Anda di halaman 1dari 3

TRIAGE DAN ASESMEN AWAL MEDIS PASIEN INSTALASI

GAWAT DARURAT

No.Dokumen No.Revisi Halaman


005/AP/YanMed/I/2018 01 1/3

Ditetapkan
Standar Prosedur Tanggal Terbit Direktur,
Operasional (SPO) 17 Desember 2018
dr. Suharno, MARS
Pengertian Asesmen awal medis pasien gawat darurat adalah penilaian awal pasien
gawat darurat yang disimpulkan dari sekumpulan data yang diperoleh dari
hasil pemeriksaan klinis awal pasien yang dilakukan oleh tenaga medis
yang berwenang dan kompeten.
Pasien gawat darurat adalah pasien yang datang ke rumah sakit dan butuh
penanganan segera di instalasi gawat darurat.
Tujuan Mengidentifikasi kebutuhan pelayanan awal medis pasien gawat darurat.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Prikasih Nomor: 0151/Per-Dir/MAP-
RSPr/XII/2015 Tentang Kebijakan Pelayanan Asesmen Pasien di Rumah
Sakit Prikasih.
Prosedur Pasien yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilakukan triage
untuk menentukan kategori kegawatdaruratan pasien, yang akan
menentukan tenggang waktu maksimal dilakukannya penanganan
terhadap pasien. Setelah dilakukan triage, barulah dilakukan asesmen
awal pasien.

Penanggung Jawab Pelaksanaan


Asesmen awal medis diisi oleh dokter yang menangani

Tenggang Waktu

DILARANG KERAS MEMPERBANYAK DOKUMEN INI


TANPA SEIZIN PIHAK MANAJEMEN RUMAH SAKIT PRIKASIH
TRIAGE DAN ASESMEN AWAL MEDIS PASIEN INSTALASI
GAWAT DARURAT

No.Dokumen No.Revisi Halaman


005/AP/YanMed/I/2018 01 2/3

Pengisian asesmen awal IGD harus sudah selesai dilakukan dalam waktu
maksimal 2 jam berdasarkan triagenya.

Asesmen Awal Medis Pasien Gawat Darurat


1. Keluhan Utama: merupakan keluhan yang membawa pasien datang
ke IGD.
2. Riwayat Penyakit Sekarang: merupakan penjabaran dari keluhan
utama pasien, keluhan-keluhan lain yang menyertai, serta
perjalanan penyakit pasien yang dirasakan saat ini.
3. Riwayat Penyakit Dahulu: meliputi penyakit yang pernah diderita
pasien (terutama penyakit kronis dengan pengobatan rutin), yang
dapat mempengaruhi penegakan diagnosis dan pemberian terapi
terhadap pasien.
4. Pemeriksaan Fisik: merupakan hasil dari pemeriksaan fisik head-
to-toe yang dilakukan terhadap pasien.
5. Pemeriksaan Penunjang: meliputi hasil pemeriksaan penunjang
(apabila ada) yang dilakukan terhadap pasien, termasuk hasil
darah, rontgen, EKG.
6. Diagnosis Kerja: merupakan diagnosa yang ditegakkan oleh dokter
yang memeriksa, berdasarkan analisa dari hasil anamnesa,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan
kepada pasien. Disertakan juga diagnosis diferensial apabila ada.
7. Tata Laksana Gawat Darurat: merupakan segala intervensi yang
dilakukan terhadap pasien meliputi obat-obatan dan tindakan,
sebagai bentuk penanganan awal di IGD.
8. Ringkasan Pasien IGD: merangkum kondisi pasien sebelum dan
sesudah intervensi dilakukan (apabila ada), yang kemudian
menentukan tindakan selanjutnya terhadap pasien. Dokter
pemeriksa kemudian membubuhkan tandatangan dan nama pada
bagian kanan bawah kolom.
9. Tindakan Selanjutnya: diisi dengan memberi tanda centang (v)
atau silang (x) pada pilihan yang tersedia yaitu pulang atas izin
dr/permintaan sendiri, rawat inap, konsul poli spesialis,

DILARANG KERAS MEMPERBANYAK DOKUMEN INI


TANPA SEIZIN PIHAK MANAJEMEN RUMAH SAKIT PRIKASIH
TRIAGE DAN ASESMEN AWAL MEDIS PASIEN INSTALASI
GAWAT DARURAT

No.Dokumen No.Revisi Halaman


005/AP/YanMed/I/2018 01 3/3

meninggal, maupun dirujuk.


10. Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP): diisi dengan nama
dokter spesialis yang merawat pasien, apabila pasien dirawat inap
setelah penanganan di IGD.
11. Rencana Tatalaksana Medis dan Terapi: merupakan instruksi yang
diberikan oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP) terhadap
pasien yang dirawat inap, setelah dikonsultasikan oleh dokter jaga
IGD. Dokter jaga IGD kemudian membubuhkan tanda tangan serta
tanggal dan jam diterimanya instruksi pada cap verifikasi, yang
kemudian akan di tandatangani oleh DPJP pada saat visit sebagai
bukti verifikasi terhadap instruksi yang diberikan.
12. EWS: merupakan early warning score. Diisi oleh dokter pemeriksa
untuk menentukan frekuensi monitoring yang perlu dilakukan
terhadap pasien di ruang rawat inap. Skor ini kemudian
disampaikan kepada perawat IGD untuk kemudian dioperkan
kepada perawat ruangan tempat pasien dirawat.

Unit Terkait Instalasi Gawat Darurat

DILARANG KERAS MEMPERBANYAK DOKUMEN INI


TANPA SEIZIN PIHAK MANAJEMEN RUMAH SAKIT PRIKASIH