Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR

DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS
WILAYAH KERJA LIMA KAUM I
Jln.Sudirman , Batusangkar ( 27113)

Telepon( 0752 ) 72196

Hasil Survei Mawas Diri ( SMD ) Masalah Kesehatan

Di UPT Puskesmas Wilayah Kerja Lima Kaum I Tahun 2016

Nagari
No Data Lima Masalah
Baringin
Kaum
1 Akses Pelayanan dan Pembiayan
Kesehatan
 Jumlah Keluarga yang berobat 66,7% 79,3% Banyaknya praktek
ke Puskesmas dan Pustu dokter swasta dan
klinik sehingga pasien
dapat memilih dimana
tempat berobat
diinginkan

 Jumlah Keluarga yang 53,9% 61,6% Warga masih merasa


mempunyai BPJS belum perlu untuk
 Alasan utama tidak 37,1% 55,1% mengikuti asuransi
mempunyai BPJS/Asuransi kesehatan
yaitu merasa belum perlu

2 Kesehatan Ibu dan Anak


 Mempunyai buku KIA 40% 73,7% Belum semua ibu
yang mengerti
pentingnya buku KIA
sehingga tidak
disimpan dengan
benar

 Rencana Tempat melahirkan 0% 0% Banyaknya Bidan


di puskesmas/pustu Praktek Swasta dan
Dokter Spesialis di
Wilayah Lima Kaum
sehingga Masyarakat
lebih tertarik ke
layanan tersebut

3 Kesehatan KB dan Imunisasi


 Mempunyai pasangan subur 52,8% 50,8% Pengetahuan
masyarakat jenis ,
 Menggunakan Alat 56,9% 59,9% cara kerja,
Kontrasepsi efeksamping, cara
penangulangan dan
tempat akses alat
kontrasepsi serta
masyarakat untuk ber
KB masih kurang

70,9% 80% Masih ada yang


 Melaksanakan Imunisasi beranggapan bahwa
lengkap vaksin haram, dan
takut anak demam
setelah imunisasi

4 Gizi
 Terbiasa sarapan pagi 54,8% 81,3% Masyarakat masih
 Mengkonsumsi Menu 66,5% 73,4% belum melaksanakan
seimbang secara optimal
mengkonsumsi menu
seimbang karena
pengetahuan yang
masih kurang

 Mempunyai Balita BGM 13,1% 20,7% Masih kurangnya


pengetahuan
masyarakat (orang
tua) tentang penting-
nya memberikan
menu yang bergizi
kepada anaknya dan
lebih suka memberi-
kan makanan ringan
sehingga anak tidak
mau lagi mengkon-
sumsi makanan pokok

5 Kesehatan Lansia
 Pemanfaatan Posyandu Lansia 59,5% 48,4% Posyandu Lansia
 Penyakit utama dialami lansia sering siang hari,
a. Rematik 41,3% 55,3% sehingga tidak bisa
b. Hipertensi 32,3% 24,7% hadir karena banyak
c. Diabetes Mellitus 12,6% 5% kesibukan

6 Rumah dan Lingkungan


 Memiliki Tangki septik 36,1% 94,2% Untuk nagari Baringin
dimana lahan untuk
perumahan yang
sempit, sehingga
warga lebih meman-
faatkan sarana lain
seperti sungai dan
selokan tempat pem-
buangan akhir limbah
rumah tangga.

 Sumber Air dari PDAM 86,5% 46% Untuk nagari Lima


Kaum karena letak
diketinggian dari sum-
ber PDAM sehingga
masih banyak warga
yang memanfaatkan
air sumur

 Tempat Sampah tertutup 27,1% 67,7% Masyarakat masih


belum menyadari
pentingnya tempat
sampah tertutup untuk
mengurangi terjadinya
pencemaran udara dan
makanan dari bahaya
bakteri

7 Perilaku dan Pembiasaan Anggota


Keluarga
 Kebiasaan merokok 67,5% 55,4% Masih rendahnya
pengetahuan
masyarakat tentang
bahaya rokok.

 Cuci Tangan dengan Sabun 33,8% 35,4% Pengetahuan


sebelum makan masyarakat tentang
penting cuci tangan
dengan sabun masih
rendah
 Memeriksakan kesehatan gigi 1,8% 7,4% Kurangnya kesadaran
minimal 1 kali 6 bulan masyarakat tentang
pentingnya sikat gigi
minimal 1 kali 6 bulan

Lima Kaum , 30 November 2016.

Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Lima Kaum I

Dr. Susi Julianti

NIP 19710719 200312 2 001


Berikut adalah tabel data berdasarkan prioritas masalah yang ditemui setelah
dilakukan SMD di Nagari Baringin dan Lima Kaum

Nagari
No Data Lima Masalah
Baringin
Kaum
1 Akses Pelayanan dan Pembiayan
Kesehatan
 Jumlah Keluarga yang berobat 66,7% 79,3% Banyaknya praktek
ke Puskesmas dan Pustu dokter swasta dan
klinik sehingga pasien
dapat memilih dimana
tempat berobat
diinginkan

 Jumlah Keluarga yang 53,9% 61,6% Warga masih merasa


mempunyai BPJS belum perlu untuk
 Alasan utama tidak 37,1% 55,1% mengikuti asuransi
mempunyai BPJS/Asuransi kesehatan
yaitu merasa belum perlu

2 Kesehatan Ibu dan Anak


 Mempunyai buku KIA 40% 73,7% Belum semua ibu
yang mengerti
pentingnya buku KIA
sehingga tidak
disimpan dengan
benar

 Rencana Tempat melahirkan 0% 0% Banyaknya Bidan


di puskesmas/pustu Praktek Swasta dan
Dokter Spesialis di
Wilayah Lima Kaum
sehingga Masyarakat
lebih tertarik ke
layanan tersebut

3 Kesehatan KB dan Imunisasi


 Mempunyai pasangan subur 52,8% 50,8% Pengetahuan
masyarakat jenis ,
 Menggunakan Alat 56,9% 59,9% cara kerja,
Kontrasepsi efeksamping, cara
penangulangan dan
tempat akses alat
kontrasepsi serta
masyarakat untuk ber
KB masih kurang

 Melaksanakan Imunisasi 70,9% 80% Masih ada yang


lengkap beranggapan bahwa
vaksin haram, dan
takut anak demam
setelah imunisasi

4 Gizi
 Terbiasa sarapan pagi 54,8% 81,3% Masyarakat masih
 Mengkonsumsi Menu 66,5% 73,4% belum melaksanakan
seimbang secara optimal
mengkonsumsi menu
seimbang karena
pengetahuan yang
masih kurang

 Mempunyai Balita BGM 13,1% 20,7% Masih kurangnya


pengetahuan
masyarakat (orang
tua) tentang penting-
nya memberikan
menu yang bergizi
kepada anaknya dan
lebih suka memberi-
kan makanan ringan
sehingga anak tidak
mau lagi mengkon-
sumsi makanan pokok

5 Kesehatan Lansia
 Pemanfaatan Posyandu Lansia 59,5% 48,4% Posyandu Lansia
 Penyakit utama dialami lansia sering siang hari,
d. Rematik 41,3% 55,3% sehingga tidak bisa
e. Hipertensi 32,3% 24,7% hadir karena banyak
f. Diabetes Mellitus 12,6% 5% kesibukan

6 Rumah dan Lingkungan


 Memiliki Tangki septik 36,1% 94,2% Untuk nagari Baringin
dimana lahan untuk
perumahan yang
sempit, sehingga
warga lebih meman-
faatkan sarana lain
seperti sungai dan
selokan tempat pem-
buangan akhir limbah
rumah tangga.

 Sumber Air dari PDAM 86,5% 46% Untuk nagari Lima


Kaum karena letak
diketinggian dari sum-
ber PDAM sehingga
masih banyak warga
yang memanfaatkan
air sumur

 Tempat Sampah tertutup 27,1% 67,7% Masyarakat masih


belum menyadari
pentingnya tempat
sampah tertutup untuk
mengurangi terjadinya
pencemaran udara dan
makanan dari bahaya
bakteri

7 Perilaku dan Pembiasaan Anggota


Keluarga
 Kebiasaan merokok 67,5% 55,4% Masih rendahnya
pengetahuan
masyarakat tentang
bahaya rokok.

 Cuci Tangan dengan Sabun 33,8% 35,4% Pengetahuan


sebelum makan masyarakat tentang
penting cuci tangan
dengan sabun masih
rendah
 Memeriksakan kesehatan gigi 1,8% 7,4% Kurangnya kesadaran
minimal 1 kali 6 bulan masyarakat tentang
pentingnya sikat gigi
minimal 1 kali 6 bulan