Anda di halaman 1dari 2

Benarkah MSG bikin bodoh ?

“Jangan kebanyakan makan micin, nanti jadi bodoh”, sering sekali kita dengar dari
mulut masyarakat agar menjauhi MSG. Selain itu, Vetsin alias monosoduium
glutamat (MSG) atau banyak produsen makanan kemasan menggunakan istilah
mononatrium glutamat, memang kerap dianggap sebagai ‘racun’ yang bisa
menganggu kesehatan tubuh kita, terutama balita dan ibu hamil. Benarkah?
Pertama, kita harus ketahui apa itu MSG untuk meluruskan anggapan bahwa banyak
makan MSG anak membuat seseorang menjadi bodoh.

Apa itu MSG? MSG adalah molekul garam yang dikombinasikan dengan asam amino
L-glutamat. Molekul garam ini digunakan untuk menstabilkan komponen glutamat.
Glutamat yang terkandung dalam asam amino berperan sebagai pemberi rasa gurih
(umami).

Kontroversi mengenai keamanan MSG mulai terangkat di tahun 1960-an, ketika


badan keamanan pangan Amerika Serikat (FDA) menerima banyak laporan
mengenai efek samping yang dialami banyak pengunjung restoran masakan Cina,
sehingga menyeruaklah istilah Chinese Restaurant Syndrome. Orang-orang ini
melaporkan bahwa mereka mengalami sakit kepala, mual, mati rasa yang menjalar
dari belakang leher hingga ke seluruh lengan dan punggung, dada sesak, keringat
deras, jantung berdebar, dan tubuh lemas setelah makan makanan ber-MSG.
Studi-studi yang lebih modern tentang bahaya MSG juga menemukan bahwa reaksi
Chinese Restaurant Syndrome seperti yang disebutkan di atas kemungkinan besar
tidak diakibatkan oleh MSG itu sendiri. Reaksi yang timbul kemungkinan besar
diakibatkan oleh alergi terhadap bahan penyerta dalam makanan tersebut, seperti
udang, kacang, bumbu dan rempah-rempah lainnya.

Walau memang, peneliti mengakui gejala ringan akibat makan MSG bisa saja timbul
pada beberapa individu yang sensitif, terutama jika mengonsumsi makanan ber-
MSG dalam porsi besar saat perut kosong.

Food and Drug Administration (FDA) menggolongkan MSG umumnya diakui sebagai
bahan yang aman untuk dikonsumsi. Nilai Acceptable Daily Intake (ADI) asupan
harian yang diizinkan sepanjang hidup tanpa menyebabkan pengaruh buruk bagi
kesehatan tidak memiliki ketentuan. Jadi artinya MSG dapat digunakan secara
bebas dalam kadar yang normal dan wajar. Namun batas wajar pemakaian MSG
ditentukan pada konsentrasi 0,2 hingga 0,8%.
Jadi, ungkapan yang mengatakan mengatakan MSG akan membuat bodoh tidak
benar, karena tidak ada bukti yang jelas. Anggapan MSG akan membuat seseorang
menjadi bodoh hanyalah kekhawatiran masyarakat ketika melihat pengaruh
mengonsumsi MSG yang berlebihan. Dengan demikian, disarankan bagi orang-orang
yang sensitif terhadap MSG sebaiknya tidak mengonsumsi atau menambahkan
MSG ke dalam makanannya.