Anda di halaman 1dari 4

PEMBERIAN OKSIGEN

No. Dokumen : 445/SOP-....../Pwj2/I/2019


No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/4
BLUD UPTD
Sulawati Rahayu, S.KM., M.M
PUSKESMAS Tanda-tangan Kepala Puskesmas NIP. 197108051989122002
PURWAHARJA 2
1. Pengertian Terapi oksigen adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan tekanan
parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan
nasal kanul, simple mask, RBM mask dan NRBM mask
2. Tujuan a. Mempertahankan dan meningkatkan oksigen
b. Mencegah atau mengatasi hipoksia
3. Kebijakan Keputusan Kepala BLUD UPTD Puskesmas Purwaharja 2 Nomor:
TentangStandarPelayanan di PusatKesehatanMasyarakatPurwaharja 2.

4. Referensi PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor


TentangPersetujuanTindakanKedokteran.
5. Prosedur / A. Persiapan Alat
langkah- 1. Tabung oksigen (oksigen dinding) berisi dengan lowmeter dan
langkah humidier yang berisi aquades sampai batas pengisian
2. Nasal kanul (pemilihan alat sesuai kebutuhan)
3. Plester (jika dibutuhkan)
4. Gunting plester (jika dibutuhkan)
5. Cottonbudd
B. Prosedur Kerja
1. Petugas menyiapkan nasal kanul 1set tabung oksigen (oksigen
central)
2. Petugas menghubungkan nasal kanul dengan lowmeter pada
tabung oksigen atau oksigen dinding
3. Bila hidung pasien kotor, bersihkan lubang hidung pasien dengan
cottonbudd atau tissue
4. Cek fungsi lowmeter dengan memutar pengatur konsetrasi oksigen
an mengamati adanya gelembung udara dalam humidier
5. Cek aliran oksigen dengan cara mengalirkan oksigen melalui nasal
kanul ke punggung tangan Petugas
6. Petugas memasang nasal kanul kelubang hidung pasien dengan
tepat
7. Tanyakan pada pasien apakan aliran oksigennya terasa atau tidak
8. Atur pengikat nasal kanul dengan benar jangan terlalu kencang
dan jangan terlalu kendor
9. Pastikan nasal kanul terpansang dengan aman
10. Atur aliran oksigen sesuai dengan program
11. Alat – alat dikembalikan ditempat semula
12. Petugas mencuci tangan setelah melakukan tindakan

6. Diagram Alir Diagram AlirMengukurSuhu Tubuh


(jika
dibutuhkan)
a. Persiapan alat
1. Tabung oksigen (oksigen dinding) berisi dengan
lowmeter dan humidier yang berisi aquades
sampai batas pengisian
2. Nasal kanul (pemilihan alat sesuai kebutuhan)
3. Plester (jika dibutuhkan)
4. Gunting plester (jika dibutuhkan)
5. Cottonbudd

b. prosedur kerja

Petugas menyiapkan Petugas Bila hidung pasien


nasal kanul 1set tabung menghubungkan kotor, bersihkan
oksigen (oksigen nasal kanul dengan lubang hidung pasien
central) lowmeter pada dengan cottonbudd
tabung oksigen atau atau tissue
oksigen dinding

Petugas
memasang Cek fungsi lowmeter dengan
nasal kanul Cek aliran oksigen memutar pengatur konsetrasi
kelubang dengan mengalirkan oksigen an mengamati adanya
hidung oksigen ke punggung gelembung udara dalam humidier
pasien tangan Petugas
dengan tepat

Tanyakan pada Atur pengikat nasal kanul Pastikan nasal


pasien apakan aliran dengan benar jangan terlalu kanul
oksigennya terasa kencang dan jangan terlalu terpansang
atau tidak kendor dengan aman

Atur aliran
Petugas mencuci tangan Alat – alat dikembalikan oksigen sesuai
setelah melakukan ditempat semula
dengan program
tindakan

7. Dokumen
Terkait
8. Unit Terkait
9. Rekaman
historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
perubahan
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS KESEHATAN
BLUD UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA 2
Jl. Siliwangi No. 149 Telp. (0265) 2731713 Kota Banjar 46333
email : puskesmaspurwaharja2@gmail.com

DAFTAR TILIK
PEMBERIAN OKSIGEN

Unit : .........................................
Nama Petugas : .........................................
Tgl. Pelaksanaan : .........................................

Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Petugas menyiapkan nasal kanul 1set tabung oksigen (oksigen
central) ?
2. Apakah Petugas menghubungkan nasal kanul dengan lowmeter pada
tabung oksigen atau oksigen dinding ?
3. Apakah Bila hidung pasien kotor, bersihkan lubang hidung pasien
dengan cottonbudd atau tissue ?
4. Apakah Cek fungsi lowmeter dengan memutar pengatur konsetrasi
oksigen an mengamati adanya gelembung udara dalam humidier ?
5. Apakah Cek aliran oksigen dengan cara mengalirkan oksigen melalui
nasal kanul ke punggung tangan Petugas ?
6. Apakah Petugas memasang nasal kanul kelubang hidung pasien
dengan tepat ?
7. Apakah Tanyakan pada pasien apakan aliran oksigennya terasa atau
tidak ?
8. Apakah Atur pengikat nasal kanul dengan benar jangan terlalu kencang
dan jangan terlalu kendor ?
9. Apakah Pastikan nasal kanul terpansang dengan aman ?
10. Apakah Atur aliran oksigen sesuai dengan program ?
11 Apakah Alat – alat dikembalikan ditempat semula ?
12 Apakah Petugas mencuci tangan setelah melakukan tindakan ?

Ʃ 𝑦𝑎
(𝐶𝑅) = … … … % 𝑥 100 %
Ʃ 𝑦𝑎 + 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘

Pelaksana/Auditor

(...............................)