Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO D BLOK 28 TAHUN 2018

Ny. Meri, 30 tahun, diantar oleh tetangganya ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas
yang semakin hebat disertai mengi sejak satu hari yang lalu. Keluhan disertai dengan batuk
berdahak berwarna kuning kehijauaan. Ny. Meri sudah mengkonsumsi obat pelega nafas
yang biasa dipakai tetapi tidak ada perbaikan. Tiga hari yang lalu, mengeluh demam, batuk
berdahak berwarna putih yang sulit dikeluarkan serta sesak. Keluhan berkurang dengan obat
yang rutin dipakainya.
Satu bulan terakhir ini, Ny. Meri mengalami sesak lebih dari 2x seminggu dan sering
terbangun di malam hari karena sesanya. Sesak biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-
hari. Ny. Meri mendapatkan inhaler pelega sesak dan pencegah serangan dari dokter di
poliklinik tetapi hanya memakai ihaler pelega sesak namun tidak mau memakai obat inhaler
pencegah serangan karena merasa sesak tidak cepat menghilang bila memakai obat tersebut.
Enam bulan yang lalu Ny. Meri diantar ke IGD karena mengalami serangan asna. Ny.
Meri dinebulisasi sebanyak dua kali dan sesak berkurang. Ny. Meri kontrol ke poliklinik
beberapa kali dan dilakukan tes spirometri dan penilaian tingkat control asma (hasil
terlampir).
Ny. Meri mengalami sesak sejak usia 15 tahun, terutama saat cuaca dingin, terhirup
debu, tercium bau menyengat atau kelelahan. Ny. Meri sering bersin-bersin dan hidung
mengeluarkan secret encer jika terhirup debu atau tercium bau menyengat. Ibu Ny. Meri
menderita asma sedangkan adiknya didiagnosis oleh dokter dengan dermatitis atopi. Ny. Meri
bekerja sebagai pedagang di pasar induk dan memiliki tiga orang anak.

Pemeriksaan Fisik:
Keadaan umum tampak sakit berat, sesak bila berbicara, hanya dpaat berbicara beberapa kata,
sensorium gelisah, tekanan darah: 120/80 mmHg. Frekuensi nadi: 102x/menit, frekuensi
napas : 30x/menit, suhu: 37,1 C, saturasi oksigen: 90%.

Keadaan spesifik:
Kepala : konjungtiva pucat (-), ikterik (-)
Leher : JVP (5-2) cmH2O
Thoraks: Paru : inspeksi tampak retraksi sela iga, auskultasi: vesikuler normal, ekspirasi
memanjang dan wheezing di seluruh lapangan paru.
Pemeriksaan laboratorium: Hb 12,5 gr%, WBC: 15.000/mm3, hitung jenis : 0/5/6/78/10/1.
LED : 20 mm/jam.

Pemeriksaan spirometri tanggal 10 Maret 2018


Pemeriksaan Prediksi Hasil %
VEP1 2,505 1,68 67
KVP 3,121 2,81 95
VEP1/KVP 78 60 69

Pemeriksaan spirometri tanggal 20 April 2018


Pemeriksaan Prediksi Hasil %
VEP1 2,505 2,204 88
KVP 3,121 2,90 96
VEP1/KVP 78 82 91

Penilaian tes kontrol asma


Pemeriksaan TKA April Mei Juni Juli
Hasil Tidak terkontrol Terkontrol sebagia Terkontrol penuh Terkontrol sebagian

KLARIFIKASI ISTILAH
a. Mengi : Wheezing, suara bernada tinggi saat bernapas dan biasanya terdengar saat
menghembuskan napas (ekspirasi)
b. Sesak nafas : Perasaan sulit bernapas ditandai dengan napas yang pendek dan
penggunaan otot bantu pernapasan (dispnea)
c. Dahak : Sputum, adalah lendir dan materi lainnya yang dibawa dari paru-paru,
bronkus, dan trakea yang mungkin dibatukkan dan dimuntahkan atau ditelan.
d. Obat pelega nafas : Bronchodilator drug, merupakan suatu obat yang digunakan untuk
embuka kembali jalan napas biasanya digunakan oleh penderita asma.
e. Inhaler : Alat kesehatan yang digunakan untuk mengantarkan obat ke dalam tubuh
melalui paru-paru.
f. Asma : Serangan sesak napas paroksismal yang berulang dikarenakan inflamasi
saluran napas serta adanya wheezing dikarenakan kontraksi bronkus yang bersifat
spasmodik.
g. Nebulisasi : Merupakan salah satu terapi yang berbentuk serbuk atau spray yang
biasanya diinhalasi menggunakan nebulizer.
h. Tes spirometri : Alat untuk mengukur ventilasi yaitu mengukur volume static dan
volume dinamik paru.
i. Sekret : Istilah yang digunakan dalam menunjuk senyawa dengan substansi tertentu
yang dihasilkan oleh kelenjar.
j. Dermatitis atopi : Dermatitis kronik yang biasanya bersifat herediter dan biasanya
berhubungan dengan alergi
k. VEP1 : Volume ekspirasi paksa satu detik pertama adalah jumlah udara yang bisa
diekspirasi maksimal secara paksa pada detik pertama.
l. KVP : Kapasitas vital paksa, Jumlah udara yang bisa diekspirasi maksimal secara
paksa setelah inspirasi maksimal.
m. Tes kontrol asma : Sebuah instrument untuk mengukur tingkat control asma dalam
kuesioner.

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Ny. Meri – kehijauan
a. Bagaimana hubungan jenis kelamin dan usia dengan penyakit pada kasus? 7 13
b. Apa saja yang bisa menyebabkan sesak napas secara umum? 8 12
c. Bagaimana mekanisme sesak napas disertai mengi? 9 13
d. Bagaimana mekanisme batuk berdahak kuning kehijauan? 10 11
e. Bagaimana tata laksana awal (di IGD) sesak napas pada kasus? 11 12 9
f. Bagaimana hubungan sesak napas dan mengi dengan batuk berdahak? 12 10

2. Ny. Meri – rutin dipakainya.


a. Mengapa tidak ada perbaikan setelah mengonsumsi obat pelega napas padahal tiga
hari yang lalu ada perbaikan? 13 9
b. Apa makna klinis terjadi perubahan warna pada dahak? 1 8
c. Bagaimana mekanisme demam pada kasus? 2 7

3. Paragraf 2
a. Apa makna klinis sesak lebih dari 2x/minggu dan sering terbangun di malam hari?
(derajat asma) 3 6
b. Apa makna klinis terjadinya perubahan sesak napas yang awalnya tidak
mengganggu aktivitas tetapi sekarang mengganggu aktivitas? 4 5
c. Apa saja inhaler pelega sesak dan pencegah serangan? 5 4
d. Apa dampak tidak mengonsumsi obat pencegah serangan? 6 3
e. Apa indikasi penggunaan inhaler pelega sesak dan pencegah serangan? 7 2

4. Paragraf 3
a. Bagaimana prinsip penggunaan nebulizer? (dosis, jenis obat, cara kerja) 8 1
b. Apa indikasi dan kontraindikasi penggunaan nebulizer? 9 13

5. Paragraf 4
a. Bagaimana hubungan riwayat sesak pada usia 15 tahun dengan sesak yang
sekarang? (hubungkan juga dengan faktor pencetus cuaca dll) 10 11
b. Bagaimana hubungan riwayat keluarga dengan kasus? (pola penurunan) 11 12
c. Bagaimana mekanisme sering bersin dan hidung mengeluarkan secret encer jika
terhirup debu atau tercium bau menyengat? 12 10
d. Bagaimana hubungan pekerjaan pasien dengan keluhannya pada kasus? 13 9
6. Pemfis
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal hasil pemeriksaan fisik? 1 8
7. Keadaan spesifik
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal hasil keadaan spesifik? 2 7
8. Pemlab
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal hasil pemeriksaan lab? 3 6

9. Spirometri
a. Apa indikasi dan kontraindikasi dilakukannya tes spirometry? (apa ada jadwal
tertentu?) 4 5
b. Bagaimana prosedur pemeriksaan spirometry? 5 4
c. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari hasil tes spirometry? (10
maret 2018) 6 3 11
d. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari hasil tes spirometry? (28
april 2018) 7 2 10
e. Kenapa dalam kasus hanya ditampilkan hasil VEP1? 8 1

10. Tes kontrol asma


a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari hasil tes control asma? 9 1
b. Apa indikasi dilakukannya tes control asma? 10 13
c. Bagaimana kriteria penilaian tes control asma? (sertakan juga kuesionernya) 11 12

HIPOTESIS
Ny. Meri, 30 tahun, mengalami sesak napas yang semakin hebat disertai mengi et causa
serangan asma.
a. DD 1 2
b. Algoritma penegakan diagnosis (kapan harus merujuk) 2 3
c. Diagnosis kerja 3 1
d. Definisi 4 13
e. Etiologi 5 12
f. Epidemiologi 6 11
g. Klasifikasi 7 10
h. Faktor risiko 8 9
i. Patofisiologi 9 8 5
j. Tata Laksana (serangan dan control) 10 7 6
k. Pemeriksaan penunjang 11 6
l. Edukasi dan pencegahan 12 5
m. Komplikasi 13 4
n. Prognosis 1 3
o. SKDI 2 4

LEARNING ISSUES
1. Anatomi saluran pernapasan 1 3 5 7
2. Fisiologi saluran pernapasan 2 4 6 8