Anda di halaman 1dari 6

Siklus Hidup Semut

Semut adalah serangga kecil yang memiliki 4 tahap


metamorfosis : telur,larva,pupa,dan dewasa.

 Telur

Kehidupan semut dimulai dari telur. Jika sel telur dibuahi, progeni
akan diploid betina: jika tidak itu akan menjad haploid pria.

 Larva

Telur kecil menetas menjadi larva berbentuk cacing tanpa mata


atau kaki. Larva semut sebagian besar tidak bergerak dan diberi
makan serta dirawat oleh para pekerja. Makanan diberikan pada
larva oleh trophallaxis,sebuah proses dimana seekor semut
memuntahkan makanan cair yang ada di temboloknya.

 Pupa

bila larva cukup besar, maka metamorfosis menjadi pupa. Pupa


terlihat lebih mirip dengan semut dewasa,tapi antena dan
sayapnya dilipat ke tubuh mereka. Pada beberapa spesies,pupa
tersebut diselubungi oleh kepompong di sekelilingnya untuk
mendapat perlindungan

 Dewasa

Akhirnya pupa itu muncul sebagai semut dewasa. Semut dewasa


bisa menjadi salah satu dari tiga kasta : ratu,pekerja wanita atau
laki laki.
Siklus Hidup Lalat
Siklus hidup lalat yaitu dimulai dari telur,larva,pupa,dan lalat
dewasa. Pada umumnya siklus hidup lalat dewasa adalah 21 hari.

Lalat dewasa melakukan perkawinan dan akan menghasilkan


telur. Dalam sekali bertelur induk betina menghasilkan telur
sebanyak 75-150 telur. Telur-telur yang dihasilkan di letakkan di
tempat tempat yang hangat sehingga akan membantu proses
penetasan dan telur-telur itu akan menetas dalam waktu 12-24
jam.

Setelah telur-telur itu menetas,maka akan memasuki stadium


selanjutnya,yaitu stadium larva. Pada umumnya tempat-tempat
yang di gunakan larva untuk berkembang adalah kotoran yang
basah dan tumbuhan yang busuk. Selain itu larva akan mencari
tempat yang lebih dingin dan kering. Dan dalam waktu 4-7 hari
akan memasuki stadium pupa.

Selanjutnya adalah memasuki stadium pupa,pupa memiliki


ketahanan yang tinggi dibandingkan dengan larva. Hal ini
disebabkan karena pupa memiliki cangkang yang berfungsi sebagai
pelindung. Bentuk pupa lonjong,berwarna cokelat tua,dan panjang
kurang lebih 7 mm. Biasanya pupa berada dalam tanah, dalam
waktu 4-5 hari dan bertahan lebih lama pada suhu yang lebih
rendah.

Setelah melewati stadium pupa, lalat dewasa akan keluar dari


dalam pupa. Dan selanjutnya akan terbang setelah 1 jam pada suhu
yang panas.
Siklus Hidup Capung
Capung adalah serangga purba,hal ini karena capung telah
ada sejak 300 juta tahun silam. Daur hidup capung sendiri bermula
dari telur kemudian menjadi larva,kemudian tumbuh menjadi
nimfa dan tahap terakhir adalah menjadi dewasa. Berikut ini daur
hidup capung mulai dari telur hingga menjadi dewasa dan siap
untuk bereproduksi :

 Telur

Telur-telur capung diselimuti oleh lendir yang licin apabila


dipegang. Telur capung akan menetas menjadi larva selepas 2
hari sampai 1 minggu.

 Larva

Selepas menetas, larva capung hidup serta berkembang di


dasar-dasar perairan. Tempayak atau larva capung bernafas
dalam air menggunakan insang internal. Selama dalam fase ini,
larva capung akan berganti kulit setiap waktu sampai mengalami
metamorfosis menjadi nimfa.

 Nimfa

Daur hidup capung sebagian besar dihabiskan dalam bentuk


nimfa. Nimfa capung ini dengan kemampuan berenangnya yang
cepat dan gesit, menjadikannya hewan predator air yang ganas.
Bahkan nimfa capungpun bisa memburu atau memangsa berudu
serta anak ikan. Bila mangsa sudah ditemukan, nimfa capung tak
segan memangsa sesamanya.
 Capung dewasa

Selepas tumbuh sempurna,pada cuaca tepat,nimfa akan


keluar dari dalam air untuk bebatuan atau tumbuhan guna
untuk menuntaskan metamorfosisnya. Nimfa akan
mengelupaskan kulit lamanya lalu berubah menjadi capung
muda. Kulit nimfa yang ditinggalkannya ini disebut exuvia.
Metamorfosis capung ini termasuk metamorfosis tak
sempurna sebab tidak melewati fase pupa atau kepompong.