalah
parameter dataset pada disk data input diganti menjadi geom. Jadi pada Flow ini kita ingin
menampilkan dataset yang sudah digabungkan dengan geometri.
 Buatlah dua tampilan rekaman seismik satu shot record dimana salah satunya
menggunakan AGC sementara yang lain tanpa AGC.

 Jawablah pertanyaan berikut ini:

- Apakah AGC memberikan tampilan yang lebih baik?

- Dengan menggunakan parameter Gain yang terbaik tentukanlah beberapa


event seismik berikut ini:

a. Gelombang langsung
b. Gelombang refleksi
c. Groundroll

Dokumentasikan tampilan dan Jawanan anda di dalam satu dokumen (file powerpoint atau word).
Jangan Lupa beri Nama dan NIM saudara pada dokumen ini.
 Pelajari parameter khusus dari masing-masing gelombang yang anda kenali pada
latihan sebelumnya:

Jawablah pertanyaan berikut ini:

a. Berapa rentang frekuensi ground roll dalam data anda?


b. Berapa rentang frekuensi sinyal refleksi?

Buatlah satu Flow baru dengan nama “07 Filter”, Isinya mirip dengan Flow
sebelumnya, hanya saja proses AGC di ganti dengan Bandpass Filter. Cobalah
beberapa parametr filter yang berbeda dan perhatikan perbedaan tampilan rekaman
yang muncul di layar.

Jawablah Pertanyaan berikut ini.

c. Berapa rentang frekuensi dari filter yang anda gunakan untuk menekan ground
roll?
d. Apakah filter mampu menghilangkan sebagian besar dari ground roll?

Dokumentasikan jawaban anda pada dokumen yang sama.

Latihan III.2 Preprocessing.

Ada beberapa proses yang dilakukan pada tahap preprocessing yaitu proses Editing, Koreksi
amplitudo, Koreksi Static dan Dekonvolusi. Tujuan dari tahapan proprocessing ini adalah ubutk
mengkondisikan data agar siap untuk di stacking sehingga menghasilkan hasil staking yang terbaik,
Lakukanlah latihan berikut ini secara berurrutan.
Latihan Editing dan parameter picking.
1. Buatlah satu Flow baru, beri nama “08 Trace Editing”. Lakukan dengan cara menyalin
dari Flow 07 Filter” Non aktifkan Modul AGC, lalu jalankan Flow ini. Lakukan
penandaa terhadap trace buruk, mati dan mengandung nouse. Ikuti petunjuka instruktur.
2. Lakukan hingga semua trace jelek dalam rekaman selesai ditandai.
3. Lakukan latihan parameter Picking untuk proses dekonvolusi sesuai petunjuk instruktur.

Latihan III.3 Test Parameter untuk proses Amplitude correction


dan Dekonvolusi

Parameter Test

Proses Parameter Test memiliki satu mekanisme untuk secara otomatis mengetes
parameter numerik sederhana dengan membuat beberapa salinan dari trace input dan mengga nti
parameter kunci dalam proses yang akan dites dengan harga tes tertentu. Outputnya terdiri dari
salinan data input dengan beberapa harga tes yang telah diaplikasikan untuk setiap salinan.
Parameter Test membuat dua header word. Yang pertama dinamakan REPEAT jumlah salinan
data dan digunakan untuk membedakan setiap salinan data input. Yang kedua dinamakan
PARMTEST yang merupakan sebuah deret ASCII, yang secara unik diinterpretasi oleh proses
Trace Display sebagai sebuah label dari trace.
Tes True Amplitude Recovery
Dalam latihan ini, anda akan gunakan Parameter Test untuk membandingkan koreksi dB/sec
dalam True Amplitude Recovery.

1. Buatlah flow seperti dibawah ini dan namai “09: Parameter Test”

2. Dalam Disk Data Input, pilih “geom” sebagai dataset input. Pilih untuk sort data oleh
SIN, dan bacalah shot pertama, tengah, dan terakhir dari lintasan.
3. Tentukan harga untuk Parameter Test.
4. Ketik sebuah daftar harga parameter untuk mengetes konstanta koreksi dB/sec, yang
dipisahkan oleh sebuah batang vertikal (|). Untuk menentukan format (real, integer,
sequence) dan batasan yang realistis dari harga tes, lihatlah harga default dalam proses
True Amplitude Recovery.
5. Tentukan parameter True Amplitude Recovery.
6. Pilih yes untuk Apply dB/sec Correction, dan masukkan 99999 untuk konstanta koreksi
dB/sec.
7. Dalam Trace Display, pilih untuk menampilkan 2 ensembles/screen, 2 display panels, dan
ubah trace scaling dari individual menjadi entire screen.
8. Eksekusi flow untuk membandingkan tampilan, Perhatikan semua grup dari shot dengan
menggunakan ikon Forward. Control Copy memperlihatkan salinan data yang tak
terproses. Setelah melihat test pada ketiga shot, dan putuskan berapa besar koreksi dB/sec
yang akan digunakan dalam proses selanjutnya, pilih File kemudian Exit/Stop Flow.
9. Pilih View dari menu flow dan lihat proses-proses yang benar-benar dieksekusi dalam
flow anda.
1. Dekat bawah file job.output adalah sebuah daftar dari proses-proses yang dieksekusi. Ada
beberapa proses yang terdaftar disitu, yang bukan dalam flow anda yang asli. Juga
perhatikan bahwa Parameter Test tidak ada dalam daftar. Ini terjadi karena Parameter
Test adalah sebuah makro, yang dibuat dari proses lainnya.
2. Edit flow anda lagi, dan ubahlah parameter Trace Display: