Anda di halaman 1dari 3

Suami dan istri : Assalamualaikum

Asisten Bidan : Waalaikumsalam wr. wb, mari ibu silahkan masuk dan silahkan duduk. Perkenalkan ibu

nama saya Attrian, nama ibu?

Suami dan istri : terima kasih mbak nama saya Arafah, mbak (sambil berjabat tangan)

Asisten bidan : sebelumnya saya data dulu bu

(asisten bidan mendata biodata pasien)

Asisten bidan : baik kalo begitu saya panggilkan bu bidannya dulu ya bu

Bidan : oh ya, (sambil melihat biodata pasien) ibu Arafah ada yang bisa saya bantu?

Suami : Iya bu bidan, istri saya memutuskan untuk ber-KB tapi istri saya masih bingung untuk memilih

KB apa yang cocok. Sebelumnya istri saya merencanakan ingin menggunakan KB kalender, tetapi masih

bingung bagaimana cara penggunaannya

Bidan : oh, iya pak, jadi ibu dan bapak ingin ber-KB namun sebelumnya apakah ibu sudah mengetahui

jenis-jenis kontrasepsi dengan menggunakan alat

Istri :Iya bu bidan saya sudah tau, hanya saja saya ingin menggunakan KB kalender karena lebih praktis

dan saya tidak perlu datang ke tenaga kesehatan lagi

Bidan : sebelumnya ibu sudah pernah menggunakan KB?

Istri : Iya bu bidan, saya sudah pernah menggunakan KB.

Bidan : selama ini KB apa yang Ibu gunakan?

Istri : Saya menggunakan KB pil bu bidan.

Bidan : O.. ya. kalau boleh tahu, ibu sekarang mempunyai anak berapa?

Istri : Saya punya satu anak bu bidan.

Bidan : umur anak ibu berapa tahun?


Istri : anak saya berumur 1 tahun 2 bulan bu.

Bidan : oh ya..

Memang masih waktu yang sangat baik untuk menjarangkan anak bu. Jadi, begini ya bu alat kontrasepsi

sederhana itu memang ada beberapa jenis. Diantaranya ada KB lender serviks, suhu basal, simtotermal,

dan salah satunya yang ibu ingin ibu pilih adalah Kb kalender.

Istri : Oh, seperti itu ya bu bidan, jadi apa-apa saja keuntungan dan kerugiandari KB kalender itu?

Bidan : baik bu, saya akan menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari Kb kalender ini

Istri : baik bu bidan

Bidan : jadi begini keuntungan dari kb kalender yaitu yang pertama aman bagi fisik ibu, tidak

membutuhkan biaya dan meningkatkan interaksi dengan suami karena menghitungnya bersama-sama,

sedangkan kekurangannnya yaitu jika kesalahan dalam menghitung maka akan terjadi kegagalan,

membutuhkan pencatatan yang lama dan tidak dapat digunakan oleh wanita yang mengalami masalah

siklus haid. Sejauh ini apa ibu mengerti?

Istri : Oh, ya bidan saya mengerti ( mengangguk-angguk)

Bidan : Baik kalau ibu mengerti kita lanjut lagi ya bu?

Istri : iya bidan silahkan dilanjutkan penjelasannya.

Bidan : baiklah kalau begitu saya akan menjelaskan bagaimana cara penggunaanya.

Rumus yang digunakan untuk menghitung secara kalender adalah hari pertama masa subur = jumlah hari

terpendek -18, hari terakhir masa subur = jumlah hari terpanjang -11

Bila siklus haid teratur (28 hari) :

a. Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1

b. Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Contoh : Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai

hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari.
Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal - tanggal tersebut

suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama

terputus (senggama dimana tidak mengeluarkan sperma didalam).

Bila siklus haid tidak teratur :

a. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari

hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya, catat panjang pendeknya.

b. Masukan dalam rumus; jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini

menentukan hari pertama masa subur.

c. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hariterakhir masa

subur. Contoh : Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus

terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32 – 11 = 21. Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21

dari hari pertama haid.

Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau

sanggama terputus. Saya kira penjelasan saya sudah cukup bu, apa ibu bisa mengerti?

Istri : Iya bu bidan, saya mengerti

Bidan : Alhamdulillah kalau ibu sudah mengerti

Istri : Tapi apakah saya bisa menghubungi ibu jika ada yang belum saya pahami?

Bidan : oh, tentu saja boleh, ini saya kasih kartu nama saya sudah terdapat nama dan nomer telfon

Suami dan istri : baiklah bu bidan, terima kasih banyak, saya pamit dulu, assalamu’alaikum

Bidan : iya bu, wa’alaikum salam, hati-hati dijalan