Anda di halaman 1dari 6

PENGALAMAN PENDERITA HIPERTENSI GRADE 2 DI WILAYAH

PUSKESMAS PARONGPONG RW 08 DESA TUGU CIHANJUANG


RAHAYU KABUPATEN BANDUNG BARAT

Adventy Berlianty Putry Leokuna


Universitas Advent Indonesia

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab
kematian terbanyak di Indonesia. Hipertensi adalah suatu gangguan pada dinding
pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawah oleh
darah terhambat sampai ke jaringan yang membutuhkan. Hipertensi grade 2 sendiri
ialah peningkatan tekanan darah sitemik, dengan tekanan sistolik 160-179 MmHg dan
tekanan diastolik 100-109 MmHg hasil ini didapat dari beberapa kali pemeriksaan dan
dalam kadaaan tenang (Deni, Nursiswati dan Rosyidah, 2017).
Tingginya angka Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor permasalahan
yang sering muncul pada pasien Hipertensi yaitu sebagian besar penderita Hipertensi
tidak mengkonsumsi obat Hipertensi secara rutin alasan karena cemas pada efek
samping obat Hipertensi, penderita Hipertensi juga kurang mendapatkan dukungan
sosial dari lingkungan sekitarnya, kurang menjaga pola makan dengan baik selama
menderita Hipertensi dan masih mengikuti nafsu makannya sendiri (Shima, Farizah
dan Majid, 2014).
Dalam menjalani hidup sebagai penderita Hipertensi grade 2 setiap individu
memiliki pengalaman yang berbeda-beda misalnya, pengalaman tidak bisa memenuhi
kebutuhannya sendiri dan membutuhkan pertolongan dari keluarga.
Melihat tingginya angka kejadian Hipertensi dan mengingat komplikasi yang
dapat ditimbulkan serta pengalaman-pengalaman yang sangat mempengaruhi fungsi
fisiologis, konsep diri, peran dan interdependent. Maka peneliti ingin mengetahui lebih
dalam pengalaman penderita Hipertensi ini melalui penelitian yang berjudul
“PENGALAMAN PENDERITA HIPERTENSI GRADE 2 DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT.”
2. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka identifikasi masalah
dalam penelitian ini dijabarkan dalam beberapa submasalah sebagai berikut.
1) Bagaimana gambaran pengalaman penderita Hipertensi grade 2 di desa Tugu Rw
08 Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat?
2) Apa karakteristik penting yang dialami oleh penderita Hipertensi grade 2 di desa
Tugu Rw 08 Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat?
3. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian yang akan dilaksanakan ini diharapkan mengetahui
bagaimana pengalaman penderita Hipertensi grade 2 di desa Tugu Rw 08 Cihanjuang
Rahayu Kabupaten Bandung Barat. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah:
1) Untuk menggambarkan pengalaman penderita Hipertensi grade 2 di desa Tugu
Rw 08 Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat.
2) untuk mengetahui karakteristik penting pengalaman yang dialami oleh
penderita Hipertensi grade 2 di desa Tugu Rw 08 Cihanjuang Rahayu
Kabupaten Bandung Barat.
4. Ruang Lingkup Penelitian
Lokasi yang digunakan pada penelitian adalah di wilayah Puskesmas
Parongpong desa Tugu Rw 08 Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2018 dengan batasan sebagai berikut:
1) Subjek penelitian adalah penderita hipertensi grade 2 dengan usia > 45 tahun.
2) Objek penelitian adalah pengalaman penderita Hipertensi grade 2 yang menderita
Hipertensi >1-2 tahun.
3) Subjek penelitian tergantung pada saturasi data.
4) Data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara terstruktur.
B. Landasan Teori
1. Konsep Dasar Hipertensi
Hipertensi merupakan peningakatan takanan darah sistolik lebih dari 140
MmHg dan diastolik lebih dari 90 MmHg. Peningkatan tekanan darah terjadi ketika
kontraktilitas pembuluh darah meningkat disebabkan oleh faktor genetika dan faktor
lingkungan, Hipertensi merupakan faktor utama dari berbagai penyakit kardiovaskular
akibat penanganan yang cenderung terlambat disebabkan tanda dan gejala dari
peningkatan tekanan darah yang kurang jelas.
Menurut WHO, (Sebagai kutipan dari Puspitorini, 2018) bahwa batas tekanan
darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 135/85 MmHg. Tekanan darah
lebih dari 140/90 MmHg dinyatakan sebagai Hipertensi. Adapun nilai diantaranya
termasuk normal-tinggi di peruntukkan bagi individu dewasa berusia diatas 18 tahun.
Berdasarkan jenis penyebabnya Hipertensi dibedakan menjadi dua bagian yaitu
tidak dapat diubah: genetika, gender, ras/etnik, dan usia; dapat diubah: suhu, berat
badan, pola aktifitas, rokok, diet, cemas dan stres.
Tanda dan gejala Hipertensi dapat dibagi menjadi tanda dan gejala fisiologis
dan psikologis yang dapat diuraikan sebagai berikut: fisiologis: sakit kepala, pusing,
wajah kemerahan, telinga berdenging, susah tidur, sesak nafas, mudah lelah, mata
berkunang-kunang atau penglihatan menurun, mimisan atau epitaksis, palpitasi, mual
dan muntah, keringat berlebihan, tremor otot, nyeri dada, penurunan kesadaran karena
pembengkakan diotak, dan rasa mau pingsan; psikologis: kecemasan dan mudah
marah.
Dalimartha, et.al (2008) Hipertensi adalah penyakit yang menyebabkan
kematian secara tiba-tiba. Pentingnya pengawasan pada penyakit hipertensi mengingat
dampak sekunder yang dapat ditimbulkan lain seperti: penyakit jantung koroner,
stroke, gagal ginjal.
Penanganan yang tepat pada penderita hipertensi dapat mencegah terjadinya
komplikasi yang lebih parah dari penyakit hipertensi, penalatalaksanaan hipertensi
sendiri terbagi atas 2 jenis yaitu secara farmakologi dan nonfarmakologi.
2. Konsep Dasar Pengalaman
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012) pengalaman adalah
serangkaian peristiwa yang pernah dijalani dan ditanggung dalam kehidupan
seseorang.
Menurut Dewi (2016) pengalaman dibagi menjadi 2 yaitu Immediacy of
experience adalah pengalaman yang baru saja dijalani dan dialami oleh seseorang
mengenai suatu peristiwa atau kejadian dan subjective experience adalah persepsi
seseorang yang terbentuk karena adanya interaksi yang lama dengan suatu kejadian
atau peristiwa.
Sadar (2012) menjelaskan bahwa pengalaman yang dialami oleh penderita
Hipertensi adalah tidak rutin mengontrol tekanan darah ke pelayanan kesehatan,
memiliki perasaan takut ketika berobat ke pelayanan kesehatan, penderita tidak rutin
dalam mengkonsumsi obat Hipertensi, sibuk bekerja sehingga lupa minum obat.
Penderita Hipertensi juga mengalami kualitas tidur yang kurang, kesulitan
untuk memulai tidur, tidak bisa tertidur dalam waktu 30 menit atau lebih. Hal ini
disebabkan sering terbangun karena harus ke kamar mandi, rasa pegal pada tubuh,
nyeri, dan pusing pada kepala (Wahid dan Roni, 2018).
C. Kerangka Pikir
Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan teori adaptasi Callista Roy.
Model Adaptasi Roy menggambarkan manusia sebagai sistem terbuka dan
sistem adaptif yang akan merespons terhadap setiap perubahan yang terjadi pada
lingkungan baik yang internal maupun external. Respons yang ditimbulkan dapat
berupa respon adaptif dan maladaptif, sesuai dengan mekanisme koping yang
digunakan pasien dalam menghadapi stressor yang dihadapinya. Roy juga memandang
lingkungan sebagai kondisi internal maupun eksternal yang dapat diatur perawat dalam
membantu pasien memulihkan diri. Kegiatan keperawatan diarahkan pada penciptaan
lingkungan yang memungkinkan terjadinya pemulihan kesehatan. Selain itu kegiatan
keperawatan juga diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan
proses adaptasi terhadap stimulus ke arah yang lebih positif (Hasan, 2012).
D. Metodologi Penelitian
1. Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif fenomenologi.
Fokus penelitian adalah penemuan fakta suatu fenomena pengalaman penderita
Hipertensi grade 2 berdasarkan perspektif informan, yang akan diwawancarai dengan
pertanyaan seputar pengalaman apa saja yang dialami oleh penderita Hipertensi grade
2 yang berorientasi pada aspek fungsi fisik, konsep diri, peran dan interdependent.
2. Populasi dan Sampel
Populasi yang akan diteliti pada penelitian ini adalah penderita Hipertensi grade
2 di Desa Tugu Rw 08 Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat. Tehnik yang
digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling .
Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini adalah :
1) Subjek penelitian adalah penderita Hipertensi grade 2 dengan usia > 45 tahun
2) Subjek secara sukarela ikut berpartisipasi dalam penelitian.
3) Subjek penelitian berdomisili di Parongpong
3. Prosedur Pengumpulan Data
Langkah-langkah prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Pada bulan Mei 2018 peneliti meminta izin tertulis pada Dekan Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Advent Indonesia, untuk melakukan penelitian di wila-
yah kerja Puskesmas Parongpong.
2) Setelah mendapatkan surat pengantar dari Fakultas Ilmu Keperawatan maka surat
akan disampaikan kepada kepala Puskesmas Parongpong.
3) Setelah mendapatkan izin penelitian dari kepala Puskesmas Parongpong, peneliti
meminta izin kepada RT/RW setempat.
4) Mencari responden yang menderita Hipertensi grade 2.
5) Peneliti menjelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian kepada subjek penelitian.
6) Peneliti menjelaskan prosedur penelitian kepada subjek.
7) Peneliti menanyakan persetujuan subjek apakah bersedia untuk ikut berpartisipasi
dalam penelitian. Bila setuju maka calon subjek penelitian diminta untuk menan-
datangani informed consent atau lembar persetujuan.
8) Melakukan wawancara dengan waktu 30 menit di tempat yang sudah disepakati
dengan 22 pertanyaan yang meliputi fisik, konsep diri, peran, dan interdependent.
Proses wawancara akan di rekam menggunakan audiovisial atau vidio camera.
Hasil rekaman akan di simpan di dalam komputer.

DAFTAR PUSTAKA
Dalimartha, et.al (2008). Care your Self Hipertensi, Jakarta : penebar plus.
Deni, Nursiswati dan Rosyidah. (2017). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal-
Bedah:diagnosis NANDA-I 2015-2017. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Shima, R, Fahrizal, M.H., & Majid, H.A. (2014). A Qualitatiive study on hypertensive
care behavior in primary health care settings in malaysia. Malaysia. 1597-1609.
….
(Diadaptasi dan ditata kembali dari Inggrit Swito Leokuna, 2019)