Anda di halaman 1dari 9

Polri: Aksi Bela Rohingya di Borobudur

Hanya Ramai di Media Sosial


Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 05/09/2017, 20:14 WIB

Kompas.com/Ika Fitriana Pengelola membersihkan lingkungan sekitar Candi


Borobudur, Magelang, dalam rangka hari Peduli Sampah Nasional, Jumat (24/2/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com – Rencana aksi solidaritas bela Rohingya yang rencananya


digelar Jumat (8/9/2017) di Borobudur hanya “ramai” di media sosial. Di lapangan, polisi
tidak mendapati pergerakan massa yang signifikan.

“Rame di media sosial saja. Di lapangan tidak ada. Bandung ada tapi dikit. Tapi memang di
medsos gambar yang ditampilkan banyak yang hoax,” ujar Asisten Operasional Kapolri Irjen
M Iriawan, saat jumpa pers di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).

Polisi, sambung Iriawan, berhasil mengetahui modus penyebar isu melalui media sosial. Para
penyebar isu ingin mengganggu ketertiban sosial di masyarakat.

Namun, kepolisian tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan koordinasi lintas daerah
untuk menyamakan persepsi tentang solidaritas bela Rohingya.

(Baca juga: Polda Jateng: Kawasan Candi Borobudur Steril dari Aksi Bela Rohingya)

“Berkaitan dengan menyamakan persepsi adanya beberapa (kabar) timbul di media sosial hari
Jumat tangal 8 besok ada pengerahan massa ke Candi Borobudur, yaitu sejuta massa dengan
memutihkan Candi Borobudur,” ujar Iriawan.

Hasil koordinasi telah disepakati bahwa kegiatan aksi di Candi Borobudur dilarang.
Alasannya, Candi Borobudur merupakan objek vital nasional, di mana orang tidak
diperbolehkan melakukan unjuk rasa.

Ia meminta para Kapolres menyampaikan ke kelompok masyarakat, ormas, atau pihak


tertentu yang ingin berangkat ke Borobudur untuk mengurungkan niatnya.

“Silahkan melakukan aksi di tempat masing-masing secara damai. Kalau diberi support,
silahkan dengan cara bantuan, biaya dan sebagainya. Kami pastikan kegiatan di Borobudur
tidak akan dilaksanakan,” tambah mantan Kapolda Metro Jaya ini.

(Baca juga: Rencana Demo untuk Rohingya di Borobudur Dibatalkan)

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah memastikan tidak akan mengizinkan kegiatan aksi bela
Rohingya di kawasan wisata Candi Borobudur. Bahkan, lokasi di kompleks wisata akan
disterilkan dari aksi tersebut.
"Jelas tidak ada yang (boleh) masuk ke ring 1. Ring 1 itu komplek kawasan candi steril,
kemudian ring 2, ring 3 perbatasan antar kita juga," kata Kapolda Jateng Irjen Condro
Kirono, seusai rapat koordinasi membahas aksi Bela Rohingya di Mapolda Jateng, Selasa
(5/9/2017).

Kompas TV Pengungsi Rohingya Terjebak di Perbatasan Myanmar-Banglades

Peduli Rohingya, Pemda Jambi Gelar


Zikir, Doa dan Donasi
Red: Irwan Kelana
Dok Humas Pemprov Jambi

Suasana zikir dan doa bersama untuk masyarakat Rohingya yang digelar Pemda Jambi di Masjid Agung Al Falah Kota Jambi, Jumat (8/9).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingnya di
Myanmar mengundang simpati dan keprihatinan yang mendalam. Tak terkecuali masyarakat
Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Zumi Zola.

“Merespons tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar, kami di
Jami menggelar aksi solidaritas berupa zikir, doa dan pengumpulan donasi,” kata Gubernur
Jambi Zumi Zola kepada Republika.co.id, Ahad (10/9).

Kegiatan bertajuk “Zikir dan doa bersama untuk masyarakat Rohingya” itu diadakan di
Masjid Agung Al-Falah Jambi, Jumat (8/9). Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jambi
Fachrori Umar, Ketua DPRD Jambi H Cornelis Buston, Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo
Widyanto, Danrem 042 Garuda Putih Jambi Kol Inf Refrizal, para ulama, pelajar, serta
masyarakat Jambi.

Acara dilaksanakan seusai shalat Jumat sampai pukul 14.30. Acara


tersebut diawali sambutan Gubernur, tausiyah oleh ulama setempat (Dr Ustaz Hasbullah
Ahmad) shalawat dan diakhiri zikir dan doa yang dipimpin Ustaz Saefullah dari Majelis
Azzikra pimpinan Ustaz Muhammad Arifin Ilham.

“Sekaligus, pada acara tersebut, kami juga mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk
mengumpulkan donasi bagi masyarakat Rohingya. Pengumpulan donasi itu sampai saat ini
masih terus berlangsung,” tutur Zumi.

Ia menjelaskan, dua hari sebelum acara zikir dan doa bersama itu, pihaknya mengundang
para tokoh agama dan tokoh adat. “Dalam pertemuan tersebut disepakati, bahwa tragedi
Rohingya bukan masalah agama. Ini murni masalah kemanusiaan. Karena itu, masyarakat
dan Pemda Jambi mendukung langkah Pemerintah Pusat dalam upaya membantu masyarakat
Rohingya,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya, kata Zumi, pihaknya mengingatkan seluruh masyarakat Jambi untuk
menjaga persatuan dan kesatuan. “Tragedi Rohingya adalah masalah kemanusiaan. Semua
umat beragama di Indonesia, termasuk juga di Jambi -- baik Islam, Budha, Kristen, Katolik
maupun Hindu -- mengutuk hal tersebut. Karena itu, persatuan dan kesatuan harus kita jaga.
Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan tragedi Rohingya untuk memecah belah
persatuan dan kesatuan masyarakat Jambi,” tuturnya.

Terkait tragedi kemanusiaan di Myanmar tersebut, Pemda Jambi bersama masyarakat


menggelar acara zikir dan doa bersama untuk masyarakat Rohingya. Sekaligus juga mengajak
seluruh masyarakat Jambi untuk mengumpulkan donasi untuk masyarakat Rohingya.
“Alhamdulillah, sampai hari ini, Ahad (10/9), jumlah donasi yang terkumpul sudah mencapai
sekitar Rp 400 juta. Kami masih terus mengajak masyakat untuk mengumpulkan donasi
melalui rekening di Bank Daerah Jambi. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada
masyarakat Rohingya melalui lembaga yang berwenang,” paparnya.

Pemda, kata Zumi, juga mengingatkan masyarakat agar selektif dan bijak dalam mencari
maupun membaca berita-berita mengenai tragedi Rohingya, khususnya yang beredar di
media sosial. “Bukan berarti berita-berita di media sosial itu hoax semuanya. Banyak berita
di media sosial yang juga benar atau faktual. Namun kita harus lebih selektif agar terhindar
dari berita-berita hoax. Untuk itu, sangat penting mencari dan membaca berita-berita,
khususnya menyangkut tragedi kemanusiaan di Rohingya, dari sumber yang kredibel,”
ujarnya.

Saat mengantar acara zikir dan doa, Ustaz Saefullah mengatakan, doa itu senjata orang yang
beriman. “Inilah kekuatan yang harus terus-menerus kita panjatkan kepada Allah agar
mashyarakat Rohingya diberikan kekuatan dan kesalamatan,” ujar Saefullah.

Ia menambahkan, bantuan terbaik selain doa adalah dengan bersedekah, berinfak, berdonasi.
“Donasi merupakan bukti kepedulian kita. Hamba Allah yang beriman itu saleh ritual
sekaligus saleh sosial. Saleh sosial itu dibuktikan dengan memberikan donasi terbaik,” papar
Saefullah.
Lewat Medsos, Ridwan Kamil Kumpulkan
Donasi Rohingya Rp 4,4 Miliar
Nusantara MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 , 21:48:00 WIB | LAPORAN: WIDYA
VICTORIA

Ridwan Kamil/Net

RMOL. Media sosial jika digunakan dalam hal positif akan memiliki banyak manfaat dan
bisa membantu sesama.
Berita Terkait
Rohingya Berebut Bantuan
Aksi Bela Rohingya 169 Salurkan Rp 1,2 Miliar
Pesisir Bangladesh Jadi Tempat Harapan Pengungsi Rohingya
Begitu kata Walikota Bandung Ridwan Kamil yang telah memanfaatkan media sosial
untuk menggalang dana bantuan kemanusiaan untuk etnis rohingya.

Dalam hal ini, Emil meminta para pengikutnya untuk secara kolektif mengumpulkan dana
kemanusiaan. Tak tanggung-tanggung, dana yang terkumpul dari urunan di media sosial ini
mencapai Rp 4,4 miliar.

"Intinya sosmed kalau dipakai positif bisa sangat membantu. Sampai di hari ke-7 terkumpul
Rp 4,4 miliar, gabungan medsos dengan udunan dari masyarakat," jelasnya seperti
diberitakan RMOLJabar, Minggu (17/9).

Selain dari medsos dana itu juga dikumpulkan dari aparatur daerah di Kota Bandung.
Termasuk dana sumbangan yang digalang di mesjid-mesjid dan sekolah. [ian]

Galang Donasi Rohingya, LazisMu Tolitoli


Gunakan Medsos
20 September 2017

130

Berbagi di Facebook

Tweet di Twitter
KETUA Muhammadiyah Kabupaten Tolitoli Arifudin (baju batik biru) saat
memberikan bantuan kepada Ketua LazisMu Arief Rahman sebagai wujud
kepedulian atas krisis kemanusiaan di Rakhine Myanmar, belum lama ini.
FOTO: LAZISMU TOLITOLI

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Berbagai cara dilakukan oleh sejumlah


penggiat sosial di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah untuk membantu para
pengungsi Rohingya di Myanmar akibat terjadinya krisis kemanusiaan dan
eksodus besar-besaran.
Salah satunya yang dilakukan Lembaga Amal Zakat Infak dan Shodaqoh
Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Tolitoli, yakni dengan mengumpulkan
donasi melalui media sosial Facebook.

Ketua LazisMu Kabupaten Tolitoli, Arif Rahman menjelaskan, pihaknya


berkomitmen sekuat tenaga dengan sejumlah pengurus LazisMu lainnya
untuk membantu para pengungsi Rohingya lewat pengumpulan donasi yang
dilakukan melalui media sosial Facebook meskipun tanpa melakukan aksi
turun ke jalan.

“Upaya yang kami lakukan ini sangat efektif, karena dikarenakan hampir 80
masyarakat yang ada di daerah ini sudah menggunakan gadget yang
tentunya memiliki akun facebook, sehingga terdorong untuk memberikan
kepedulian melalui bentuk pemberian donasi kepada kami dengan sistem
melalui transfer ke rekening bank yang sudah kami siapkan,” ujar pria yang
biasa disapa Bang Arief kepada SultengTerkini.Com, Rabu (20/9/2017).

Sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan,


LazisMu Kabupaten Tolitoli terus berperan aktif dalam setiap aksi
kemanusiaan baik itu dibidang pendidikan maupun bencana alam.

“Dari 11 Lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah Indonesia, LazisMu


salah satu yang diberikan kepercayaaan penuh untuk menyalurkan bantuan
ke wilayah Rakhine serta sudah mendapatkan izin dari pemerintah Myanmar
untuk melakukan misi kemanusiaan,” tuturnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini donasi yang dikumpulkannya di Kabupaten


Tolitoli mencapai Rp73.597.597.

Dmana laporan donasi tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik


sebagai wujud transparansi penggalangan dana bagi kemanusiaan etnis
muslim Rohingya.
Selaku penanggung jawab Lazismu di daerah Tolitoli, pihaknya sangat
mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat di wilayahnya atas
kepeduliannya lewat donasi untuk membantu etnis muslim Rohingya. SBR

Farhan Ajak Masyarakat Bantu Rohingya Lewat


Aksi dan Donasi
Date: September 08, 2017

Leave a comment

Photo Credit To Presenter Kondang, Muhammad Farhan saat diwawancara, Jumat (08/09/2017). (Red)

JABAR NEWS | BANDUNG – Presenter kondang, Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk
membantu entis rohingya lewat aksi dan juga pengumpulan donasi.

Aksi tersebut menurut Farhan dilakukan untuk mengingatkan Myanmar agar menghentikan aksi kekerasan
terhadap etnis Rohingya karena sudah melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

“Ini adalah sebuah konsekuensi kita kan sebagai warga Bandung karena Bandung merupakan ibukota
perdamaian Asia Afrika wajib untuk mengingatkan sahabat kita yang namanya Myanmar untuk menyudahi
kekerasan kemanusian Rohingya,” ucap Farhan usai mengikuti aksi kemanusiaan Jabar Peduli Rohingya di
depan Gedung Sate Bandung, Jumat (08/09/2017).
Farhan menambahkan, Bandung memiliki kekuatan untuk memusatkan perhatian dunia terhadap sesuatu
hal melalui media sosial dimana Bandung sebagai kota pengguna media sosial paling aktif.

“Bandung itu kota paling berisik sosial media di seluruh dunia kalau kita semua berteriak tentang
Rohingya maka dunia akan melihat,” tambah.

Sementara itu, disinggung soal Bandung siap untuk menampung para pengungsi Rohingya Farhan menilai
diperlukan kesiapan mulai dari insfastruktur dan tempat yang memadai juga fasilitas yang dapat mereka
akses.

“Kalau rencana untuk penampungan di Bandung itu memang harus disiapkan infrastruktur yang pas dan
tidak hanya menyediakan tempat tetapi juga harus menyediakan program asimilasi yang tepat pekerjaan
apa yang mau kita sediakan buat mereka Fasilitas apa yang bisa mereka akses karena harus ada
keterbatasan dibanding warga pribumi,” jalasnya.

Selain itu juga perlu dipikirkan mengenai emosional karena tentu akan ada perbedaan budaya yang bisa
saja dapat menimbulkan masalah dikemudian hari. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat