Anda di halaman 1dari 14

ANGGARAN DASAR (AD)

KELOMPOK TANI KELUARGA MANDIRI

BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN LINGKUP KERJA
Pasal 1
(1) Kelompok Tani ini bernama Keluarga Mandiri.
(2) Kelompok Tani Keluarga Mandiri berkedudukan di Dusun III Srimulyo Desa
Telogorejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Propinsi
Lampung.
(3) Dibentuk pada tanggal ........................................
(4) Wilayah kerja Kelompok Tani Keluarga Mandiri melingkupi Desa Telogorejo
Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur dan sekitarnya.

BAB II
AZAS, TUJUAN DAN SIFAT
Pasal 2
(1) Kelompok Tani Keluarga Mandiri berazaskan Pancasila.
(2) Kelompok Tani Keluarga Mandiri mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anggota.
b. Menciptakan sumber pembiayaan serta penyediaan modal bagi anggota.
c. Meningkatkan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan usaha-
usaha lainnya agar tumbuh produktif bagi anggota.
(3) Kelompok Tani Keluarga Mandiri bersifat kekeluargaan, sosial dan profit.

BAB III
USAHA
Pasal 3
Untuk mencapai tujuan pada Pasal 2 diatas, Kelompok tani Keluarga mandiri
menyelenggaran usaha-usaha sebagai berikut :
(1) Mengusahakan penggalangan modal dana yang berasal dari simpanan
anggota dan usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan tujuan
Kelompok Tani Keluarga Mandiri.
(2) Mengadakan pelayanan pembiayaan kepada anggota untuk kegiatan-
kegiatan produktif melalui pelayanan yang layak serta tepat sasaran.
(3) Menjalin kerjasama atau kemitraan dengan pihak ketiga.
(4) Usaha-usaha lain yang sah dan bermanfaat bagi anggota serta tidak
bertentangan dengan maksud dan tujuan kelompok tani.
BAB IV
K EAN G G O TAAN
Pasal 4
Yang dapat diterima menjadi anggota Kelompok Tani Keluarga Mandiri adalah :
(1) Penduduk desa dan kecamatan tersebut diatas yang dibuktikan dengan
identitas KTP dan tercatat sebagai anggota Kelompok Tani Keluarga Mandiri.
(2) Bersedia mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)
serta Keputusan Rapat Anggota Kelompok Tani Keluarga Mandiri.
(3) Menyetor Simpanan Pokok dan Iuran Wajib yang besarnya telah disepakati
bersama.
(4) Simpanan Pokok dan Iuran Wajib diatas terhitung sejak mulai terdaftar
sebagai anggota.
(5) Apabila di kemudian hari ada anggota baru yang bergabung maka untuk
Simpanan Pokok dan Iuran Wajib akan disesuaikan dengan anggota
terdahulu.
(6) Anggota yang telah mengundurkan diri masih bisa bergabung kembali
menjadi anggota melalui musyawarah dan kesepakatan pengurus serta
anggota kelompok.
(7) Anggota yang mengundurkan diri berhak menerima simpanan pokok atau
asetnya di dalam kelompok.
(8) Anggota yang suidah dikeluarkan dari keanggotaan dikarenakan
pelanggaran-pelanggaran atau tidak taat terhadap Anggaran Dasar
kelompok tani serta keputusan yang diambil bersama, maka hanya berhak
menerima akumulasi ari simpanan pokok dan bentuk simpanan lainnya
yang bersifat aset individu miliknya, tanpa berhak menerima perkembangan
aset kelompok/tidak mendapatkan keuntungan apapun dari pengelolaan
aset kelompok tani.
(9) Anggota yag sudah dikeluarkan tidak dapat diterima kembali menjadi
anggota kelompok tani.

Pasal 5
(1) Keanggotaan kelompok tani berlaku setelah tercatat dalam buku daftar
anggota.

BAB V
KEPENGURUSAN
Pasal 6
(1) Pengurus dalam Kelompok Tani keluarga Mandiri dipilih melalui jalan
musyawarah yang demokratis yang melibatkan seluruh anggota kelompok
tani.
(2) Adapaun komposisi pengurus Kelompok Tani Keluarga Mandiri yaitu :
a. Ketua
b. Sekretaris
c. Bendahara
d. Seksi-seksi
- Seksi Humas
- Seksi Permodalan
- Seksi Peternakan
- Seksi Perikanan
- Seksi Perkebunan
- Seksi Dokumentasi dan Sosial Media
(3) Persyaratan untuk dapat dipilih sebagai pengurus adalah :
a. Jujur dan berkepribadian baik.
b. Aktif, terampil, mampu bersosialisasi serta komunikatif.
c. Mempunyai jiwa pemimpin serta mampu mengorganisasi kelompok.
d. Penduduk desa dan kecamatan tersebut di atas dan tercatat sebagai
anggota kelompok tani.
e. Bersedia mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Kelompok Tani Keluarga Mandiri.

Pasal 7
(1) Adapun wewenang, tugas dan tanggung jawab pengurus adalah :
a. Memimpin jalannya roda kelompok tani.
b. Berinisiatif atas ide dan gagasan-gagasan untuk kemajuan kelompok
tani.
c. Mengorganisir serta selalu mengontrol problematika kelompok tani.
(2) Secara khusus tugas dan kewajiban ketua adalah :
a. Memimpin segala kegiatan kelompok tani.
b. Memaparkan rencana-rencana atau program terhadap kelompok tani.
c. Mengontrol serta mengevaluasi kegiatan serta program kelompok tani.
d. Mempresentasikan atas kegiatan administrasi keuangan secara
transparan kepada kelompok.
(3) Secara khusus tugas dan kewajiban sekretaris adalah :
a. Mencatat secara detiail atas semua kegiatan kelompok tani.
b. Mengadakan pembukuan, tertib administrasi keluangan kelompok tani.
c. Membuat laporan kegiatan dan kondisi keuangan secara transparan
keada kelompok tani.
(4) Secara khusus tugas dan kewajiban bendahara adalah :
a. Menyimpan atas keuangan kelompok tani.
b. Melayani pendistribusian keuangan kepada anggota.
c. Mencatat keluar masuknya dana keuangan atau sirkulai keuangan
secara global.
(5) Secara khusus tugas dan kewajiban kordinator seksi adalah :
a. Seksi Humas
- Internal : menginformasikan dan mengkomunikasikan kegiatan
kepada anggota kelompok tani.
- Eksternal : menjalin komunikasi kepada pihak di luar kelompok tani.
b. Seksi Permodalan, Seksi Peternakan, Seksi Perikanan, Seksi
Perkebunan serta Seksi Dokumentasi dan Media Sosial secara khusus
tugas dan kewajibannya adalah merencanakan program kerja sesuai
dengan bidangnya serta dikonsultasikan dengan ketua dan seluruh
anggota kelompok tani.
(6) Di atara pengurus agar senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama.

Pasal 8
(1) Pengurus memiliki masa bakti selama 5 (lima) tahun terhitung sejak
ditetapkannya dalam berita acara.
(2) Setelah habis masa bakti pengurus, mawa wajib diadakan lagi pemilihan
kepengurusan baru melalui musyawarah seluruh anggota.
(3) Untuk pengurus yang habis masa bakti bisa dipilih kembali.
(4) Apabila salah satu pengurus atau lebih karena suatu hal tidak bisa
melanjutkan tugas dan kewajibannya maka selambat-lambatnya dalam
waktu 1 (satu) bulan harus dipilih penggantinya melalui mekanisme
musyawarah anggota kelompok tani.

BAB VI
AD MI NI S TRAS I
Pasal 9
(1) Diadakannya pembukuan dalam organisasi kelompok tani.
(2) Tahun buku kelompok tani dimulai sejak tanggal 1 Januari sampai dengan
tanggal 31 Desember.

BAB VII
PERTEMUAN ANGGOTA, RAPAT PENGURUS DAN RAPAT ANGGOTA
Pasal 10
(1) Rapat Anggota diadakan setiap bulan sekali, waktu dan tempat disesuaikan
menurut kesepakatan anggota kelompok tani.
(2) Rapat Pengurus diadakan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi kelompok
tani.
(3) Rapat Anggota diadakan satu tahun sekali pada akhir tahun, atau bisa lebih
dari satu kali jika diperlukan.
(4) Pertemuan Anggota, Rapat Pengurus dan Rapat Anggota tidak bisa
diwakilkan, jika berhalangan hadir harus dikonfirmasikan kepada pengurus.
BAB XI
PE RATURAN
Pasal 11
(1) Selain Angaran Dasar Kelompok Tani, untuk mengatur jalannya kelompok
tani maka perlu adanya peraturan tambahan.
(2) Peraturan bisa ditetapkan bersama melalui musyawarah bersama.
(3) Peraturan bisa dirubah setiap saat jika dianggap perlu melalui jalan
musyawarah bersama.

BAB XII
PENUTUP
Pasal 12
Anggaran Dasar (AD) ini berlaku sejak ditetapkan, semoga bermanfaat terhadap
kemajuan dan perkembangan Kelompok Tani Keluarga Mandiri dan warga
sekitarnya.

Ditetapkan di : Telogorejo
Pada tanggal : ................................

Ketua Kelompok Sekretaris Kelompok

_____________ _____________
ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
KELOMPOK TANI KELUARGA MANDIRI

BAB I
PRINSIP ORGANISASI
Pasal 1
Sebagai suatu organisasi Kelompok Tani yang bergerak di bidang pertanian,
perikanan, peternakan dan perkebunan dibentuk atas kesadaran, keinginan dan
i’tikad dari para petani, peternak dan pekebun yang bertempat di Dusun
Srimulyo Desa Telogorejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.
Selaku Kelompok Tani selalu berusaha meningkatkan mutu dan hasil petanian
dengan teknologi-teknologi yang diberikan dan dibina oleh pemerintah. Secara
aktif berpartisipasi turut membantu usaha pemerintah dalam melaksanakan
pembangunan di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan.
Sebagai kelompok tani mempunyai Badan Pengurus yang mengerti dan
bertangung jawab serta senantiasa dapat bekerja sama dengan pemerintah
guna memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara.

BAB II
KEANGGOTAAN
Pasal 2
Anggota kelompok tani merupakan petani yang sedang melakukan kegiatan
usaha tani di wilayah kelompok, yang bersedia bergabung secara sukarela
tanpa adanya unsur paksaan serta mematuhi AD/ART kelompok tani.

Pasal 3
Anggota kelompok tani harus memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya
sebagai berikut :
1. Warga Negara Indonesia yang mampu melakukan perbuatan hukum.
2. Memiliki kesamaan kepentingan sebagai seorang petani.
3. Memiliki lahan pertanian yang sedang diusahakan diwilayah kelompok tani.
4. Sanggup melaksanakan dan mentaati ketentuan yang telah ditetapkan oleh
Kelompok Tani.
5. Sanggup membayar lunas simpanan pokok dan simpanan wajib serta iuran
kas yang besarnya ditetapkan dalam musyawarah kelompok.

Pasal 4
Keanggotaan Kelompok tani harus tercatat dalam daftar buku keanggotaan

BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
Pasal 5
Anggota kelompok tani mempunyai kewajiban :
(1) Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART)
(2) Berpartisipasi dalam kegiatan usaha kelompok.
(3) Mengembangkan dan memelihara kebersamaan dalam pelaksanaan
organisasi dan usaha kelompok tani berdasarkan azas kekeluargaan.
(4) Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib.

Pasal 6
Anggota Kelompok Tani mempuyai hak :
(1) Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat
anggota.
(2) Memilih dan atau dipilih menjadi pengurus Kelompok Tani Keluarga Mandiri.
(3) Meminta rapat anggota bila diperlukan.
(4) Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat, baik
diminta maupun tidak.
(5) Mendapat pelayanan yang sama dengan anggota lain.
(6) Mendapat keterangan mengenai perkembangan Kelompok Tani Keluarga
Mandiri menurut ketentuan yang berlaku.
(7) Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha Kelompok Tani
Keluarga Mandiri menurut ketentuan yang berlaku.

Pasal 7
Berakhirnya keanggotaan kelompok tani :
(1) Meninggal dunia.
(2) Mundur atas permintaan sendiri.
(3) Tidak melakukan kegiatan usaha tani di hamparan kelompok tani.
(4) Diberhentikan oleh pengurus, karena :
a. Melanggar ketentuan atau menyimpang dari ketentuan yang telah
disepakati dalam rapat anggota.
b. Tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota, seperti :
 Tidak membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan iuran kas.
 Tidak menghadiri rapat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa
pemberitahuan resmi.
c. Melanggar perundang-undangan dan keputusan rapat anggota.
d. Melakukan tindak pidana.
e. Mencemarkan nama baik kelompok tani, pengurus, anggota dan PPL.
Pasal 8
Anggota berhenti berdasarkan alasan sebagaimana yang termaktub dalam
pasal 7 Bab III dicoret dari buku daftar anggota dan keanggotaannya dihapus
sejak tanggal pencoretan.

Pasal 9
Anggota yang berhenti wajib segera menyelesaikan hutang-piutangnya dan
tidak dibenarkan lagi hadir atau memberikan suara dalam rapat anggota.

BAB IV
RAPAT ANGGOTA
Pasal 10
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam kelompok tani

Pasal 11
Dalam rapat anggota, tiap anggota mempunyai hak suara yang sama yaitu, satu
anggota satu suara.

Pasal 12
Rapat anggota di adakan sekurang-kurangnya 1 (satu ) kali dalam setahun dan
setiap waktu juga dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu.

Pasal 13
Syahnya rapat anggota dan syahnya keputusan rapat anggota ditentukan oleh
quorum yang ditentukan oleh rapat anggota yang dihadiri minimal dua per tiga
dari anggota yang hadir.

Pasal 14
Dalam hal rapat anggota tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi
quorum yang ditetapkan maka dapat ditetapkan bahwa rapat anggota tersebut
ditunda dengan batas waktu penundaan tersebut dapat ditetapkan sendiri oleh
rapat anggota.

Pasal 15
Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai
mufakat. Dan untuk mencapai kata mufakat maka keputusan diambil
berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.

BAB V
TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN DAN RAPAT ANGGOTA LUARA BIASA
Pasal 16
Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota tahunan antara lain menetapkan :
(1) Rencana kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja serta
pengesahan laporan keuangan.
(2) Kewenangan pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam
pelaksanaan tugasnya.

Pasal 17
Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota luar biasa :
(1) Kewenangan untuk menetapkan pinjaman kredit yang melebihi kewenangan
yang telah diputuskan rapat anggota sebelumnya.
(2) Menetapkan perluasan usaha.
(3) Memberi penyuluhan terkait masalah pertanian.
(4) Memberhentikan sementara pengurus dan atau anggota atas tindakan yang
menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) atau
keputusan rapat anggota dan sekaligus mengangkat caretaker atau
pengganti sementara pengurus.

BAB VI
PENGATURAN RAPAT ANGGOTA
Pasal 18
Dalam pengaturan rapat anggota perlu diatur ketentuan mengenai :
(1) Undangan Rapat
(2) Acara Rapat
(3) Waktu Rapat
(4) Notulen Rapat

Pasal 19
Semua keputusan rapat anggota harus dibuat dalam berita acara rapat anggota
dan disyahkan oleh rapat anggota.

Pasal 20
Untuk undangan dan kehadiran anggota dalam rapat anggota harus tertulis.

BAB VII
KEUANGAN ORGANISASI
Pasal 21
Keuangan organisasi kelompok tani bersumber dari simpanan pokok anggota,
sumbangan lain yang syah, dan usaha kelompok tani yang syah yang tidak
bertentangan dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia.
(1) Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp.50.000.-/
orang.
(2) Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan wajib sebesar Rp. 10.000.-/
orang/bulan.
(3) Pembayaran simpanan pokok selambat – lambatnya 10 ( sepuluh )
hari setelah yang bersangkutan diterima menjadi anggota kelompok.

BAB VIII
WAKTU
Pasal 22
Kelompok tani ini berlaku dan berjalan sejak tanggal berdiri Kelompok Tani
Keluarga Mandiri sampai dengan batas waktu yang tidak ditetapkan.

BAB IX
PENGELUARAN DAN KENDALI KEUANGAN
Pasal 23
(1) Pengeluaran Kelompok terdiri dari pengeluaran Rutin dan Insidental.
(2) Pengeluaran rutin per tahun adalah pengeluaran yang dilakukan untuk
pengurus sebagai jerih payah sebesar 40 persen dari saldo kas terakhir.
Dari 40 persen tersebut 80 persennya di bagi rata pengurus dan 20
persennya dibagi lagi kepada pengurus harian sebagai tunjangan jabatan.
(3) Pengeluaran insidental adalah pengeluaran sejumlah kecil uang dan
pengeluaran sejumlah besar uang.
(4) Besarnya pengeluaran insidental ditentukan menurut perkembangan dan
diputuskan dalam rapat pengurus.

BAB X
SISA HASIL USAHA
Pasal 24
Sisa hasil usaha yang diperoleh dari Kelompok dibagi sebagai berikut:
(1) 40 % untuk dana pengurus
(2) 5 % untuk dana sosial
(3) 15 % untuk dana pembangunan
(4) 40 % untuk kelangsungan kelompok.

BAB XI
SANKSI
Pasal 25
Sanksi organisasi kelompok tani diperlukan untuk menegakkan disiplin
organisasi dan menjamin kepastian pelaksanaan organisasi kelompok tani.
Adapun sanksi yang diberlakukan dalam Kelompok Keluarga Mandiri adalah
sebagai berikut :
(1) Pencemaran nama baik kelompok tani, pengurus anggota dan PPL dan atau
kelompok tani lain akan diberhentikan setelah diberi peringatan 3 (tiga) kali.
(2) Tidak merawat atau memelihara tanaman atau ternak akan dikenakan
sanksi tidak mendapat pelayananan dari kelompok selama 1 (satu ) tahun
setelah diberi peringatan 3 (tiga)kali .
(3) Mencuri hasil tani anggota lainnya akan dkenakan sanksi dikeluarkan dari
keanggotaan.
(4) Mencuri alat pertanian orang lain atau sesama anggota akan dikenakan
sanksi dikeluarkan dari keanggotaan setelah di beri peringatan 3 (tiga) kali
untuk mengganti.
(5) Tidak membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan iuran kas akan diberi
peringatan selama 3 (tiga) kali tidak akan mendapatkan pelayanan apapun
dari kelompok tani dan akan dikeluarkan dari keanggotaan kelompok.

BAB XII
BADAN PENGURUS
Pasal 26
Pengurus mempunyai kedudukan yang strategis dalam manajemen kelompok
tani. Dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi dan usaha
kelompok tani sesuai dengan mandat yang diberikan oleh rapat anggota.

Pasal 27
Pengurus kelompok diusulkan dan dipilih oleh anggota serta diangkat atau
disahkan oleh pengurus dalam sebuah rapat anggota.

Pasal 28
Pengurus Kelompok dipilih untuk masa jabatan 3 tahun.

Pasal 29
Rapat pengurus dapat memberhentikan pengurus setiap waktu bila terbukti
(1) Menyalah gunakan wewenang
(2) Melakukan kecurangan yang merugikan kelompok
(3) Tidak mentaati AD dan ART kelompok

Pasal 30
Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk
masa jabatan berikutnya.

Pasal 31
Apabila seorang Pengurus mengundurkan diri sebelum masa jabatannya
berakhir maka Pengurus Kelompok harus menginformasikan kepada
setiapPetani Maju untuk dimintai usulan nama yang pantas menggantikan,dan
untuk selanjutnya oleh Petani Maju disampaikan kepada Pengurus dalam rapat
pengurus.
BAB XIII
PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BADAN PENGURUS
Pasal 32
Untuk mengelola Kelompok Tani Keluarga Mandiri,dibentuk pengurus yang
terdiri dari :
(1) Seorang penanggung jawab
(2) Seorang ketua dan Seorang wakil ketua
(3) Dua orang sekretaris
(4) Dua orang bendahara
(5) 13 orang sebagai Petani Maju
(6) 2 orang sebagai Badan Pemeriksa

BAB XIV
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS
Pasal 33
(1) Tugas Penanggung Jawab
a. Memberikan saran-saran demi perbaikan kelompok baik ditanya maupun
tidak.
b. Setiap saat pelindung dapat memeriksa hal-hal yang menyangkut
administrasi,keuangan, dan lain-lain, yang memang diperlukan untuk
memberikan masukan yang harapannya akan menjadi baik.
(2) Tugas Ketua dan Wakil Ketua
a. Bertanggung Jawab terhadap jalannya Kelompok Tani, baik langsung
atau tidak langsung.
b. Membagi tugas-tugas kepada pengurus.
c. Membuat laporan kelompok tani setiap akhir tahun, yang disampaikan
dalam rapat pengurus akhir tahun.
d. Berkonsultasi dengan Pelindung dan pihak atau institusi lain yang
dianggap perlu untuk kemajuan Kelompok Tani.
(3) Tugas Sekretaris
a. Membuat undangan dan daftar hadir rapat.
b. Catatan/notulen rapat
c. Mengarsipkan segala surat menyurat termasuk nomor surat, tanggal
surat masuk/keluar, dan hal surat.
d. Bersama-sama Ketua membina hubungan baik dengan instansi yang
terkait.
(4) Tugas Bendahara
a. Melakukan pembukuan dengan tata cara pembukuan yang baik.
b. Membuat laporan secara periodik tentang keadaan keuangan kelompok.
(5) Tugas Petani Maju
a. Menampung aspirasi anggotanya
b. Menyiapkan laporan data-data yang diperlukan kepada Pengurus Harian
c. Petani maju bertanggung jawab langsung kepada Ketua Kelompok
BAB XV
TUGAS BADAN PENGURUS
Pasal 34
Tugas dan tanggung jawab Badan Pengurus adalah :
(1) Mengelola organisasi kelompok tani dan usahanya.
(2) Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan anggaran
pendapatan dan belanja kelompok tani.
(3) Menyelenggarakan rapat anggota.
(4) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan
tugas.
(5) Melaksanakan administrasi organisasi kelompok tani dan usaha serta buku
daftar anggota dan buku daftar pengurus.

BAB XVI
WEWENANG BADAN PENGURUS
Pasal 35
Wewenang pengurus antara lain :
(1) Mewakil kelompok tani di dalam dan diluar
(2) Memutuskan penerimaaan dan penolakan anggota baru serta
pemberhentian anggota.
(3) Melakukan kegiatan usaha dalam upaya peningkatan dan pemanfaatan
kelompok tani sesuai dengan tanggung jawabnya berdasarkan keputusan
rapat anggota.

BAB XVII
RAPAT BADAN PENGURUS
Pasal 36
Badan Pengurus mengadaan rapat setiap 40 hari sekali yaitu setiap malam rabu
pahing, dan setiap waktu dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu oleh
ketua atau sekurang-kurangnya 2 ( dua )orang badan pengurus.

Pasal 37
Dalam semua rapat ketua yang memegang pimpinan, jikalau ketua tidak hadir,
rapat dapat dipimpin oleh Badan Pengurus yang lain yang dipilih diantara yang
hadir.

Pasal 38
Kecuali jika ditentukan yang berlainan maka untuk mengambil suatu keputusan
yang syah, rapat Badan Pengurus harus di hadiri oleh sekurang-kurangnya dua
per tiga dari jumlah badan pengurus.
Pasal 39
Jika jumlah suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang atau sama
banyak, maka pemungutan suara dilakukan untuk kedua kalinya, dan jika
hasilnya tetap sama maka pimpinan rapatlah yang berhak memutuskan suatu
hal atau usul – usul dan keputusan itu dianggap sah.

BAB XVIII
BADAN PEMERIKSA
Pasal 40
(1) Badan pemeriksa terdiri dari 2 orang.
(2) Yang dapat dipilih menjadi anggota Badan Pemeriksa adalah mereka yang
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Memiliki sifat-sifat kejujuran
b. Mengetahui seluk beluk administrasi dan keuangan.

BAB XIX
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 41
(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan
diatur kemudian dengan peraturan tersendiri.
(2) Anggaran Rumah Tangga ini telah disetujui dan disyahkan dan dikukuhkan
oleh peserta musyawarah Kelompok Tani Keluarga Mandiri di Dusun
Srimulyo Desa Telogorejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung
Timur pada Tanggal 22 Februari 2006.
(3) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Telogorejo
Pada tanggal : 22 Februari 2006

Pengurus Kelompok Tani Keluarga Mandiri


Sekretaris Ketua

SARMAN SUTOMO WIDODO

Mengetahui
Kepala Desa Telogorejo Ketua Gapoktan PPL Desa Telogorejo

MISWANTO SUHADI YESI