Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah
merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya
dengan perguruan tinggi (yang makin menyatu dengan masyarakat), di
didik dan diharapkan menjadi calon-calon intelektual.
Karena itu mahasiswa perlu memiliki paradigma, kepribadian , dan
jiwa yang baik untuk kuat menghadapi setiap masalah yang dihadapi.
Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa tidak mungkin dapat
terhindar dari banyaknya persoalan yang seringkali berujung pada
stres.
Pada umumnya, setiap orang pernah mengalami perasaan
tertekan atau mengalami ketegangan yang dalam bahasa populernya
dikenal dengan istilah stress. Stres adalah ketidakmampuan
mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional, dan
spiritual manusia, yang pada suatu saat dapat mempengaruhi
kesehatan fisik manusia tersebut. Persaingan yang banyak, tuntutan,
dan tantangan dalam dunia modern ini, menjadi tekanan dan beban
stres (ketegangan) bagi semua orang. Tekanan stres yang terlampau
besar hingga melampaui daya tahan individu, maka akan timbul
gejala-gejala seperti sakit kepala, gampang marah, dan tidak bisa
tidur. Acevedo dan Ekkekakis (2006) menyatakan bahwa stress dapat
ditimbulkan oleh karakteristik bawaan yang merupakan predisposisi
keturunan dan keterbatasan pikologis individu. Selain itu juga
dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kondisi dan situasi tempat
tinggal serta pengalaman masa lalu individu. Dengan banyaknya
problematika yang muncul, menyebabkan tidak sedikit masyarakat
yang pada akhirnya memiliki tingkat frustasi, depresi dan stres yang
tinggi hingga menimbulkan masalah kesehatan jiwa.

1
Penderita stres sekarang ini semakin banyak, Menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita gangguan jiwa di dunia
pada 2001 adalah 450 juta jiwa. Dengan mengacu data tersebut, kini
jumlah itu diperkirakan sudah meningkat. Diperkirakan dari sekitar 220
juta penduduk Indonesia, ada sekitar 50 juta atau 22 persennya,
mengidap gangguan kejiwaan (Hawari, 2009). Data menurut
Kementerian Kesehatan tahun 2011 didapatkan bahwa dari populasi
orang dewasa di Indonesia yang mencapai 150 juta jiwa, sekitar 11,6
persen atau 17,4 juta jiwa mengalami gangguan mental emosional
atau gangguan kesehatan jiwa berupa gangguan kecemasan dan
depresi. Dari data Riskesdas Departemen Kesehatan tahun 2013
menyebutkan, terdapat 1 juta jiwa pasien gangguan jiwa berat dan 19
juta pasien gangguan jiwa ringan di Indonesia.
Penelitian Widuri (1995), Siswanto,(2002) dan Lerik, (2004)
mengungkapkan bahwa sumber stres yang biasanya dihadapi oleh
mahasiswa,yaitu;(1) Tingginya tuntutan akademik. Mahasiswa
dianggap sudah dewasa dan perlu belajar mandiri.Tugas-tugas
kuliahpun mengandung instruksi yang kompleks, waktu yang sempit
dan kesulitan yang cukup tinggi sehingga situasi yang terjadi dapat
mengancam integritas individu, (2) Perubahan tempat tinggal, Dari
yang tinggal bersama orang tua menjadi tinggal bersama orang
lain.Misalnya kos, kontrak atau tinggal di tempat saudara. Di sini
berarti mahasiswa perlu belajar untuk mengurus kebutuhannya
sendiri,mengatur keuangan sebaik baiknya dan menentukan prioritas
kebutuhannya secara tepat, (3) Pergantian teman sebagai akibat dari
perpindahan tempat tinggal atau tempat studi, perubahan relasi dari
yang bersifat pribadi menjadi lebih bersifat fungsional. Penyesuaian
dalam pergaulan muda-mudi, mencari sahabat baru dan menjajagi
kesempatan kesempatan baru dalam beraktivitas, (4) Perubahan
budaya asal dengan budaya tempat tinggal yang baru. Menyesuaikan

2
dengan masyarakat sekitar dan norma-norma yang berlaku, (5)
Penyesuaian dengan jurusan yang dipilih. Bagi yang menyukai
pilihannya dan merasa cocok serta tidak kesulitan dalam mengikuti
perkuliahan tidak akan menimbulkan masalah yang berarti. Sementara
bagi mahasiswa yang merasa “salah jurusan”, kurang cocok, merasa
kesulitan dalam mengikuti perkuliahan akan menimbulkan masalah
yang besar, (6) Mulai memikirkan dan mempersiapkan karier yang
ingin ditempuh dan mencari pekerjaan setelah lulus nanti. Stresor yang
ada dapat menjadi tekanan hidup dan memicu stres pada mahasiswa.
Menurut NSK Nugrogo, hipnoterapi adalah metode hipnosis
yang digunakan untuk terapi yang berkaitan dengan mental atau
keadaan psikologis seseorang. (Nugroho, 2008:176). Dari semua
psikoterapis yang berkembang di Indonesia saat ini, hipnoterapi masih
berjalan lambat. Alasannya adalah mengenai persepsi masyarakat
yang mengganggap hipnoterapi adalah salah satu berbentuk hal
gaib, berhubungan dengan kuasa kegelapan, magic, dan ilmu sesat
berbentuk gendam dan sejenisnya dimana prakteknya adalah pemilik
ilmu menggunakan kekuatan dalam dirinya untuk memengaruhi orang
lain, dan orang yang ingin dipengaruhi bertindak sebagai objek.
Sedangkan dalam hipnoterapi tidak demikian, karena klien dianggap
sebagai subjek. Jadi klien sebagai perencana dan penentu dalam
proses hipnoterapi. Akan tetapi untuk bisa mengerti apa itu
hipnoterapi, terlebih dahulu peneliti mencoba menyampaikan apa itu
hipnosis. Kata hipnosis dalam bahasa Inggris adalah hypnosis atau
hypnotism (hipnotisme). Kata hipnosis menurut kamus Encarta
memiliki makna: “Suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat
sengaja dilakukan kepada orang, dimana mereka akan
memberikan respon pada pertanyaan yang diajukan dan sangat
terbuka dan reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hipnotis dan
merupakan teknik atau praktik dalam memengaruhi orang lain masuk
ke dalam kondisi hipnosis.” (Gunawan, 2007:3).

3
Mahasiswa menanggung beban kuliah di kampus sehingga tidak
jarang mahasiswa merasa lelah, mudah tersinggung, marah, selain itu
juga tampak gelisah, murung, tegang, sedih, dan tidak bersemangat
(Djohan, 2005). Mahasiswa yang mudah tersinggung, mudah marah,
tampak gelisah, murung dan tidak bersemangat merupakan beberapa
tanda bahwa mahasiswa tersebut mengalami stres. Stres adalah suatu
kondisi adanya tekanan fisik dan psikis akibat adanya tuntutan dalam
diri dan lingkungan. Pernyataan tersebut berarti bahwa seseorang
dapat dikatakan mengalami stres, ketika seseorang tersebut
mengalami suatu kondisi adanya tekanan dalam diri akibat tuntutan
yang berasal dari dalam diri dan lingkungan (Rathus & Nevid,2002).
Berdasarkan hasil data awal stikes Mandala Waluya Kendari pada
angkatan 2015.
Berdasarkan hasil wawancara pada mahasiswa semester akhir di
Stikes Mandala Waluya Kendari, di dapatkan sebanyak mahasiswa
yang mengalami stres karna tugas akhir mereka dalam menyelesaikan
skripsi, sedangkan 2 mahasiswa menyatakan tidak begitu terbebani
dengan tugas akhir mereka.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Apakah ada pengaruh Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tingkat
Stres Mahasiswa Semester Akhir Program Studi Keperawatan
Stikes Mandala Waluya.

C. Tujuan penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan
tingkat stres mahasiswa smester akhir program studi keperawatan.

4
2. Tujuan khusus
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh hipnoterapi terhadap
penurunan tingkat stres mahasiswa smester akhir program studi
keperawatan

D. Manfaat menelitian
1. Manfaat Teoritas
a. Bagi Insitusi (stikes mandala waluya kendari)
Bagi insitusi di harapkan dapat menjadi bahan acuan dalam
mengembangkan dan membantu mengurangi stres mahasiswa
sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat terpenuhi,
dengan menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu metode
penanganan stres.
b. Bagi Penulis
Bagi menulis penelitian ini merupakan proses belajar dari
suatu pengalaman yang berharga untuk mengaplikasikan ilmu
di dapatkan selama kuliah dan sebagai tugas akhir dalam
menyelesaikan studi di program studi ilmu keperawatan sekolah
tinggi kesehatan Mandala Waluya Kendari.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Propesi
Sebagai tambahan informasi serta sebagai bahan acuan
untuk menambah ilmu pengetahuan hipnoterapi terhadapi
penurunan tingkat stres
b. Bagi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan akan memperbayak khasanah
ilmu keperawatan dan menjadi bahan masukan untuk
penelitian-penelitian lebih lanjut yang terkait dengan
pencegahan terjadinya stres.

E. Keaslian Penelitian

5
No Penelitian Judul Penelitian Metode Variabel Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
1 Yulita Puspa Efektifitas Menggunaka Variabel: 1. Penggunaan
Nur Anisa, Penggunaan n Pendekatan Hipnoterapi Hipnoterapi
Dkk,2016 Hipnoterapi Teknik Penelitian Dependen: Dapat Dijadikan
Parts Therapi Kuantitatif Siswa Yang Salah Satu
Untuk Menangani Dengan Kecewa Alternatif Cara
Siswa Yang Menggunaka Akibat Melakukan
Kecewa Akibat n Desain Putus Cinta Konseling 2.
Putus Hubungan Ssd(Single Penggunaan
Cinta Pada Siswa Subject Hipnoterapi Tidak
Kelas X Di Smk Design) Hanya Di
Muhammadiyah 1 Gunakan Untuk
Kediri Penanganan
Masalah Cinta
Saja, Tetapi Jiga
Bisa Dilakukan
Untuk Sekedar
Relaksasi Pada
Siswa Yang Lain
2 Aehmad Setya Pengaruh Eksperimen Variabel Nilai Rata-Rata
Roswendi, Hipnoterapi One Group Independen Intensitas
Dkk, 2015 Terhadap Nyeri Pre And Post : Dismenore
Haid Pada Test Without Hipnoterapi Sebelum
Mahasiswi D III Control Dependen: Hipnoterapi
KEBIDANAN Nyeri Haid Adalah 5,9
STIKES A.YANI Termasuk
CIMAHI Kategori Nyeri
Sedang Dan
Bivariat
Menjelaskan
Bahwa Terdapat
Pengaruh
Hipnoterapi
Terhadap Nyeri
3 Dhini Rama Pengaruh Stres Variabel Variabel Merupakan
Dhania, dkk, Kerja, Beban Kerja Bebas Idenpenden Penelitian
2010 Terhadap : Stres Kerjs Lapangan Yang
Kepuasan Kerja Dependen : Bersifat
(STUDI PADA Beban Kerja Kuantitatif
MEDICAL Terhadap Dengan
REPRESENTATIF Kepuasan Mengumpulkan
DI KOTA KUDUS ) Kerja Data Melalui
Skala

6
4 Ady Irianto, Pengaruh Quasy Variabel Masukan
Dkk, 2010 Hipnoterapi Experiment Idenpenden Alternatif Dalam
Terhadap Dengan : Upaya
Penurunan Tingkat Teknik One Hipnoterapi Meningkatkan
Kecemasan Pada Group Dependen : Dan
Pasien Yang Pretest Dan Penurunan Perkembangan
Menjalani Posttest Tingkat Ilmu
Komoterapi DI RS Design Kecemasan Keperawatan
TELOGOREJO Dependen : Dan Hipnoterapi
SEMARANG Menurunkan Dapat Menjadi
Kecemasan Intervensi Dalam
Pada Menurunkan
Pasien Kecemasan Pada
Komotrapi Pasien Yang
Menjalani
Komotrapi
5 Bayu Pengaruh Pra Variabel Berdasarkan
Hendriyanto, Eksperimen Independen Penelitian
Hipnoterapi
Dkk, 2011 Dengan : Hipnoterapi
Terhadap Tingkat Pendekatan Hipnoterapi Efektif
One Goup Dependen : Menurunkan
Stres Mahasiswa
Pretest- Tingkat Tingkat Stres
Fakultas Ilmu Posttest Stres Pada Mahasiswa
Design Mahasiswa Dengan
Keperawatan
Hipnoterapi
Universitas
Padjadjaran
Angkatan 2011
6 Vilaseeni, Dkk, Gambaran Tingkat Deskritif Dependen : Dari 100
2012 Stres Pada Cross Stres Pada Mahasiswa
Mahasiswa Sectional Mahasiswa Kedokteran Usu,
Fakultas Fakultas Sebanyak 35
Kedokteran Kedokteran Orang (35%)
Universitas Mengalami Stres
Sumatera Utara Tingkat Rendah,
Semester Ganjil 61 Orang (61%)
Tahun Akademik Mengalami
2012/2013 Tingkat
Sederhana Dan 4
Orang (4%)
Mengalami Stres
Tingkat Tinggi

7
7 Asmadi Alsa, Berfikir Positif Eksperimen Variabel Sukarela Ikut
Dkk, 2012 Untuk Menurunkan Untuk Independen:Sebagai Subjek
Stres Psikologi Penelitian Ini Berfikir Penelitian
Pre-Test Positif Dengan
Post-Test Dependen : Karakteristik 1.
Control Menurunkan Berstatus
Group Design Stres Sebagai
Psikologi Mahasiswa Aktif
2. Memiliki
Tingkat Stres
Sangat Tinggi 3.
Bersedia
Sukarela
8 Mahargyantari, Studi Metaanalisi : Variabel Variabel Bahwa Musik
Dkk, 2009 Musik Untuk Bebas Independen Dapat
Menurunkan Stres : Musik Meningkatkan
Dependen : Perasaan
Menurunkan Relaksasi
Stres Terhadap Situasi
Yang
Menimbulkan
Stres
9 Musradinur, Stres Dan Cara Deskritif Variabel Berbagai
dkk, 2012 Mengatasinya Cross Independen Alternatif, Baik
Dalam Perspektif Sectional : Stres Terhadap
Psikologi Dependen : Stresnya Sendiri
Mengatasi Maupun Dampak
Dalam Yang Di
Perspektif Timbulkan
Psikologi
10 Retno Yuli Pengaruh Terapi Variabel Bahwa
Hastuti, dkk, Hipnotis Lima Jari Pra Independen Mahasiswa Yang
2015 Untuk Menurunkan Eksperimen : Hipnotis Diberikan
Kecemasan Pada Dengan Lima Jari Hipnotis,
Mahasiswa Yang Pendekatan Dependen: Gelombang
Sedang Menyusun Rancangan Menurunkan Pikirannya Masuk
Skripsi Di Stikes Penelitian Kecemasan Ke Gelombang
Muhammadiyah One Group Pada Alfa
Klaten Pre Test-Post Mahasiswa Frekuensinya
Test 7-14 Hertz Atau
Lebih Dalam Lagi
Ke Gelombang
Theta
Frekuensinya 4-7
Hertz

8
9