Anda di halaman 1dari 14

Pendekar : Jangan sampai bercerai berai hingga roboh…

Hatiku tergetar jika banyak orang meminta pertolongan Kita harus kompak gitu loh…
Wajah mengerang kesakitan Allaaahu Akbar!
Berteriak tak karuan Lantang meneriakkan bahwa Tuhan kita Besar…
Membuat aku semangat bukan kepalang Semangat yang membara dan membakar, Melawan
Untuk dapat membela kebenaran kefasikan yang ada dan tersebar…
Tak usah engkau ragu padaku Mari kita bersama-sama bertaubat
Aku tidak punya niat untuk melukaimu Karena kita adalah hamba Allah yang..
Malah aku ingin melindungimu dari…..
Pendekar :
Maling : Bedebah!
Baaanci!!! Ternyata ia ahli pertarungan dekat…
Polisi itu benar-benar seperti keledai banci… Mata pedangnya merobek kulitku dengan cepat
Mereka tidak punya nyali Aku tak mengira kalau ia pendekar yang hebat
Aku kelabui engkau lagi dan lagi…. Terpaksa aku keluarkan senjata rahasia…
Hahahaha…aksiku bersih Kapak naga geni dua satu dua
Tidak meninggalkan jejak sama sekali Aku yakin ia pasti tidak akan berdaya
Kubilang pada mereka…… Eeeaaaaahaahahahahaha…….
Aku memejamkan mata sejenak…
Ustadz : Memantapkan hati dan jiwa
Astaghfirullaah Kisanak! Aku serang kau! heeaaaaaaa
Begitu banyak maksiat di dunia
Melenakan umat yang berbuat Maling :
Tak pernahkan engkau berpikir Aaaaaaaaah!!!!!
Tak pernahkah terlintas di benak Aku ketahuan orang yang ronda
Kita harus kembali pada Al Qur’an dan as Sunah Aku lari setengah mati sambil memboyong motor honda
Tancapkan saja niat dan…. Sial, permainanku kurang indah
Ditambah aku beroperasi hanya dengan Si Huda
Pendekar : Orang tambun yang sulit lari ditambah membawa banyak
Kunyuk melempar buah! benda
Itu jurusku yang paling ampuh! Jadi Aku terseok-seok memboyong honda dan huda
Meluluhlantahkan musuh Ah mereka semakin mendekat!
Aku tak peduli kucuran darah dan peluh Sesekali wajahku terkena sinar lampu senter sekelebat
Kuseka hingga bersih dan kuisi tenagaku hingga penuh Gubrak!! Tiba-tiba….
Selama ada orang yang meronta teraniaya hatiku pasti
luluh Ustadz :
Untuk senantiasa membela…. Kepalanya dipenggal!
Disisir dengan sisir besi
Maling : Tubuhnya dibakar!!
Banci! Tapi mereka tetap teguh memegang iman
Aku bukan maling banci! Sampai akhir hanyatnya memelihara keyakinan
Aku hanya segelintir orang yang terasing Sungguh mulia orang-orang terdahulu
Terpinggirkan dan hidup di tempat yang bau pesing Abu Bakar Radhiyallahu Anhu
Aku hanya ingin memperbaiki hidupku sedikit saja Umar Radhiyallahu Anhu
Dengan mengambil sebahagian rezeki orang-orang congak Dan sahabat-sahabat yang telah hidup lebih dulu
Yang menumpuk harta hingga perutnya bengkak Merupakan cerminan manusia beriman
Memakan, merampas, dan mengambil harta orang banyak Didikan Rasulullah saw
Cukuplah! Aku bukan maling! Aku hanya sebagian… kita harus istiqomah dan senantiasa taat beribadah
jadilah kita seperti….
Ustadz :
Orang kafir Pendekar :
Itulah sesungguhnya musuh Allah… Kutu kupret!
Kita harus berbaris dalam barisan yang kokoh Rasakan!!!
Pendekar jarak dekat itu kalah? Kandungan istriku!!
Ahahaha, memang aku tak terkalahkan Anakku?
Tapi aku harus membayar mahal untuk kemenangan
Tangan kiriku patah dan betis kuda kiriku sobek Ustadz :
Fiuh, aku lelah dan capek Afwan jiddan
Tapi aku puas karena aku menang juga
Aku yakin, aku adalah pendekar yang tiada dua Maling :
Saatnya aku beristirahat sejenak untuk… Ayah disini sedang ditahan
Maafkan aku sayang
Maling : Aku tidak bisa berbuat lebih dari ini
Melahirkan anakku!!!! Perutku perih, punggungku remuk, sakit sekali
Sungguh…istriku sedang dalam masa-masa kritis Rasanya aku ingin bunuh diri
Kandungannya semakin besar tapi kantongku semakin tipis Aku tak tahan membayangkan istriku sendiri
Ampuni aku pak, mas, dek! Izinkan aku menjelaskan Meminta tolong dan melahirkan sendiri
terlebih dahulu Tanpa seorang suami dan ayah yang mendampingi
Jangan kalian pukuli aku Aku tidak kuat! Aku ingin……
Siapa nanti yang mengurusi istri dan anakku??
Mereka tidak mendengar kata hatiku Ustadz :
Perutku dihantamnya dengan beberapa tendangan Berbuka puasa
Kepalaku dihadiahi bogem mentah nan menyakitkan Di waktu matahari tenggelam
Aku hanya meregang kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa Sesunggunya itu bermakna sangat mendalam
Si Huda pun sama, hanya ia terlihat tidak begitu kesakitan Ikut merasakan rintihan kaum fakir yang jarang makan
karena timbunan lemak yang melindunginya Allah meminta kita untuk mengerti
aku tidak bisa diam saja aku harus….. Betapa pentingnya berbagi
Tolonglah mereka dengan segenap hati
Ustadz : InsyaAllah surga-Nya akan menanti
Cebok atau istinja’ Janganlah kita tinggi hati
Adalah bagian dari Taharah untuk muslim Menganggap diri ini paling pandai
Ini adalah bukti Cinta Allah akan umatnya Menganggap diri ini paling..
Allah tidak rela umatnya tidak beraturan
Mendewakan nafsunya dan tidak menjaga kemaluannya Pendekar :
sadarlah bahwa tidak ada yang bisa menjamin Hebat
hidup atau mati seseorang Apakah aku benar-benar hebat?
tidak ada yang bisa menjamin Apakah benar aku pendekar yang hebat?
rezeki dan jodoh seseorang Aku merenung akan semuanya saat aku terjerat
yakinlah pada Allah dan kekuasaannya Aku kalah dan dibawa kemarkas Si pendekar jarak dekat
yang tiada tara tiada batas Tak berdaya tak bergerak
karena kita makhluk… Hanya jantungku yang berdetak
Nyai dan Pendekar jarak dekat menggertak
Pendekar : Aku tak bergeming dan tak mendengar
Sontoloyo!! Tiba-tiba datang seorang…
Pendekar jarak dekat itu curang
Memanggil Aki Ireng dan tiba-tiba menyerang Pendekar :
Saat aku lengah ia menerjang Ustadz!!
Memukul dan menusukku dari belakang
Aku kesakitan dan mengerang-ngerang Maling :
Aku berang! Ustadz!!
Tapi tak berdaya untuk menyerang
Tak berdaya untuk membela diri Ustadz :
Dunia gelap dan aku pingsan Jangan engkau sombong dan tinggi hati
Saat bangun aku sudah ada di… Merasa paling benar dan paling baik
Seperti setan yang enggan sujud pada Adam
Maling : Ia pikir Api lebih baik dari Tanah
Padahal Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
Carilah rezeki yang halal Pendekar :
Beri makan anak istrimu dari nafkah yang Allah Ridhoi Jazakumullah Khair ustadz
Yang Allah sertakan rahmat dan hidayah
Sehingga engkau selamat dari fitnah Maling :
Selamat dari dosa dan salah Jazakumullah Khair ustadz
Karena Allah selalu menerima taubat hambanya yang
lemah
Puisi 2

Pujangga cinta :
Dikeheningan malam…
Terdiam ku sendiri melihat bayanganmu bak sang rembulan yang mengintip malu di balik jendela kamarku.
Oh kekasihku dirimu yang cantik manis dan lembut seperti…….

Tukang Sate :
Kambing yang montok…. berbulu tebal dan gemuk segemuk badak…
Kan ku jadikan sate dank u bakar dengan….

Panglima Perang :
Granat dan bom yang meledak-ledak, ku lihat musuh di balik benteng nan jauh disana.
Aku siap, musuh datang dengan membawa….

Bintang Sepak Bola :


Bola, dank u tending dengan sekuat tenaga. Ku oper pada kawanku.
Bola semakin kencang dan siap ku tendang pada….

Pujangga Cinta :
Pacarku yang manis, engkau yang telah menggembok hatiku dengan gembok cintamu, ku belai rambutmu yang hitam
dan harum seharum…..

Tukang Sate :
Bau sate yang sedap, ku kipas-kipas sate bakarku….
Ku buat bumbu-bumbu sate lezat dari ……

Panglima Perang :
Peluru-peluru pistolku
Ku siapkan senjata dan akan ku tembak …

Bintang Sepak Bola :


Wasit yang meniup peluit, tanda bola keluar….
Lalu ku ambil perlahan bola itu dan ku ocek-ocek…

Pujangga Cinta :
Hatimu yang berwarna, seperti pelangi di surga… Membuat aku seperti malaikat tak bersayap.
Sungguh aku mencintai….

Tukang Sate :
Kambing itu, kini sudah terbakar hangus…Kini sudah sirna dan berubah menjadi sate yang lezat selezat….

Panglima Perang :
Api yang berkobar-kobar, mayat-mayat yang bergelimbang, arena perang hancur di tengah-tengah….

Bintang Sepak Bola :


Pertandingan antar Belanda dan Jerman…Ku atur siasat dan strategi permainan. Akan ku jebol….

Pujanga Cinta :
Hatimu yang luas, seluas telaga kautsar di surga… Cantik secantik siti Fatimah yang mempesona…
Duhai malaikat hatiku akan ku berikan semua sisa…
Tukang Sate :
Asap-asap yang mengepul, namun harum. Ku tusuk-tusuk satu persatu…

Panglima Perang :
Peluru-peluru yang ku siapkan dan siap ku tembakkan. Semua pasukan tewas mengenaskan mayat-mayat itu berkata….

Tukang Sate :
Sate…….sate……..sate……..sate………satenya Bu… Satenya Pak satenya Kek satenya Nek…
Satenya de satenya mas satenya Neng satenya A’…satenya teh, beli yang banyak….
Beli 1 porsi dapat….

Bintang Sepak Bola :


Lapangan bola yang luas dan hijau…Ku dobrak gawang lawan.
Jegerrrrr……..suara…..

Pujangga Cinta :
Hatiku hancur berkping-keping tak menentu, setelah ku tahu ternyata kau tak suka padaku.
Ku ingin sekali memelukmu wahai…….

Panglima Perang ;
Mayat-mayat Prajurit perang…Berjuang patah semangat kalahkan musuhmu dengan…..

Bintang Sepak Bola :


Pluit wasit berbunyi…Tanda istirahat babak pertama tiba.
Aku haus….! Ku ambil secangkir…..

Pujangga Cinta ;
Kerinduan yang ada da dalam hatiku, ku ambil dengan sejuta kasih sayang dan segenggam….

Panglima Perang :
Granat…..! kuserang habis-habisan musuhku dengan seluruh senjataku, tak peduli mayat-mayat kini terbengkalai, yang
kadang kala mereka sering….

Bintang Sepak Bola :


Mengoper-ngoper bola dengan lincahnya.
Dan ku kuasai si kulit bundar dengan Skill ku yang membuat….

Tukang Sate :
Ku lapar….
Ku ingin segera menyantap sate-sate yang telah kusajikan dengan…..

Bintang Sepak Bola :


Kartu merah yang mengenai kawanku.
Kawanku pun keluar dari…..

Panglima Perang ;
TANK baja besar, menakutkan, penuh siksa, serasa pengap didalam…

Pujangga Cinta :
Dekapan embun…Pagi cakra langit yang begitu cerah menyambut hari bahagia menuju ke…

Panglima Perang :
Pemakaman sang Pahlawan perang, yang gugur membela Negara menumpahkan….
Tukang Sate :
Kecap pedas…..mantap…….lezat…meresap samapi ke bagian dalam daging…..

Pujangga Cinta :
Bidadari itu, seakan hati ini melepas lelah yang berlalu bila kuingat…..

Bintang Sepak Bola :


Cristian Ronaldo…Aku begitu kagum dengan cara megocek bola, semenjak ku lahir kedunia bola aku sangat
mengidolakan…..

Panglima Perang :
Jenderal Sudirman dia yang perkasa gagah, berani , juga tak gentar…….
Maju tak gentar membela yang benar, maju serentak hak kita di serang…

Pujangga Cinta :
Panah-panah yang menusuk hati dan jantung yang paling dalm sampai ke akar-akarnya,,,
Membuatku patah hati, dan ungin bunuh diri…
Aku menyadari sekarang aku tertipu.
Aku tertipu. Aku terjebak,,, dan aku terperangkap……

Panglima Perang:
Ranjau yang sekutu buat.
Berusah sekuat tenaga agar dapat keluar dari….

Tukang Sate :
Gerobak sate yang memukau, dengan kerlap-kerlip warna lampu di atasnya dengan gerobak yang bertuliskan….SATE
AYAM…..

Panglima Perang :
Ir.soekarno., dan moh.hatta.,. mereka lah sang motivator kami.
Berpidato., menghimbau seluruh.,

Bintang Sepak Bola :


Supporter yang setia mendukung dan memperi semangat para.,.

Tukang Sate :
Pembeli.,. satu persatu berdatangan dan menghabiskan semua.,.

Pujangga Cinta :
Wajah cantikmu yang mempesona, bagaikan wanita yang sakit.,. sakit., sakit., menyikasa jiwa dan meremukkan tulang
belulang.
Karena kau tlah jatuh dari atap langit sebagai bidadari surga yang turun ke bumi.,.

Bintang Sepak Bola :


Indonesia ., Indonesia., hidup sepak bola Indonesia, kau tulangku., kau darahku., kan ku bela sang garuda, yang akan ku
jadikan.,

Tukang Sate :
Sate., dan ku jual lagi di.,.

Bintang Sepak Bola :


Stadion alians di afrika.. tanah nya yang gersang, kaya akan alam.
Orang-orang nya hitam pekat yang slalu.,

Pujangga cinta :
Ku cinta sampai mati, ku genggam sampai ke bumi pelangi di hati yang tak pernah terganti, dengan wanita suci berparas
qur’ani, dan berjiwa.,.

Panglima Perang :
ABRI.. bersiap genjatan senjata. Mengakhiri perang rakyat jelata,.
Ku rampas harta meraka, beserta….

Tukang Sate :
Tusuk sate yang sudah ku bawa.
Dan tak disangka dan tak bisa di elak lagi., ternyata…
Sungguh-sungguh aku tak percaya.. aku tak percaya.. sateku habis terjual…

Bintang sepak bola :


Supporter jerman yang menjuarai Piala Eropa.
Aku bersorak kegirangan, kebahagiaan yang tak tergantikan..
Dan berakhir semua pertandingan.
puisi 3

Koruptor :
Hidupku amatlah sejahtera. Bagaimana tidak? Si rakyat jelata tidak tahu aku telah merampas hartanya. Kuhabiskan
semua uang untuk membeli…

Tukang Pecel :
Cabe-cabean. Cabe-cabean segar adalah salah satu bahan untuk membuat pecel yang enak. Cabe-cabean akan ku ulek
bersama kacang, gula merah, garam dan bahan lainnya untuk membuat bumbu pecel yang kemudian dicampur dengan
sayuran. Tak lupa, kuambil pisau untuk memotong….

Si Galau :
Hatiku. Hati ku hancur melihat kekasih yang amat ku sayang telah bersama orang lain. Apa salah ku? Hingga dia tega
meninggalkan ku demi wanita lain. Apakah aku harus….

Koruptor :
Memakan harta rakyat ku. Itulah profesi ku. Tak perlu ku susah-susah bekerja keras, tinggal ku suruh mereka untuk
membayar pajak yang tinggi lalu aku bersenang-senang. Jika ada yang mulai mencium aksiku, ku beri saja mereka
dengan…

Tukang Pecel :
Pecel ku. Ku aduk dengan sepenuh hati agar bumbu dan sayuran teraduk dengan sempurna. Ku yakin, semua orang pasti
menyukai pecel ku. Agar pecel ku disukai banyak orang, aku menggunakan resep rahasiaku yaitu ku masukan sedikit…

Si Galau :
Racun. Racun yang mematikan! Itulah kau yang sebenarnya. Kau sayangi aku dan kau ucapkan janji manismu. Kau tak
pernah tahu betapa aku larut dalam setiap kata cintamu. Setiap ku membayangkan wajahmu, selalu saja aku teringat
pada sesuatu. Karena kau mirip dengan…

Koruptor :
Uang recehan. Hahaha aku suka dengan uang recehan. Karena dengan uang itu, aku bisa mengasihi mereka-mereka
yang ku anggap tak berguna. Aku juga suka dengan uang dolar. Aku bisa gunakan uang itu untuk pergi ke luar negeri
sesuka hati, Spanyol? Turki? Amerika Serikat? Bahkan Paris? Aku bisa mengunjungi benua-benua yang aku suka. Aku tak
suka dengan orang yang suka mengatur-ngatur hidup ku. Jika ada orang yang mengatur hidup ku, aku akan….

Tukang Pecel :
Ulek-ulek dengan cobek. Setelah resep rahasiaku kumasukkan. Ku ulek bumbu dan sayuran sampai menjadi pecel yang
sedap. Aku tak ingin mengecewakan pelanggan-pelangganku. Maka pecel itu…….

Si Galau :
Ku kenang dalam duka. Kau memang amat ku cinta. Namun apalah daya kau hanya butir-butir kenangan yang melukai
hatiku begitu dalam. Aku hanya bisa….

Koruptor :
Membanting tulang. Lupakanlah, aku tak perlu bekerja keras membanting tulang. Bagiku untuk mendapatkan uang
sangatlah mudah. Cukup dengan mengkelabui petugas pajak, polisi, hakim dan oknum yang menurut ku dapat merusak
aksiku. Ku beri mereka uang receh sisa dari hura-hura ku. Jika aku bosan, uang itu akan ku….

Tukang Pecel :
Ulek sepenuh hati. Dan apabila aku melihat orang yang kelaparan, langsung saja aku buat pecel dengan jurus jituku. Lalu
pecel itu aku bagikan pada orang-orang kelaparan itu. Hah lihat saja para pejabat itu! Mereka yang harusnya paling
peduli malah berpura-pura buta dan tuli. Sedangkan mereka hanya…
Si Galau :
Bersedih dan menangis menerima kenyataan, karena kau telah menghancur leburkan perasaanku bagaikan cangkir kaca
yang dibuang lalu dilempar dan tertabrak truk hancur menjadi kepingan-kepingan yang tak berharga. Begitu tega kau…

Koruptor :
Pakai untuk shopping. Membeli barang apapun yang menurutku bagus kukenakan, berapapun harga barang itu aku pasti
sanggup untuk membelinya, karena aku memiliki triliunan uang yang bebas akan kuapakan. Uang itu….

Tukang Pecel :
Kutambahkan cabai. Cabai merah yang mahal harganya. Tau apa pemerintah tentang tukang pecel? Mereka hanya bisa
mengubah harga semau mereka. Stok pecelku berkurang karena harga cabai yang melonjak. Akhirnya aku…

Si Galau :
Selalu menangis semalaman. Mengingat pacar pertamaku pergi bersama lelaki yang punya motor. Mengingat keluargaku
yang serba kekurangan. Bapakku baru saja di-PHK, sedangkan ibuku bekerja sebagai tukang pecel yang setia kepada
langganannya. Aku geram! Berharap punya motor baru. Aku ingin bunuh….

Koruptor :
Rakyatku yang malang. Setialah kau membayar pajak. Jika telat bayar, denda pun menumpuk. Maka kayalah Aku!
bahagialah Aku! Wahai rakyatku, semoga harimu menyenangkan, hiasilah harimu dengan kepedihan. Sungguh kasihan
pada….

Tukang Pecel :
Pecel-pecelku yang malang. Karena harga cabai melonjak, harga pecel pun ikut meningkat. Kasihan pelangganku, tidak
dapat menikmati pecelku yang nikmat lagi. Kasihan sekali Aku, Bapak, juga Anak-anakku. Terlebih lagi Si Ucup minta
dibelikan motor. Motor? Beli cabai pun kewalahan Cup! Kalau begini Aku hanya bisa menyalahkan orang yang
menaikkan harga cabai. Entahlah, mungkin cabai meningkat karena pemerintah yang tidak jujur, yang suka memakan
uang rakyat, yang mampuhilangkan semua kebahagiaan para….

Si Galau :
Koruptor!! Gara-garanya Aku jadi putus cinta, keluarga pun ikut sengsara. Dasar koruptor….

Koruptor :
Dungu! Masih ada saja rakyat yang menuntut. Berani menuduhku mencuri uang rakyat. Ada-ada saja kelakuan yang sok
berkelakuan baik. Aku tak berani menuntut balik, sebab aku kasihan kepadanya, kepada mereka…..kalian juga. Aku
hanya perlu….

Tukang Pecel :
Mencuri cabai tetangga. Sesekali aku ambil cabai di belakang rumah tetangga baikku. Aku sudah tak punya cara lagi
untuk menhidupi keluargaku. Aku benci koruptor!! Aku benci….

Si Galau :
Mantan pacarku, aku sangat menyukainya!!! Aku suka……!!

Tukang Pecel :
Koruptor!!! Aku benci, sangat benci koruptor!!! Pergilah…!!!

Si Galau :
Mantan pacarku. Tunggulah sampai nanti aku kaya. Aku tetap suka padamu…!!!

Koruptor :Rakyatku yang jelata nan jelita, tetaplah menderita


puisi 4

*Tema Puisi A : Perjuangan.


*Tema Puisi B : Percintaan.
*Tema Puisi C : Kemerdekaan.

A :Seuntai sajak perjuangan buat generasiku…..

B:Seuntai sajak ASMARA buat kekasihku….

C:Seuntai sajak KEHIDUPAN TERNAK AYAMKU…

A:Pada pertengahan agustus 45,


Kami bangkit merebut Kemerdekaan….
Kami siramkan DARAH PERJUANGAN
Tapi aku masih BERBARING diatas…

B:Kekasihku…
Aku tak meyangka engkau begitu tega melakukan itu…
Kau putuskan cintaku uang suci
Ingin rasanya aku melumat kembali…….

C:Pantat ayamku….
Kini tampak membesar…
Sebentar lagi telur akan keluar lewat…

A:Celah – celah benteng perjuangan…


Akan ku hancurkan penjajah…
Aku muak , aku benci kekerasan
Dan ingin rasanya kubunuh…

C:Ayamku ………

B:Kau sia siakan cintaku….Dulu kala cinta kita bersemi….


Kau merengkuh dalam dekapanku….
Dan kini………..

A:Hanya tinggal setetes darah…


Tapi aku masih berdiri kokoh…
Kutantang seribu penjajah…
Dengan sebilah pedang pedang dikananku…
Seujung keris dikiriku….
Aku hancurkan ……………

B:Surat cinta yang kau kirim dulu….


Kini masih tersimpan dibuku diary…
Kubiarkan semua kenangan…
Tapi aku tak mampu mengeluarkan………….
C:Telur –telur ayamku…
Yang besar – besar
Sebentar lagi menetas……..Dan aku akan bayak mempunyai….
A:Mayat –mayat yang terbujur kaku…
Dengan penuh luka didada…
Kalau maut mengancamku Aku takan berpaling dari……….

B:Matamu…
Yang besar bagai bola bekel…
Tapi kini hanya tinggal…………

C:Bulu ayamku…
Tumbuh satu persatu Kini kulihat membesar…
Oh …..betapa bahagia hatiku…
Ayamku …………

A:Kubunuh kau … kau penghianat….


Aku pimpin laskar perjuangan Takan gentar oleh seribu…….

B:Bayangan cintamu yang biru…


Dan kini kau berpaling dari………

C:Kotoran ayamku…
Yang menyebarkan aroma jingga….
Aku peternak ayam setiap hari kujual ayamku di…….

A:Medan perang …
Darah membasahi bumi pertiwi…
Tempat Pahlawan membela negerinya….
Demi kemerdekaan ……..

B:Cintaku Pada seorang yang bergayut dihatiku…


Tapi kandas ditengah jalan…
Hingga terbayang …………..

C:Tai ayamku…
Keras seperti…….

A:Dada ku Kau tusuk..


Walau maut akan …..

B:Mencari cintaku….
Dulu begitu pasrah dalam rengkuhanku
Kau hanya mendekap…..

C:Ayamku …..Begitu besar jasamu padaku…


Kau merubah hidupku dari kemiskinan menjadi…

A:Keberingasan….Dalam membunuh musuh…


Aku berteriak lantang dengan menggenggam ………

B:Sepucuk surat cinta…


Kini hanya kenangan…
Aku tak mudah melupakan kala kita sama-sama………..

C:Bertelur Ayamku kini bertelur lagi


Kuperhatikan telurmu keluar dari…….

A:Moncong senapan musuh…


Dan kulihat panser musuh….
Yang mulai mengeluarkan …………..

B:Janji tuk sehidup semati… Bulan bintang menjadi saksi cinta kita…
Kasih kala ku menatap mu….
Daku teringat…

C:Pantat ayamku….
Akankah kau mengeluarkan……

A:Aku… Berdiri diantara erangan dan rintihan…


Kudengar diantara….

B:Kidung asmara…
Gamelan cinta bertalu talu…
Diantara dua hati menyatu..
Kasih.., kau hanya memberikan sebagian ….

C
Telur-telurmu…
Satu demi satu dan….

A:Meledak ……
Dorrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!
Tapi aku masih berdiri menantang Kugenggam bambu runcing bertahta merah putih….
Aku bermandikan darah perjuangan….
Namun aku tak menyangka…

B:Kau jual murah cintamu…


Lalu kau berpaling dariku Kau anggap hina diriku…
Walau diriku tak mapu…..

C:Beranak lagi…
Sudah sekian lama telurmu menetas lagi…
Ayamku aku harap kau………….

A:Kenang kenanglah kami …..Yang tinggal tulang diperut bumi…


Kami berbaring diantara…..

B:Cinta dan dusta…


Berbaur jadi Satu..
Kurelakan kau pergi dariku…
Dan aku hanya berkata…..
C:Ayamku…
Bertelur lagi buatku…
Semakin bayak telurmu…
Hatiku semakin senang…
Karena hanya engkau yang mampu…….

A:Membunuh musuh musuhku Sambil memegang ujung tombak…


Aku berteriak……

B:Sayang………
Biar kau baca puisi puisiku…
Sekalipun cinta kita telah……..

C:Kujual dipasar… Dan kini tinggal ayamku yang masih kecil…


Bermain dengan lucunya….
Betapa senang hatiku melihat…..

A:Darah yang berceceran…


Kubiarkan merah putih menjulang, diangkasa…
Pertanda perjuangan mencapai puncak…..

B:Asmaraku…
Dulu tumbuh bersemi..
Kini layu ditrpa panas cintamu
Kasih…, kudo’akan kamu…..

C:Dimakan ayam…Hinga kini tumbuh membesar dan menjadi…..

A:Pahlawan, dalam berjuang demi bangsanya…


Sungguh besar jasamu…ooooohh………

B:Kekasihku Biar aku sendiri menatap masa depan untuk…

C:Bertelur sebanyak mungkin…


Hingga kau banyak mempunyai….

A:Pejuang kemerdekaan tanah air kita….


Dan aku harus berhasil jadi salah satu orang yang….

B:Berhasil dalam bercinta…


Tapi kau selalu menghindar bila kutatap wajahmu….
Dan kau selalu….

C:Menyodorkan pantatmu…
Yang siap bertelur….
Kau sibuk mencari tempat untuk …………..

A:Membunuh musuh…
Aku pertaruhkan nyawaku….
Karena aku pahlawan…..
B:Yang menderita karena …
Cinta Kasih ….,sebagai tanda perpisahan
Ingin rasanya…
Aku memandangmu dalam dalam,
dan……………

C:Kukeluarkan telur telurmu …


Aku sangat bahagia walau hanya sekejap melihatnya…
Ingin rasanya telur itu…………….

A:Kutusuk dengan sebilah pedang…


Sambil aku berteriak ………………

B:Cintaku kandas ditengah jalan…. Hingga akhirnya…………

C:Dierami oleh induknya…


Ooooooooohhhh ….,ayamku….seandainya……..

B:CINTA DITOLAK DUKUN


BERTINDAK………..

A:TIDAAAAAAAKKKK………..TIIIIIIDAKKKKKK
Itu Tidak Mungkin… . Biar kau pergi bersama yang lain Aku akan BERKATA

A,B dan C :
MERDEKA………………!!!!!!!!!!!