Anda di halaman 1dari 5

GIZI PADA MASA REMAJA

IKG Suandi

PENDAHULUAN

Untuk pertumbuhan normal tubuh memerlukan nutrisi yang memadai,


kecukupan energi, protein, lemak dan suplai semua nutrien esensial yang
menjadi basis pertumbuhan. Pertumbuhan remaja di negara yang sedang
berkembang membutuhkan perhatian khusus pada nutrien vitamin A, seng
atau protein selain kebutuhan energi yang adekuat. Berbeda dengan
negara barat, di sana dilakukan fortifikasi pada produk makanannya
sehingga jarang ditemukan defisiensi nutrien.

PERAN GIZI PADA PERTUMBUHAN REMAJA

Asupan energi mempengaruhi pertumbuhan tubuh dan apabila asupan


tidak adekuat, menyebabkan seluruh unit fungsional remaja ikut
menderita. Antara lain : derajat metabolisme, tingkat aktifitas, tampilan
fisik dan maturasi seksual. Kebutuhan energi untuk pertumbuhan pada
bayi memerlukan hampir sepertiga dari total energi yang didapatnya, dan
kemudian akan berubah dengan perjalanan waktu. Derajat pertumbuhan
remaja mencapai puncaknya pada masa pacu tumbuh; rata-rata
percepatan pertumbuhan mencapai 16 g/hari untuk remaja perempuan
dan 19 g/hari untuk remaja laki-laki. Tubuh membutuhkan energi untuk
menaikkan berat badan (BB) sekitar 8 kkal/g peningkatan BB atau 5% -
6% dari energi pertumbuhan maintenen diperlukan sekitar 130 – 150
kkal/hari.

Kelebihan asupan makanan pada dewasa dan remaja mengakibatkan


peningkatan BB; duapertiga bagian adalah penambahan volume lemak
dan sepertiganya untuk BB bersih. Asupan balans positif pada anak yang
obes menyebabkan anak lebih tinggi dan memiliki berat bersih yang lebih
besar dan tulang – tulang yang lebih besar. Anak dan remaja obes
cenderung menjadi lebih tinggi dan memiliki lean body mass (masa
tumbuh bersih, MTB) lebih besar, ini menunjukan makanan yang
diterimanya memenuhi persyaratan nutrisi. Sebaliknya, makanan favorit
tidak selalu memenuhi semua persyaratan nutrisi/adekuat ditinjau dari
berbagai segi.

Nutrisi mempengaruhi kematangan seksual pada gadis yang mendapat


menstruasi pertama lebih dini, mereka cenderung lebih berat dan lebih
tinggi pada saat menstruasi pertama dibandingkan dengan mereka yang
belum menstruasi pada usia yang sama. Sebaliknya pada gadis yang
menstruasinya terlambat, beratnya lebih ringan dari pada yang sudah
menstruasi pada usia yang sama, walaupun tinggi badan (TB) mereka
sama. Pada umumnya, mereka yang menjadi matang lebih dini akan
memiliki IMT lebih kecil pada usia yang sama.

Tikus percobaan yang mendapat rendah gizi, didapatkan mengalami


keterlambatan menstruasi dan memiliki pituitary gonadotropin releasing
hormon (GnRH) kadarnya rendah dan reseptor GnRH dalam jumlah
sedikit. Jadi produksi gonadotropin dan gonadotropin yang dilepaskan,
atau keduanya subnormal dan bukan vagina juga tidak terjadi. Pada
wanita ditemukan berat ovariumnya berkurang dan ditemukan
compromised ovarian function (fungsi ovarium kompromis). Keadaan akan
berbalik apabila asupan nutrisinya diperbaiki, dan fungsi hormon menjadi
normal kembali serta kematangan seksual dapat berlangsung.

Produksi somatomedin, suatu fasilitator pertumbuhan yang diproduksi


oleh hati, pada keadaan malnutrisi berada di bawah pengaruh growth
hormone (hormon pertumbuhan). Bukti – bukti yang didapat dari bayi –
bayi kwashiorkor, ternyata ditemukan kadar somatomedin plasma yang
berkurang, tapi akan pulih kembali bila mendapat makanan yang adekuat.
Jadi, jelas faktor hormon sebagai penggerak utama kematangan seksual
dan nutrisi dapat mempengaruhi hormon sejalan dengan pertumbuhan
somatik.

MENGUKUR PERTUMBUHAN

Suatu gizi anak/remaja dapat ditentukan dengan mempergunakan


perhitungan BB dan TB. Hasil pengukuran BB dan TB menjadi akurat bila
disertai dengan pencatatan usia anak sesuai dengan bulan yang terdekat.
Berat badan dapat diukur dengan timbangan untuk berdiri, dalam cahaya
terang di ruangan, sepatu dan baju ditanggalkan. Pengukuran BB
hendaknya dilakukan sampai jarum petunjuk atau angka petunjuk skala
elektronik mendekati ¼ lb atau kg.

Tinggi badan diukur memakai alat ukur tinggi; misalnya di Inggris memakai
stadiometer Holtain yang materialnya terpasang menempel di dinding,
dengan headboard (petunjuk kepala) yang dapat digerakkan dalam posisi
horizontal, jarum petunjuk tinggi, dan fooboard (papan tempat kaki). Oleh
karena alat ukur tinggi ini harganya mahal, sebagai pengganti dapat
dipakai meter stick yang digantung di dinding, dan petunjuk kepalanya
dapat digerakkan horizontal, stick yang meluncur melalui gulungannya
yang ada di petunjuk kepala disertai skala dalam cm. Pengukuran
hendaknya dilakukan sampai mendekati nilai mm atau 1/8 inci.
Pengukuran secara individu seringkali terjadi pemendekan sekitar 1 – 2
cm pada waktu sore hari dibandingkan dengan pagi hari. Secara individu
tinggi anak berhubungan dengan tinggi orangtuanya, karena faktor
herediter/keturunan. Pada waktu terjadi kematangan seksual, gadis
mengikuti menstruasi pertama dari ibunya.

Anak yang lebih besar dan remaja umumnya ingin mengetahui berapa
tingginya dikemudian hari bila pertumbuhan telah mencapai maksimal.
Perkiraan tinggi badan yang akan dicapai, dengan menghitung rata – rata
tinggi orangtuanya dan ditambah 8,5 cm atau dikurangi 8,5 cm.

KOMPOSISI TUBUH

Metode untuk mengestimasi body fluid space (ruang berisi cairan tubuh)
memakai prinsip dilusi isotopik. Ruang yang berisi cairan tubuh terdiri dari
volume plasma, total masa sel darah merah, volume cairan ekstraseluler,
dan total air tubuh. Sedangkan MTB atau disebut sebagai masa bebas
lemak, dapat diestimasi dengan beberapa cara; berdasarkan fakta bahwa
elektrolit dan air keduanya tak berikatan dengan lemak netral, dan massa
tubuh bersih memiliki densitas yang berbeda dengan lemak. Dengan
menghitung total air tubuh atau total kalium tubuh dapat mengestimasi
masa tubuh bersih; lemak tubuh adalah berat badan dikurangi masa tubuh
bersih. Menghitung densitas tubuh menghasilkan estimasi persentase
lemak tubuh dan masa tubuh. Ekskresi kreatinin urin dipakai sebagai
indeks masa otot.

Estimasi masa skeletal dibangun dari ukuran dan densitas bermacam –


macam tulang memakai derajat atenuasi sinar gamma monoenergetik; ini
dirujuk sebagai foton tunggal atau ganda absorptiometri. Estimasi masa
skeletal dapat pula memakai hasil roentgenogram daerah potong lintang
korteks metakarpal II.

Dua teknik baru dalam taraf pengembangan, yakni; total body conductivity
dan bioimpedance dipakai untuk mengestimasi lean wight (berat bersih).
Cara kerjanya adalah mebgukur pertubasi lapangan elektromagnetik yang
dihasilkan oleh subyek, kemudian mengukur tahanan aliran lemah yang
lewat diantara tangan dan kaki.

Computed tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI) dapat


dipakai untuk menetapkan ukuran dan bentuk bermacam-macam organ,
baik masa otot atau lemak tubuh. Kebanyakan teknik ini baik untuk
penelitian laboratorium, dan beberapa alat yang dipergunakan bernilai
mahal dan termasuk yang memakai paparan radiasi.
Antropometri salah satu yang murah dan mudah dipergunakan untuk
mengestimasi lemak tubuh. Walaupun cara ini tidak dapat dikatakan
memiliki derajat presisi yang tinggi. Ada dua teknik yang sebenarnya
dipergunakan untuk mengukur ketebalan fat-fold (lipatan lemak) dengan
mengukur skinfold (lipatan kulit). Ketebalan lapisan lemak subkutan yang
didapat termasuk disini tebal kulit hanya 0,52 mm. Cara mengukurnya
dengan memegang kulit dan jaringan lemak subkuan dengan ibu jari dan
telunjuk dan memisahkannya dari jaringan otot dibawahnya, dibentang
cukup jauh, sehingga memungkinkan rahang springactuated caliper
memegang jaringan tersebut. Setelah jaringan ditekan oleh caliper, tebal
lipatan lemak dapat diketahui dengan melihat/membaca jarum
petunjuknya dalam beberapa detik.

Tempat – tempat yang biasa diukur adalah di atas otot trisep di


pertengahan bahu dan lengan bawah; tempat lainnya di atas otot bisep, di
bagian ujung bawah skapula dan di krista iliaka. Individu yang sangat
obes pengukuran lipatan lemak mencapai lebar 40 mm di antara rahang
caliper.

Area potong lintang otot lengan atas ditambah tulang dan lemak dapat
diukur berdasarkan hasil pengukuran tebal lipatan kulit dan lingkar lengan
atas.

Otot lengan + area tulang adalah: (C – SF) 2/4, dan area lemak lengan
adalah : SF/4(2C – SF), C adalah lingkar lengan dan SF adalah lipatan
kulit.

Lingkar tubuh lainnya yang penting adalah lingkar abdomen dan lingkar
pinggul dapat dipergunakan untuk menentukan indeks distribusi lemak
tubuh. Orang dewasa yang memiliki rasio tinggi serta memiliki timbunan
lemak di intraabdominal; mereka cenderung terkena penyakit
kardiovaskuler dan serangan stroke. Remaja perempuan memiliki rasio
yang lebih rendah dibandingkan remaja laki – laki.

INDEKS MASSA TUBUH

Indeks masa tubuh (IMT/BMI) merupakan rasio BB/TB2 (kg/m 2), yang
dinyatakan dalam tabel normogram. Data IMT anak dan remaja kult putih
memakai persentil ke-50 berdasarkan NHNES (National Health and
Nutrition Examination Survey) 1971 – 1974. IMT kelompok remaja
Belanda dan Perancis menunjukan gambaran yang sebanding dengan
data survei dari NHNES tersebut. Tetapi untuk remaja laki-laki kulit hitam
sedikit lebih kecil dan untuk remaja perempuan kulit hitam sedikit lebih
tinggi (masing – masing 1% - 4%) dari data kulit putih tersebut.

Data – data persentil IMT dalam grafik menunjukan skewed yang kuat ke
arah kanan. Gadis yang berada pada periode akhir masa anak-anak dan
periode awal masa remaja memiliki IMT pada persentil ke-50 lebih tinggi
dibandingkan anak laki-laki oleh karena perbedaan volume lemak tubuh.
Sebaliknya, setelah usia anak mencapai 18 tahun. IMT laki-laki lebih besar
walaupun lemak tubuh remaja laki-laki volumenya lebih sedikit.
Penyebabnya adalah BB anak sebagian besar diisi oleh berat bersih
tubuh dibandingkan berat lemak tubuh.

Massa tubuh bersih (MTB) dan lemak tubuh

Perkembangan MTB remaja periode akhir masa anak, menunjukan


perkembangan MTB pada laki-laki secara kasar tampak seimbang dengan
perempuan. Rasio jenis kelamin MTB laki-laki : perempuan adalah 1,44 : 1
; berbeda dengan rasio Bb yakni 1,25 : 1. Jadi, inilah alasannya kenapa
laki-laki tampak lebih kuat serta membutuhkan energi lebih banyak
dibandingkan perempuan.

Basal metabolic rate (BMR) berhubungan erat dengan MTB, baik dalam